
Sepeninggal Zahra , Arumi dan Alif masih saling diam.mereka masih sibuk dengan pikirannya masing - masing
" ekhm ...." Alif mendehem
Karena tidak ada yang mau memulai bicara Alif mencoba memecah kesunyian yang terjadi di antara mereka.
" kamu apa kabar rum?" tanya Alif basa basi.
Alif yang belum pernah pacaran dan berdekatan dengan lawan jenis yang di sukainya sedikit kaku.Alif tidak tau bicara apa saat ini , entah mengapa setiap kali berhadapan dengan Arumi wanita yang di cintainya dan cinta pertama nya itu ,bibirnya serasa Kelu dan tidak bisa bicara.
" baik bang " jawab Arumi yang belum berani mengangkat kepalanya menatap Alif.
"mmmm apa yang kamu ucapkan tadi itu apa benar rum" Alif menatap Arumi minta jawaban
Arumi yang masih malu itu masih belum berani mengangkat kepalanya menatap Alif.
" Rum, Abang nggak salah dengar kan?"tanya Alif lagi .
" yang mana bang?" Arumi pura - pura lupa dengan apa yang pernah di ucapkannya tadi.
" cek, padahal Abang sangat berharap dan senang sekali loh dirindukan sama kamu rum " jawab Alif kesal mendengar jawabanku arumi.
Arumi kaget mendengar kejujuran Alif, Arumi mengangkat kepalanya menatap Alif.
seketika pandangan mereka saling bertemu dan mengunci. Debaran jantung mereka semakin bertalu - Talu . " Abang sayang kamu rum" ucap Alif yang mampu menyadarkan Arumi dari lamunannya." Abang cinta sama kamu dari awal kamu main ke rumah bareng Zahra sejak lima tahun yang lalu." ujar Alif lagi .ucapan Alif kali ini mampu membuat Arumi salah tingkah. Arumi tidak percaya Alif sudah menyatakan perasaannya pada dirinya saat ini .
Begitu pun dengan Alif ,setelah Alif menyatakan perasaannya pada Arumi Alif merasa kaget pada dirinya yang telah berani menyatakan isi hatinya yang sudah tersimpan di hatinya semenjak liman tahun lalu itu.
Alif berusaha mengontrol hatinya yang sudah berdendang begitu kencang. Alif berfikir ia tidak akan mundur lagi, sudah terlanjur main air ya udah basah aja lagi. Alif tidak memberi Arumi waktu untuk menjawab pernyataan cintanya, cukup lima tahun ia tersiksa memendam rasa cinta nya pada Arumi.
Hari ini Alif harus mendapatkan jawaban dari Arumi. biarlah di bilang pemaksa Alif tidak perduli lagi.
" Rum , Abang serius dengan perasaan Abang ke kamu, tolong jangan tolak cinta Abang rum " mohon Alif pada Arumi yang masih diam.
Arumi menatap mata Alif dan mencari keseriusan dan kejujuran dari tatapan mata tajam tersebut .
Arumi tidak ada menemukan kebohongan di sana. Arumi menganggukkan kepalanya .Arumi tidak bisa membohongi hatinya bahwa ia juga mencintai Alif semenjak pertama bertemu dan dikenalkan oleh Zahra sewaktu ia dan Zahra yang waktu itu masih duduk di bangku SMA , Arumi di ajak oleh Zahra untuk main ke rumah kakek Zahra waktu itu.
Alif sangat senang melihat Arumi menganggukkan kepalanya , tapi alif ingin menyakinkan dirinya lagi karena Arumi menjawab perasaannya Hanaya dengan menganggukkan kepala saja , Alif ingin Arumi mempertegas jawabannya ucapan yang keluar dari mulut Arumi
" kamu serius mau menerima cinta Abang dek ?" tanya Alif lagi pada Arumi
degg
__ADS_1
" Arumi seketika jantungnya berdegup kencang ketika Alif memanggilnya dengan sebutan Adek," duh hati....tolong dong jangan norak begini " keluh Arumi dalam hatinya
" iya Abang ..." jawab Arumi pelan.
Alif tanpa sadar melompat kegirangan karena cinta nya di terima oleh Arumi.
Alif mendekati Arumi, Arumi yang di dekati oleh Alif jadi salah tingkah. degupan jantungnya makin kencang, Arumi takut Alif mendengar bunyi degup jantungnya yang terus berdetak dengan cepat.
Alif meraih tangan Arumi, " makasih dek udah mau menerima cinta Abang . " ujar Alif senang .
" apakah Abang boleh jujur dek?" tanya Alif sambil menatap Arumi yang menunduk malu dan pipi yang memerah menahan malu karena tangannya yang sedang di genggam oleh Alif.
Arumi menganggukkan kepalanya.
Alif meraih dagu Armi dengan mengangkat muka Arumi sehingga sekarang posisi mereka saling berhadapan
" dek, Abang senang dan sangat bersyukur ternyata perasaan Abang ke Adek tidak bertepuk sebelah tangan, tapi jujur saat ini Abang tidak mencari seorang pacar dek" alif diam tidak melanjutkan kalimatnya. Arumi Napak cemas, Arumi takut Alif hanya main - main Saja dengan nya saat ini.
" maksud Abang apa ?" tanya Arumi menatap Alif tajam.
Alif tersenyum melihat respon Arumi.
" Arumi inayyah putri , mau kah kamu menjadi istri ku, menemani hidup ku dan berjuang dengan ku hari ini, esok, Lisa dan selamanya sampai maut memisahkan kita " ucap Alif lancar dan tegas
Arumi tercengang kaget, ' apa kah Alif saat ini sedang melamar dirinya'.Arumi serasa sedang bermimpi saat ini dan Arumi tidak ingin terbangun dari mimpi indah nya ini.
Arumi tersadar dari lamunan dan rasa kaget nya " Aaa- bang bilang apa ?" tanya Arumi gagap.
Alif tersenyum melihat wanita yang dicintainya itu gugup ,itu sangat menggemaskan bagi Alif.
" Abang Tanya apakah Adek mau jadi istri Abang, menemani hidup Abang dan berjuang dengan Abang hari ini, esok, Lisa dan selamanya sampai maut memisahkan kita?" tanya Alif lagi mengulang lamarannya tadi.
" arumi mau bang " jawab Arumi mantap dan di pertegas dengan anggukkan kepalanya.
Alif meraih tubuh Arumi dan membawanya kedalam pelukannya.
" terimakasih dek, Abang senang dan sangat bersyukur adek mau menerima Abang " ucap Alif haru, Arumi membalas pelukan Alif juga dengan hari.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada sepasang mata dan telinga yang memperhatikan mereka berdua.
Zahra menghapus air matanya , Zahra senang akhirnya Arumi sahabat yang melebihi saudara baginya itu dan Alif Abang sepupu yang melebihi Abang kandungnya sudah menemukan kebahagiaan mereka masing - masing .
" ekhm..." Zahra masuk ke kamar dan sambil berdehem, Alif dan Arumi yang sedang berada di dalam kamar kos tersebut kaget dan dengan segera melepaskan pelukan mereka .
__ADS_1
" belum mahramnya bang, halalkan dulu baru peluk - peluk " kata Zahra menggoda Abang dan sahabatnya
" apaan Si dek syirik aja " jawab Alif dan meraih tangan Arumi untuk di genggam.
Zahra yang melihat Alif menggenggam tangan Arumi makin sewot ," hargai yang jomblo dong " kata Zahra memanyunkan bibirnya.
" makanya cari cowok, biar nggak jomblo " jawab Alif lagi, arumi mencubit pinggang Alif geram
" udah ah bang, usilnya jangan keterusan dong ,kasihan Zahra " tegur Arumi .
Alif yang kesakitan pinggangnya di cubit Arumi meringis " kamu belum jadi istri kok udah kdrt sih yang " kata Alif manja , Arumi yang melihat Alif manja seperti itu jadi bengong, Arumi tidak yakin kalau yang berdiri di sampingnya saat ini adalah Alif pria yang di cintainya selama ini dan pria yang baru saja melamarnya beberapa menit yang lalu .Alif yang di kenalnya begitu tegas, dingin dan irit bicara.
Tapi Alif yang berdiri di sampingnya saat ini begitu banyak bicara,usil dan manja
" halo yang, kamu kenapa ?" tanya Alif cemas sambil mengayunkan tangannya di depan muka Arumi , karena melihat si calon istri bengong menatapnya.
Arumi kaget, " Ra dia kakak kamu Alif kan?" tanya Arumi pada Zahra
" maksud kamu apa sih yang " tanya Alif bingung pada Arumi
" hahahaha ..." Zahra yang di tanya Arumi tertawa terbahak - bahak sambil memegang perutnya karena sakit akibat tertawa
" kamu baru tahu calon suami kamu itu lebay rum " tanya Zahra balik .
" Zahra , awas kamu ya, pamali tahu mengejek Abang yang baik hati dan tidak sombong ini " ujar Alif sewot pada Zahra.
Dengan susah payah Zahra menahan tawanya , biar Alif tidak makin marah.
" terus gimana bang, kapan lamarannya " tanya Zahra sambil duduk di karpet sambil meletakkan makanan yang di belinya tadi
Alif mengangkat bahu bahunya sambil mengikuti Zahra duduk di karpet yang terbentang di kamar itu ,
" Maunya Abang secepatnya Ra " jawab Alif sambil menatap Arumi yang sedang membantu Zahra menyiapkan makanan yang di beli Zahra tadi dan menatanya di dalam piring dan memberikannya kepada Alif .
Arumi yang tahu Alif sedang menatap dirinya pura - pura tidak mendengar pembicaraan Alif dan zahra.
Zahra tersenyum melihat Arumi dengan telaten melayani Alif makan .
saat ini mereka sedang makan malam bersama dengan makanan yang tadi di beli Zahra di warung , Zahra tidak sempat memasak karena baru sampai dari kampung ,jadi Zahra memilih untuk membeli makanan di warung dekat kos nya itu untuk makan malam mereka kali ini.
" wah udah siap jadi istri nih " goda Zahra pada Arumi
" jangan mulai deh Ra " ujar Arumi sambil memajukan bibir depannya pada Zahra.
__ADS_1
" udah makan dulu " tegur alif pada Zahra dan Arumi , Arumi dan Zahra langsung diam dan meneruskan makan malamnya, mereka makan dalam diam sampai makanan mereka habis.
Selesai makan Arumi dan Alif duduk - duduk di depan kamar kos Zahra,sementara Zahra memilih membersihkan badannya, karena sudah merasa tidak nyaman dengan bekas keringat di tubuhnya.