CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 113


__ADS_3

Dari atas pelaminan Zahra mencari - cari di mana sandi sang ayah berada, pandangan mata mereka saling bertemu dan mengunci, Zahra menemukan sandi berada di salah satu meja yang khusus di siapkan untuk keluarga di bawah sana. sandi duduk bersama nenek, Alif dan Arumi di satu meja yang sama .


Alif menyempatkan diri hadir di acara resepsi pernikahan Aziz dan Zahra di sela - sela kesibukannya yang sangat padat dalam menjalani pendidikan spesialis nya yang sebentar lagi sudah mau selesai, Arumi tidak mau ketinggalan dengan perutnya yang sudah semakin membesar Arumi memaksa ikut bersama Alif untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatnya itu. wanita yang tengah hamil enam bulan itu terlihat sangat senang melihat sahabat sekaligus iparnya itu terlihat sangat bahagia hidup bersama Aziz itu terlihat jelas dari senyum yang tidak lepas dari bibir Zahra dari kemaren mereka bertemu.


Sementara itu, di saat semua orang berbahagia dan bersyukur atas keharmonisan keluarga kecil Zahra dan Aziz yang sebentar lagi akan memiliki momongan. sandi terlihat sangat bersedih. Sesekali sandi melempar senyum pada orang - orang yang menyapa nya, tapi kemudian kembali diam dan menatap Zahra dan Aziz yang sedang menerima tamu yang mengucapkan selamat pada mereka.


Sandi bukannya tidak ikut bahagia dengan kebahagiaan yang di rasakan Zahra saat ini. Sandi hanya merasa sangat bersalah pada putri nya itu. Selama ini sandi tidak pernah melimpahi Zahra dengan cinta dan kasih sayang seorang ayah pada zahra.yang sandi berikan malah kesedihan dan luka yang dalam pada putrinya itu.


Tapi bukannya marah dan membenci dirinya, Zahra malah memaafkan semua sikap buruk sandi selama ini padanya.


Bibir Zahra tetap memanggilnya ayah walaupun sandi tidak pernah menganggap nya anak selama ini, Zahra tetap memeluk dirinya penuh kasih sayang walau pun sandi tidak pernah memberikan pelukkan dan kasih sayang itu pada Zahra, Zahra tetap menyayanginya walaupun selama ini sandi tidak pernah memberikan cinta dan perhatiannya pada Zahra selama, Zahra tumbuh dengan baik atas kasih sayang dan didikan yang di berikan oleh ke dua kakek nenek dan Tante beserta ada oom nya.


Sandi teringat akan pembicaraannya bersama Aziz dan Zahra tadi malam di cafe dekat hotel , setelah acara makan malam bersama dua keluarga di restoran hotel tadi malam Zahra dan aziz mengumumkan tentang kehamilan Zahra, dan kabar gembira itu di sambut baik dan bahagia oleh semua keluarga besar Aziz dan Zahra, setelah makan malam selesai , sandi mengundang Aziz untuk menjumpainya bersama Zahra di cafe dekat hotel tersebut.

__ADS_1


Tekad sandi sudah bulan ingin mengatakan semua kebenaran itu pada Zahra malam ini, sandi sengaja mengundang Aziz karena menurut sandi Aziz sebagai suami dan imam buat Zahra harus mengetahui tentang Zahra sebenarnya, karena nanti Aziz lah yang akan menjaga Zahra selanjutnya.


Berhubung waktu masih menunjukkan jam delapan malam, Aziz pun menyanggupi undangan sandi untuk membawa Zahra ke cafe tesebut, aziz berpikir mungkin saja ada sesuatu yang sangat penting yang akan di bicara sandi pada mereka berdua.


Ternyata dugaan Aziz benar, di cafe sandi di temani Adam sudah menunggu kedatangan Aziz bersama Zahra.


Awal pertemuan itu terlihat masih santai, hingga beberapa saat kemudian, sandi kemudian terlihat serius menatap ke arah Zahra.


Dengan ragu - ragu sandi memanggil Zahra pelan sambil menggenggam tangan Zahra erat, sandi belum mengatakan apa - apa, tapi air matanya sudah duluan turun membanjiri pipinya.


Cukup lama mereka saling diam dalam suasana seperti itu, tidak ada yang mau mulai membuka suara.


" Ayah...." Zahra memanggil sandi pelan, tapi Zahra tidak melanjutkan ucapannya karena sandi sudah duluan berbicara

__ADS_1


" Maaf, maaf kan ayah Ra, ayah sangat bersalah pada mu, maaf , maaf ...." sandi berkata dengan suara yang terbata - bata, sandi tidak bisa berkata - kata hanya kata maaf yang selalu di ucapkan nya dari tadi pada Zahra.


Jujur, sebenarnya Sandi merasa malu untuk menjumpai putri nya itu, tapi sandi tidak sanggup lagi menyimpan semua kebenaran yang selama ini ia simpan , sebuah kebenaran yang baru saja ia ketahui, sebelum mengajak Aziz dan Zahra bertemu, sandi terlebih dahulu menemui Adam dan meminta saran Adam tentang rencananya untuk memberi tahu Zahra mengenai semua kebenaran itu dan mengakhiri kesalah pahamannya Selama ini yang mengakibatkan luka pada putri nya itu, Adam mendukung sandi, lagi pula sudah saat nya Zahra tahu siapa ibu kandungnya yang selama ini tidak pernah sandi katakan pada Zahra, karena rasa kecewanya pada intan sandi meminta semua keluarganya untuk tidak memberi tahukan Zahra siapa ibu kandungnya, awalnya semua keluarga sandi menolak permintaan sandi yang menurut mereka salah dan tidak adil untuk Zahra, apa lagi Adam , sebagai kakak dari intan Adam menentang keras permintaan sandi, menurut Adam Zahra berhak tahu siapa ibu kandungnya, tapi semua keluarganya terpaksa memilih diam dan mengikuti ucapan sandi, karena sandi mengancam mereka akan menitipkan Zahra di panti asuhan jika keluarganya tidak mau menerima keputusannya itu.


Saat ini setelah mengetahui semua kebenaran itu, sandi merasa sangat menyesal, sandi merasa sangat bersalah pada intan dan putri tunggal mereka Zahra, dan saat ini sandi sudah tidak sanggup lagi menyimpan semua kebenaran itu seorang diri , ia ingin putrinya bahagia. walau terlambat, sandi ingin menjadi seorang ayah yang sesungguhnya untuk putrinya itu saat ini.


Sandi tidak ingin lagi terlambat mengakui semua kebenaran itu, sandi tidak tahu kedepannya seperti apa, satu hal yang sandi ingin lakukan saat ini, sandi ingin melindungi putrinya dari kekejaman Mirna. Sandi takut Mirna akan melakukan semua rencana jahatnya pada Zahra.


Sandi memang sudah mengetahui rencana jahat Mirna untuk Zahra. sandi mengetahuinya dari hasil percakapan Mirna lewat telpon yang di lakukan Mirna saat itu yang terekam oleh cctv di rumah itu, Mirna yang tidak mengetahui ada cctv di rumah dengan leluasa merencanakan semua rencana jahatnya untuk Zahra pada Anton .


Sebelum hal itu terjadi, sandi bertekad akan memberitahu Zahra tentang semua itu serta meminta Aziz untuk lebih melindungi Zahra lagi kedepannya.


Sandi tidak mau hal buruk terjadi pada Zahra, cukup sudah Zahra menderita selama ini karena ulahnya, sekarang tidak lagi, sandi tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


Dan saat ini disini lah mereka saat ini, sandi sudah membulatkan tekad nya untuk menyampaikan hal ini semua kepada Zahra. sandi sudah siap menerima konsekuensinya. sandi menerima jika zahra membencinya dan tidak mengakui dirinya sebagai seorang ayah seperti yang ia lakukan selama ini pada Zahra


__ADS_2