
Rio sedang berjalan terburu - buru bahkan terkadang setengah berlari menuju ruangan ICU dimana Mirna di rawat saat ini, wajah nya terlihat sangat gembira dan itu sangat jelas terlihat dari senyum yang terukir dari bibirnya yang hampir tidak terlihat setelah beberapa hari ini, Rio hanya membalas sapaan singkat dari rekan - rekan kerjanya yang kebetulan berpapasan dengan nya, saat ini pikirannya hanya terfokus pada kabar yang ia terima dari perawat ICU lewat panggilan telpon tadi.
Sudah hampir tiga hari Naira di rawat di ICU dengan kondisi yang belum sadar, tadi di saat sedang makan di kantin, Rio mendapat telpon dari perawat ICU dan mengatakan istrinya sudah bangun dari tidur panjangnya tiga hari ini, Rio yang sangat senang mendengar kabar itu langsung meninggalkan makanannya dan berlari menuju ruangan ICU, sebelum ke ruangan ICU rio tidak lupa mengabari Mirna dan Anton yang saat ini sedang berada di hotel tempat mereka menginap.
Setelah sampai di ruangan ICU, Rio langsung di sambut oleh perawat ruangan ICU dan perawat itu pun mempersilakan Rio masuk ke ruangan icu di mana Naira berada karena saat ini dokter yang merawat Naira juga sedang berada di sana memeriksa Naira dan juga sedang menunggu kedatangan Rio.
" Siang dokter " sapa Rio pada dokter yang telah merawat Naira dengan nafas yang ngos - ngossan akibat berjalan buru - buru karena sudah tidak sabar melihat istrinya yang sudah sadar seperti yang di katakan perawat ICU tadi.
" Siang pak Rio, selamat ya pak, istri bapak sudah siuman dan jika enam jam kedepan istri bapak stabil maka istri bapak sudah bisa kita pindahkan ke ruangan rawatan biasa ya pak " sahut dokter tersebut mejelaskan kondisi Naira.
" Jadi kondisi istri saya sudah mulai membaik dokter ??" Rio ingin memastikan lagi kondisi Naira yang sudah baik - baik saja pada dokter itu, karena Rio takut kalau nanti istrinya akan kritis lagi.
" ya Alhamdulillah, Bu Naira sudah stabil dan sudah mulai membaik pak, jika kedepannya tetap stabil maka bu Naira baru bisa kita pindahkan ya pak "
" baik dokter, terima kasih dokter " jawab Rio singkat senang, Rio mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan dokter tersebut, melihat Rio mengulurkan tangannya, sang dokter pun menyambut ukuran tangan Rio sambil tersenyum ikut bahagia melihat Rio bahagia, setelah saling bersalaman dokter pun berlalu dari ruangan itu meninggalkan Rio yang masih berdiri di sana.
Setelah kepergian dokter tersebut, Rio mendekati Naira yang masih terbaring lemah di atas bed pasien, Rio berdiri di samping Naira dan meraih tangan istrinya itu dan menggenggamnya erat, Rio menatap wajah istrinya yang juga sedang menatapnya dan tersenyum senang,
" Alhamdulillah, kamu akhirnya sadar juga nai " ujar Rio serta membelai kepala Naira dengan tangannya yang lain.
__ADS_1
" Bayi kita di mana kak " Naira yang merasakan perutnya sudah datar, langsung menanyakan tentang bayinya. Naira takut bayinya akan naik - baik saja, Naira kembali teringat ketika perutnya terbentur stri mobil sewaktu ia berhenti mendadak untuk memastikan kondisi Zahra apa kah terluka parah atau tidak, dan setelah melihat Zahra yang tidak bergerak lagi, Naira langsung membawa mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata, Naira semakin mempercepat laju mobilnya ketika secara tidak sengaja Naira melihat ada beberapa orang mengejarnya dengan menggunakan motor, Naira berhasil lolos dari orang yang mengejarnya, tapi Naira merasakan perutnya sakit dan mulas, semakin lama semakin sakit , Naira pun memutuskan untuk plg kerumah, namun setelah sampai rumah sakit di perutnya semakin kuat ia rasakan, samar - samar Naira mendengar suara seseorang memanggil - manggil nama nya, dan beberapa menit kemudian, Naira sudah tidak tahu apa - apa lagi.
" Nai, apa kamu baik - baik saja ?? " melihat Naira yang hanya diam dan Rio pun menjadi cemas, Rio menepuk - nepuk pelan pipi Naira dan membangunkan Naira. Merasa ada seseorang yang menepuk pipinya, Naira kaget dan tersadar dari lamunannya.
" Bayi ku dimana kak ?? " tanya naila mengulangi pertanyaannya .
" Anak kita lahir selamat, tapi karena kondisinya yang masih premature jadi dokter menyarankan untuk di rawat di dalam inkubator di ruangan Nicu" jawab Rio jujur, Rio memang tidak menyembunyikan kondisi anak nya pada Naira, tapi tidak semuanya juga yang bisa di katakan Rio dengan jujur, Rio masih belum berani memberi tahu Naira jika kondisi bayi mereka saat ini sangat berat, karena Rio tidak mau Naira jadi kepikiran dan itu akan berakibat pada kondisi Naira nanti.
" Tapi bayi kita sehat kan kak ?" tanya Naira yang masih belum puas dengan jawaban Rio
" Anak kita baik - baik saja nai, kamu jangan khawatir ya, cepat lah sembuh, agar bisa lihat bayi kita ke ruangan NICU ya, bayi kita belum bisa di bawa keluar ruangan Nicu nai, karena tubuhnya masih kecil " jawab Rio memberi semangat Naira untuk sembuh.
Rio sengaja untuk tidak bertanya dan membahas dulu tentang kejadian di hari naas itu, tapi bukan berarti Rio tidak akan menanyakannya, Rio akan tetap meminta penjelasan Naira tapi tunggu Naira betul - betul sembuh terlebih dahulu, biar lah untuk saat ini Naira berpikir ia tidak tahu apa - apa tentang kejadian tiga hari yang lalu yang mengakibatkan Zahra terluka dan belum sadar sampai saat ini.
Saat ini, Rio berpikir dan akan fokus pada kesehatan Naira dulu,
" Naira !!! " tiba - tiba terdengar suara teriakan seorang perempuan dan masuk keruangan rawat Naira. Rio dan Naira pun menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang sudah memanggil nama nya, walau tidak melihat pun, sebenarnya Naira sudah tahu kalau itu ibunya.
" Ibu..."
__ADS_1
Mirna memeluk tubuh Naira erat dan menangis, Mirna menangis karena ia merasa bahagia putrinya sudah sadar dan sudah melewati masa kritisnya. Mirna tidak dapat membayangkan jika Naira pergi meninggalkannya selama - lamanya, selama ini Mirna bertahan hidup hanyalah karena Naira putri nya itu.
Naira membalas pelukkan ibunya ikut menangis.mirna menarik tubuhnya sedikit menjauh ketika ia mendengar Naira berdesis menahan rasa sakit.
" Kamu tidak apa - apa kan nak??! " tanya Mirna khawatir.
" Naira gak apa - apa Bu, cuma terasa sakit aja di bagian perut bawah Naira " jawab Naira sambil berusaha meraba dan mengelus nya.
" Itu Karana luka Caesar kamu yang belum kering nak, "
" Jadi nai lahirin bayi Naira lewat jalan Caesar ya Bu ?? " tanya Naira sedikit kecewa. karena keinginannya ingin melahirkan dengan cara normal tidak terwujud.
" Iya nai, waktu itu kondisi kamu tidak memungkinkan untuk kamu lahiran normal, jadi aku langsung tandatangan dan menyetujui tindakan itu. " jawab Rio merasa bersalah , Rio merasa bersalah karena tidak bisa mewujudkan keinginan Naira untuk melahirkan normal.
" Aku ingin melihat anak ku kak "
" Kamu belum bisa kesana nai, kondisi kamu belum pulih sempurna, nanti setelah kondisi kamu sudah lebih baik aku akan bawa kamu untuk menjumpai bayi kita. " bukannya Rio tidak mau membawa naira menjumpai bayi mereka , tapi kondisi Naira yang belum pulih dan baru saja siuman menurut Rio akan berisiko bila membawa Naira ke sana.
Sementara itu di luar ruangan Naira, Anton tak henti - hentinya mengucapkan syukur karena putrinya sudah siuman dan baik - baik saja.
__ADS_1
Anton memilih untuk tetap berada di luar, karena Anton belum siap untuk bertemu dengan putrinya itu.
" Ayah ikut senang melihat kamu baik - baik saja nai, cepat lah sembuh, ayah akan berusaha untuk membantu kamu terbebas dari hukuman itu nak, " gumam Rio pelan, pandangannya terus menatap ke arah bed pasien di mana Naira istirahat.