CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 17


__ADS_3

sesampainya di rumah, Zahra langsung masuk ke kamarnya. Zahra ingin sendiri saat ini.alif melihat hal itu membiarkan saja ,Alif tahu Zahra butuh waktu untuk sendiri .


Alif berlalu ke kamarnya, untuk istirahat.


di kamar Alif berpikir keras apa yang membuat orang tua Zahra memperlakukan Zahra dengan jahat seperti itu. sehingga meninggalkan luka yang dalam di hati Zahra, , bahkan hal itu sudah terjadi dari Zahra kecil hingga Zahra kecil lebih banyak menghabiskan masa kecil dan masa remaja bersama ke dua orang tua nya dan nenek kakaknya sehingga akhirnya Zahra memilih tinggal dengan mereka ketimbang dengan ibu dan ayah nya sendiri.


Bukannya ayah Zahra tidak pernah mendapat teguran dan nasehat dari kakek dan neneknya sebagai orang tua ,malahan sangat sering, tapi ayah dan ibu Zahra tetap memperlakukan Zahra berbeda dengan perlakuan mereka ke Naira soalah - olah hanya Naira anak satu - satunya yang mereka miliki .


kakek dan nenek akhirnya menyerah, dan memilih diam, apa lagi setelah Zahra memutuskan untuk tinggal bersama mereka, kakek dan nenek tidak mau lagi menegur ayah dan ibu Zahra,karena menurut mereka akan percuma saja,yang bisa melakukan hanyalah berdoa semoga suatu saat nanti tuhan membukakan hati mereka.


Alif juga sudah pernah mencoba bicara dengan ayah Zahra, tapi hanya makian yang Alif terima saat itu, pernah Alif bertanya kepada orang tuanya kenapa ayah Zahra bisa bersikap seperti itu tapi orang tuanya mengatakan mereka juga tidak tahu alasannya


Alif menatap langit - langit kamarnya. Tiba - Alif bangkit dari tidurnya dan mengambil pensoel yang ada di atas balas.


Alif mengotak Atik ponsel tersebut dan mencari no seseorang yang ada di dalam ponsel tersebut.tak lama nampak Alif sedang berbicara dengan seseorang yang ada di ponsel itu, Alif terlibat bicara serius dengan seseorang di seberang sana yang di hubungi nya tadi .tak lama kemudian Alif mematikan panggilan telponya , Alif tersenyum sumringah setelah mengobrol serius dengan seseorang yang di seberang sana, tapi entah siapa yang di hubungi oleh Arif barusan.


Alif kemudian mengambil kunci mobil dan pergi dengan mobilnya entah kemana.


setengah jam kemudian Alif sudah kembali ke rumahnya dengan senyum yang merekah dari bibirnya.alif langsung menuju ke kamarnya, saat melewati kamarnya Alif sempat melirik ke kamar Zahra yang masih Ter tutup rapat, Alif kembali tersenyum dan kemudian masuk ke kamarnya.


Sesampainua di dalam kamar Alif langsung rebahan di kasur empuknya sambil senyum - senyum.


" sabar lah Ra, sebentar lagi mendung ini akan kembali cerah, dan pelangi pun akan datang menghiasinya ,sedikit lagi Ra" gumam Haris sambil tersenyum penuh misteri , Abang janji akan mengakhiri penderitaan mu Ra dan akan membalaskan nya pada mereka suatu saat, itu janji Abang pada mu dek " gumam Alif lagi ,kemudian Alif memejamkan matanya dan mulai terlelap dalam tidur siangnya.


****


hari sudah menunjukkan jam delapan malam, tapi dari siang tadi sepulangnya dari rumah Naira ,Zahra belum ada keluar dari kamar nya.zahra masih betah berada di dalam kamarnya.


Tante cindi dan nenek sangat khawatir dengan keadaan Zahra saat ini


sudah berkali - kali mereka mencoba memanggil Zahra untuk keluar dan makan, tapi tidak ada sahutan dari dalam.


" aduh gimana ini ma, Zahra nggak mau juga keluar dari kamar nya, mana papa dan mas Adam nggak ada di rumah lagi " ucap Tante cindi gelisah dan jalan mondar - mandir di depan kamar Zahra.nenek melihat Tante cindi gelisah ikutan gelisah.


" Mama dan nenek ngapain mondar - mandir gitu di depan kamar Zahra " tiba - tiba Alif muncul dari kamar nya, Alif keluar dari kamarnya karena mendengar suara ribut - ribut mama dan nenek ya dari luar.

__ADS_1


" Alif ,untung kamu ada di rumah nak" tente cindi langsung mendekati Alif dengan cepat dan gelisah begitu mendengar suara Alif yang baru keluar dari kamarnya


" itu Adek kamu Zahra dari siang tadi tidak keluar kamar nak, mama dan nenek sudah panggil - panggil dari tadi tapi tidak ada sahutan dari dalam ,mana papa dan kakek kamu tidak di rumah lagi" ujar Tante cindi lagi


Alif mengerutkan keningnya bingung dan menatap kamar Zahra yang masih tertutup , memang semenjak pulang dari rumah Naira tadi Alif belum ada melihat Zahra, Alif pikir Zahra sedang tidur dan ingin sendiri makanya Alif tidak mau mengganggunya.


Alif mendekati pintu kamar Zahra dan mencoba membuka pintu itu dengan menarik handel pintu tersebut ,tapi tidak bisa, sepertinya pintu itu terkunci dari dalam .


Alif coba lagi dengan memanggil - manggil Zahra, tetap tidak ada sahutan.di saat semua pada bingung dan cemas tiba - tiba om adam dan kakek datang


" ada apa ini ribut - ribut " tanya kakek , Tante cindi mendekati suaminya " mas Zahra dari tadi siang belum keluar kamar, kami udah panggil - panggil nggak ada sahutan, sementara pintunya di kunci dari dalam " kata Tante cindi memberi tahu suami, om Adam mendekati pintu kamar Zahra dan mencobanya membuka pintu itu dari luar ,tidak bisa.


"atau kita dobra aja pa" saran alif pada papanya.om Adam melihat kearah kakek.kakek menganggukkan kepalanya .


Alif danom Adam mencoba membuka pintu kamar itu dengan cara mendobraknya, percobaan pertama gagal, mereka coba lagi dengan percobaan yang ke dua masih gagal ,


" kita dobrak bareng - bareng aja lif" saran om Adam ke Alif, Alif menganggukkan kepalanya.


om Adam dan Alif mencari Ancang - ancang untuk mendobrak pintu itu berbarengan di hitungan ke tiga ,Alif dan om Adam sama - Sam menendang pintu itu, dan pintu kamar itu pun akhirnya terbuka


" Zahra ....." teriak Tante cindi , mendengar Tante cindi teriak semaunya berlari ke arah kamar mandi, mereka semua kaget, di kamar mandi Zahra tergeletak di lantai tidak sadarkan diri.bajunya basah semua.


Alif Masuk ke dalam kamar bantu, Alif mematikan kran air yang masih hidup kemudian Alif menggendong Zahra dan memindahkannya ke atas kasur ,Alif yang berprofesi sebagai seorang dokter langsung memeriksa kondisi Zahra, Zahra masih bernafas , tapi badannya dingin dan mulai membiru.


Alif tidak habis pikir, entah sudah berapa lama Zahra tidak sadarkan diri di bawah guyuran air kran seperti itu.


" ma bantu keringkan badan Zahra ,ganti bajunya sama yang kering dan selimuti ya ma, Alif ambil peralatan Alif dulu di kamar " ujar Alif ke sang mama, kemudian Alif keluar dari kamar Zahra menuju kamar nya mengambil alat medisnya, setelah semua alat yang di butuhkan nya lengkap Alif kembali ke kamar Zahra, dan Tante cindi baru saja selesai mengganti baju Zahra dan menyelimutinya dengan selimut tebal berlapis - lapis seperti instruksi alif tadi.


Alif kembali memeriksa Zahra, mengukur tekanan darah Zahra dan memeriksa yang lainnya


" apa perlu kita bawa ke rumah sakit lif" saran mama cindi sambil menggosok - godok tangan Zahra mengunakan tangannya agar hangat.


" menurut Alif belum perlu ma, kita lihat perkembangannya sebentar lagi, klau Zahra masih belum bangun juga baru kita bawa ke rumah sakit ma " jawab Alif sambil memasangkan infus di tangannya Zahra.


" sudah hampir setengah jam mereka menunggu Zahra masih belum bangun juga, Tante cindi makin cemas melihat Zahra masih belum bangun juga .

__ADS_1


Alif memeriksa Zahra lagi ,denyut nadinya sudah mulai melemah " kita bawa Zahra kerumah sakit sekarang ma, nadinya mulai melemah " ujar Alif memberitahu keluarga nya


" biar papa siapkan mobilnya dulu" ujar om Adam dan langsung keluar menyiapkan mobilnya.


Alif menghubungi rumah sakit tempatnya bekerja ,dan meminta petugas IGD bersiap - siap karena ia akan membawa pasien kritis ke IGD .


setelah menghubungi rumah sakit ,Alif langsung menggendong Zahra dan membawanya ke mobil.


setalah semuanya masuk kedalam mobil, mobil pun melaju membawa Zahra kerumah sakit.


tidak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit, mobil di berhenti kan pas di selang IGD oleh om Adam.,Alif keluar sambil menggendong zahra.melihat Alif datang mengendong pasiennya petugas IGD dengan cekatan mendorong berangkar ke arah alif, Alif me nidurkan Zahra di atas berangkat itu dan ikut mendorong berangkar itu bareng petugas IGD


" maaf keluarga tunggu di luar dulu ya " kata petugas IGD itu pada kakek,nenek,tente cindi dan om adam.mereka pun menganggukkan kepalanya


Alif karena dokter di rumah sakit itu dan ia juga yang membawa pasien maka langsung masuk ke IGD tersebut ikut memeriksa Zahra bersama team IGD yang lain.


sudah setengah jam berlalu belum ada petugas IGD yang keluar dari ruangan itu, Tante cindi dan nenek masih menangis mencemaskan kondisi Zahra yang masih belum jelas di dalam. sana.


" apa nggak sebaiknya kita mengabari bang sandi pa,mengabari kondisi Zahra " tanya om Adam pada kakek, kakek menganggukkan kepalanya tanda setuju


om Adam langsung mengambil ponselnya di dalam kantong celana, dan menghubungi sandi ayah Zahra ,panggilan pertama tidak diangkat ,om Adam mencoba lagi ,di panggilan ke tiga baru lah telponnya di angkat,


" hallo dam, tumben telpon ada apa dam " sapa sandi dan langsung bertanya dari seberang sana


" halo bang, ini bang aku mau ngabari, Zahra tadi di temukan tidak sadarkan diri di kamarnya bang, dan sekarang lagi di rumah sakit kondisi nya Kritis " ujar sandi


" di rumah sakit mana " tanya ayah Zahra dari seberang sana


" si rumah sakit xxxx " jawab om Adam


" baik lah kamu kesana sekarang " jawab sandi ayah Zahra .kemudian panggilan itu pun terputus


" apa kata sandi dam ?" tanya kakek ke om Adam


" bang sandi katanya mau kesini pah " jawab om Adam, kakek mengangguk - angguk kan kepalanya mengerti.

__ADS_1


__ADS_2