CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 130


__ADS_3

Zahra sudah masuk ke ruang operasi dari setengah jam yang lalu, sesuai ucapan pak widodo, Aziz di larang masuk kedalam kamar operasi, Aziz harus menunggu di luar dekat ruang tunggu kamar operasi, karena jika aziz ikut masuk keruangan operasi akan menganggu jalan nya operasi, walau pun Aziz berjanji tidak akan mengganggu proses jalannya operasi, tapi pak Widodo tetap tidak mau mengambil resiko, dan agar Aziz tenang, pak Widodo memutuskan ia lah yang akan menemani Zahra dan ikut dalam team opersi Zahra.


Aziz terlihat sangat gelisah menunggu operasi Zahra selesai, sesekali matanya menatap pada lampu kamar operasi yang menyala berwarna merah, dan sesekali menatap jam yang melingkar di tangannya.


Aziz tidak sabar menunggu operasi dan menanyakan jalannya operasi, padahal Zahra baru saja masuk ke dalam ruang operasi tersebut, tapi bagi Aziz rasanya sudah ber jam - jam Zahra di berasa di dalam sana.


Aziz sempat berpikir, apakah semua keluarga pasien seperti dirinya, yang gak sabar menunggu operasi keluarganya selesai ??


Melihat anak nya gelisah, Bu Susan mencoba memberi kekuatan pada anak laki - lakinya itu.


" Bersabar lah ziz, lebih baik kamu ber doa untuk kelancaran operasi Zahra dari pada kamu gelisah seperti ini " ujar Bu Susan yang meminta Aziz untuk lebih tenang .


" Kenapa Zahra bisa kecelakaan mi, bukannya tadi Aziz sudah minta tolong pak dadang untuk mengantar Zahra ke kampus ?? " tanya Aziz menatap Bu Susan ingin tahu mengapa istrinya bisa mengalami kecelakaan, karena yang Aziz tahu, Zahra ke kampus di antar oleh pak Dadang sopir yang dahulu nya supir Bu Susan dan karena Aziz sudah merasa cocok dengan pak Dadang, maka Aziz menarik pak Dadang menjadi supir pribadinya


Aziz memang belum tahu apa penyebab istrinya kecelakaan , saat Zahra di bawa ke IGD, Azi masih dalam kamar operasi mengoperasi pasiennya, saat operasi selesai dan Aziz keluar dari ruang operasi, Aziz mencek ponselnya , Aziz ingin menghubungi istrinya dan menanyakan keberadaannya, karena pagi tadi Zahra bilang mau datang ke rumah sakit untuk mengurus surat pengunduran dirinya, namun ketika Aziz membuka ponselnya, Aziz mengerutkan keningnya, di sana terlihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari pak Dadang dan Bu Susan .


karena penasaran Aziz pun menghubungi Bu Susan, dan Aziz di kagetkan dengan kabar yang di sampaikan Bu Susan , Bu Susan mengatakan Zahra sedang di IGD dan kritis.


Aziz yang merasa syok mendapat kabar dari Bu Susan langsung berlari ke IGD menemui istrinya, Aziz tidak bisa berkata - kata ketika melihat istrinya tergeletak lemah tanpa daya di atas brankar rumah sakit. sehingga Aziz lupa menanyakan penyebab istrinya kecelakaan pada keluarganya.

__ADS_1


Dan saat ini Aziz sedang menunggu penjelasan itu dari Bu Susan.


" Bagai mana cerita yang sebenarnya mami juga belum tahu, tadi pak Dadang cerita sebelum kecelakaan , Zahra sempat menelpon pak Dadang menanyakan posisi pak Dadang di mana, karena setelah mengantar Zahra pak Dadang izin pergi ke SPBU dulu untuk mengisi bahan bakar mobil yang sudah menipis , karena pak Dadang masih di jalan mau balik ke kampus, Zahra bilang mau menunggu pak Dadang di halte dekat kampus saja, pak Dadang sempat menolak dan meminta Zahra untuk menunggu di dalam kampus saja.tapi Karena Zahra yang bersikeras mau menunggu di halte bis akhirnya pak Dadang menyetujuinya, dan ketika pak Dadang sampai di halte bis Zahra sudah tergelak di jalan korban dari tabrak lari " Bu Susan menjelaskan kronologis kecelakaan Zahra seperti yang di ceritakan pak Dadang pada nya ke Aziz tanpa ada yang di skip sama sekali, air mata terus mengalir membasahi pipi Bu Susan mengingat nasib menantunya yang menjadi korban tabrak lari


" Jadi Zahra korban tabrak lari mi ??! " Tanya Aziz kaget, Bu Susan hanya menganggukkan kepalanya.


Aziz mengacak rambut nya kesal, Aziz tidak habis pikir, bisa - bisanya si penabrak itu lari dari tanggung jawabnya setelah membuat istrinya celaka ,


Aziz mengambil ponselnya , Aziz mencari no telpon Aldo dan menghubungi nya.


" Hallo pak " tidak menunggu lama, panggilan telpon Aziz langsung di angkat oleh Aldo dari seberang sana


" Apa pak, Bu - Bu Zahrah kecelakaan ??! " tanya Aldo kaget.


" Iya , Jadi Tolong kamu cari rekaman cctv di daerah kampus dan cari pelakunya " sahut Aziz lagi, Aziz mengepalkan tangannya menahan marah, ia berjanji dalam hati tidak akan melepaskan si pelaku jika pelaku tabrak lari itu tertangkap.


" Baik pak, secepatnya saya akan lapor hasilnya ke bapak, bapak tenang saja dan fokus ke Bu Zahra aja pak " jawab Aldo dan meminta Aziz untuk berusaha tetap tenang.


Aziz lalu memutuskan panggilan telponnya secara sepihak.

__ADS_1


" Aziz gak akan melepaskan pelakunya mi, pelakunya harus mendapatkan hukuman yang setimpal mi " ujar Aziz dengan tangan terkepal menahan amarah nya , Aziz menatap Bu Susan hatinya kembali hancur mengingat istrinya dan anak - anaknya yang berjuang di dalam sana.


Bu Susan melihat putranya itu sangat terluka ketika mengetahui istrinya korban tabrak lari. juga ikut terluka, Aziz terlihat begitu sangat rapuh saat ini, perihal ucapan Aziz yang tidak akan melepaskan si pelaku, Bu Susan tidak bisa bicara apa - apa , menurut Bu Susan mungkin itu cara yang baik agar si pelaku jera.


" Kamu sudah mengabari keluarga Zahra ziz ?" Bu Susan ingat belum mengabari besannya itu tentang kondisi Zahra saat ini, tadi ia dan suaminya sangat syok mendapat kabar menantu kesayangan mereka mengalami kecelakaan dan menjadi korban tabrak lari, saking panik nya, Bu Susan dan pak Widodo lupa mengabari besannya itu.


Bu Susan meminta aziz untuk menghubungi keluarga Zahra dan mengabari kondisi Zahra saat ini.


Aziz menghubungi sandi dan mengabari kondisi Zahra , sandi yang sedang berada di kantor merasa syok mendapat kabar duka dari Aziz menantunya itu.


Dengan panik, sandi menghubungi Adam, menyampaikan kabar yang di sampaikan Aziz.


" APA" Adam yang sedang mengikuti rapat langsung meninggalkan ruang rapat dan meyerahkan rapat tersebut pada asistennya untuk di lanjutkan


" Iya dan, sekarang Zahra sedang menjalani operasi untuk menghentikan perdarahan di kepalanya., aku akan segera ke sana dam, aku ingin melihat putri ku " ujar sandi panik .


" Aku ikut dengan mu, sekarang kita berangkat ke bandara, kamu tunggu aku di lobi kita berangkat bersama ke bandara sekarang " ujar Adam yang langsung berjalan menuju lobi kantor


Setelah menghubungi sandi Aziz kembali fokus pada kondisi istrinya yang masih berada di dalam kamar operasi .

__ADS_1


Aziz kembali menatap jam ditangannya, sudah hampir dua jam Zahra di dalam kamar operasi, tapi belum ada tanda - tanda lampu kamar operasi di matikan, artinya Zahra masih di dalam kamar operasi.


__ADS_2