
Zahra sedang sibuk mengerjakan tugas akhir kuliahnya, tekadnya sudah bulat , Zahra ingin menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dari pada seharusnya. Karena Zahra ingin fokus dengan keluarga kecilnya.
Zahra menatap jam di ponselnya waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Zahra melanjutkan lagi mengerjakan tugasnya yang tinggal sedikit lagi selesai.
drrrrt...dddrrrrttt....dddrrrtt
Ponsel Zahra bergetar, Zahra melihat siapa.yang sudah melakukan panggilan Vidio malam - malam begini. semburat senyum terbit di wajah cantik Zahra. sebuah nama bertuliskan suamiku tampil pada layar ponselnya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Zahra langsung menggeser tombol hijau pada aplikasi ponselnya itu, Zahra tidak mau menunda mengangkat panggilan Vidio dari Aziz karena Zahra tidak mau Aziz menunggu terlalu lama.
" Assalammualaikum Abang " sapa Zahra senang .menatap wajah yang berada di layar ponselnya dengan segudang rindu di hatinya.
" waalaikumsalam sayang, gimana kabar kamu sayang " sahut Aziz dari seberang dan membalas salam Zahra.
" Alhamdulillah, Zahra sehat , Abang baik - baik aja kan di Sana ?" tanya Zahra balik.
" Abang sehat dan baik - baik saja sayang " jawab aziz, " kamu kok belum tidur ?" tanya Aziz lagi.
" Zahra lagi mengerjakan tugas kuliah Zahra bang, Karena besok rencananya mau jumpa dosen di kampus " jawab Zahra dan memberi tahu Aziz apa yang sedang dilakukan nya malam - malam begini
" sayang Abang kangen " Aziz menatap Zahra penuh kerinduan. Ini sudah hari ketiga mereka berpisah. Aziz memang jarang melakukan panggilan telpon pada Zahra, itu karena Aziz ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat sehingga ia bisa cepat pulang dan bertemu istri cantiknya.
Aziz bekerja keras menyelesaikan permasalahan yang tengah terjadi di perusahaannya yang berada di negara Y tersebut. Ia bekerja siang malam, bahkan sampai larut malam. pulang ke hotel sudah dalam keadaan lelah dan langsung tidur karena besok harus bekerja lagi.
__ADS_1
Walau pun Aziz jarang menghubunginya Selama berada di negara Y, Zahra tidak pernah protes karena Zahra paham dengan pekerjaan suaminya di sana , bukannya Zahra tidak merindukan suaminya itu, Zahra hanya mencoba untuk mengerti dengan kesibukkan dan pekerjaannya suaminya itu, Zahra lebih memilih mengalihkan rasa rindunya dengan menyibukkan dirinya dengan cara menyelesaikan tugas - tugas kuliah, kerja dan membantu Bu Susan untuk menyiapkan acara resepsi pernikahannya dengan Aziz yang tinggal menghitung hari saja.
" Zahra juga kangen sama Abang " jawab Zahra malu dan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.
".Sayang mukanya jangan di sembunyikan gitu dong , Abang ingin melihat wajah istri Abang yang memerah, kamu makin cantik kalau sudah seperti itu sayang " sahut Aziz yang selalu ingin melihat pipi Zahra berwarna merah bila ia sedang menggodanya, Aziz merasa istrinya semakin cantik dan menggemaskan bila sudah malu - malu seperti itu
" Abang, jangan goda Zahra terus, Zahra Jadi malu bang " jawab Zahra yang semakin malu karena Aziz yang tidak berhenti menggoda dirinya.
Aziz tertawa lebar , seketika tubuhnya yang awalnya terasa lelah setelah bekerja seharian hilang seketika setelah ia melihat wajah cantik dan malu - malu istrinya itu.
Zahra menatap Aziz cemberut, " jadi Abang telpon Zahra cuma untuk menggoda Zahra aja ya " sahut Zahra kesal, pipinya menggembung kesal.
" Sayang jangan seperti itu wajahnya, Abang makin gemas dan ingin peluk kamu " Aziz makin gemas melihat istrinya yang cemberut itu, Zahra mencibirkan bibirnya, Aziz makin tertawa lebar melihat reaksi istrinya itu.
" Kalau Abang tidak berhenti menggoda Zahra, telponnya Zahra tutup " ancam Zahra karena aziz yang terus menggodanya.
Zahra tersenyum senang karena sudah berhasil mengehentikan Aziz yang terus menggodanya.
" Apa yang sudah kamu lakukan hari ini tanpa ada Abang di sana sayang " ujar Aziz yang ingin tahu apa saja yang sudah lakukan istrinya selama ia pergi.
Zahra dengan mata berbinar - binar menceritakan apa saja yang sudah di lakukan nya selama aziz tidak ada di sana, mulai dari pekerjaannya di rumah sakit, tugas - tugas kuliahnya Sampai kesibukannya membantu Bu Susan dalam menyiapkan pesta pernikahan mereka .
Aziz mendengarkan semua cerita istrinya itu dengan senang hati, tatapan mata Aziz tidak lepas dari wajah cantik istrinya yang begitu sangat senang dan bersemangat dalam bercerita.
__ADS_1
Aziz melihat Zahra sudah mulai mengantuk dan sesekali menguap, Aziz menatap jam yang ada di dinding kamar hotel, waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, tak disangka mereka sudah melakukan panggilan Vidio hampir satu jam lamanya.
" Sayang apa kamu mengantuk ?" tanya Aziz pada istrinya itu, karena Aziz melihat Zahra sudah susah payah membuka matanya.
Zahra menganggukkan kepalanya lemas, Tapi entah mengapa Zahra tidak mau menutup panggilan Vidio itu.
" Sudah malam , kamu tidur lagi ya, telpon nya Abang tutup dulu, besok Abang telpon lagi ya " Aziz menyuruh Zahra untuk tidur, karena Zahra terlihat sudah sangat lelah dan mengantuk.
" Jangan bang, Zahra masih mau lihat wajah Abang " tolak Zahra tidak rela panggilan vidionya diakhiri.
" Tapi bukannya besok kamu harus ke kampus sayang , sekarang tidur ya biar besok pagi tidak kesiangan " bujuk Aziz agar Zahra mau menutup panggilan Vidio nya.
Zahra cemberut dan menggelengkan kepalanya, Aziz merasa aneh dengan istrinya, tidak biasanya Zahra seperti itu bila ia melakukan panggilan telpon.
" Sayang , ini.sudah malam, Abang janji besok pagi Abang telpon lagi ya " bujuk Aziz agar Zahra mau menutup panggilan telponnya
Zahra cemberut , air mata jatuh di pipinya , Zahra juga bingung mengapa ia begitu cengeng saat ini, ke inginannya yang terus ingin menatap Aziz walau dari layar ponsel begitu kuat, Zahra tidak rela jika Aziz menutup panggilan Vidio itu
Aziz tidak tega melihat istrinya sedih, bahkan sampai menangis, Aziz menarik nafas , ia bingung harus melakukan apa lagi, di tambah Aziz semakin bingung dengan sikap Zahra yang tiba - tiba manja seperti itu padahal awal ia melakukan panggilan Vidio tadi biasa - biasa saja.
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya timbul ide dipikiran Aziz untuk tidak menutup panggilan Vidio sampai Zahra tertidur, Aziz akan menemani istrinya tidur walau dari jauh.
" Ya udah sekarang kamu tidur, Abang tidak akan menutup panggilan Vidio ini, Abang akan menemani kamu tidur dengan panggilan Vidio yang tetap tersambung, ok sayang " akhirnya Aziz memutuskan untuk menemani istrinya itu tidur dengan panggilan tetap terhubung.
__ADS_1
Zahra menganggukkan kepalanya, lalu Zahra mengatur posisi ponselnya tetap berdiri dengan menyangga ponselnya menggunakan bantal, Zahra lalu mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi miring dan ponsel yang masih menyala.
Aziz melakukan hal yang sama dengan istrinya itu , mereka tidur saling berpandangan satu dengan yang lain. Zahra merasa sangat senang, tiga malam tidur sendiri tanpa melihat wajah ganteng suaminya, malam ini ia bisa tidur dengan nyenyak sambil memandang wajah suaminya walau hanya lewat layar ponselnya saja.