
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil yang di kemudian oleh pak Dadang sampai di rumah keluarga pak Widodo, nampak Aziz membantu Zahra keluar dari mobil, sementara cindi dan ketiga baby sister sudah keluar mobil duluan.
Aziz menuntun Zahra masuk kedalam rumah di ikuti oleh cindi beserta yang lainnya dari belakang, pintu utama rumah besar itu terbuka, nampak salah satu art pak Widodo membukakan pintu rumah untuk mereka dan tidak lupa mempersilahkan mereka semua masuk.
Rumah terlihat sepi, saat mereka melewati rumah tamu, tidak ada tanda - tanda kehidupan di rumah itu, dengan pelan mereka lanjut masuk lebih jauh lagi ke dalam rumah tersebut, sesampainya di ruang keluarga, terdengar suara sambutan bahagia menyambut kedatangan mereka semua, ternyata semua keluarga besar Zahra dan Aziz sudah berkumpul semua di ruang keluarga, mereka terlihat sangat senang dan bersemangat menyambut ke pulangan Zahra dan si kembar kembali ke rumah
Keluarga Zahra sengaja belum kembali ke kota asal mereka selain Adam dan sandi karena harus bekerja, karena nenek belum mau pulang sebelum Zahra dan ke tiga anak - anak nya pulang ke rumah, akhirnya mau tidak mau cindi pun ikut tinggal menemani nenek zahra di sana.
Namun di hari kepulangan Zahra dari rumah sakit, Adam dan sandi yang tadi nya sudah pulang karena pekerjaan mereka yang tidak bisa di tinggalkan terlalu lama, akhirnya kembali ke kota di mana Zahra berada untuk menyambut ke pulangan zahra dan si kembar , dan altaf yang awal nya tidak ikut Karena masih sekolah, memaksa minta ikut pada Adam dengan alasan ingin melihat keponakannya yang sudah lahir tersebut , mau tidak mau akhirnya Adam pun mengizinkan Altaf untuk ikut dan meminta izin ke sekolah untuk tidak hadir beberapa hari kedepan.
Akhirnya lengkap sudah, semua keluarga sudah berkumpul di kediaman pak Widodo kecuali Alif yang belum bisa hadir karena ke sibukkan nya di tahap akhir pendidikannya.
" Selamat datang kembali ke rumah Zahra dan si kembar ....." teriak mereka kompak seakan akan sebuah paduan suara.
Ruang keluarga itu sudah di sulap dengan hiasan yang sangat indah dan meriah, balon dan bunga ada di mana - mana, mata Zahra menatap haru selembar spanduk yang terbentang dengan bertuliskan ' WELCOME BACK HOME ZAHRA AND BABY TRIPLETS, WE ALL LOVE YOU GUYS '
Zahra menatap haru, setelah membaca tulisan pada spanduk tersebut, tanpa dapat di bendung lagi, mata yang tadinya sudah mulai mengenang di pelupuk matanya jatuh membasahi kedua pipi nya, Zahra menangis bahagia, ia tidak menyangka akan mendapat sambutan semeriah ini dari keluarga besarnya.
" Selamat datang kembali sayang mami, selamat ya sayang, makasih sudah memberi mami cucu - cucu yang ganteng - ganteng sayang " Bu Susan memeluk Zahra lebih sayang, tidak lupa Bu Susan juga melabuhkan kecupan singkat pada puncak kepala Zahra.
" Makasih mi, sudah menyiapkan ini semua untuk kami " jawab Zahra
__ADS_1
" sama - sama sayang, tapi untuk semua ini kamu berterimakasih lah pada kedua adik - adik mu itu, ini semua mereka yang sudah menyiapkan dan ini juga ide - ide mereka " jawab Bu Susan menunjuk kearah chelsea dan altaf yang tampak berdiri berdampingan dan saling akur satu sama lain.
" Altaf " Zahra memanggil nama Altaf, ketika manik matanya menangkap ke keberadaan adik laki - laki satu - satunya yang sangat ia sayang dan ia rindukan itu, Zahra mengembangkan tangannya meminta Altaf untuk menghampirinya dan memeluknya.
Altaf yang juga sangat merindukan kakak perempuannya itu langsung berlari ke arah Zahra dan memeluk tubuh Zahra erat,
" Altaf kangen kakak " sahut laki - laki yang masih duduk di bangku kelas delapan itu haru.
" Kakak juga rindu Altaf, kamu sehat kan dek " tanya Zahra pada Altaf yang di jawab Altaf dengan anggukkan kepalanya.
" Yeeee laki - laki kok cengeng sih " melihat Altaf menangis, chelsea datang mengejek. Altaf menyapa chelsea kesal, dua remaja yang tadinya terlihat akur itu tiba - tiba saling mengejek.
" Minggir dong, gantian aku juga mau peluk kak Zahra, emang kamu aja adek nya kak Zahra, aku juga adek nya kak Zahra ya " Chelsea menarik tubuh Adam yang berada di samping Zahra dengan tangannya Zahra yang berada di bahu pria remaja itu.
" gak mau, kak Zahra kan kakak aku juga, aku masih kangen sama kak Zahra " tolak Altaf menolak dan memperkuat posisinya di samping Zahra agar tidak tertarik oleh Chelsea .
" Gantian dong " sahut chelsea kesal
" gak mau " jawab Altaf tidak mau kalah "
" Udah - udah kalian ini ribut melulu, kasihan Zahra dari tadi berdiri terus , biar Zahra duduk dulu " Bu Susan melerai keributan yang terjadi antara Altaf dan chelsea.
__ADS_1
Kedua remaja yang saling bersitegang itu pun menyadari kesalahannya, dan langsung meminta Zahra untuk duduk.
Semua orang yang ada diruangan itu geleng - geleng kepala melihat tingkah Altaf dan chelsea yang sedang memperebutkan Zahra,
" Selamat ya sayang sudah menjadi ibu Baru " dokter ayu memeluk Zahra dan mengucapkan selamat pada Zahra
".Makasih Tan,.makasih sudah bantu Zahra melahirkan si kembar " jawab Zahra mengucapkan terima kasih pada dokter ayu yang sudah membantu proses lahiran nya.
" sama - sama sayang, itu sudah tugas Tante, jadi Jagan sungkan begitu ya " sahut dokter ayu mengelus kepala Zahra lembut, Zahra pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Semua orang mendekati Zahra dan memeluk Zahra bergantian mengucapkan selamat , dan tak lupa, si kembar yang tadi nya masih anteng di dalam gendongan baby sitter nya masing - masing sudah berpindah tangan ke gendongan para nenek - nenek secara bergantian, sementara para kakek hanya bisa bersabar menunggu giliran, mereka tahu, bersaing dengan para nenek - nenek sudah pasti mereka akan kalah, untuk cari aman para kakek memilih bersabar menunggu giliran mereka untuk bisa menggendong si kembar.
Aziz yang dari tadi setia mendampingi istrinya memilih duduk bergabung dengan para laki - laki. Namun matanya tidak lepas dari Zahra yang terlihat begitu senang berada di antara keluarganya.
" Eh udah siang, sebaiknya kita makan siang dulu yuk " di tengah asik bercerita, bu Susan mengajak semua orang untuk keruang makan untuk makan siang karena hari sudah siang dan sudah waktu nya jam makan siang, kebetulan mereka belum ada yang makan siang karena menunggu Zahra dan si kembar pulang.
Semua yang berada di ruangan itu pun berdiri menuju ruang makan untuk makan siang, karena kelautan yang ramai ruang makan pun di sulap menjadi lesehan, karpet sudah terbentang rapi dengan berbagai jenis makanan terhidang diatasnya.
Semua keluarga besar pun makan siang bersama, sementara mereka makan, si kembar di asuh dan di jaga oleh baby sitter nya.
Keakraban dua keluarga itu terlihat sangat jelas di ruangan itu, mereka saling bercerita dan bercanda satu sama lain.dan itu tidak luput dari perhatian Zahra, dalam hati Zahra bersyukur melihat keluarga nya dan keluarga Aziz yang rukun dan saling mendukung satu sama yang lainnya.
__ADS_1