
Zahra dan Aziz sudah sampai di rumah sakit, Aziz memarkir mobilnya di parkiran khusus di besmen rumah sakit. Zahra melepaskan seat belt yang di bantu oleh aziz.
Zahra meraih tangan Aziz dan menciumnya ,Aziz balas dengan mencium kening Zahra lembut dan lama.
" Jangan capek - capek ya sayang " pesan Aziz pada Zahra .
" iya Abang, Abang juga, semangat kerjanya dan jangan terlalu di di forsir tenaganya ,kalau capek istirahat " pesan Zahra pada Aziz. Aziz tersenyum dan.menganggukkan kepalanya.
Aziz keluar dari mobil dan berjalan memutari mobil untuk membuka kan pintu mobil untuk Zahra, Zahra.keluar dari mobil di bantu oleh Aziz.
" Zahra kerja dulu ya bang " pamit Zahra pada Aziz, Aziz meraih tangan Zahra dan memeluknya sejenak dan tanpa malu, Aziz mencuri ciuman di bibir Zahra,
Zahra kaget ketika Aziz menciumnya di parkiran, Zahra menatap ke sekeliling parkiran takut ada yang melihat aksi mesum suaminya itu.
" Abang ..." teriak Zahra kaget dengan suara tertahan ,Aziz hanya tersenyum " vitamin sebelum kerja sayang ",ujar Aziz tanpa dosa .
Zahra geleng - geleng kepala , Zahra bersyukur melihat parkiran yang sepi, ' semoga aja tidak ada yang melihat ' dia Zahra dalam hati.
" Dasar mesum " gerutu Zahra sambil berlalu dari sana.
" mesum sama istri sendiri gak dosa sayang , kecuali mesum dengan istri orang lain , itu baru dosa " jawab Aziz cuek .Aziz mensejajarkan langkahnya dengan Zahra menuju lobi rumah sakit.
Zahra menatap Aziz garang," awas kalau Abang sampai mesum dengan istri orang atau perempuan lain , Zahra akan su**t Abang untuk yang kedua kalinya." ancam Zahra pada Aziz.
Aziz menelan air liurnya kasar, ia merasa ngeri dengan ancaman istrinya ." belum juga di pakai udah di sun**t aja sayang, "ujar Aziz merana .
Zahra menahan senyum mendengar ucapan aziz, dan Zahra makin merasa lucu melihat wajah tegang suaminya itu.
Aziz dan Zahra masuk ke dalam lift, tapi mereka menuju lantai yang berbeda ,lift berhenti di lantai dua, Zahra bersiap - siap untuk keluar karena unit tempatnya bekerja ada di lantai dua, sementara Aziz Haris ke lantai tujuh karena ruangan pribadinya ada di lantai tujuh , Zahra pamit dan minta izin Aziz Untuk turun di lantai dua, setelah Aziz menganggukkan kepalanya Zahra pun keluar dan langsung menuju ruangannya yang berada tidak jauh dari pintu lift itu.
Setelah berganti pakaian dengan pakaian kerja nya di loker khusus petugas , Zahra masuk keruangannya dan bertegur sapa dengan teman - teman team nya .
sambil menunggu pertukaran shift, banyak teman - teman Zahra yang menghampiri nya dan mengucapkan turut berduka pada dirinya.
Zahra selalu menjawab dengan senyuman dan berterima kasih pada teman - temannya yang sudah sangat perduli padanya. Zahra berusaha untuk tetap kuat dan tegar setiap ada yang membahas tentang kepergian sang kakek dan Zahra juga bersyukur teman - temannya banyak yang mendoakan kakek nya.
Setelah overan shift selesai dan pembagian pasien sudah dilakukan, Zahra berjalan menuju ke bed pasiennya.
__ADS_1
Zahra mempelajari kondisi pasiennya dengan serius dan teliti ,. karena baru saja masuk kerja sehabis cuti selama satu Minggu, dan pasien juga baru temuinya , Zahra terpaksa harus mempelajari pasiennya dari awal agar tidak salah dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasiennya itu.
" Serius amat Ra " Zahra di kagetkan dengan suara Mia yang menegurnya dari belakang.
" kakak, Zahra kaget tau " ujar Zahra kesal, Mia tertawa karena sudah berhasil mengejutkan Zahra,.Mia sudah memperhatikan Zahra dari selesai overan tadi , Zahra terlihat sangat serius dalam mempelajari kasus pasiennya. sehingga Mia punya pikiran untuk menjalin temannya itu.san ternyata berhasil.
" serius amat Ra " ujar Mia di sela tawanya.
" harus dong kak, kalau gak di pelajari takutnya nanti salah dalam memberikan asuhan keperawatan nanti nya kak " jawab Zahra yang kembali meneliti pemeriksaan nya.
" Ra kakak turut berduka cita ya atas kepergian kakek " ujar Mia pelan sambil memegang bahu Zahra .
" iya, makasih ya kak " jawab Zahra sambil tersenyum." makasih doanya kak" ujar zahra lagi.
" Kamu cuti satu Minggu, apa ada yang akan kamu tanyakan tentang pasien ini ?" Mia sebagai Katim di team itu punya kewajiban untuk membimbing team nya agar tidak berbuat kesalahan , untuk itulah ia menghampiri Zahra dan menanyakan apakah ada yang membuat Zahra bingung agar tidak salah dalam memberikan asuhan keperawatan nantinya .
" Sejauh ini masih aman kak, nanti kalau ada yang tidak Zahra mengerti ,Zahra akan tanyakan ke kakak ya " ujar Zahra sambil tersenyum.
" baik lah, jangan sungkan untuk bertanya ya "
" baik lah kak " jawab Zahra
setelah melakukan pemeriksaan ,Zahra lalu memindahkan hasil pemeriksaan nya pada kertas observasi pasien.
menjelang siang satu - satu dokter datang melakukan visite pasien termasuk Aziz .
Aziz datang memeriksa pasien yang kemaren selama satu Minggu visite nya telah di gantikan oleh dokter pengganti.
Zahra yang sedang sibuk memasang infus pasiennya yang tadi sempat macet sehingga tidak menyadari kehadiran Aziz di ruangan itu.
Saat memeriksa pasiennya, Aziz terus mencuri - curi pasang pada Zahra , Aziz.sedikit kesal karena Zahra tidak tidak melihat kearahnya sama sekali dan terkesan cuek dengan kehadiran dirinya.tidak seperti perawat - perawat yang lain yang berusaha mencari - cari perhatiannya sedari tadi sehingga membuat Aziz gerah.
Zahra sudah selesai memasang infus pasiennya, Zahra kembali ke meja kerjanya setelah melamun pemeriksaan pasiennya dan mencatatnya kedalam lembar observasi pasien.
Zahra terlihat sangat lelah, Zahra duduk di kursi dekat meja kerjanya sambil mengelus tengkuknya yang terasa pegal setelah sekian lama mencari infus pasiennya yang ternyata cukup sulit itu.
Aziz yang awalnya kesal di cuekin oleh Zahra menjadi merasa kasihan ketika melihat wajah lelah istrinya itu, Aziz mendekati Zahra bermaksud ingin menyapa istrinya itu sekalian memeriksa pasiennya yang saat ini Sadang di tangani oleh Zahra.
__ADS_1
" Capek ya sayang " ujar Aziz dari belakang Zahra sambil membantu mengurut tengkuk Zahra yang Aziz pikir pasti pegal karena zahra dari tadi terlihat terus mengelus tengkuknya itu.
Zahra kaget ketika tiba - tiba mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan sayang dan mengurut tengkuknya yang terasa sedikit pegal itu.
" Abang " Zahra spontan memanggil Aziz dengan panggilan Abang.
Mia yang sedari tadi menemani Aziz visite pasien merasa kaget dan bingung dengan panggilan Aziz dan Zahra yang berbeda dari biasanya , ternyata tidak hanya Mia yang mendengar panggilan tersebut , para dokter yang masih berada di ruangan itu yang sedang melakukan visite pasien sama halnya dengan Aziz lakukan beserta team perawat yang lain juga ikut mendengarnya walau pun oleh mereka terdengar kurang jelas di telinga mereka karena jarak mereka dengan Zahra dan Aziz yang sedikit jauh, tapi mereka tetap merasa penasaran dengan panggilan Aziz dan Zahra yang tidak seperti biasanya itu.
Semua orang yang berada di ruangan diam menatap Zahra dan aziz meminta penjelasan.
Mia yang saat itu berada paling dekat dengan Aziz dan Zahra mengerutkan keningnya menatap Zahra.
Zahra yang sadar telah menjadi pusat perhatian di ruangan itu panik dan menjadi salah tingkah, Zahra merasakan mukanya memanas , Zahra tidak dapat membayangkan entah merah seperti apa pipi nya saat ini, sementara Aziz yang merasa tidak ada yang salah dengan apa yang di ucapkannya tetap dengan sikap biasanya dan masih tetap mengurut tengkuk Zahra yang pegal.
" bang udah ya " ujar Zahra pelan sambil meminggirkan tangan Aziz dari tengkuknya.
Zahra menunduk malu, Zahra tidak tahu mau menjelaskan apa pada Mia, dokter dan teman - teman tim nya yang berada di sana saat ini.
' aduh ini muka mau di tarok Diman !!' rintih Zahra dalam hati.
Zahra terus menundukkan kepalanya malu, Aziz bingung menatap istrinya yang menunduk menyembunyikan mukanya itu.
" Ada apa sayang, kenapa kepalanya di tundukkan begitu " tanya Aziz yang masih belum menyadari keadaan.
' Aduh ini laki Napa gak sadar - sadar ya ' batin Zahra kesal.
." sayang " lagi -.lagi aziz memanggil Zahra dengan panggilan sayang .
Zahra memberanikan dirinya menatap Aziz, Zahra memberi kode Aziz agar melihat ke sekitar mereka.
Aziz tidak paham dengan kode yang di berikan istrinya, malah bertanya bingung pada Zahra
" Kamu kenapa sayang " tanya Aziz bingung.
Zahra menari Aziz untuk mendekatinya lalu berbisik di dekat kuping aziz.
" Abang coba deh lihat ke sekeliling abang " bisik Zahra minta Aziz untuk melihat ke sekelilingnya.
__ADS_1
Aziz mengikuti perkataan Zahra, Aziz tercengang dan menelan air liurnya kasar.