
hari sudah menunjukkan tengah malam, Alif sudah Ter tidur di sofa bed ayang ada di ruangan tersebut. ruangan yang remang - remang cahaya dari lampu malam menambah kesunyian malam itu.
Sandi masih betah duduk di kursi dekat tepi tempat tidur zahra.sandi dari tadi tidak pernah mengalihkan pandangannya pada zahra.
Setelah berbicara panjang dengan Alif tadi, ada keraguan di hati sandi perihal Zahra. " wajah kamu sangat mirip dengan nya nak, benar kah kamu anak kandung ku seperti yang di Alif pada ku tadi ?" gumam sandi yang terus memperhatikan wajah Zahra " kalau memang kamu anak kandung ku ,betapa berdosa dan menyesalnya aku selama ini setalah menyia - nyia kan kamu anak kandung ku nak " gumam sandi lagi.
Sandi teringat dengan kejadian dua puluh satu tahun yang lalu , di mana sandi bertengkar hebat dengan intan istri pertamanya. istri pertama ? ya sandi memiliki istri dua , tapi intan adalah istri yang paling di sayangi oleh sandi ketimbang Mirna istri keduanya ibu dari naira. Awal pernikahan sandi dengan intan, mereka sangat bahagia. walau pun pernikahan mereka karena perjodohan tapi sandi sangat mencintai intan ,begitu pun dengan intan sebaliknya. walau pun sudah empat tahun pernikahannya sandi dan intan belum di karunia momongan, tapi mereka sangat bahagia satu sama lain, petaka itu di mulai ketika sandi mengenal Mirna , Mirna datang ke perusahaan nya untuk mencari pekerjaan, sandi yang waktu itu memang membutuhkan seorang sekretaris menerima Mirna bekerja sebagai sekretaris nya dengan memalui berbagai tea dan Mirna lulus di setiap tes yang di lakukan ya.
tiga bulan Mirna bekerja semua biasa - biasa saja, tidak ada yang aneh dari sifat mirna. Sampai suatu malam saat sandi harus menemui salah seorang klien pentingnya yang minta pertemuan di sebuah restoran dekat hotel bintang lima, pertemuan yang sudah di jadwal kan besok siang harus di majukan malam itu karena klien nya mendadak harus kembali besok pagi ke Australia.
Saat menemui klien nya itu sandi di temani oleh Mirna sebagai sekretarisnya , pertemuan berjalan dengan sangat baik dan lancar. Pertemuan tersebut di lanjutkan dengan makan malam yang di tawari sandi pada kliennya sebagai perayaan suksesnya kerjasama perusahaan mereka , sandi meminta Mirna untuk melakukan pemesanan untuk makan malam, tanpa curiga apa pun sandi menanti kliennya itu makan malam. setelah pertemuannya selesai dan klien nya sudah kembali ke kamar nya, sandi bermaksud ingin langsung pulang kerumahnya, namun tiba - tiba sandi merasakan ada yang lain dengan tubuhnya saat itu, sandi merasa pusing dan kepanasan , sandi tetap bertekad untuk pulang ke rumah ,namun rasa panas dan pusing di tubuhnya makin terasa menyiksanya.
Mirna melihat bosnya seperti tidak baik - baik saja mendekati sandi dan mencoba membantu sandi untuk berdiri sambil bertanya " apa kah anda baik - baik aja pak?" tanya Mirna khawatir
sandi mengangkat tangan kanan nya memberi tanda bahwa ia baik - baik saja.
sandi merasa pandangannya mulai kabur saat itu, selain itu sandi merasakan hal aneh dalam tubuhnya yang ingin di tuntas kak, sandi berdiri dari duduknya namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan saat itu sandi hampir saja terjatuh, untuk ada Minna yang berdiri di dekat nya saat itu ,dengan sigap minta menangkap tubuh sandi yang oleng.
__ADS_1
" anda tidak baik - baik saja pak, bagai mana klau saya pesankan bapak kamar di hotel ini agar bapak bisa istirahat dulu,klau sudah enakkan baru nanti bapak minta tolong Sukir untuk jemput bapak pulang " Mirna mencoba memberikan saran pada sandi, sandi yang mulai kehilangan kesadarannya hanya bisa menyetujui saran Mirna untuk menginap di hotel tesebut sampai kondisinya membaik.
Mirna pun memesan kan kamar untuk bosnya tersebut, ada semburat senyum menyeringai di bibir mirna melihat kondisi sandi saat itu.
Mirna membantu sandi masuk ke dalam kamar yang sudah di pesankan Mirna tadi.
sesampai nya di dalam kamar sandi sudah tidak tahan lagi , sesuatu yang ia rasakan dari tadi menginginkan pelampiasannya , sandi menatap Mirna yang saat itu tengah tersenyum pada nya, dengan tidak sabar sandi langsung meluk Mirna dan menerkamnya buas ,sandi tidak mendengarkan teriakkan dan kata memohon dari Mirna , sandi dengan kasarnya mencium Mirna dan membuka paksa baju Mirna. sandi yang setengah sadar memperlakukan Mirna sedikit kasar dan seperti yang sudah bisa di duga hal yang tidak di harapkan itu pun terjadi ....
*****
Sandi mengerjakan mata nya , sandi sayup - sayup mendengar Isak tangis seseorang di sampingnya .sandi mencoba menormalkan pandangannya , sandi memandang sekeliling ia merasa ini bukan lah di kamar pribadinya dengan sang istri, sandi mencoba mengingat - ingat dimana ia saat ini, sandi memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing , sandi mengalihkan pandanganya pada suara tangis di sampingnya, sandi sandi kaget melihat Mirna ada di sampingnya di atas kasur yang sama dengan dirinya sedang menangis dengan badan yang terbungkus selimut. sandi mengalihkan pandangannya ke arah dirinya, sandi menyikapi selimut yang menutupi tubuhnya, sandi tambah kaget melihat dirinya yang Tampa sehelai benang pun.
Sekali lagi sandi menatap Mirna , sandi bingung, sandi tidak tahu apa yang akan di lakukannya kemudian
" mir ..... saya minta maaf, saya tidak tahu kenapa bisa sampai seperti ini " kata sandi menyesal dan panik.mirna terus menangis, dalam selimutnya.
" mir ....."
__ADS_1
* bapak jahat, kenapa bapak tega melakukan ini pada saya " racau Mirna di antara Isak tangisnya.
" sungguh mir, say tidak sadar , saya minta maaf, say janji akan bertanggung jawab " kata sandi pada Mirna . Mirna reflek mengalihkan pangannya kearah sandi " serius bapak mau tanggung jawab " ujar Mirna meyakinkan pendengarannya , dan di jawab anggukkan kepala oleh sandi
" ya saya akan tanggung jawab, sekarang kamu berhentilah menangis ya " Mirna menghentikan tangisannya setelah mendengar sandi yang bersedia untuk tanggung jawab.
" janji ya pak " ujar Mirna lagi untuk meyakinkan dirinya
" iya saya janji " jawab sandi tegas , tapi sandi bingung bagaimana cara nya ia akan menjelaskan ini pada intan nanti nya?
" lalu bagai mana dengan istri bapak " tiba - tiba Mirna menanyakan apa yang sedang di pikirkan sandi saat ini. sandi menatap Mirna " itu nanti akan menjadi urusan saya nanti nya" jawab sandi sedikit ragu, namun jawaban sandi itu mampu membuat Mirna diam dan tidak bertanya lagi.
" tapi kamu harus janji, kamu jangan bicara apa pun pada istri saya, masalah itu biar jadi urusan saya " kata sandi menatap tajam ke arah Mirna
" jika sampai kamu bicara pada istri saya, saya tidak segan - segan untuk meninggalkan kamu" ancam sandi
mirna jadi ciut melihat tatapan tajam sandi padanya.. Mirna tahu ini akan sulit bagi sandi karena sandi sangat mencintai intan istrinya itu
__ADS_1
Mirna hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menyetujui permintaan sandi