CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 62


__ADS_3

Aziz membuka pintu kamar pelan, sama seperti saa ia keluar dari kamar tadi begitu pula ketika ia akan masuk ke kamar itu.


Sebelum masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya ,Aziz terlebih dahulu memastikan istrinya tidur lelap dan nyaman .


Setalah menatap dan memastikan istrinya tidak terganggu dengan suara pintu kamar yang di buka tadi, Aziz kemudian berlalu masuk kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuhnya.


Tidak menunggu lama, Aziz keluar dari kamar mandi dengan tubuh lebih segar, dengan perlahan Aziz merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur di samping Zahra.


Aziz Menatap wajah Zahra yang masih tertidur lelap, ' wajah mu cantik, tapi hati mu lebih cantik dari paras mu, aku sangat beruntung bisa mendapatkan mu, dan aku akan sangat beruntung lagi jika bisa mendapatkan cinta mu ' gumam Aziz pelan sambil menatap wajah Zahra yang masih tertidur lelap.


Tak tahan dengan ras kantuk yang menyerangnya saat ini, aziz memilih untuk memejamkan matanya sambil menghadap sang istri.


****


Zahra terbangun ketika sayup - sayup Ter dengar adzan subuh berkumandang, Zahra mengerjakan matanya dan menyesuaikan dengan pencahayaan ruangan kamar yang di terang oleh cahaya lampu tidur, Zahra melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan jam lima subuh.


Zahra ingin bangun berniat mau ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat subuh, namun ketika akan mau turun dari tempat tidur,Zahra tak sengaja menatap ke samping di mana aziz tidur, Zahra kaget ketika mendapati Aziz yang tidur di kamarnya, Zahra mau membangunkan aziz dan menegur Aziz kenapa bisa tidur di kamarnya , tapi sebelum tangannya terangkat untuk menyentuh bahu aziz, Zahra ingat kejadian kemaren sore setelah mereka pulang dari pemakaman kakek, Zahra di kasih tahu bahwa ia dan Aziz sudah menikah.


Zahra mengusap mukanya pelan serta beristighfar " Astaghfirullahal 'adziim , kenapa aku bisa lupa ya " gumam Zahra pelan.


" lupa kenapa " zahra kaget ketika mendengar Aziz yang bertanya tiba - tiba sambil mengambil posisi duduk dan menatap Zahra yang masih menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya itu .


"eh ,dokter sudah bangun " tanya Zahra kaget.

__ADS_1


" Seperi yang kamu lihat " bukannya menjawab pertanyaan Zahra, Aziz malah balik bertanya, " apa yang kamu lupa kan ?" tanya Aziz mengulang pertanyaannya yang tidak di jawab oleh Zahra tadi.


" gak ada apa - apa kok dok" jawab Zahra gugup, bagai mana pun Zahra tidak ingin aziz tahu bahwa ia lupa telah menikah dengan Aziz.


" dokter mau sholat subuh" tanya Zahra ragu


" iya tapi, aku mau mandi dulu baru sholat " jawab Aziz lalu turun dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.


Melihat Aziz sudah masuk ke kamar mandi, Zahra pun bangkit dari duduknya dan menyiapkan baju Koko untuk di pakai Aziz sholat dan di lanjutkan menyiapkan tempat sholat untuk Aziz.


Zahra sadar dengan statusnya sebagai seorang istri, sehingga tanpa di minta dan ikhlas Zahra pun belajar dan berusaha menjadi istri yang baik salah satunya dengan menyiapkan keperluan sang suami .


Setalah semua nya beres, untuk menghemat waktu, Zahra pun memilih untuk mandi di kamar mandi di dekat dapur.


Aziz keluar dari kamar mandi, Aziz tidak menemukan Zahra di dalam kamarnya namun aziz tersenyum senang ketika melihat baju Koko yang akan di gunakan nya untuk sholat sudah siap di atas kasur, ternyata Zahra sudah menyiapkan itu untuk dirinya pakai untuk sholat, dan tidak hanya itu, Zahra juga sudah membentangkan sajadah untuk ia sholat, " kemana Zahra ?" Aziz bertanya - tanya di mana istri nya berada,karena saat ia ke luar dari kamar mandi Aziz tidak menjumpai zahra di sana .


Zahra melihat sajadah yang tadi di siapkan untuk Aziz gunakan sholat masih terbentang rapi.


" dokter sudah sholat subuh?" tanya Zahra bingung.


Aziz menatap Zahra yang terlihat sudah lebih segar, " belum , saya menunggu kamu untuk sholat subuh berjamaah" jawab Aziz sambil meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Zahra senang ketika mengetahui aziz mau nunggunya untuk sholat subuh berjamaah.


" kamu dari mana , saya cari tidak ada di kamar ?" tanya aziz menatap Zahra lembut.

__ADS_1


" Zahra tadi mandi di kamar mandi dekat dapur dok, kalau menunggu dokter selesai mandi takut kesiangan sholat subuh nya." jawab Zahra menjelaskan kemana ia tadi saat Aziz sedang mandi.


" bentar ya dok, Zahra siap kan tempat sholat Zahra dulu " Zahra minta izin pada Aziz untuk mempersiapkan tempat sholatnya agar bisa melaksanakan sholat berjamaah dengan aziz ,karena tadi Zahra hanya menyiapkan sajadah hanya untuk Aziz saja sebab Zahra tidak menyangka jika aziz ingin sholat berjamaah dengan dirinya.


Setalah menyiapkan tempat sholat untuk nya, Zahra masuk ke kamar mandi dan berwudhu,tak lama kemudian Zahra keluar dari kamar mandi dan mulai bersiap - siap untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan aziz .


****


Setelah usai sholat, Aziz memutar duduknya mengahadap Zahra, Zahra lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Aziz, Aziz pun menyambut uluran tangan zahra.dam ketika zahra mencium punggung tangannya, aziz pun meletakkan tangannya di puncak kepala Zahra dan mencium kening Zahra lama sambil membacakan doa untuk istrinya itu .


Zahra merasa damai dalam hatinya mendapatkan perlakuan lembut dan doa dari suaminya itu.zahea memejamkan matanya meresapi rasa damai yang di rasakan nya saat ini.


Setalah membacakan doa dan mencium kening istrinya, Aziz menatap Zahra yang masih betah memejamkan matanya itu.


Aziz mengangkat dagu Zahra pelan sehingga menatap wajahnya, perlahan Zahra membuka mata dan jantung Zahra berdegup kencang saat matanya bertemu tatap dengan mata Aziz dalam posisi yang sangat dekat.


Zahra merasa pipinya memanas dan Zahra juga merasakan gugup.


Aziz menatap wajah Zahra lekat, Zahra makin gugup di tatap seperti itu oleh aziz ,apa lagi dalam jarak yang sangat dekat seperti ini, sedangkan Aziz tak jauh beda dengan Zahra, jantungnya saat ini seperti sedang lari maraton dan Aziz juga gugup sama hal nya seperti Zahra, beda nya aziz berusaha bersikap tenang sehingga rasa gugupnya dapat tertutupi.


" Kamu mau kan menjalani pernikahan ini dengan aku ?" tanya aziz pada Zahra setelah sekian detik saling tatap dan diam


Zahra tidak sanggup berkata - kata, Zahra hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban

__ADS_1


" Aku ingin ini salah satu langkah awal bagi kita untuk memulai pernikahan ini dan mulai saat ini dan seterusnya, kita akan tetap selalu mengusahakan sholat berjamaah seperti ini , tidak hanya itu, mari kita selalu bersama - sama dan suka dan suka ,berjanjilah untuk selalu bergandengan tangan dan jangan pernah kamu melepaskan genggaman tangan kita kita apapun yang terjadi nanti" pinta aziz pada Zahra yang lagi - lagi di jawab Zahra dengan anggukkan kepalanya.


" mungkin pernikahan kita terjadi dadakan dan tak terduga, tapi aku punya prinsip menikah hanya satu kali seumur hidup ku, aku akan menjalani pernikahan ini dengan sungguh - sungguh dan akan menjaga pernikahan ini ,itu lah janjiku pada mu zahra Amali, " aziz menggenggam tangan Zahra erat, " berjanjilah kamu tidak akan meninggalkan aku Zahra" ujar aziz pada Zahra.


__ADS_2