
Zahra menarik nafas lega setelah keluar dari ruang administrasi, senyum bahagia terpancar dari bibir merahnya.
" Akhirnya perjuanganku selesai juga, ayo Zahra semangat menuju hari wisuda " Zahra menatap paperbag di tangannya yang berisi baju toga untuk wisudanya nanti yang ia terima setelah menyelesaikan berbagai macam surat administrasi untuk wisuda yang akan di adakan Minggu depan.
" Zahra " mendengar seseorang memanggil namanya, Zahra memalingkan wajahnya kearah suara tersebut, dari arah samping kanan nya Zahra melihat Nia dan Rico sedang berjalan ke arah Zahra , Nia melambaikan tangannya saat Zahra menatap ke arah mereka .
Zahra balas melambaikan tangan kearah Nia dan Riko, Zahra merasa senang, setelah sekian lama tidak berjumpa dengan sahabatnya itu, dan kini mereka kembali bertemu.
" Hai Nia, Rico gimana kabar kalian " sapa Zahra ketika nia.dan Riko sudah berada di hadapannya , saking senangnya , Zahra dan Nia saling berpelukkan menumpahkan kerinduan karena sudah lama tidak bertemu.
" Pasti baik dong Ra " jawab mereka kompak
" eh ini si dedek kok udah besar aja nih di perut kamu Ra , perasaan baru bulan kemaren loh kamu dan keluarga mu mengumumkan tentang kehamilan kamu " Nia mengelus perut Zahra yang sudah mulai membesar dengan lembut, padahal kehamilannya baru memaki empat bulan.tapi perut Zahra sudah seperti orang hamil enam bulan, maklum isi di dalamnya ada tiga orang wkwkwkwk....
" Hai sayang apa kabar " Nia menyapa bayi dalam perut Zahra seolah - olah bayi tersebut bisa menjawab salam nya.
Zahra tersenyum lucu melihat Nia yang berusaha berinteraksi dengan bayinya
" Hai juga Tante, Kabar kami baik Tante " Zahra menjawab dengan menirukan suara anak kecil, sehingga lucu terdengar di telinga mereka.
Mereka pun kompak tertawa karena merasa lucu.
" Eh bentar deh, kamu bilang kami maksud nya apa ya Ra " Di tengah ketawanya, Nia sadar dengan ucapan Zahra yang mengatakan kami, karena penasaran Nia pun menanyakan nya pada Zahra.
" Iya Tante, kami kan ada bertiga " jawab Zahra lagi masih menirukan suara anak kecil seolah - olah yang menjawab calon bayinya.
" HAH serius Ra !!! " tidak hanya Nia, Rico pun bertanya dengan suara sedikit keras karena kaget dan mereka pun serentak bertanya seperti orang latihan vokal.
Zahra menutup kupingnya karena teriakkan Rico dan Nia memekakkan kupingnya, untuk saat itu di depan ruang administrasi sedang sepi dari mahasiswa yang datang untuk menyelesaikan urusan per administrasian.
" Ih kalian bisa gak bicaranya jangan teriak - teriak " sahut Zahra menatap kedua sahabatnya itu kesal sambil mengusap kupingnya yang berdenging.
__ADS_1
" Maaf Ra, habis kamu sih ngomong gak ngira - ngira " ujar Nia merasa bersalah
" Tapi Ra, benar kamu hamil kembar tiga " kali ini Rico yang bertanya karena masih penasaran dengan apa yang di katakan Zahra lagi.
Zahra tersenyum, dan menganggukkan kepala nya, sedangkan tangannya yang masih kosong mengelus perutnya yang sudah membesar itu.
" Waaaaah aku bakal punya ponakan tiga sekaligus nih ceritanya Ra ?!" tanya Nia senang dan kembali mengelus - elus perut Zahra.
" Cowok apa cewek Ra, atau dua - duanya ?? " tanya Nia lagi ingin tahu jenis kelamin calon bayi Zahra
" Belum tahu Nia, kemaren saat di USG mereka masih belum mau melihatkan nya " jawab Zahra dengan wajah sedikit sedih, bagai mana pun Zahra juga penasaran dengan jenis kelamin calon bayi - bayinya, tapi sayang, seperti sang calon bayi, kompak belum ada yang mau menunjukkannya.
".Aduh jadi gak sabar ni ingin gedong kalian, sehat - sehat ya kalian di sana , kalau kalian udah lahir nanti , Tante akan belikan kalian mainan yang banyak " ujar Nia sambil menunduk mengelus Zahra mengajak bayi -bayi Zahra berkomunikasi lagi.
Zahra dan Rico hanya tertawa melihat tingkah Nia yang sangat lucu menurut mereka .
Nia tidak berhentinya mengajak calon bayi dalam perut Zahra untuk bicara , seolah - olah bayi - bayi itu sudah bisa menjawab ucapannya.
" Eh iya, kalian ngapain ke sini ?" Zahra menatap Rico dan Nia bergantian, dan menanyakan mengapa mereka ke kampus dan ruangan administrasi,
".Kamu udah selesai Ra ?" tanpa di jawab Zahra pun Nia sudah tahu jawabannya dengan melihat paperbag di tangan Zahra.
" Udah, baru aja selesai "jawab Zahra sambil menunjukkan paperbag di tanahnya ke hadapan Nia dan Rico.
" Trus habis ini kamu mau kemana Ra ?" tanya Nia lagi,
" Mau kerumah sakit Nia " jawab Zahra singkat
" Kamu masih kerja ?!" tanya Nia heran, karena dalam pikiran Nia, Zahra sudah tidak bekerja lagi setelah menikah dengan seorang anak pengusaha dan suaminya dokter sekaligus CEO pula lagi.
" Sekarang masih, tapi aku ke rumah sakit hati ini bukan untuk bekerja, melainkan untuk mengurus surat pengunduran diri aku Nia, karena menurut dokter , aku tidak boleh terlalu capek dan stress, makanya aku milih untuk berhenti kerja dulu, dan fokus dengan kehamilan aku dulu " jawab Zahra menjelaskan alasannya kerumah sakit dan berhenti dari pekerjaannya.
__ADS_1
Nia mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti.
" Betul tu Ra, bagus kamu fokus sama kehamilan kamu dulu, hamil anak kembar itu Berat loh Ra, gak Sama dengan hamil biasanya." jawab Nia setuju dengan keputusan Zahra .
" sok tahu kamu yang, seperti kamu sudah pernah ngerasa hamil aja " ujar Rico mengejek Nia.
" Ih yang aku katakan barusan benar loh, kalau gak percaya kamu tanya aja sama mami kamu yang, yang udah pernah ngerasain " jawab kesal pada Rico yang sudah mengejek nya
" Udah - udah, kok malah ribut sih " sahut zahra mencoba menengahi Pasangan itu agar tidak saling mengejek lagi.
" Sebaiknya kalian selesaikan sekarang administrasi nya, dari pada kalian ribut di sini " ujar Zahra lagi menyuruh mereka berdua masuk dan menyelesaikan urusan mereka di bagian administrasi.
" Benar yang kamu bilang Ra, dari pada disini kesal aku " jawab Nia menatap Rico kesal.
" Ok baby Tante masuk dulu ya, kalian sehat - sehat di dalam sini ya " sebelum berlalu masuk ke ruangan administrasi Nia menyempatkan diri menyapa calon bayi Zahra.
Tanpa melihat ke arah Rico Nia langsung masuk ke ruangan tersebut dengan kesal.
" Eh yang, tunggu aku dong " Rico yang di cuekin oleh Nia buru - buru menyusul Nia masuk tanpa sempat pamit pada Zahra
Zahra menggeleng - gelengkan kepalanya menatap kepergian pasangan itu.
Setalah kepergian Nia dan Rico, Zahra pun berlalu dari sana menuju gerbang kampus.
Zahra mengeluarkan ponselnya menghubungi supir nya menanyakan posisinya sekarang,
Zahra berjalan ke arah gerbang kampus karena Zahra sudah mendapat balasan pesan dari sopirnya yang mengatakan masih di jalan karena tadi ke SPBU dulu mengisi bahan bakar mobil yang sudah menipis.
Zahra memutuskan untuk menunggu supirnya di halte depan kampus saja agar tidak repot lagi masuk ke dalam kampus.
sesampainya di gerbang kampus ,tanpa adanya rasa khawatir Zahra terus berjalan menuju ke arah halte yang berada di seberang jalan kampus .
__ADS_1
Zahra melihat kiri kanan, dan ketika dirasa jalanan sudah mulai sepi dari pada kendaraan yang berlalu lalang, dan aman untuk menyeberang, zahra pun menyebarang jalan dengan tampan melihat kiri kanan lagi.
Brakk...