CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAN 38


__ADS_3

" cantiknya kakak ipar ku ini "


" apaan sih Ra , kamu jangan bikin aku tambah gugup gini dong Ra "


" ulu...ulu...calon kakak ipar ku gugup ya, aduh kasihan banget , eh bentar dek, aku skrinsut dulu ya, mau aku kasih lihat sama bang Alif kalau istrinya tambah lucu jika gugup " goda Zahra pada Arumi.


Ini Adalah hari bahagia Alif dan arumi.sesui kesepakatan mereka dan keluarga Alif dan Arumi akhirnya menikah hari ini, tinggal beberapa menit lagi mereka akan sah menjadi suami istri ,Zahra yang tidak bisa hadir di hari bahagia kakak dan sahabat nya itu ,sedang melakukan panggilan Vidio dengan Arumi. Zahra ingin mengikuti proses ijab kabul mereka walau hanya bisa lewat panggilan Vidio di bantu oleh Altaf.


kalau minta bantu Tante cindi itu tidak mungkin,karena Tante cindi pasti sangat sibuk


" gimana dengan ujian kamu Ra, lancar ?" tanya Arumi pada Zahra.


" Alhamdulillah lancar Rum, kamu tenang aja hari ini aku ujiannya agak siangan kok, jadi masih sempat untuk lihat ijab kabul kamu sama bang Alif " jawab Zahra yang tidak melepas pandangannya pada sahabat nya itu, Zahra sangat terkagum dengan Arumi yang begitu tampil sangat cantik dengan balutan kebaya putih moderen yang membaluti tubuh nya.


" aku kok gugup gini ya Ra " tanya Arumi pada Zahra yang terlihatnya jelas sangat gelisah oleh Zahra.


" Kamu tenang rum, banyak Dzikri dan doa biar acar kamu dan bang Alif hari ini di lancarkan " hibur Zahra berusaha menenangkan Arumi.


" gimana udah siap semua " terdengar terdengar suara seorang perempuan dari seberang sana , dari suara nya Zahra sudah bis a tahu kalun itu suara ibu Arumi


" sudah Bu " jawab MUA yang mendandani Arumi agar terlihat cantik di pesta pernikahannya .


" kamu gimana nak, apakah kami sudah siap ?" tanya mama Arumi pada anak gadisnya itu


" kita keluar yuk bentar lagi acara akad nya udah mau di mulai, keluarga mempelai juga sudah datang " kata mama arumi lagi mengajak anak nya untuk siap - siap dan keluar ke tempat acara akad di laksanakan .


" sekarang ya ma " tanya Arumi pada mama nya


" ya sekarang dong rum, atau kamu mau tau depan" ujar mama Arumi sedikit kesal dengan pertanyaan anak nya yang bisa dikatakan konyol.


" seperti nya Arumi mau tau depan Tan " mama Arumi kaget mendengar ada suara lain di dekat mereka .


Mama Arumi melihat ponsel yang di pegang Arumi,


" Oalah kamu ternyata nak, Tante kira siapa.gimana kabar kamu nak ?" tanya mama Arumi setelah melihat Zahra yang sedang melakukan panggilan Vidio dengan Arumi.


" Alhamdulillah Zahra sehat Tan, Tante apa kabar ?' tanya Zahra balik .


" Tante Alhamdulillah sehat nak, kamu kenapa tidak pulang di pesta pernikahan Arumi nak?"

__ADS_1


" Zahra lagi ujian Tan, dan nggak bisa Zahra tinggal " jawab Zahra sambil tersenyum.


" oo ya, semangat ya, semoga kamu berhasil nak "


" Amin "


" eh yuk rum ,kita keluar ,acara sudah mau di mulai, jadi lupa mama karena ke asik kan ngobrol sama anak gadis mama satu lagi" Mama Arumi baru ingat tujuannya menemui Arumi untuk memanggil Arumi karena acara ijab kabul akan di mulai, Karana mendengar suara zhara lalu mama Arumi menyapa Zahra dan lupa tujuan awalnya tadi akibat keasyikan ngobrol sama Zahra. Zahra dan Arumi sudah bersahabat dari semenjak duduk di bangku SMP sampai sekarang jadi orang tua Arumi sudah menganggap Zahra seperti putri kandungnya.


" nak Zahra mama bawa Arumi keruangan akad dulu ya, karena acara akadnya sudah mau di mulai " pamit mama Arumi dan Zahra pun menyetujuinya.


" iya Tan, buruan di bawa, karena Arumi sudah nggak sabar tuh di panggil nyonya Alif " jawab Arumi sambil menggoda arumi. pipi arumi seketika memerah karena malu di goda Zahra.


Mama Arumi dan Zahra tertawa melihat Arumi yang malu - malu.


" ingat ya Ra, kamu tetap lihat Vidio call ya Sampai acara ijab Kabul nya selesai " ujar Arumi mengingatkan Zahra akan janjinya akan tetap mendampingi Zahra di acar ijab kabul nya walau lewat panggilan Vidio


" beres, habis ini aku langsung hubungi Altaf " jawab Zahra, kemudian mematikan sambungan Vidio nya bersama Arumi, karena Zahra harus menghubungi Altaf setelah ini.


"SAH" suara para saksi dan para undangan yang hadir di acara pernikahan Alif dan arumi menggema manadakan Arumi dan Alif sudah sah menjadi sepasang suami istri .


Alif menarik nafas lega, akhirnya ia bisa mengucapkan ijab Kabul dengan satu kali tarikkan nafas.


Zahra yang menyaksikan acara tersebut lewat panggilan vidionya dengan Altaf ikut terharu, " akhirnya kamu sudah menemukan kebahagiaan mu rum, aku senang akhirnya cinta mu berlabuh pada orang yang tepat, tidak seperti aku rum ,yang menjaga jodoh orang bertahun - tahun " gumam Zahra pelan sambil menghapus air mata bahagia melihat sahabat dan saudaranya berbahagia


Setelah acara ijab kabul itu selesai ,Zahra pun langsung mematikan panggilan vidionya karena Zahra harus ber siap - siap untuk ke kampus dan menjalani ujianya yang tinggal dua hari lagi.


Sementara itu di kota kelahirannya acara pernikahan Alif dan Arumi berlangsung baik dan lancar hingga tengah malam.


Alif yang melihat istrinya sudah kelelahan berinisiatif pamitbpada keluarganya untuk membawa Arumi untuk istirahat duluan di kamar pengantin mereka yang sudah di bokingkan di hotel yang sama tempat acara pesta pernikahan berlangsung.


Arumi awal nya menolak karena merasa segan dengan tamu undangan yang masih berdatangan.


Tapi berkat paksaan dari suami dan keluarganya akhirnya Arumi setuju juga untuk kembali lebih awal ke kamar pengantin mereka.


Melihat Arumi yang berjalan agak kerepotan dengan paksain pengantinnya ,Alif yang bejalan di samping istrinya berinisiatif untuk memeluk pinggang istrinya sehingga terlihat sangat mesra. Arumi awalnya menolak karena malu di lihat oleh banyak orang, tapi Alif tidak peduli, bukannya melepaskan pelukannya ,Alif malah makin memeluk istrinya erat seakan ia takut istrinya nanti jatuh akibat baju pengantinnya yang terlalu panjang.


Sesampainya di kamar ,Arumi dan Alif merasa sama - sama canggung. Arumi duduk di salah satu pinggir kasur sambil memijit - mijit kakinya yang terasa sedikit pegal dan sakit.


Melihat istri nya me mijit - mijit kakinya, Alif langsung jongkok dindepan Arumi, Arumi heran Alif mau apa, ketika ia akan bertanya, Alif sudah duluan mengambil alih tangan Arumi yang sedang memijit kakinya itu, dan sekarang Alif lah yang melakukan itu.

__ADS_1


" nggak usah bang, aku bisa sendiri kok" tolak Arumi, karena merasa segan dan canggung ketika Alif meminjit kakinya., sebenarnya bukan itu aja lasan Arumi menolak pijitan suaminya itu, alasan tepatnya adalah untuk kesehatan jantungnya sendiri yang saat ini berdetak tidak normal.


" udah kamu diam aja, biar Abang yang lakukan , kaki kamu pasti sakit dan capek kan akibat memakai alas kaki itu " ujar Alif sambil menunjuk alas kaki yang di pakai Arumi yang cukup tinggi itu. Arumi pun meringis dan menganggukkan kepalanya." kenapa nggak bilang dari tadi kalau kakinya sakit, kan bisa di ganti alas kaki nya " ujar Alif lagi penuh perhatian.


Arumi yang mendapatkan perhatian penuh kasih dari suaminya jadi merasa bersalah dan hanya diam saja, Alif pun tidak melanjutkan ucapannya lagi, ia terus memijit kaki Arumi sampai Arumi sudah merasa mendingan.


" Abang mau mandi duluan atau aku duluan ?" tanya Arumi pada Alif, alif mengangkat kepalanya kemudian tersenyum jahil pada istri yang baru sah di nikahi ya beberapa jam yang lalu itu, " kita mandi bareng aja ya " ujar Alif sambil mengedipka. mata nya, Arumi kaget dan malu mendengar ucapan Alif , Arumi ******* - ***** tangannya gelisah ,alif yang melihat istri nya gelisah dan canggung tersenyum simpul .


* ya udah Abang mandi duluan ya, mandi bareng nya besok - besok aja " ujar Alif dengan tetap menggoda istrinya.arumi Manarik nafas lega, ternyata Alif tidak memaksanya untuk menjadi bareng.


Setelah Alif masuk ke kamar mandi ,Arumi berjalan ke meja rias dan membersihkan bekas mikeup nya.


Tak lama kemudian Alif pun keluar dari kamar mandi dengan memakai bath robe, Alif terlihat lebih segar dari pada sebelumnya.


Melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi , Arumi pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sudah lebih dari lima belas menit ia di dalam kamar mandi tapi Arumi belum juga melakukan kegiatannya untuk membersihkan tubuhnya. saat ini Arumi masih di sibukkan dengan resleting bajunya yang tidak kunjung bisa ia lepas karena berada di bagian belakang .Arumi pun akhirnya menyerah , setelah berpikir sekian menit akhirnya Arumi minta tolong Alif untuk bukakan resleting bajunya.


Arumi keluar dari kamar mandi masih dengan pakaian lengkap pengantinnya, Alif yang melihat istrinya masih berpakaian pengantin pun heran.


Arumi menghampiri Alif yang sedang duduk di pinggir sofa sambil memainkan ponselnya. dengan ragu - ragu Arumi minta tolong pada Alif untuk membukakan resleting bajunya yang susah di buka .


" ko belum mandi sayang ?" tanya alif bingung pada istrinya itu


" Abang ,Rumi nggak bisa buka bajunya karena resleting baju nya ada di belakang ,sudah Arumi coba tapi susah, Abang bisa bantu Rumi ?" tanya Rumi pelan sambil menundukkan kepalnya.


Alif tersenyum sambil meraih dagu istrinya dan mengangkatnya sehingga arumi menatapnya ," kenapa nggak bilang dari tadi hmmm" tanya Alif lebut sambil menatap mata istrinya mesra


" Arumi malu bang " cicit Arumi pelan


" kenapa harus malu, Abang kan suami Adek, kita sudah sah sebagai suami istri sayang, jadi lain kali jangan malu dan segan lagi ya kalau mau minta tolong sama Abang " ujar Alif pada istrinya gemas melihat istrinya yang masih malu - malu. Arumi menganggukkan kepalanya.


" Sini berbalik lah biar Abang bantu" ujar Alif sambil membantu Arumi membalikkan tubuhnya agar membelakanginya untuk memudahkan aluf membuka resleting baju Arumi.


Alif mulai menurunkan resleting baju Arumi pelan , Arumi yang merasakan resleting bajunya sudah di buka pelan oleh Alif memejamkan matanya, sementara itu Alif menelan ludah nya paksa begitu melihat punggung istrinya yang mulus putih itu sudah terpampang indah di depan matanya, Alif berusaha menahan sesuatu yang tiba - tiba bangun dan bergejolak dalam dirinya.alif melanjutkan membuka resleting baju yang baru terbuka setengah itu agar lebih ke bawah lagi, Alif tanpa sadar. mengelus kulit mulus istrinya itu dan merabanya pelan ,


Arumi yang sedang merasakan elusan lembut tangan Alif di kulitnya makin memejamkan matanya


" bang....."tanpa di sadari Arumi mendesah lembut merasakan elusan suaminya.


" Abang sudah nggak tahan dek ,boleh ya ...." pinta Alif dengan suara berat menahan sesuatu sambil memeluk Arumi dari belakang .

__ADS_1


kemudian entah siapa yang memulai duluan terjadilah malam pertama panas itu .....


__ADS_2