CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 118


__ADS_3

Suara azan terdengar berkumandang merdu dari toa mesjid memanggil umatnya untuk bangun dan melaksanakan ibadah subuh,


Aziz mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan pencahayaan dari lampu tidur di kamarnya.


Aziz meraba tempat tidur di sampingnya, Aziz kaget tidak menemukan Zahra di sana, Aziz bangun dan mencari keberadaan Zahra,


" Sayang , sayang kamu di mana ?" Aziz memanggil - manggil Zahra tapi tidak ada sahutan.aziz lalu mendekati kamar mandi , Aziz berpikir mungkin saja Zahra ada di sana , di depan kamar mandi Aziz mendengar suara gemericik air dan seseorang yang sedang muntah - muntah.


Aziz merasa lega dan juga cemas, Aziz lega ternyata Zahra sedang berada di dalam kamar mandi, Aziz juga cemas karena tadi ia mendengar Zahra sendang muntah - muntah di kamar mandi, aziz memegtuk pintu kamar mandi sambil memanggil nama Zahra


".Sayang, kamu ada di dalam kan ?" tanya Aziz cemas sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan dari dalam.


" Sayang , bukain Abang pintunya dong " ujar Aziz semakin cemas.


Bukannya jawaban yang Zahra berikan, tapi malah suara muntah nya yang semakin terdengar.


Aziz dengan gusar terus memegetuk - ngetuk pintu kamar mandi sambil memanggil - manggil nama zhara, tapi hasil nya tetap sama .


Beberapa menit berlalu, suara Zahra yang sedang muntah - muntah tidak terdengar lagi, yang terdengar hanya gemericik air, Aziz yang sedang kalut membuka paksa pintu kamar mandi, Aziz takut terjadi apa - apa dengan Zahra di dalam, dan pintu kamar mandi pun terbuka, ternyata pintunya memang tidak terkunci dari tadi dan Aziz pun tidak tahu.


Tadi Aziz hanya mengetuk - ngetuk pintu saja tanpa berusaha membuka handel pintu kamar mandi tersebut.


Aziz merasa dongkol dengan dirinya sendiri, dari tadi ternyata ia sudah mengetuk pintu yang tidak di kunci.


Aziz menerobos masuk ke dalam kamar mandi, aziz kaget ketika melihat Zahra yang sudah tegeletak tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi, Aziz langsung menghampiri Zahra dan mencoba membangunkan Zahra dengan menepuk - nepuk pipi Zahra pelan.

__ADS_1


" Sayang, kamu kenapa " ujar Aziz kaget , Aziz meraih kepala Zahra dan membawanya kedalam pangkuannya.


" Sayang, bangun dong, jangan buat Abang cemas gini dong sayang " Aziz terus menepuk - nepuk pipi zahra supaya bangun, tapi Zahra tetap diam dengan mata yang terpejam , Aziz lalu mengendong tubuh zahra dan memindahkannya ke atas tempat tidur. Aziz meletakkan tubuh Zahra pelan, kemudian meraih tangan Zahra dan menggosok - gosokkan tangan nya di kedua telapak tangan Zahra sambil membangun Zahra.


" Sayang bangun dong sayang, jangan bikin Abang takut seperti ini sayang " ujar Aziz cemas sambil terus membangunkan Zahra.


Aziz menghubungi Bu Susan dan mengabari jika Zahra tidak sadarkan diri, sambil menunggu Bu Susan datang, Aziz terlebih dahulu mengganti baju zahra yang basah karena ke cipratan air saat di kamar mandi Tandi


Pintu kamar Aziz di ketuk dari luar bersamaan dengan Aziz yang sudah selesai menganggati baju Zahra.


Aziz membukakan pintu kamar , ternyata yang datang ke kamarnya tidak hanya bu Susan, tapi juga ada pak Widodo, Adam, cindi , sandi dan Alif.


Bu Susan yang tadinya hendak ke kamar aziz tidak sengaja di depan lift berjumpa dengan pak Widodo ,Adam, sandi dan Alif yang kebetulan baru pulang sholat di mesjid


Bu susan pun memberi tahu mereka jika Zahra sedang tidak sadarkan diri saat ini di kamarnya, dan mereka pun lalu bersama - sama menghampiri Zahra ke kamar Aziz dan Zahra saat ini yang berada di lantai tujuh satu lantai di atas kamar yang mereka tempati, sebelum pergi menemui Zahra, Adam terlebih dahulu memberi tahu cindi sehingga cindi menyusul mereka ke sana.


" Kok bisa seperti ini ziz " Tanya Bu Susan pada Aziz, Bu Susan mendekati Zahra dan memeriksa keadaan Zahra.


" Aziz juga gak tahu mi, tadinya ketika Aziz bangun, Zahra sudah di kamar mandi dan sedang muntah - muntah, Aziz panggil - panggil tapi Zahra gak bukain pintu, trus gak lama kemudian Aziz gak ada dengar apa - apa lagi, ketika Aziz buka pintu paksa ternyata Zahra sudah tergeletak di lantai mi " jawab Aziz menjelaskan kenapa Zahra bisa tidak sadarkan diri.


" Ini saya ada bawa minyak angin, coba di oleskan pada Zahra buk besan " Tante cindi memberikan minyak angin itu pada Bu Susan yang langsung di ambil oleh Bu Susan.


Bu Susan pun mengoleskan minyak angin itu pada Zahra dan juga mendekatkan minyak angin itu kedekat hidung Zahra .


" eemmm.." terdengar suara erangan dari bibir Zahra, Zahra membuka mata nya pelan, Zahra bingung, saat ini begitu banyak orang di sana sedang menatap dirinya.

__ADS_1


semua orang yang ada di ruangan itu mengucapkan syukur ketika melihat zahra sudah sadar dan membuka matanya.


" Ada apa kok rame - rame disini " tanya Zahra bingung, Zahra mengingat - ingat lagi apa yang sudah terjadi pada dirinya , Zahra ingat tadi ia ada di kamar mandi, Zahra yang niatnya mau buang air kecil jadi muntah - muntah karena merasa mual tiba - Tiba.


Saat di kamar mandi, zahra sempat mendengar Aziz memanggil - manggil nama nya, Tapi karena rasa mualnya yang hebat akhirnya Zahra mengabaikan panggilan Aziz dan memuntahkan isi perutnya, tapi sayang tidak ada yang dapat di muntah kannya, yang keluar malah cairan berwarna kuning dan rasanya sangat pahit, karena kelelahan terus muntah - muntah Zahra merasa lemas, dan kemudian ia tidak tahu apa - apa lagi


" Kamu tadi tidak sadarkan diri nak di kamar mandi " jawab Bu Susan memberi tahu Zahra.


" pingsan?!" tanya Zahra bingung.


" Iya sayang, tadi Abang jumpai kamu pingsan di kamar mandi, apa yang kamu rasakan sekarang sayang ?" Aziz mendekati Zahra meraih tangan Zahra dan menggenggam tangan itu erat.


" Zahra cuma merasa pusing aja bang " jawab Zahra lemas.


" Kita bawa kerumah sakit aja ziz " sahut sandi dan di setujui oleh yang lainnya.


" Gak mau bang, Zahra mau disini aja sama Abang " tolak Zahra sambil menatap Aziz memohon.


" Tapi yang di sarankan ayah betul juga sayang, kamu terlihat lemas sekali. sebaiknya kamu di periksa oleh dokter di rumah sakit ya " bujuk Aziz pada Zahra. Zahra menggelengkan kepalanya tetap menolak ajakan Aziz ke rumah sakit.


".kan sudah ada Abang, papi dan bang Alif di sini yang periksa Zahra, jadi gak perlu ke rumah sakit bang " tolak Zahra lagi.zahra berpikir ia akan aman - aman saja selagi Aziz ada di dekatnya.


" Beda sayang, kondisi kamu saat ini lebih membutuhkan dokter SpOG, sedangkan Abang ,papi dan Alif bukan dokter SpOG sayang." bujuk Aziz pada Zahra.


" Zahra gak mau bang, Zahra maunya sama Abang aja di sini " rengek Zahra , mata Zahra sudah mulai mengembun akan menangis.

__ADS_1


Zahra tetap memaksa tindak mau di bawa kerumah sakit , melihat Zahra yang sudah mengeluarkan air matanya, akhirnya Aziz dan yang lainnya mengalah, tidak mau memaksa lagi.


__ADS_2