
Menjelang sore Zahra dan Alif sampai di kota tujuannya , Zahra langsung minta Alif untuk di antar kan ke kosnya, Zahra sudah tidak sabar lagi sampai di kos dan merebahkan badannya di kasur empuk kamar kos, dan terlebih ingin cepat - cepat jumpa Arumi sahabat serasa saudara dan perjuangannya.
Sesampai di kos, Zahra mengajak Alif untuk mampir dulu sebelum pergi ke penginapan di mana acara seminar yang akan di ikuti Alif di laksanakan
" ahhh... akhirnya sampai juga di kamar ku tercinta , " kata Zahra lega , zahra langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya itu, Zahra merasa tubuhnya sangat lelah setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan .
Alif geleng - geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah Zahra yang menurutnya sangat menggemaskan itu .
" capek ya dek " tanya Alif pada Zahra, Zahra yang sedang memejamkan matanya hanya menganggukkan kepalanya
" banget bang " jawab Zahra dengan mata masih terpejam.
" Abang pakai kamar mandinya dulu ya dek " Alif yang sudah kebelet mau buang air minta izin pada Zahra untuk menggunakan kamar mandi nya , setelah mendapat persetujuan dari Zahra Alif pun masuk ke kamar mandi, sementara Zahra masih nyaman dengan posisi tidurannya saat ini menikmati kasur empuknya dengan nyaman sambil mata yang masih terpejam ,
tiba - tiba Zahra di dikagetkan oleh teriakkan seseorang yang sudah bisa Zahra tebak siapa orangnya " zahraaaaaaaa..... aku rindu padamu....." teriak Arumi dan berhamburan ke kasur dan langsing memeluk Zahra erat.
" aku juga kangen Arumi besty ku yang cantik, tapi bawel " ujar Zahra sambil membalas pelukan Arumi.
" eh kamu balik sini bareng bang Alif ya " tanya Arumi kepo sambil melepaskan pelukannya pada Zahra.
" kok kamu tahu " tanya Zahra,
" ya tahu dong....." jawab Arumi sambil tersenyum - senyum simpul .
" Jangan - jangan kamu....." Zahra menatap Arumi curiga sambil menyipitkan matanya.
" apaan sih Ra, aku lihat mobilnya di depan dodol " jawab Arumi sambil menyentil dahi Zahra
__ADS_1
Zahra memanyunkan bibir nya kesal sambil mengelus kepalanya yang di sentil Arumi tadi
" kalau iya kenapa ?" tanya Zahra pada Arumi." jangan - jangan kamu kangen ya ?"....tunjuk Zahra ke Arumi sambil senyum - senyum menggoda Arumi ,
Muka Arumi seketika memerah karena di goda oleh Zahra " apaan sih Ra " elak Arumi malu - malu
" tuh kan iya kangen....." ujar Zahra lagi yang tidak mau berhenti menggoda Arumi.
" Zahra , kamu apaan sih " ujar Arumi kesal karena Zahra tidak mau berhenti menggoda dirinya.
" bang alifnya kemana Ra, kok nggak kelihatan " tanya Arumi ,karena tidak lihat Alif ada di sana .
" duuuuh yang kangen ayang " Zahra makin menjadi - jadi menggoda Arumi " kangen ya ...?" goda Zahra lagi
" iya , iya aku kangen bang Alif puas " jawab Arumi sedikit kesal karena di goda Zahra terus.
Alif menatap Arumi tak percaya. Saat Arumi bilang kangen pada dirinya.
Arumi yang sadar Alif ada di sana menjadi salah tingkah.
Arumi menggigit bibir bawahnya menahan malu dan salah tingkah.zahra tersenyum lucu menatap Arumi yang tertunduk malu dengan pipi yang memerah seperti buah delima.
" Tuh orang yang di kangenin ada di sana " goda Zahra pada arumi.arumi membulatkan mata nya pada Zahra , melihat Arumi malu karena sudah merindu pada abangnya semakin membuat Zahra ingin menggoda Arumi.
" bang, ada yang kangen tuh " ujar Zahra pada Alif. Alif yang masih kaget mendengar kejujuran Arumi mencoba meredam debaran hatinya yang sudah bertalu - talu dari tadi.
Sebenarnya sudah lama Alif menaruh hati pada sahabat Adek nya itu, tapi Alif tidak pernah punya nyali untuk mendekati dan menyatakan perasaannya pada Arumi , Alif takut cinta nya di tolak oleh Arumi. karena sejauh ini Alif tidak pernah melihat adanya sinyal cinta itu dari Arumi.
__ADS_1
Tapi sore ini Alif seperti mendapatkan durian runtuh , ternyata Arumi mempunyai perasaan yang sama dengannya.
" bang, kok malah bengong sih, samperin tuh , udah kangen berat katanya." teriak Zahra pada Alif yang masih berdiri mematung di pintu kamar mandi sambil memandang Arumi.
Alif kaget mendengar panggilan Zahra pada dirinya. Alif salah tingkah sudah tertangkap basah sedang menatap Zahra dengan pandangan mendamba. Alif mencoba menetralkan perasaan dan degup jantungnya yang tidak beraturan akibat mendengar kejujuran Arumi tadi.
" ekhm .... ekhm..." Alif mendehem , untuk menghilangkan rasa gugup nya.
Alif berjalan ke arah sofa yang ada di kamar Zahra dan mendudukkan bokongnya di atas sofa itu . Alif masih berusaha meredam degup jantungnya yang entah mengapa semakin berdebar - debat. Apa lagi saat tidak sengaja pandangannya dan Arumi tidak sengaja bertemu.
Alif mengambil ponsel dalam kantongnya dan mengotak Atik ponselnya menghilangkan rasa gugup nya saat ini
" Aduh susah ya, sama orang yang malu - malu kucing begini " gerutu Zahra " udah ah kalian selesaikan lah dulu urusan kalian yang tertunda, Zahra mau keluar dulu mau cari makan." ujar Zahra akhirnya pada Abang dan sahabatnya itu yang masih saling Diam dan malu - malu kucing itu
" eh kamu mau kemana Ra " Arumi meraih tangan Zahra yang mau turun dari tempat tidur dan bersiap - siap untuk pergi keluar.
" mau cari makan Rumiiiii" jawab Zahra gemes
" aku ikut ya.." ujar Arumi memohon.
" nggak ada, kamu disini aja, kalian harus harus bicara dari hati - ke hati , selesaikan urusan kalian." tolak Zahra sambil melepaskan tangan Arumi dari genggaman Arumi
" bang, Zahra titip Arumi ya, jangan di apa - apain ya bang " pesan Zahra pada alif.dan di jawab Alif dengan anggukkan kepalnya dan sambil mengacungi jempolnya dan tersenyum
Zahra tersenyum melihat respon Alif, lalu Zahra Menatap Arumi yang sedang salah tingkah.
" rum , kalau bang Alif nembak kamu jangan di tolak ya, nanti nyesel " bisik Zahra ke telinga arumi.yang langsung di lepar Arumi pakai bantal , Zahra makin ter kekeh melihat Arumi malu - malu tapi mau.
__ADS_1