CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 107


__ADS_3

Zahra keluar dari ruang ujian dengan perasaan yang tidak menentu, ia membawa selembar amplop putih yang berisikan pengumuman hasil ujiannya, Zahra tidak punya keberanian untuk membuka amplop tersebut, ia memutuskan biar Aziz saja yang membuka dan membaca isi amplop itu.


Diluar ruangan Zahra tidak ada melihat keberadaan Nia dan Rico, mungkin Nia dan Rico sudah pergi menemui dosen untuk bimbingan, karena tadi sebelum Zahra masuk ke ruang ujian, Rico dan Nia langsung pamit untuk menjumpai dosen pembimbing Rico.


Zahra berjalan dengan perasan tidak menentu ke arah parkiran, zahra sudah tidak sabar untuk bertemu Aziz dan meminta Aziz untuk membuka dan membaca isi amplop itu untuk dirinya.


Zahra berlari kecil ke arah parkiran di mana Aziz sedang menunggunya di dalam mobil., Zahra membuka pintu mobil itu dan langsung masuk.


" Abang " panggil Zahra


Aziz.yang tadi sedang fokus dengan ponselnya menatap Zahra yang masuk ke mobil dan menyambut kedatangan istrinya dengan senyuman indahnya.


" Ya, udah selesai sayang, gimana hasilnya ?" tanya Aziz sambil mematikan ponselnya dan meletakkan ponsel itu di dashboard mobilnya.


Zahra memberikan amplop di tangannya pada Aziz, Aziz mengalihkan pandangannya pada amplop yang di berikan Zahra tidak mengerti..aziz melihat amplop itu masih utuh dan belum terbuka.


" Ini hasil ujian Zahra, Abang yang buka dan baca ya, Zahra gak punya keberanian untuk membukanya." sahut Zahra memelas .


Aziz mengambil amplop yang di berikan Zahra dan membolak - balik amplop itu sejenak, aziz menarik nafas dalam dan membuangnya , ia tidak habis pikir dengan istrinya itu, di saat siswa lain tidak sabar dengan isi amplop itu sehingga buru - buru membukanya , sementara istrinya malah memilih untuk tidak membuka amplop itu dan meminta orang lain yang membuka dan membacanya terlebih dahulu .


" Jadi kamu belum melihat isi amplop ini sama sekali ?" tanya Aziz yang di jawab Zahra dengan gelengan kepala. Aziz lagi - lagi menari Nafas dan membuangnya lewat mulut sambil menggeleng - gelengan kepalanya.


Aziz pun mulai membuka amplop itu dengan pelan, sementara Zahra yang menunggu Aziz membuka dan membaca isi amplop itu menunggu dengan harap - harap cemas.


Aziz Membaca isi kertas yang sudah diambilnya dari dalam amplop itu sejenak, seketika wajahnya berubah sendu, Aziz sesekali menatap wajah Zahra kemudian kembali membaca isi tulisan di dalam kertas itu, dan hal itu di lakukan Aziz berkali - kali tanpa ada suara yang keluar dari bibirnya.


Zahra yang merasa penasaran dan tidak sabar menunggu Aziz memberi tahu dirinya apa isi tulisan di kertas itu pun bertanya pada aziz .

__ADS_1


" Gimana bang, Zahra gak lulus ya ?" tanya Zahra sedih, melihat raut wajah aziz yang sendu dan tanpa suara, Zahra langsung berpikir isi tulisan di kertas itu pasti menyatakan ia tidak lulus .


" Zahra harus ngulang lagi ya bang " sahut Zahra menunduk sedih, Zahra merasa kecewa dengan diri nya, ia gagal menunjukan pada keluarganya jika ia bisa berhasil meraih S2 nya dalam waktu yang singkat dan tanpa merepotkan siapa pun .


Air mata mengalir di kedua pipi Zahra, Aziz yang awalnya masih menatap kertas yang dipegangnya mengalihkan pandangannya ke samping kirinya, Aziz melihat Zahra yang sedang tertunduk lemas dan menangis .


Aziz menjadi tidak tega melihat istrinya itu menangis, Aziz meraih tubuh Zahra dan membawa tubuh Zahra kedalam pelukannya.


" Kenapa menangis hmm?" tanya Aziz pada istrinya itu


" Zahra gagal bang, Zahra tidak bisa menunjukkan pada ayah dan ibu kalau Zahra mampu melanjutkan sekolah Zahra tanpa bantuan mereka , Zahra bodoh bang " ujar Zahra terbata - bata di sela - sela tangis nya yang makin kuat di dada Aziz .


" Siapa bilang istri Abang bodoh, istri Abang pintar kok " sahut Aziz sambil mengusap air mata yang turun di pipi istrinya itu,


" Zahra gagal bang, buktinya Zahra gak lulus kan " kata Zahra lagi


" Yang bilang istri Abang gak lulus siapa ?" sahut Aziz sambil mengangkat wajah Zahra yang basah oleh air mata sehingga menatap dirinya.


Aziz yang awalnya berniat ingin mengerjai istrinya itu jadi tidak tega, ketika Aziz melihat istrinya sedih dan menangisi dirinya sendiri.


akhirnya Aziz pun berkata jujur memberi tahukan hasil ujian Zahra yang menyatakan Zahra lulus dengan nilai terbaik.


" Abang bohong kan " ujar Zahra tidak percaya , Zahra berpikir aziz hanya menghibur dirinya saja .


" Abang gak bohong kok, kamu bisa lihat sendiri kalau tidak percaya " Aziz pun memberikan kertas di tangannya pada Zahra.


awalnya Zahra masih belum mau membaca isi kertas itu, tapi Aziz meyakinkannya, sehingga ia memberanikan dirinya untuk membaca isi kertas itu, didalam kertas itu kelas - jelas tertulis namanya sendiri dan ketenangan bahwa ia lukis dengan nilai terbaik .

__ADS_1


Zahra mengambil kertas di tangan Aziz dan membacanya sekali lagi untuk meyakinkan dirinya


Zahra menatap kertas itu dan Aziz bergantian.wajah yang tadinya sedih berubah bahagia. Zahra memeluk Aziz erat, ia ternyata lulus . setelah cukup lama berada di dalam pelukkan Aziz, Zahra akhirnya sadar bahwa Aziz sudah mengerjainya.


Zahra melonggarkan pelukannya di tubuh aziz dan menatap Aziz tajam


" Jadi Abah bohongi zahra ya " sahut Zahra penuh selidik


" Yang bohongi kamu siapa sayang , kan Abang gak ada mengatakan kamu gak lulus kan ?" sahut Aziz pada Zahra.


" Abang belum mengatakan apa - apa kamu udah langsung mengatakan diri kamu gak lulus trus menangis " jawab Aziz kemudian.


Zahra mencoba mengingat - ingat dan apa yang di katakan Aziz benar, Aziz dari tadi tidak ada bicara apa - apa , hanya dirinya saja yang langsung berpikir dan berasumsi bahwa dirinya tidak lulus , tapi itu tidak sepenuhnya salah dirinya , Aziz juga salah karena tadi wajah Aziz terlihat tampak kecewa ketika membaca isi kertas pengumuman itu.


Aziz mengambil sesuatu yang tadi di simpannya di bangku penumpang bagian belakan, lalu Aziz memberikan rangkaian bunga tulip itu kepada Zahra, Aziz tahu istrinya sangat menyukai bunga tulip, untuk itulah ia memilih bunga tersebut sebagai hadiah untuk Zahra.


" Selamat ya sayang, kamu lulus dengan nilai sangat memuaskan , Abang senang dan bangga pada mu, ini buat kamu hadiah dari Abang." sahut Aziz sambil memberikan bunga itu pada Zahra.


Zahra menatap bunga pemberian Aziz dan menerima bunga itu dengan perasaan yang tidak dapat ia katakan, ini adalah bunga pertama yang di terima oleh Zahra, dan itu di berikan oleh suaminya


" Makasih bang" ujar Zahra senang


" Kapan Abang membeli bunga ini, perasaan tadi ini gak ada deh " ujar Zahra mengatakan kapan Aziz membeli bunga itu untuk nya, Zahra sangat ingat saat mereka berangkat tadi, bunga itu belum ada.


" Apa yang gak bisa kalau itu buat kamu sayang " gombal Aziz , Zahra mencibirkan bibirnya ke arah Aziz.


hahahaha , Aziz tertawa gemas melihat istrinya yang terlihat sangat lucu di matanya itu.

__ADS_1


" Sekarang kita makan siang dulu baru pulang ya " sahut Aziz menatap Zahra, Aziz tahu saat ini istrinya pasti sangat lapar untuk itulah ia mengajak Zahra untuk makan siang dulu baru pulang.


Zahra menganggukkan kepalanya setuju, Karan Zahra juga sangat lapar saat ini.


__ADS_2