CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 179


__ADS_3

Pagi ini kamar rawatan Zahra sudah di ramaikan dengan kehadiran keluarga ke dua belah pihak, semua keluarga menyambut senang kehadiran si kembar.


Keluarga Zahra yang baru datang dari kota X lagi ini, langsung menuju rumah sakit tempat Zahra di rawat, semua atas perintah sang nenek yang sudah tidak sabar melihat cucu kembarnya. Sandi, Adam dan Sindi hanya bisa pasrah melihat semangat nenek yang tiba - tiba kembali muda itu, padahal sandi sudah menyarankan untuk istirahat di hotel dulu baru agak siangan ke rumah sakit nya mengingat kondisi ibu nya yang sudah tidak kuat seperti dulu lagi, tapi nenek tetap bersikeras untuk langsung ke rumah sakit.


Dan sini lah mereka sekarang berkumpul, saat sampai di rumah sakit, kebetulan pak Widodo dan keluarga besarnya juga sudah berada di sana, jadi dua keluarga itu berkumpul bersama di sana saling melepas rindu dan saling mencurahkan ke kebahagiaannya menyambut datang nya si kembar.


Berhubung si kembar masih belum boleh berada terlalu lama di luar inkubator, jadi mereka hanya bisa melihat si kembar dari balik kaca incubator saja sudah sangat senang, tidak bisa di bayangkan jika seandainya si kembar sudah bisa berada di luar incubator, mungkin mereka akan lebih antusias sekali dari pada sekarang.


" Duh duh duh, ganteng - ganteng nya cucu - cucu ku, semua ganteng mirip ayah nya ya kak " ujar nenek zahra pada Oma minan.


" Iya besan, semua ganteng dan mirip ayah nya " jawab Oma minan tidak kalah antusias nya, karena ini baru pertama kali juga bagi Oma minan bisa melihat cucu - cucu nya itu, walau pun Oma minan masih tinggal di kota yang sama dengan Aziz dan Zahra, tapi karena saat Zahra melahirkan Oma sendang berada di luar kita jadi baru bisa hari ini mengunjungi cucu dan cicitnya itu.


" Oya ziz, kamu sudah siap kan nama untuk si kembar ? " sandi bertanya pada Aziz yang dari tadi setia duduk di tepi tempat tidur samping istrinya itu.


mendengar pertanyaan sandi semua orang menatap Aziz menunggu jawaban, begitu juga dengan Zahra, Zahra penasaran dengan nama yang telah di siapkan oleh suaminya itu,.

__ADS_1


Zahra ingat dua bulan yang lalu Zahra pernah bertanya perihal nama anak - anak nya pada Aziz, tapi Aziz tidak mau mengatakannya dengan masih rahasia, dan akan memberitahukan nanti saat si kembar sudah lahir.


Aziz yang di tanya menatap zahra penuh arti,.senyum Aziz terukir dari bibirnya untuk istri tercinta nya itu.


" Aziz sudah siapkan yah " jawab Aziz yang masih tersenyum pada istrinya itu, Aziz tahu Zahra sangat penasaran dengan nama yang sudah ia siapkan, karena dulu Zahra pernah sampai merajuk karena Aziz tidak mau mengatakan nama yang ia siapkan untuk anak - anak mereka.


"Untuk putra pertama Aziz beri nama AKHDAN HASYIM IZZUDIN yang artinya anak laki - laki bersahabat yang pemalu cerminan kemuliaan agama , untuk putra ke dua Aziz beri nama FAUZAN RAKHA SYAKUR yang artinya anak laki - laki penuh kegembiraan dan banyak bersyukur raih kemenangan, dan untuk putra ketiga Aziz beri nama RASYID ABDUL HAKIM yang artinya anak laki - laki cerdik sebagai hamba Allah yang maha bijaksana " Aziz menyebutkan nama masing - masing putranya beserta artinya.


Semua orang terpukau dan berdecak kagum dengan nama yang sudah di siapkan Aziz untuk si kembar, termasuk Zahra, Zahra menatap Aziz dengan mata yang berlinang karena terharu, Zahra tidak menyangka Aziz akan menyiapkan nama - nama untuk anak - anak mereka dengan begitu indah dan penuh doa.


" Nama - nama yang indah bang, Zahra suka " jawab Zahra tersenyum , Aziz membalas senyum istrinya dengan tatapan penuh cinta.


" Kalau begitu kita bisa panggil mereka dengan nama AKHDAN, FAUZAN DAN RASYID " ujar Zahra lagi dan di anggukkan oleh aziz.


" Ya benar, akhdan, Fauzan dan Rasyid , nama yang bagus dan enak di dengar " ujar pak Widodo dan benarkan oleh semua keluarga yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Di saat semua orang saling berbahagia dengan nama yang di berikan Aziz pada si kembar, tiba - tiba putra pertama Aziz dan Zahra yang di beri nama akhdan menangis keras, dan tak lama di ikuti oleh dua kembarannya yang lain yang di beri nama fauzan dan Rasyid, para nenek dengan sigap berdiri mengakhiri incubator bayi - bayi itu, melihat apa yang sedang terjadi.


" Wah si kembar nangisnya kompak ya, satu menangis yang lain ikut " sahut Sindi mendekat ke arah inkubator.


" Cucu Oma kenapa sayang, haus ya " tanya Bu Susan pada akhdan yang ada di dekatnya, karena bayi itu yang suaranya paling kencang dan secara tidak langsung telah mengajak adek - adek nya ikut menangis .


Aziz berdiri dan berjalan mendekati akhdan dan mengambil bayi itu pelan dalam incubator, setelah membendung tubuh akhdan sejenak lalu Aziz memberikan bayi mungil itu pada zahra untuk di susui, tidak lupa Aziz menutup gorden pembatas antara bed pasien dengan ruang tamu agar Zahra bisa memberikan asi pada akhdan lebih nyaman dan tenang, selain itu, Aziz juga tidak ingin aurat istrinya di lihat oleh para pria yang ada di ruangan itu.


Ternyata Fauzan dan Rasyid juga tidak mau kalah, kedua bayi tampan itu terus menangis karena sudah merasa lapar.


Bu Susan mengambil stok asi Zahra yang ada di kulkas dan memanaskan asi tersebut sebelum di berikan pada Fauzan dan Rasyid .


Zahra bersyukur, walau pun baru dua hari siap melahirkan, ternyata asi Zahra sudah cukup banyak memproduksi sehingga Zahra bisa pamping untuk berjaga - jaga jika ketiga bayi nya menangis dan minta minum berbarengan seperti saat sekarang ini, jadi Zahra tidak perlu pusing lagi, karena asi pamping nya yang di simpan di dalam kulkas bisa di berikan pada yang lain. Jadi tidak ada yang antri menunggu di susui.


Setelah di rasa cukup hangat, Bu Susan di bantu cindi mengambil Fauzan dan Rasyid untuk mereka susui menggunakan DOT bayi yang sudah berisi asi.

__ADS_1


Kedua bayi itu minum dengan sangat lahap nya, begitu juga dengan akhdan yang langsung meminum asi dari Zahra. semua momen itu tidak lepas dari tangkapan kamera chelsea yang tidak bosan - bosannya mengambil foto bayi kembar itu, tapi chelsea sedikit kecewa, karena tidak bisa mengambil dokumentasi akhdan yang sedang di susui oleh Zahra karena Aziz melarangnya.


__ADS_2