CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 207


__ADS_3

Suara azan subuh sayup - sayup terdengar menggema, Aziz mengedipkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu, setelah mendapatkan kesadaran Aziz merasakan sebelah tangan kirinya kebas dan berat, Aziz memalingkan wajahnya ke kiri, Zahra terlihat masih tidur dengan nyenyak ber bantalkan lengannya dengan posisi miring menghadap ke arah nya dan memeluk tubuh Aziz.


Aziz mengelus wajah Zahra lembut sambil tersenyum menatap wajah tenang wajah istrinya, Zahra menggerakkan tubuhnya ketika merasakan sentuhan lembut di pipinya, Aziz cepat menarik tangannya takut aktifitasnya akan mengganggu dan membangunkan tidur Zahra, merasa tidak ada lagi yang mengusik tidurnya, Zahra kembali tidur dengan tenang masih dengan posisi yang sama.


Merasakan Zahra kembali terlelap dengan perlahan aziz mulai menarik tangan nya yang di jadikan bantal oleh Zahra, serta menarik guling dan mengganti tubuhnya yang awalnya di jadikan guling oleh Zahra dan menggantinya dengan bantal guling yang telah di ambilnya tadi.


Setelah terlepas dari pelukkan istrinya, Aziz kembali memastikan Zahra tetap terlelap dalam tidurnya, kemudian dengan buru - biru Aziz masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berwudhu untuk melaksanakan sholat subuh karena waktu subuh sudah mau berakhir.


Usai sholat subuh, Aziz Kembali berbaring di samping Zahra karena ia merasa masih mengantuk. Aziz tidur miring menghadap ke arah Zahra, dengan perlahan Aziz kembali menarik guling yang di peluk Zahra dan kembali mengganti guling itu dengan tubuhnya, tidak butuh waktu yang lama akhirnya Aziz Kemabli tertidur dengan posisi saling berpelukan dengan sang istri.


" Bang bangun " Aziz merasa ada seseorang yang tengah mengguncang tubuh nya, walau pelan tapi itu sangat menggangu Aziz yang sendang tertidur lelap. Aziz mengerjapkan matanya mencari kesadarannya yang belum terkumpul dengan sempurna.


" Abang bangun, ini sudah siang " Aziz melihat Zahra sudah berdiri di samping nya, Zahra terlihat sudah rapi dan cantik dengan gamis berwarna pink dan hijab yang senada.


Aziz menatap Zahra tanpa berkedip sambil tersenyum terpukau dengan kecantikan ibu anak tiga itu. Zahra yang melihat Aziz menatapnya seperti itu jadi salah tingkah.


" Abang udah lihat - lihatnya, sekarang bangun dan mandi, ini sudah siang, kita harus cepat pulang bang " ujar Zahra sambil menarik tangan Aziz agar segera bangun.


Bukan nya bangun, Aziz malah menarik tangan Zahra sehingga Zahra terjatuh tepat di dada bidang Aziz, tatapan mata mereka bertemu, untuk beberapa saat Aziz dan zahra saling bertatapan begitu dalam. perlahan Aziz memeluk tubuh Zahra dan mengecup bibir tipis Zahra yang dari tadi menggodanya.


Zahra kaget mendapatkan ciuman tiba - tiba dari suaminya, seketika pipinya memerah menahan malu, setelah sadar dari rasa kagetnya Zahra berusaha untuk bangun dari atas tubuh aziz, tapi bukannya lepas, Aziz malah semakin menguatkan pelukkan nya di tubuh Zahra.


" Abang lepas " rengek Zahra manja pada Aziz.

__ADS_1


" Mau kemana sayang, kenapa sudah cantik begini lagi - pagi, adek mau menggoda Abang ya ? " bukannya melepaskan tubuh zahra Aziz malah bertanya dan menggoda Zahra


" Menggoda apa an, Zahra cuma mau membangun Abang dan memanjakan Abang pulang " jawab Zahra sedikit kesal karena Aziz bukanya melepaskan dirinya, malah semakin.memeluknya erat,


" Zahra mau siap - siap bang, ini sudah siang, kita harus cepat - cepat pulang, kasihan anak - anak sudah di tinggal dari kemaren " jawab Zahra lagi yang kembali mencoba melepaskan diri dari pelukkan suaminya itu.


" Sebentar lagi sayang, Abang masih ingin berdua sama adek, soal anak - anak adek gak usah khawatir, mereka tenang dan baik - baik saja kok dan tidak rewel sedikit pun, " jawab Aziz tenang sambil terus memeluk Zahra dan memberikan kecupan - kecupan singkat di wajah dan bibir Zahra.


" Dari mana Abang tahu mereka baik - baik saja ?" tanya Zahra heran.


" Tadi setelah sholat subuh Abang sudah menghubungi rumah, dan mami bilang mereka baik - baik saja dan tidak rewel " jawab Aziz lagi.


" Tapi kita tetap harus pulang sekarang bang, Zahra sudah rindu pada mereka dan ingin segera menemui mereka, Karana kita sudah meninggalkan mereka seharian bang " rengek Zahra pada Aziz.


Setelah berpikir sejenak, dan melihat Zahra sudah kembali seperti hari - hari sebelum nya, yang selalu ceria dan semangat. Akhirnya Aziz menyetujui permintaan Zahra untuk segera pulang kerumah.


Merasa pelukkan Aziz ditubuhnya terlepas Zahra segera bangkit, di susul oleh Aziz yang bangkit dari tidur nya dan masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih


" Sayang, kita sarapan nya di balkon aja ya, adek pesankan aja sarapannya, apapun yang adek pesankan Abang makan kok, tapi Jagan lupa capuccino hangat satu ya sayang " sahut aziz sebelum masuk ke dalam kamar mandi


" Baik lah Abang " jawab Zahra. Lalu tanpa menunggu waktu Zahra langsung menghubungi ke pihak hotel tempat nya menginap untuk memesan sarapan untuk mereka dan meminta sarapan nya di antar ke kamar mereka.


Setelah memesan sarapan untuk mereka berdua, Zahra lalu menyiapkan pakaian Aziz dan meletakkannya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Tidak butuh lama, pesanan sarapan mereka pun datang, Zahra langsung meminta tolong pada petugas hotel tersebut untuk menata sarapan mereka di balkon kamar karena Zahra dan aziz akan sarapan di sana saja sesuai permintaan Aziz tadi.


Setelah menata makanan di tempat yang di minta oleh Zahra, petugas hotel itu pun pamit keluar seiringan dengan aziz yang baru keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya hingga lutut saja. sementara bagian atas terbuka sehingga menampilkan roti sobek nya yang selalu menggoda para wanita yang melihat nya


" Abang, " seru Zahra kaget karena Aziz keluar hanya dengan handuk begitu saja, untungnya petugas hotel tadi yang seorang perempuan sudah keluar dari kamar mereka. Bagai mana pun Zahra tetap tidak rela jika ada yang melihat aurat suaminya selain dirinya.


" Kenapa sayang " tanya Aziz sambil berjalan ke arah Zahra tanpa bersalah.


" Abang, kenapa keluar kamar mandi seperti ini, nanti kalau ada yang lihat gimana ?!" sahut Zahra kesal, karena tadi masih ada petugas hotel di sana saat aziz keluar dari kamar mandi, untungnya, Aziz keluar ketika petugas itu sudah keluar dan menutup pintu kamar mereka.


" Kan gak ada siapa - siapa di sini sayang selain adek dan Abang " Jawab Aziz cuek sambil menoel hidung mancung Zahra.


" Siapa bilang cuma hanya kita saja, tadi juga ada petugas hotel Abang, untungnya di sudah keluar sebelum sadar Abang keluar kamar mandi. " jawab Zahra lagi masih kesal pada kecerobohan suaminya itu


" Ya gak apa - apa kalau dia lihat " jawab Aziz lagi cuek sambil mengambil baju yang sudah di siapkan Zahra untuk nya dan memakainya cepat


" Enak aja, tidak ada yang boleh liat tubuh Abang selain Zahra " jawab Zahra yang mulai menampakan Susi posesifnya pada sang suami, " awas kalau itu terjadi " ancam Zahra lagi pada Aziz.


Aziz tersenyum senang melihat istrinya yang mulai menampakan posesifnya yang pertama kali nya itu padanya. Aziz yang sudah berpakaian lengkap menghampiri Zahra dan menarik tubuh Zahra masuk kedalam pelukannya. Aziz mengecup puncak kepala Zahra lembut dan mesra.


" Itu tidak akan pernah terjadi sayang, semua yang ada di tubuh abang semua milik adek seorang " jawab Aziz sambi mengangkat wajah Zahra sehingga menatap dirinya.


" Terus lah posesif seperti ini, Abang senang dan suka lihat adek posesif pada abang, itu artinya adek benar - benar cinta dan sayang pada Abang " sahut Aziz lagi sambil mengecup bibir Zahra singkat.

__ADS_1


Menyadari sikapnya yang terlihat posesif pada suaminya, Zahra merasa jadi malu.


" Udah sekarang kita sarapan, habis itu langsung pulang, katanya adek sudah kangen sama anak - anak " ujar Aziz mengajak Zahra sarapan dan pulang sesuai permintaan Zahra , Zahra pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju balkon di mana sarapannya telah di sajikan


__ADS_2