CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 166


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, aziz yang tadi niatnya hanya pergi sebentar ke rumah sakit untuk menyelesaikan operasi yang sudah di jadwal kan nya satu Minggu yang lalu menjadi batal karena tiba - tiba siang ini Aziz harus pergi ke perusahaan nya karena ada masalah yang terjadi di salah satu anak perusahaan nya yang berada di luar negri. dan saat ini Aziz masih berada di kantornya sedang mengadakan pertemuan mendadak dengan beberapa orang kepercayaannya dan Aldo.


aziz yang di kabari oleh Aldo siang tadi memutuskan untuk datang ke perusahaannya untuk mengetahui dan menyelidiki sejauh apa permasalahan itu terjadi.


Jika memungkinkan Aziz akan mengirim orang kepercayaannya yang lain untuk mewakili permasalahan di sana, bukan nya Aziz tidak mau pergi, tapi mengingat kondisi Zahra yang mulai merasakan sakit - sakitan pagi tadi, membuat Aziz tidak tega untuk meninggalkan Zahra keluar negri kali ini.


Aziz teringat pesan dokter ayu yang mengatakan Zahra bisa saja melahirkan dalam waktu dekat dan tanpa sesuai dengan hati tafsiran lahiran nya, mengingat Zahra yang hamil anak kembar, apa lagi kembar tiga dan kemungkinan itu bisa saja terjadi.


Untuk itu lah Aziz tidak mau meninggalkan zahra sendiri, Aziz tidak mau di saat ia pergi nanti ternyata anak nya lahir, aziz tidak mau anak nya lahir tanpa kehadirannya, apa lagi ini anak pertama baginya, Aziz tidak ingin sedikitpun melewatkan momen yang sudah lama di tunggu - tunggunya itu .


" Jadi sejauh apa Maslah dan kerugian yang sudah di buat oleh si tua Bangka itu " tanya Aziz dingin menatap Aldo dan orang kepercayaan nya yang ada diruangan itu,


Aziz sangat marah dan kesal pada salah satu orang kepercayaannya yang berada di salah satu anak perusahaan nya yang berada di negara S tersebut, ini sudah yang kedua kali nya orang yang di percaya nya memimpin dan menjalankan perusahaan nya di negara S membuat ulah dan lebih parahnya kasus kali ini dapat membuat perusahaannya rugi besar dan gulung tikar.


Sebelum kasus ini, orang yang di percayanya bisa memimpin dan mengembangkan perusahaannya yang berada di negara S itu juga pernah melakukan kesalahan dengan memanipulasi laporan keuangan sehingga perusahaan mengalami kerugian yang memang lebih kecil jika di bandingkan dengan yang sekarang, tapi setelah di selidiki ternyata ia tidak bekerja sendiri, dan waktu ia ia hanya di manfaatkan oleh pihak tertentu yang menginginkan perusahaan nya hancur.


Aziz yang awalnya tidak mau memberikan maaf dan kesempatan ke dua akhirnya memutuskan memberi kesempatan kedua setelah istri pelaku yang memohon dan berjanji akan memantau suaminya itu.

__ADS_1


Aziz memang pemimpin yang dingin dan kejam, tapi aziz juga pemimpin yang punya hati nurani, aziz memutuskan memberikan kesempatan kedua bukan hanya karena istri pelaku yang memohon saja, tapi ada pertimbangan yang lain, karena anak pelaku yang membutuhkan biaya banyak untuk mengobati penyakit kanker yang diderita anak nya


Lima tahun setelah kejadian itu semua baik - baik saja, tapi kali ini semua terulang kembali dengan kasus yang sama, dan yang membuat Aziz geram kami ini pelaku telah mencuri banyak dari perusahaannya, dan tidak kalah membuat aziz marah, uang tersebut di pakai untuk berfoya - foya dan bermain wanita.


Aziz sudah memutuskan tidak ada lagi toleransi dan kesempatan ke tiga, pelaku harus bertanggung jawab atas kerugian yang di alami perusahaan. karena itu lah aziz tidak akan melepaskan orang tersebut.


Walau demikian Aziz masih bersyukur, ia masih mempunyai orang - orang yang begitu jujur di sampingnya, tidak hanya jujur, orang - orang tersebut juga sangat cekatan dan dapat di percaya, terbukti dengan cepatnya mereka mengetahui kasus anak perusahaan mereka yang ada di negara S ini, sebelum masalahnya semakin parah dan kerugian nya tidak terlalu besar, orang kepercayaannya sudah berhasil menemukan dalang dari permasalahan itu dan telah mengamankan si pelaku tanpa menunggu instruksi dari Aziz terlebih dahulu, sehingga permasalahan itu tidak sempat tersebar keluar.


" Akibat dari Masalah itu ada beberapa infestor yang memutuskan kontrak kerja secara sepihak dan jika kita terlambat untuk menanganinya akan membuat kerugian besar pada perusahan dan kemungkinan terburuk nya perusahaan bisa gulung tikar pak " jawab Aldo menjelaskan


" Berapa uang perusahaan yang sudah di ambilnya ?! " tanya Aziz lagi


" Jadi menurut kamu, bisa lebih ?!" tanya Aziz mengerutkan keningnya menatap orang kepercayaannya itu.


" Kemungkinan bisa pak, itu baru yang kami jumpai untuk sementara ini, dan sekarang team kita masih sedang melakukan penyelidiki lebih lanjut kasus ini di sana pak " jawab orang kepercayaan itu lagi.


" Aldo, menurut kamu apa bisa saya untuk tidak datang ke sana, dan saya mengutus perwakilan kita saja ?" Aziz menatap Aldo meminta pendapat

__ADS_1


Aldo yang ditanya berpikir sejenak, kalau di tanya sebaiknya, memang harus baiknya aziz yang pergi langsung menyelesaikan masalah ini, tapi melihat kondisi Zahra istri bosnya saat ini, Aldo paham maksud dari bos nya itu.


" Menurut saya alangkah baik nya jika bapak sendiri yang berangkat dan menyelesaikannya pak, tapi melihat si pelaku yang sudah diamankan dan gerakan cepat dari team kita yang di sana saya pertimbangkan lagi masih bisa di wakilkan pak " jawab Aldo setelah berpikir dan menimbang sejenak kasus yang tengah mereka hadapi saat ini di negara S.


Aziz mengangguk - anggukkan kepalanya dengan ibu jari tangannya mengetuk - ngetuk meja menandakan Aziz sendang berfikir saat ini. Aziz sedang memikirkan dan mempertimbangkan penjelasan Aldo, karena Aziz tidak bisa pergi, jadi Aziz harus memikirkan siapa yang layak dan pantas di tunjuk nya untuk mewakili dirinya datang ke negara S untuk menyelesaikan masalah itu.


" Baik lah, saya rasa saya bisa mempercayakan hal ini pada kamu Aldo, tolong kamu selesaikan kasus ini dan untuk urusan investor yang sudah memutuskan kerjasama secara sepihak biar kan saja, tidak perlu kamu datangi lagi dan meyakinkan mereka lagi, tidak seharusnya mereka memutuskan kontrak kerjasama secara sepihak seperti itu, buat mereka menyesal telah memutuskan kontrak kerjasama dengan kita." sahut Aziz yang lebih mempercayakan penyelesaian masalah di negara S kepala Aldo.


Aldo yang awalnya sudah mengira ia yang akan di tunjuk untuk pergi menyelesaikan permasalahan perusahaan yang ada di negara S oleh Aziz hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setuju.


Memang selama ini selalu dirinya yang di direpotkan oleh aziz , apa lagi semenjak aziz mengambil alih semua usaha di bawah naungan Widodo's group dua bulan yang lalu, kerjaan Aldo jadi bertambah


Apakah Aldo mengeluh, jawab nya tidak, karena Aziz sudah membayarnya lebih sesuai dengan tanggung jawab yang di terimanya selama ini.


" Baik pak " jawab Aldo


" Siang ini kamu Aldo langsung berangkat , cepat selesaikan masalah di sana ya, aku yakin kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat " sahut aziz memberi perintah Aldo untuk berangkat sore ini juga, dan aziz juga tidak lupa memberikan support untuk orang kepercayaannya itu.

__ADS_1


" Baik pak " jawab Aldo lagi.


__ADS_2