
Setelah semua orang pergi dari sana, tinggal lah Mirna ,Anton dan Rio yang masih sibuk dengan pikiran masing - masing. Suana hening, tidak ada satu orang pun yang berbicara.
Mirna yang masih syok dengan kabar yang baru ia ketahui kembali menangis , Mirna tidak habis pikir, bagai mana bisa Naira berbuat seperti itu tanpa mengabarinya terlebih dahulu, andai saja Naira memberi tahunya terlebih dahulu mungkin Mirna bisa meminta Naira untuk bersabar paling tidak Sampai anak nya lahir dan musibah ini tidak akan terjadi.
Tidak bisa di pungkiri, saat mendengar Zahra kritis dan belum sadar sampai saat ini Mirna merasa senang, kerena dengan begitu dendamnya pada sandi dan Zahra terbayarkan, tapi Mirna juga merasa sedih akibat dari kecerobohan Naira, saat ini putri dan cucu nya harus mengalami musibah seperti ini.
Mirna merutuki sikap Naira yang sangat ceroboh, tanpa berpikir panjang Naira sudah membahayakan nyawanya sendiri, selain itu Mirna juga takut akan kehilangan putri dan cucunya.
" Bagai mana ini bisa terjadi Rio " Anton yang dari tadi gusar dan cemas akan kondisi Naira dan nasib perusahaannya bertanya pada Rio yang terlihat sedikit tenang.
Anton sangat mengenal bagai mana sepak terjang pak Widodo dan Aziz di dunia bisnis,.mereka ayah dan anak sangat terkenal sangat hati - hati dan tegas dalam menjalankan bisnis nya, sehingga bisnis mereka bisa besar seperti ini.
Pak Widodo dan Aziz juga sangat tidak suka jika ada orang yang mengusik keluarganya, jika itu terjadi, mereka tidak segan - segan untuk menghancurkan bisnis orang tersebut tanpa pandang bulu sedikit pun.
Rio yang di tanya oleh Anton menatap Anton heran dan penuh selidik, Rio berpikir mengapa Anton begitu peduli terhadap hidup Naira.
" Kenapa kamu menatap saya seperti itu Rio " tanya Anton menyadari Rio menatapnya dengan tatapan aneh dan mencurigakan.
" Maaf, sebelum saya menjawab pertanyaan bapak tadi, apa saya boleh tahu, bapak ini siapa?, kenapa bapak begitu mencemaskan istri dan anak saya " tanya Rio penuh selidik
Mirna dan Anton seketika panik begitu Rio menanyakan siapa Anton dan ada hubungan apa Anton dengan Naira.
__ADS_1
Mirna dan Anton saling berpandangan, saling memberi kode yang hanya mereka berdua yang tahu.
Melihat sikap dua orang paruh baya di hadapannya yang terlihat mencurigakan, Rio semakin yakin ada sesuatu di antara mereka. Apa lagi tadi Rio sempat mendengar Anton dan Mirna mengatakan Naira anak mereka.
Yang jadi kecurigaan Rio saat ini, berarti Naira bukan lah anak dari sandi ayah mertuanya, melainkan anak pria yang ada bersama ibu mertuanya saat ini, dan jika di lihat dari respon sandi yang tenang tanpa kaget dan cemas sama sekali ketika Rio mengabari kondisi Naira yang tidak baik - baik saja apa bila di bandingkan dengan respon Anton sangatlah memperkuat kecurigaan Rio terhadap dugaannya saat ini.
Rio bertanya - tanya dalam hati, apa kah Naira mengetahui ini semua, jika Naira mengetahuinya mengapa Naira tidak pernah menceritakannya pada Rio sebagai suaminya.
Jika terus memikirkan semua itu, Rio merasa kepalanya semakin pusing.
" Rio mengapa kamu tidak jawab saja apa yang ditanyakan Anton tadi ??" Mirna mencoba mengalihkan topik pembicaraan
" Maaf Bu, Naira istrimu, dan aku wajib menjaga aib istriku, jadi tidak semua orang berhak menerima info apa pun tentang istri saya, kecuali orang tersebut memang memili hak untuk mengetahuinya." jawab Rio tegas,
" Saya berhak tahu, karena saya ayahnya Naira " sahut Anton kesal karena Rio tidak mau memberitahunya tentang apa yang sudah terjadi pada putrinya itu
" ANTON..." Mirna yang mendengar teriakan Anton kaget, ia tidak menyangka Anton akan mengatakan itu pada Rio, bagai mana pun, Mirna tidak mau hubungan mereka akan terbongkar secepat ini pada anak dan menantunya. Mirna tidak mau jika nanti Rio akan berpikir macam - macam tentang dirinya.
" APA !!? " Rio kaget mendengar pengakuan dari Anton yang mengatakan Naira putri mereka .
" Rio kamu jangan dengarkan ucapan di Rio, dia itu berbohong " elak Mirna
__ADS_1
" Sudah lah mir, biar dia tahu siapa aku, gak usah kamu sembunyikan lagi ,anak ku kritis, dan aku perlu tahu apa yang terjadi pada anak ku sampai - sampai anak ku di laporkan ke kantor polisi " teriak Anton pada Mirna yang selalu berusaha menyembunyikan status nya sebagai ayah kandung dari Naira.
Mirna yang di bentak Anton akhirnya memilih diam, sebenarnya apa yang di bilang Anton ada benarnya juga, jika ia berharap pada sandi untuk membantu Mirna agar kasus ini tidak di bawa ke pihak berwajib rasanya akan mustahil, mengingat sikap sandi yang tampak cuek dan tidak peduli pada kasus Naira, bahkan sandi terlihat sangat mendukung Aziz suami Zahra untuk melaporkan Naira ke pihak berwajib.
Harapan Mirna saat ini hanya Anton, Mirna berharap Anton bisa membantu Naira agar kasusnya bisa di selesaikan secara kekeluargaan saja mengingat Zahra dan Naira masih punya hubungan saudara walau pun tidak kandung.
" Naira Putri kandung saya , dan sebagai ayah nya saya punya hak mengetahui segala sesuatu apa pun itu tentang putri saya " sahut Anton mejelaskan siapa dirinya.
Rio menatap ibu mertuanya untuk mencari ke pastian dan kejujuran dari jawabannya pria di depannya itu, Mirna menganggukkan kepalanya, ia pasrah dengan apa yang telah di pikirkan Rio tentangnya, yang terpenting sekarang adalah nasib putrinya.
Rio menatap Anton kembali setelah Mirna menganggukkan kepalanya meyakinkan Rio jika pria itu ayah kandung istrinya, ternyata dugaan dan kecurigaan Rio tadi benar adanya
" Naira di ketahui telah melakukan tindakan kriminal dengan menabrak Zahra istri dari dokter Aziz pemilik rumah sakit ini " jawab Rio menjelaskan
" Dan tuduhan itu di perkuat dengan bukti cctv yang di ambil dari lokasi kecelakaan, mau pak Aziz melaporkan kasus ini ke pihak berwajib , apa alasan Naira melakukan itu semua, sampai saat ini saya juga belum tahu, karena saya belum sempat menanyakan hal itu ke Naira, karena kondisi Naira yang tidak baik - baik saja. " sahut Rio lagi.
" Apa kamu tahu alasan Naira melakukan ini semua mir " Anton menatap Mirna tajam, Anton yakin Mirna mengetahui sesuatu, untuk itu lah Anton menanyakan hal itu pada Mirna.
" A- aku tidak tahu apa - apa nton " jawab Mirna gugup
Anton yakin Mirna menyembunyikan sesuatu dari nya terus menatap Mirna tajam
__ADS_1
" Serius, aku tidak tahu Anton " jawab Mirna yakin
Anton menghembuskan nafas nya kasar, ia merasa kesal dengan Mirna yang keras kepala.