CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 40


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang ketika Zahra keluar dari kelas dan menyelesaikan ujiannya.


" Alhamdulillah,akhirnya ujian hari ini selesai juga " Zahra merasa lega telah menyelesaikan ujiannya tepat waktu. Hari ini adalah hari terakhir Zahra ujian semesternya. setalah itu ia dapat istirahat sejenak menjelang hasil ujian nya di umumkan , Zahra berharap akan mendapatkan hasil yang memuaskan pada ujian beberapa hari yang sudah ia jalani. Zahra berharap perjuangannya di semester ini tidak sia - sia.


Zahra sedang meregangkan tubuhnya yang lelah agar lebih rileks lagi, tiba - tiba Nia teman satu angkatan dan satu kelasnya menghampiri Zahra.


" Lega ya Ra, akhirnya terbebas juga dari ujian berat beberapa hari ini " Zahra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" iya Nia, rasa nya habis terlepas dari ikatan beban yang sangat berat ya " jawab Zahra .


" eh Ra ,mumpung ujiannya udah selesai ,kita refreshing yuk, sekedar cuci mata dan ngadem di mall " Zahra melihat arloji yang ada di tangannya.zahra berpikir sejenak untuk memutus apakah menerima ajakan Nia atau tidak.


" Sepertinya aku nggak bisa deh Nia, karena jam satu nanti aku udah harus berada di rumah sakit, aku hari ini sifat siang" tolak Zahra menyesal karena tidak bisa ikut dengan Nia jalan - jalan ke mall,padahal Zahra juga ingin refreshing untuk menyegarkan otaknya yang terasa panas dan berat beberapa hari menjalani ujian semester.


Tapi Zahra sadar itu tidak mungkin, karena ia harus masuk kerja pada shift siang ini.


" kok nggak ambil libur aja sih Ra " ujar Nia memelas." lagian kamu nggak capek ya kuliah sambil kerja, aku aja yang hanya kuliah aja udah capek, apa lagi kamu yang menjalaninya sambil kuliah Ra " tanya Nia lagi.


Zahra Tersenyum menanggapi ucapan Nia.


" nggak bisa gitu juga nia..., aku kan harus bisa membagi waktu aku untuk kerja dan kuliah, kalau aku nggak kerja gimana aku harus bayar biaya kuliah aku " jawab Zahra tersenyum.


" kalau di tanya capek ,pasti capek .tapi aku berusaha menjalani nya dengan ikhlas, sehingga capek nya jadi nggak terasa." jawab Zahra lagi.


Nia adalah teman seangkatan Zahra dalam mengambil pendidikan S2 di kampus tempatnya menimba ilmu di jurusan keperawatan, Nia dan Zahra sama - sama mengambil jurusan management keperawatan. Beda nya jika Zahra kuliah sambil kerja, sementara Nia hanya memfokuskan dirinya untuk kuliah saja dengan alasan biar lebih fokus.


" jadi aku jalan - jalan k mall nya dengan siapa dong " ujar Nia sedih


" Bareng aku aja yuk Nia " tiba - tiba Riko kakak tingkat Zahra dan Nia sudah berdiri di belakang mereka.


Zahra dan Nia membalikkan badan nya mendengar suara Riko yang ada di belakang mereka


" Sejak kapan kakak ada di belakang kami " tanya Nia pada Riko.


Riko senyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal salah tingkah." mmmm sejak kamu ajak Zahra jalan - jalan ke mall tali Zahra tidak bisa temani kamu " jawab Riko sambil melirik kearah Nia.


" Nah tuh ada kak Riko Nia, sama kak Riko aja jalan - jalannya." kata Zahra sambil tersenyum dan mengedipkan mata nya ke arah Riko.


Riko tersenyum melihat kode yang di berikan Zahra.


Nia nampak berfikir sejenak, menimbang ajakan Riko.

__ADS_1


" Ok deh, kita makan sekalian nonton ya kak " ujar Nia akhirnya menyetujui ajakan Riko .


Riko sangat senang akhirnya Nia mau diajak jalan olehnya. Sebenarnya Riko sudah lama naksir Nia, tapi Riko tidak punya keberanian untuk menembak Nia, dan Zahra tahu hal itu karena waktu Zahra tidak sengaja melihat Riko yang sedang mencuri - ciri pandang pada Nia sewaktu mereka menghadiri seminar yang diadakan pihak kampus beberapa bulan yang lalu, dan Riko mengakuinya ketika Zahra bertanya waktu itu dan Riko pun memohon bantuan Zahra untuk bisa mendekatkan dirinya dengan Nia, Zahra pun menyanggupinya.


Dan sekarang lah kesempatannya , Riko sudah bertekad akan mengungkapkan isi hatinya hari ini pada Nia.


" ya udah yuk jalan sekarang " ajak Riko pada nia, Nia pun menganggukkan kepalanya .


" kamu mau barengan sama kami nggak Ra ?" tanya Riko pada Zahra .


" nggak usah kak, aku bawa kendaraan sendiri kok " tolak Zahra tersenyum dan sambil mengacungi kunci motor kesayangannya ke depan mereka


" ok, kami duluan ya, kamu hati - hati di jalan " ujar Nia dan Riko berbarengan .mereka pun berlalu dari sana menuju ke tempat tujuannya masing - masing.


*****


Tiga puluh menit kemudi , Zahra sudah sampai rumah sakit, Zahra langung ke parkiran dan memarkirkan motor kesayangannya di parkiran khusus karyawan.


Zahra melihat jam yang ada di tangannya , waktu menunjukkan masih jam setengah satu siang, masih ada waktu tiga puluh menit lagi sebelum jam kerjanya di mulai , Zahra memutuskan untuk ke mushola rumah sakit dulu untuk sholat zhuhur dan lanjut makan siang, karena Zahra belum sempat makan setelah pulang dari kampus tadi.zahea merasa sudah sangat lapar karena pagi tadi ia hanya sarapan dengan roti saja.


Sesampainya di mushola Zahra langsung ambil wudhu lalu melaksanakan sholat zhuhur. Setalah selesai sholat, Zahra langsung menuju kantin rumah sakit untuk makan siang, Zahra melihat kantin rumah sakit sangat ramai, karena masih terhitung jam makan siang.


Zahra lalu memesan makanan nya , Zahra melihat ada meja yang kosong di sudut kantin, Zahra pun melangkahkan kakinya ke meja kosong tersebut, letak meja nya di pojok jadi sepi dari lalu lalang pengunjung yang ingin makan di kantin tersebut, Zahra yang menyukai suasana yang tenang ketika makan sangat cocok dengan tempat yang ia dudukkan sekarang.


" Alhamdulillah, akhirnya kamu hamil kak, semoga ibu dan dedek bayinya sehat ya kak " gumam Zahra ikut senang.


Seiring berjalannya waktu Zahra mulai bisa menerima luka hati nya yang telah di sakiti oleh kakek dan kekasihnya. Zahra mulai belajar untuk menerima takdirnya yang tidak bisa bersatu dengan orang yang di cintainya, malahan Zahra harus menerima kenyataan sekarang orang yang di cintai dan di harapkan ya sudah akan menemani hidupnya sekarang menjadi kakak iparnya.


" Ternyata Kebiasaan makan mu dengan suasana yang sepi dan tenang tidak berobah ya Ra " Zahra mengangkat kepalanya ketika mendengar ada seseorang yang menyapanya dan melihat siapa yang sudah menganggu ketenangannya saat ini.


Zahra menarik nafas berat , Zahra kembali menatap ponselnya yang masih menyala dan menampilkan foto di sosial media Naira yang masih terbuka.zahra mematikan ponselnya dan menyimpan ponsel itu kembali ke dalam tas kecilnya.


" kamu apa kabar Ra " tanya orang itu lagi.ia masih tetap menatap Zahra intens , ada kerinduan di dalam tatapan itu.


" baik, seperti yang kakak lihat " jawab Zahra acuh.


" apakah aku boleh duduk di sini Ra" izin orang itu lagi . " semua tempat di kantin ini penuh Ra, cuma di sini yang masih ada yang kosong " ujar Rio lagi karena tidak mendapat respon Zahra dari dia awal menyapa zahra tadi.


ya pria yang menyapa Zahra tadi ada Rio mantan kekasih yang sekarang sudah menjadi kakak iparnya.


Zahra mengedarkan pandangannya ke sekitar kantin, memang siang ini kantin terlihat sangat ramai, mungkin karena masih jam makan siang.dan yang di katakan Rio juga benar hanya kursi yang ada di depan nya saat ini yang tersisa masih kosong ,yang lainnya sudah penuh.

__ADS_1


Zahra lagi - lagi menarik nafas dalam berat, mau tak mau Zahra mengizinkan Rio untuk duduk depannya itu. " silahkan " jawab Zahra malas.


" makasih ya Ra " ucap rio sambil menarik kursi di depan Zahra dan duduk di sana. suasana sedikit terasa canggung seketika.


Tak lama kemudian pesanan Zahra pun datang.zahra langsung memakan makan siang nya dengan cepat dan diam.Rio hanya bisa diam menyaksikan zahra yang sedang memakan makanannya yang menurut Rio sangat terburu - buru.


" Pelan - pelan saja makan nya Ra, nggak ada yang akan merebut makan kamu " kata Rio mengingatkan Zahra untuk makan pelan - pelan. Zahra hanya diam dan tetap melanjutkan makannya dengan cepat.


" uhuk...uhuk...uhur" ,tiba -tiba Zahra tersedak dengan makannya sendiri , Rio dengan sigap menyodorkan minuman yang belum sempat di minumnya ke hadapan Zahra, Zahra menatap Rio ragu sambil terbatuk - batik dan memukul - mukul dadanya sendiri .


" tenag ,ini belum aku minum kok " ujar Rio yang paham dengan tatapan Zahra


Zahra menerima air minum yang di berikan Rio dan meminumnya.pelan.


" makasih kak " ujar Zahra mengucapkan terima kasih pada Rio karena sudah memberikan minumnya pada dirinya tadi.


" ya sama - sama Ra " jawab Rio tersenyum .


Tidak lama kemudian pesanan Rio pun datang, Zahra juga memesankan minuman untuk Rio Karena tadi air minum Rio sudah di berikan padanya, awalnya Rio menolaknya ,tapi Zahra tetap memaksa, karena tidak mau jadi pusat perhatian akhirnya Rio menerima air minum yang di pesan Zahra untuk nya.


Zahra kembali melanjutkan makan nya, mereka makan dalam keheningan,hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.


Selesai makan, Zahra berniat ingin langsung pergi dari sana , tapi Rio menahannya


" bisa kita bicara sebentar Ra " kata Rio menatap Zahra dengan pandangan memohon.zahra yang sudah mau berdiri terdiam sejenak menimbang permintaan Rio.


" please Ra ,aku mohon " kata Rio memohon lagi.


Zahra kembali duduk, Rio pun tersenyum melihat Zahra yang duduk kembali


* mau bicara apa " tanya Zahra pelan.


" Ra mungkin ini sudah sangat terlambat, tapi aku belum tenang sebelum menyampaikan hal ini dan meminta maaf pada mu Ra," Rio menundukkan kepalanya sedih.


" tidak ada yang perlu di maaf kan lagi kak, semuanya sudah aku lupakan, sekarang mari kita jalani hidup kita masing - masing. aku harap kakak bisa menjaga dan membahagiakan kak Naira apalagi kak Naira sedang mengandung anak kakak saat ini " ujar Zahra panjang lebar dan Zahra mengucapkannya dengan yakin tanpa ada rasa sakit dan kecewa dari setiap kata dan nada bicara nya.


entah mengapa Rio merasakan hatinya sangat sakit mendengar Zahra bicara tenang tanpa ada beban seperti itu


" jadi kamu sudah tahu bahwa Naira sedang hamil Ra ?"


Zahra menganggukkan kepalanya , " tadi aku lihat di media sosial kak Zahra kak, selamat menjadi calon ayah ya kak " ucap Zahra sambil tersenyum .

__ADS_1


" aku masih mencintai mu Ra " tiba - tiba Rio mengucapkan kata - kata yang sudah tidak mau di dengar oleh Zahra lagi, apa lagi ucapan itu keluar dari mulut Rio orang yang di cintainya dan memilih kakak nya sendiri sebagai pendamping hidupnya tanpa mau memperjuangkan cinta mereka lagi dan menyerah dengan keadaan.


__ADS_2