CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 61


__ADS_3

" cinta "


Jawab Aziz singkat dengan senyum yang masih terukir di bibirnya.


Alif mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dan bingung dengan jawab yang di berikan Aziz.


" maksud kamu apa ziz " tanya Alif bingung.


Sandi dan Adam yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan dua anak muda itu ikut bingung dan heran dengan jawaban aziz .


sandi dan Adam menyimak obrolan itu dengan serius. mereka tidak mau melewatkan sedikit pun penjelasan Aziz, Karana itu sangat penting bagi mereka saat ini.


" ya aku mencintai Zahra , sebenarnya selain Maslah pekerjaan aku juga ada niat lain datang ke sini.yaitu ingin melamar Zahra menjadi istri aku lif." ujar aziz tenang ,kemudian Aziz pun menceritakan awal ia berjumpa dengan Zahra sampai meminta asistennya untuk mencari tahu tentang zahra setelah ia melihat Zahra berdebat dengan Rio di kantin rumah sakit., dan setelah Aziz mengetahui fakta tentang Zahra, akhirnya Aziz membulatkan tekad nya untuk mengajak Zahra ta'aruf. namun sebelum itu tentunya Alif sudah menyerahkan keputusannya pada yang dia atas , Aziz melaksanakan sholat istikharah untuk memantapkan hatinya. setelah ia mendapat jawaban dari mimpinya , Aziz yang sudah membulatkan tekatnya untuk meng taaruf Zahra , meminta orang tuanya untuk datang ke kota itu demi melancarkan tujuannya.


Awalnya orang tua Aziz menolak dan meminta Aziz untuk berfikir ulang lagi, tapi dengan gigih Aziz meyakinkan orang tuanya dan menyampaikan hasil istikharah nya serta meyerahkan bukti penyelidikannya tentang Zahra kepada ke dua orang tuanya itu, melihat kesungguhan Aziz akhirnya kedua orang tuanya menyetujui keputusan Aziz.


Dan sebenarnya hari di mana kakek kritis saat itu, sebenarnya aziz dan keluarganya sudah berniat akan menjumpai kakek dan nenek untuk meng khitbah Zahra .


Aziz janjian dengan keluarganya bertemu di rumah sakit tempat kakek di rawat saat itu karena aziz baru saja melakukan tindakan operasi di sana, namun ketika ia sendang menjumpai orang tuanya di depan ruangan picu dan ternyata berdekatan dengan ruangan kakek di rawat ,aziz mendengar suara seseorang yang menyebut nama Zahra , Alif meras kenal dengan suara itu, sehingga ia memberanikan diri melihat ke kamar tesebut dan melihat apa yang terjadi di dalam kamar pasien tesebut ,yang kebetulan pintunya juga tidak tertutup rapat.


Aziz melihat di sana ada seseorang terbaring di atas tempat tidur pasien dan dua orang pria. Aziz lun mengenal salah satu di antara dua pria itu, tak lain adalah sahabatnya sendiri Alif.


setelah mendengar percakapan alif dengan pria yang satu lagi bersama seseorang yang tengah terbaring lemah itu yang di ya kini Aziz adalah kakek Zahra, Aziz menghampiri orang orang tuanya dan menyampaikan niatnya untuk menikahi Zahra saat itu juga, lagi - lagi orang tua Aziz menolaknya karena mereka tidak punya persiapan sama sekali , Aziz pun membawa orang tuanya ke depan kamar rawatan kakek, setelah melihat dan mendengar dengan sendiri apa yang tengah terjadi di dalam kamar itu akhirnya orang tua Aziz menyetujui keinginan anaknya untuk menikah dengan Zahra saat itu juga.


Maka Karena itulah pernikahan itu pun bisa terlaksana tanpa hambatan


setelah mendapat izin dari kakek dan keluarga Zahra yang lain, Aziz dan papa nya langsung meminta ke pihak HRD untuk mengizinkan Zahra pulang dan tidak masuk kerja beberapa hari dengan alasan hanya ia dan bagian HRD yang masih saudara dari papa Aziz yang tahu .dan untuk kepulangan Zahra pun sudah di atur oleh orang tua aziz ,sehingga Zahra dapat sampai dengan waktu yang tepat .

__ADS_1


Aziz menarik nafas lega, setah menyelesaikan semua ceritanya. Alif, sandi dan Adam yang mendengarkan cerita Aziz menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Alif merasa masih ada yang mengganjal di hatinya ,kembali bertanya kepada aziz.


" Mengapa di saat ada perdebatan siapa yang akan menjadi wali nikah kalian ,kamu hnaya diam saat om Adam jadi wali nikahnya." tanya Alif lagi , Adam dan sandi kembali menatap Aziz serius.


" apa kamu sudah tahu siapa ayah zahra yang sesungguhnya ?" tanya Alif ragu pada Aziz.


Aziz pun menganggukkan kepalanya " ya " jawab Aziz tegas dan singkat." aku mengetahui semua kehidupan Zahra apa pun itu, Zahra yang di tinggal nikah kekasihnya bersama saudara tirinya pun aku mengetahuinya " jawab Aziz tenang


" apa karena itu juga kamu tahu Zahra punya penyakit lambung, sehingga kamu begitu cemas tadi karena mengetahui Zahra belum makan dari siang ?" tanya Alif membulatkan matanya kaget, aziz pun menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


Alif terpana menatap Aziz, Alif merasa belum mengenal sahabatnya itu terlalu dalam , Alif heran, bagai mana Aziz bisa mendapatkan informasi tentang Zahra begitu lengkap.


Alif masih menatap Aziz tatapan penuh tanda tanya.


" Yang perlu aku yakinkan pada papa, om Adam dan kamu lif, aku benar - benar mencintai Zahra sepenuh hati ku, sesuai janjiku pada kakek aku akan menjaga Zahra dan menyayangi Zahra sepenuh hati ku" .ujar Aziz kembali pada mode seriusnya .


" tidak akan ku biar kan siapapun menyakiti Zahra , siapa pun itu lif, percaya lah " kata Aziz lagi yakin dan tegas


" karena mulai Saat ini dan seterusnya Zahra adalah segalanya bagi ku " kata Aziz lagi meyakinkan Alif, Adam dan sandi yang sempat meragukan ke sungguhan nya.


Alif dan Adam menganggukkan kepalanya, sementara itu sandi menundukkan kepalanya merasa tersentuh hatinya.


" Dan untuk kejadian tadi, aku masih berbaik hati untuk memaafkan nya, tapi tidak lain kali ." kata aziz lagi dingin.


semua yang ada di sana paham dengan maksud perkataan Aziz , mereka tidak ada yang mau angkat bicara satu pun, terutama sandi, yang lagi - lagi merasa ter sentil untuk kedua kalinya.

__ADS_1


" untuk malah Naira tadi, papa atas nama Naira minta maaf ziz " sandi menatap Aziz dengan rasa bersalah .


aziz menyentuh bahu sandi yang mulai saat ini sudah menjadi mertuanya yang artinya orang tua nya juga


" Aziz tidak menyalah kan papa, Aziz hanya merasa kecewa saja dengan sikap Naira yang tidak mencari tahu dulu apa masalahnya ,tapi malah menuduh orang yang macam - macam, Aziz hanya tidak tega dan tidak terima Zahra di tuduh seperti itu pa, " jawab Aziz menatap sandi yang merasa bersalah padanya karena tidak bisa mencegah Naira menyakiti Zahra.


" kita semua tahu bagai mana rapuh nya Zahra saat ini, Zahra sudah kehilangan kakek, tapi tanpa ia ketahui kita malah melaksanakan pernikahan untuk Zahra di tengah kakek yang berjuang dalam masa - masa kritis yang di alami nya. dan parahnya ,.Zahra justru mengetahui pernikahannya setelah kakek di makam kan "


Sandi ,Alif dan Adam termenung dan membenarkan apa yang di katakan oleh Aziz panjang lebar itu.


" Tapi jujur aziz merasa senang dan bersyukur Zahra dapat menerima semua ini termasuk pernikahan yang tidak pernah terlintas di pikiran Zahra sebelumnya dengan lapang dada tanpa menyalahkan siapa pun." ujar aziz lagi.


Setalah sama - sama terdiam beberapa saat, Alif kembali bertanya pada Aziz.


" Kalau Zahra sudah bisa menerima pernikahan ini bagai mana dengan kamu sendiri bro " tanya Alif yang merubah suasana yang tadi serius dan tegang menjadi santai.


Aziz tersenyum menatap Alif, " kalau itu lu nggak usah tanya lagi bro, aku yang menyanggupi pernikahan ini, dan untuk itu lu pasti sudah tahu apa jawaban gue " jawab Aziz tak kalah santai dari Alif.


" Walaupun Zahra belum mencintai lu " Aziz menganggukkan kepalanya yakin


" Gue lah yang akan buat Zahra jatuh cinta pada gue nanti nya bro " jawab aziz yakin dengan ucapannya.


" Dasar bucin " ujar Aziz ikutan tersenyum di ikuti oleh Adam dan sandi.


" papa yakin, kamu bisa melakukan itu ziz, semangat ya berjuang ya " sandi menepuk pundak aziz memberi semangat .


Aziz sangat senang telah mendapat dukungan dari Adam, Alif dan sandi untuk membuat Zahra jatuh cinta pada dirinya.

__ADS_1


Malam semakin larut, akhirnya sandi, Adam ,Alif dan Aziz memutuskan untuk masuk ke kamar masing - masing dan meng istirahatkan tubuh mereka yang lelah setelah menjalani hari - hari yang sangat berat hati ini.


__ADS_2