
" Tan, ini serius kan ?" tanya Aziz menatap ayu minta penjelasan.
Ayu menyunggingkan senyum bahagia nya pada Aziz dan menganggukkan kepalanya. Aziz kembali menatap layar monitor itu ia merasa takjub dengan apa yang di lihatnya di sana dan merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya.
" Ada apa sih bang, Tan " karena penasaran Zahra bertanya pada Aziz dan ayu yang sedang sama - sama fokus menatap layar monitor di depannya, tapi tidak ada sahutan dari kedua orang itu. Zahra takut ada apa - apa dengan calon bayinya.karena dua orang di depannya belum ada yang mau memberi penjelasan pada nya
Aziz dan ayu terlihat sangat serius menatap monitor USG, Zahra memperhatikan Aziz yang pandangannya tidak lepas dari layar monitor tersebut dengan mata yang berkaca - kaca.
" Bang, ada apa?" karena tidak kunjung mendapat jawaban dari ayu dan Aziz, Zahra yang belum paham melihat hasil USG nya itu meraih tangan Aziz yang berdiri di sampingnya dan menggoyangkan tangan Aziz sedikit kencang.
Aziz tersadar dari lamunannya ketika Zahra menyentuh dan menggoyang tangannya kuat, Aziz menatap Zahra dengan pandangan yang tidak bisa di baca oleh Zahra.
" A- apa ada terjadi sesuatu pada calon bayi ku bang ?" Tanya Zahra cemas menatap Aziz yang sudah mulai menitik kan air mata.
Aziz meraih tubuh Zahra yang masih dalam keadaan berbaring di atas meja pemeriksaaan, dan membawa tubuh kecil itu kedalam pelukannya
" Selamat sayang, selamat calon bayi kita kembar, k - kamu akan menjadi ibu dari bayi kembar kita sayang " ujar Aziz masih memeluk Zahra dengan suara terbata - bata menahan tangis bahagia.
Tubuh Zahra menegang, Zahra merasa kaget dengan apa yang di katakan Aziz. Zahra mendorong tubuh Aziz pelan sehingga pelukan Aziz merenggang dari tubuh nya.
Zahra menatap manik mata Aziz dalam meminta penjelasan , Aziz menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan nya tadi.
" Selamat ya nak, kamu hamil anak kembar " Ayu mengucapkan selamat pada Zahra yang masih belum percaya dengan berita yang di terimanya.
" Kembar Tan ?" tanya Zahra memastikan lagi pada ayu.
" Iya sayang, usia kehamilan kamu saat ini sudah masuk enam Minggu dan saat ini kamu sedang hamil anak kembar tidak hanya kembar dua tapi kembar tiga " ayu menjelaskan hasil pemeriksaannya pada Zahra.
" Sekali lagi Selamat ya nak kamu hamil bayi triple , sejauh ini mereka sangat sehat dan baik - baik saja, Tante yakin mertuamu pasti akan senang jika tahu hal ini. " ujar ayu lagi dan menggenggam tangan Zahra lembut.
__ADS_1
Zahra menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya tidak percaya, air matanya luruh tanpa dapat di cegah , ini serasa mimpi, Zahra tidak pernah bermimpi akan hamil anak kembar apa lagi kembar tiga, dan saat ini tuhan sudah mempercayakan tiga nyawa sekaligus pada dirinya.
" Bang ..." Zahra menatap Aziz yang juga sedang menatap Zahra haru. Zahra langsung memeluk Aziz erat dan menumpahkan tangisnya di dalam pelukkan Aziz, Aziz membalas pelukkan Zahra dan mengelus lembut punggung Zahra.
Dua pasutri itu saling berpelukan dan menumpahkan kebahagiaan mereka. ayu membiarkan Aziz dan Zahra saling berpelukkan dan menumpahkan kebahagiaan mereka .
Setelah beberapa saat kemudian, dua pasutri itu saling melepaskan pelukkan mereka. Aziz merapikan hijab Zahra yang sedikit berantakan dan menghapus sisa air mata di pipi Zahra, lalu Aziz mencium puncak kepala Zahra lembut dan lama.
Aziz membantu Zahra turun dari tempat pemerikasaan dan kembali duduk di depan meja kerja ayu , ayu yang sudah duluan kembali ke meja kerjanya sedang sibuk menuliskan resep vitamin yang harus di konsumsi Zahra Selama masa kehamilannya.
" Apa Zahra benar hamil kembar tiga Tan?" Zahra kembali bertanya perihal kehamilan kembarnya pada ayu, Zahra bukannya tidak percaya dengan pemerikasaan ayu, Zahra hanya masih merasa syok saja.
Ayu yang sedang meresepkan vitamin untuk Zahra mengalihkan tatapannya pada Zahra, ayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya yakin dengan pemerikasaan nya
" Benar sayang, kamu saat ini sedang hamil kembar triple, jadi Tante saran kan kamu untuk tidak terlalu lelah, dan jaga kondisi tubuh kamu dengan baik, selain itu hindari stres karena itu tidak baik untuk kehamilan kamu, kehamilan kembar tidak sama dengan kehamilan biasa, apa lagi dengan kehamilan kembar tiga yang tengah kamu jalani saat ini
jadi semua nya harus di jaga ya, " ujar ayu mejelaskan apa yang harus Zahra lakukan dan jaga selama kehamilannya.
Setelah konsultasi dengan ayu , akhirnya Zahra dan Aziz permisi untuk pulang,
Setelah menebus obat di apotik saat ini Zahra sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah pak Widodo
Aziz dan Zahra memutuskan untuk pulang ke rumah pak Widodo dulu baru sore nya pulang ke apartemen mereka.
Aziz dan Zahra sudah tidak sabar ingin memberikan kabar gembira ini pada keluarga besarnya .
" Sayang apakah ada yang mau kamu beli sebelum kita Sampai ke rumah papi ?" Aziz menanyakan apa kah ada yang di inginkan Zahra selagi mereka berada di luar.
Zahra berpikir sejenak, Zahra saat ini ingin makan rujak, tapi bikinan bu Susan.
__ADS_1
" Zahra pingin makan rujak bang " kata Zahra yang sudah merasakan tidak sabar ketika membayangkan rujak buatan Bu Susan.
" Ok, di depan ada yang jual rujak, kita mampir ya beli di sana aja ya " Aziz melihat di depan mereka ada jual rujak, dan menawarkan untuk beli di sana
" gak mau bang " tolak Zahra ,Aziz menatap Zahra yang berada di sampingnya bingung.
Zahra mau rujak, tapi tidak mau beli di tempat yang di tunjuk Aziz.
" Bukannya kamu mau makan rujak sayang ?" tanya Aziz bingung
" iya, tapi rujak buatan mami " ujar Zahra menundukkan kepalanya, Zahra sebenarnya merasa segan meminta bu susan untuk membuatkan rujak untuk nya, tapi entah mengapa bayi - bayinya ingin rujak bikinan sang nenek.
Aziz tersenyum dan mengusap kepala Zahra dengan tangan kirinya yang bebas memegang stir mobil.
" Baik lah, kita telpon mami ya, biar nanti kalau sudah sampai rumah, rujak nya sudah ada ya. " sahut Aziz yang langsung menghubungi Bu Susan dari ponselnya.
" Assalammualaikum mi" sapa Aziz pada Bu Susan ketika panggilan telponnya terhubung.
"( waalaikumsalam salam ziz, ada apa kamu telpon mami?)"
" Mi Zahra lagi pingin makan rujak, tapi bayi - bayi kami ingin makan rujak bikinan neneknya , bisa Aziz minta bantu tolong bikin kan rujak buat Zahra mi ?" tanya Aziz menyampaikan maksudnya menghubungi Bu Susan
"( Bayi - bayi ?, maksud kamu apa ziz ?) " tanya Bu Susan bingung ketika aziz mengatakan kata bayi - bayi
" Nanti Aziz jelaskan kalau sudah sampai rumah ya mi, ini Aziz lagi di jalan sebenar lagi sampai rumah mami, Aziz bisa minta tolong buat kan rujaknya sekarang mi, soalnya Zahra pingin kali mi "
"( Baik lah mami buatkan dulu ya, biar nanti kalian sampai rujaknya sudah siap )" sahut Bu Susan dan langsung meminta bibik untuk menyiapkan bahan - bahan rujaknya.
" terima kasih ya mi, telponnya Aziz tutup dulu ya mi, assalammualaikum mi" sahut Aziz
__ADS_1
".ya, hati - hati di jalan ya, waalaikumsalam '
panggilan telpon pun berakhir.