CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 204


__ADS_3

Di saat Zahra tengah berjuang melawan rasa sakit dan luka hatinya akibat kenyataan pahit yang baru saja di terimanya dari orang terdekat nya yang sudah di anggapnya sebagai kakak selama ini, justru di sebuah apartemen mewah sepasang suami istri sedang terlibat percekcokan yang cukup hebat.


Anton tidak habis pikir dengan pemikiran Mirna saat ini, bisa - bisanya Mirna Kembali membuat keributan dan mencaci maki Zahra tanpa malu sedikit pun dengan tatapan orang - orang yang ada di rumah sakit tersebut Mirna yang sudah berjanji untuk tidak membuat keributan di rumah sakit telah melanggar janjinya.


Andai saja Anton tidak segera membawa Mirna pergi saat itu juga, Anton tidak tahu dan tidak dapat membayangkan entah apa yang akan di lakukan Aziz tadinya pada Mirna dan dirinya, dari tatapan Aziz ke Mirna Anton sudah dapat melihat kilatan kemarahan dan kebencian pada Mirna.


Anton teringat lagi bagai mana marah nya aziz saat Mirna memaki Zahra saat mereka menemui Naira di rumah sakit tadi siang, Zahra yang mau berlalu meninggalkan Naira yang masih bersimpuh di kakinya, setelah Zahra mengatakan telah memaafkan Naira tapi tidak dengan kasus hukum nya, Mirna langsung memakai zahra.


" Hai anak sialan, bukan kah Naira sudah meminta maaf pada kamu, kenapa kamu tetap membiarkan naira dalam penjara !!" maki Mirna dengan suara yang lantang, Zahra yang sudah siap berlalu meninggalkan ruangan itu mengehentikan langkah kaki nya menatap Mirna tajam


" Dia pantas mendapat kan semua itu, asal ibu tahu, ulah dia aku hampir kehilangan ke tiga putra ku " jawab Zahra dingin.


" Dasar anak sialan, kalau bukan gara - gara kamu, andai saja kamu tidak ganjen dan menganggu suaminya Naira juga tidak mungkin akan mencelakakan kamu " ujar Mirna kasar


" Cukup Bu, aku tidak pernah mengganggu suami nya, dan aku juga tidak pernah menganggu hidup mereka, dimana letak salah ku Bu hingga dia tega ingin menghabisi nyawa aku dan anak - Anka ku ?!!" tanya zahra, bagai mana pun Zahra tidak terima dikatakan pengganggu rumah tangga orang.


" Sudah tahu salah masih juga mengelak lagi, dasar anak pembawa sial,." maki Mirna lagi pada Zahra.

__ADS_1


" Cukup, tutup mulut anda nyonya, sebelum anda menyesal nantinya " ujar Aziz dingin menatap mirna tajam.


Anton dengan segera manarik tangan Mirna menjauh dari sana setelah meminta maaf terlebih dahulu pada aziz.


Dan sekarang, setelah pulang dari rumah sakit, Anton dan Mirna sendang terlibat perdebatan yang cukup panjang dan hebat, Anton meraup wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya, Anton sudah tidak tahu lagi mau bicara seperti apa pada Mirna.


" Mulai sekarang aku minta, tolong jangan ikut campur lagi dengan semua urusan Naira, semua urusan Naira biar aku yang akan menyelesaikannya, dan jangan pernah menghasut Naira lagi " ujar Anton dengan nada suara tegas menatap Mirna tajam


" Naira putri ku, aku ibunya, aku berhak menentukan nasib nya !!" jawab Mirna tidak mau kalah.


" Apa salah Zahra mir, anak itu sudah menderita sedari kecil, apa kamu belum puas menyakitinya sampai sekarang, dan kamu lihat sendiri, tadi dengan kemurahan hatinya Zahra mau menemui Naira dan memaafkan Naira, apa kamu tidak lihat, bagaimana perkembangan Naira setelah pertemuannya dengan zahra, naira jauh lebih tenang mir " ujar Anton panjang lebar.


Mirna masih diam dengan posisi membelakangi Anton menghadap jendela kaca apartemen dan menatap lurus ke luar jendela dengan tangan yang di lipatnya di depan dada.


" Cobalah untuk membuka mata dan hati mu mir, ingat dan lihat lah semua kebaikan Zahra selama ini, baik pada kamu sebagai ibunya selama ini maupun pada Naira, anak itu tidak pernah sedikit pun pernah membalas sakit hati nya pada kamu dan Naira, apa kurangnya anak itu hingga kamu begitu membenci nya " kata Anton lagi kali ini dengan nada suara lebih lembut.


" Salah nya, Karena anak sialan itu Naira harus mendekam di penjara, karena dia Naira dan suami nya bercerai sehingga Naira harus terpisah dari putri nya, jika memang dia menganggap Zahra kakak nya seharusnya anak sialan itu bisa menarik laporannya dan membebaskan Naira dari tempat laknat itu " jawab Mirna berapi - api

__ADS_1


" Astaghfirullah mir, insaf mir, Naira di penjara juga karena kesalahannya, bukan kesalahan Zahra, sudah seharusnya Naira berada di sana agar naira bisa merenungi semua kesalahannya." jawab Anton yang tidak mengerti dengan pikiran istrinya itu


" Asal kamu tahu mir, sikap kamu di rumah sakit tadi sangat lah fatal akibat nya, asal kamu tahu, Aziz dan pak widodo adalah orang yang sangat penting dalam perusahaan ku saat ini, jangan sampai akibat ulah bodoh kamu tadi, mereka akan menarik saham mereka dan kamu tahu itu artinya apa? " Anton menatap Mirna yang juga sedang menatap nya


" Itu artinya kehancuran bagi perusahaan kita, dan kamu siapa - siap lah untuk hidup miskin setelah ini " kata Anton lagi menatap Mirna kesal.


Mirna kaget mendengar ucapan Anton yang mengatakan perusahaan nya bakal bangkrut jika Aziz dan orang tuanya menarik saham mereka, Mirna yang tidak begitu mengenal dunia bisnis tidak mengetahui siapa Aziz sebenarnya, yang Mirna tahu aziz hanya lah seorang dokter di sebuah rumah sakit besar dan ternama di kota itu. seketika nyali Mirna menciut, ia telah mau jatuh miskin, Mira Yang sudah nyaman hidup mewah selama tidak bisa membayangkan Jiak nanti akan hidup susah dan serba kekurangan.


" Kenapa diam.!?" tanya Anton pada Mirna yang terdiam setelah ia mengatakan bakal bangkrut.


" I..i..itu tidak benar kan ton " tanya Mirna gagap


" Itu bisa saja terjadi mir jika Aziz dan ayahnya bertindak " jawab Anton lesu.


Itu lah makanya aku selalu berpesan pada kamu untuk jaga sikap dan Jagan buat mereka marah, sewaktu naira ketahuan telah mencelakakan Zahra, aku dengan susah payah meminta mereka untuk tidak menarik saham nya, dengan perjanjian agar aku bisa menjauhkan kamu dan Naira dari kehidupan Zahra, dan asal kamu tahu mir, setelah dokter mengatakan untuk mempertemukan Naira dengan zahra, aku kembali mati - Matian meminta mereka untuk mengizinkan Zahra menemani Naira, demi menjaga hati dan perasaan Naira, mereka menolak ku berkali - kali, Karena mereka sangat menyayangi zahra dan ingin melindungi Zahra dari luka yang lebih dalam lagi akibat ulah saudara nya, dan sekarang di saat Zahra bersedia menemui Naira, apa yang sudah kamu lakukan mir, kamu kembali menghina zahra, bahkan langsung di depan suaminya " kata Anton kecewa.


Mirna hanya diam, Mirna tidak tahu lagi harus berkata apa, yang pasti saat ini, berbagai pertanyaan muncul selama kepala mirna, sehebat apa dan sekuat apa pengaruh suami zahra sehingga anton begitu takut dan cemas saat ini

__ADS_1


__ADS_2