
Pagi ini Zahra dan Aziz sedang bersiap - siap untuk memulai aktifitas paginya. Setelah gagal dinner romantis tadi malam , Aziz tidak merasa kecewa,.karena ia telah berhasil membuat lelah istrinya semalaman, Aziz seperti singa lapar, ia tidak membiarkan Zahra istirahat sejenak, dan dengan alasan membuat cucu untuk mami, Aziz kembali meminta jatah nya pada sang istri. hingga dini hari Aziz baru melepaskan istrinya dan itu pun Karana Zahra yang sudah menyerah dan kelelahan, Aziz pun membiarkan Zahra untuk tidur karena mereka harus bekerja paginya.
Aziz dan Zahra akhirnya menginap di rumah sakit, bukannya karena sakit, tapi karena kelelahan, Aziz merasa kasihan pada istrinya itu dan memilih untuk menginap di kamar pribadi nya itu saja.
Zahra yang sudah lelah hanya bisa menyetujui saran Aziz.
" sayang, hari ini ke kampus jam berapa ? " Aziz mengambil hairdryer ditangan Zahra dan membantu Zahra untuk mengering kan rambutnya yang basah sambil bertanya kegiatan Zahra hari ini.
" Zahra Janji jumpa sama dosen nanti jam tiga sore bang, jadi pagi ini masuk kerja dulu seperti biasa " sahut Zahra dan membiarkan Aziz mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
" sayang, kapan kamu berhenti bekerja ?, bukannya Abang tidak mau kamu kerja dan punya aktifitas di luar rumah, Abang hanya kasihan lihat kamu yang harus pusing membagi waktu antara kuliah dan kerja, belum lagi pasti kamu capek nolak balik kampus karena udah mau tahap akhir seperti ini." Aziz memang sudah pernah meminta Zahra untuk berhenti bekerja dan fokus ke kuliahnya saja dulu karena Aziz merasa tidak tega melihat istrinya yang capek membagi waktu antara kuliah dan kerja, apa lagi saat Zahra harus menjalani shift malam sementara paginya harus ke kampus lagi.
waktu istirahat Zahra bisa dikatakan sangat jauh berkurang.
" Nanti Zahra pikirkan lagi ya bang, tapi plis jangan sekarang ya " sahut Zahra memohon.
Zahra merasa belum siap untuk berhenti kerja, perawat adalah profesi yang sangat di di cita - cita kannya semenjak kecil.
Aziz paham dengan alasan Zahra untuk memikirkan lagi keinginan Aziz yang ingin Zahra berhenti kerja, sebagai anak yang terlahir mandiri ,.apa lagi seperti Zahra yang seorang pekerja keras, pasti sangat gampang jika suatu saat tidak bekerja lagi, tapi Aziz sudah merencanakan semuanya, Aziz akan meminta Zahra untuk menjadi dosen di kampus milik yayasan orang tuanya nanti setelah Zahra lulus ambil S2 nya, dan Aziz juga sudah menyampaikan keinginannnya itu pada maminya, karena untuk saat ini yayasan itu dikelola oleh Bu Susan, dan Bu Susan pun setuju dengan permintaan aziz tersebut.
"Bang, kata mami untuk acara resepsi nanti persiapannya udah enam puluh lima persen bang, mami tanya Abang ada tambahan undangan gak? biar nanti sekalian minta di cetak dan di serahkan ke WO nya bang " Zahra ingat tadi Bu Susan Menghubunginya pagi - lagi menanyakan apakah Aziz ada lagi tambahan undangan agar sekalian di cetak
Aziz berpikir sejenak " Sepertinya gak ada lagi tambahan deh sayang, udah semua itu kemaren Abang kasih mami." jawab Aziz
" oh ya udah, biar nanti Zahra kasih tahu mami ya " kata Zahra, lalu Zahra mengambil hairdryer yang di berikan Aziz dan menyimpannya di laci lemari lagi.
Yah Aziz dan Zahra akhirnya setuju untuk menerima tawaran Bu Susan dan pak Widodo untuk melaksanakan acara resepsi dan di acara itu nanti tidak hanya resepsi pernikahan mereka saja tapi akan menjadi momen di mana pak Widodo akan mengumumkan Aziz sebagai putranya yang tidak banyak diketahui orang selama in
tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Aziz membukakan pintu kamar pribadinya, karena Zahra masih memasang hijabnya.
Di luar Aldi sang asisten sudah menunggu pintu kamar itu di buka oleh yang punya ruangan.
cklek
pintu terbuka, tampak Aziz membukakan pintu kamar itu
" Masuk do " Aziz mempersilahkan Aldo masuk keruangannya dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" makasih pak, ini sarapan ya bapak pesan tadi " sahut Aldo sambil memberikan paperbag yang di bawanya tadi, Aziz menerima paperbag tesebut dan melihat isinya, lalu Aziz menaruh paperbag tersebut di atas meja.
" Ada masalah apa di perusahaan sehingga kamu menelpon saya pagi - lagi do " tanpa basa basi Aziz langsung menanyakan kepada Aldo alasan Aldo menghubunginya lagi - pagi sekali.
yah pagi - pagi sekali Aldo menghubungi Aziz, Aldo menyampaikan ada masalah di perusahaan nya, tapi karena suara azan subuh sudah berkumandang, Aziz meminta Aldo untuk menemui dirinya di rumah sakit saja dan minta tolong sekalian bawa kan sarapan untuk dirinya dan Zahra.
" Maaf sebelum nya pak, saya sudah menganggu bapak pagi - pagi , tadi saya mendapat kabar dari perusahaan kita yang di negara Y katanya.di sana sudah terjadi masalah penggelapan dana dari penjualan alat medis yang di ada di negara Y pak, dan bapak di minta untuk datang ke negara Y untuk menyelesaikan masalah tersebut pak.". jawab Aldo menjelaskan alasan mengapa ia menghubungi Aziz pagi - pagi.
Aziz menggosok keningnya pelan, memikirkan saran Aldo untuk memintanya menyelesaikan masalah di negara Y secara langsung.
" Apa tidak bisa di wakilkan ya do " sahut Aziz mempertimbangkan keberangkatannya ke negara Y. Aziz sangat berat jika berangkat sekarang ke.negara Y, itu artinya Aziz harus meninggalkan Zahra di sini.
Dua bulan menjalani pernikahan dan hidup bersama Zahra, Aziz sudah terbiasa dengan kehadiran Zahra di sisinya.
Aziz tidak ingin berpisah terlalu lama dengan istrinya itu.
Berpisah beberapa jam saja Aziz merasa tidak sanggup, gimana dengan hitungan hari.
Aldo paham mengapa Aziz keberatan untuk berangkat ke negarah Y,.apa lagi alasannya jika bukan Zahra sang istri.
__ADS_1
dasar bos bucin pikir Aldi mengejek Aziz, tentunya Aldo tidak berani mengejek bos nya itu langsung dan hanya berani mengucapkan kata itu hanya di dalam hati saja itu pun jika ia ingin posisinya di perusahaan sebagai asisten kepercayaan Aziz aman, dan tidak hanya itu , Aldo juga tidak ingin gajinya di potong karena sudah berani mengejek bos nya itu.
" Untuk masalah kali ini tidak bisa pak karena dana yang di gelapkan oleh pelaku tidak sedikit, dan itu bisa menggoyangkan perusahaan di sana pak ".jawab Aldo menjelaskan mengapa ke hadiran Aziz tidak bisa di wakilkan , Aziz sebagai CEO dan pemilik perusahaan itu di harapkan sangat kehadirannya di sana untuk menyelesaikan masalah yang ada.
" Ada kabar baiknya." sahut Aldo setelah Aziz terdiam sekian menit.
" Sebenarnya tim kita di sana sudah berhasil menangkap tersangka penggelapan dana itu, tapi mereka belum berani bertindak lebih lanjut sebelum ada instruksi dari bapak, jadi kedatangan bapak ke negar Y selain memperbaiki perusahaan yang mulai goyah, juga memberikan perintah apa yang akan di lakukan pada orang tersebut pak " jawab Aldo lagi.
Aziz menatap Aldo kesal, jika begitu mau tak mau ia memang harus berangkat.
" Berapa lama saya di sana " jawab Aziz kesal.
" kurang lebih satu atau dua Minggu pak , tergantung pulihnya ke adaan disana pak " jawab Aldo takut - takut.
" APA " Aziz kaget, Aldo menundukkan kepalanya, ' Tuh kan baru mengatakan satu atau dua Minggu, reaksinya sudah mau makan orang, Gimana kalau aku bilang satu atau dua bulan ya, bisa di pecat aku " batin Aldo dalam hati.
cek
Aziz berdecak kesal pada Aldo. dua Minggu , bagai mana bisa Aziz meninggalkan Zahra selama itu, mau membawa Zahra juga tidak bisa karena Zahra sedang sibuk dengan kuliahnya yang sudah mau tahap akhir.
bukan hanya itu yang jadi pertimbangan Aziz,
dua Minggu lagi ia dan Zahra juga akan melaksanakan acara resepsi pernikahan mereka.
" Dua Minggu artinya aku harus melewati acara resepsi pernikahan kami Aldo " kata Aziz kesal.
" Tidak pak, jika bapak berangkat hari ini, saya pastikan bapak.akan kembali sebelum acara resepsi pak " jawab Aldo yakin.Aldo sangat yakin dengan kemampuan Aziz dalam menyelesaikan masalah di perusahaannya, dan itu sudah terbukti selama ini.
Aziz tidak akan membiarkan masalah di perusahaan nya berlarut - larut terlalu lama, Aziz akan dengan cepat dan sigap menyelesaikan masalah itu.
__ADS_1
Aldo sengaja mengatakan dua Minggu, karena Aldo takut nantinya akan ada Maslah lain sehingga aziz membutuhkan waktu lebih di sana .