
Semua keluarga sedang sarapan bersama di meja makan, Aziz dan Zahra dari semalam sudah menginap di pak Widodo karena hari ini tepatnya nanti malam adalah hari dimana akan menjadi hari yang bahagia dan bersejarah bagi Aziz dan Zahra, terutama untuk keluarga widodo.
Nanti malam adalah malam resepsi pernikahan Aziz dan Zahra di laksanakan, sekaligus malam ini pak Widodo akan mengumumkan Aziz anak laki - laki yang selama ini tidak terekspos oleh media dan tidak pernah terpublikasi kan sebagai anak laki laki pak widodo dan Bu Susan serta sebagai pewaris sah dari Widodo group. Sesuai permintaan pak Widodo Aziz akhirnya menerima permintaan papinya untuk mempublikasi kan dirinya sebagai penerus dari Widodo group. walau pun untuk itu semua membutuhkan drama yang panjang hingga Aziz menyetujuinya.
Sudah cukup selama ini Aziz bersembunyi dari statusnya itu dan ini lah saatnya bagi Aziz menunjukkan wajahnya sebagai penerus dari semua usaha keluarganya yang selama ini tidak orang ketahui Selama ini Aziz meminta keluarganya untuk tidak mengekspos dirinya karena Aziz ingin berhasil dari usahanya sendiri tanpa adanya embel - embel nama orang tuanya .
Sebenarnya saat itu pak Widodo merasa keberatan dengan permintaan anak laki - lakinya itu, tapi dalam waktu singkat Aziz mampu menunjukkan kemampuannya sehingga pak Widodo pun menerima permintaan Aziz tapi dengan syarat jika waktunya sudah tiba nanti maka Aziz harus bisa menerima dan setuju untuk di publikasikan ke dunia bisnis.
Dan hari itu sudah tiba, nanti malam adalah waktu yang sudah di pilih oleh pak Widodo dan keluarganya bertepatan dengan pesta pernikahan Aziz yang belum sempat di laksanakan.
Rencananya hari ini setelah sarapan, semua keluarga akan langsung ke hotel, dan akan beristirahat di hotel sebelum acara di mulai.
Sementara itu keluarga besar Zahra sudah berada di hotel dari semalam , pak Widodo sudah menawarkan untuk menginap di rumah mereka , tetapi keluarga Zahra menolak tawaran pak Widodo karena tidak mau merepotkan keluarga besan nya itu.
Akhirnya dengan hati yang berat, Bu Susan mengizinkan keluarga Zahra untuk menginap di hotel.
Zahra dari semalam sudah merasa tidak enak badan dan sedikit pusing, tapi Zahra tidak memberi tahukan suaminya, karena Zahra tidak ingin keluarganya panik. sementara nanti malam adalah acara yang sudah lama di tunggu - tunggu oleh keluarga besar suami dan keluarga besar Zahra.
Zahra tidak mau gara - gara dirinya sakit, akan menghancurkan acara nanti malam yang sudah capek - capek di urus oleh mertuanya.
Zahra merasakan sangat mual, apa lagi ketika ia melihat telur mata sapi yang ada di atas meja saat ini, entah mengapa Zahra merasa mual ketika melihat telor mata sapi itu, padahal itu adalah salah satu menu kesukaan Zahra.
" Sayang, kamu kenapa ?" Bu Susan yang tidak sengaja melihat Zahra yang tidak semangat seperti biasanya dan sedikit pucat merasa cemas dan heran, biasanya Zahra akan semangat untuk sarapan jika ada menu nasi goreng dan telur mata sapi di atas meja, tapi kali ini Zahra terlihat tidak bersemangat melihat menu sarapannya. dari Tandi Zahra lebih sering mengaduk - aduk sarapannya saja ketimbang memakan sarapannya itu, karena merasa heran akhirnya Bu Susan pun bertanya kepada Zahra.
" Kamu sakit sayang ? dan mami lihat kamu sedikit pucat dan tidak selera makan , ada apa sayang? tanya Bu Susan cemas,
" Padahal menu sarapannya nasi goreng dan telur mata sapi kesukaan kamu loh " tanya Bu Susan lagi.
Semua mata tertuju pada zahra, Aziz yang tidak menyadari istrinya sedang tidak nafsu makan ikut memalingkan mukanya ke arah Zahra yang berada sampingnya.
" Zahra gak apa - apa kok mi, cuma kurang istirahat aja " jawab Zahra merasa bersalah.
__ADS_1
" Ya udah kamu sarapan dulu yang banyak, setelah ini kita langsung ke hotel, dan kamu bisa istirahat di hotel aja Sampai acara di mulai nanti ya " sahut Bu Susan dan meminta Zahra untuk lanjut sarapannya, kemudian langsung berangkat ke hotel agar Zahra bisa istirahat,.sementara Bu Susan akan mengecek ulang persiapan acara nanti malam bersama WO yang sudah mereka sewa.
" iya mi." jawab Zahra menganggukkan kepalanya dan tersenyum .
" Kamu makan yang banyak ya sayang, biar nanti ada tenaga saat acara nanti malam " sahut Oma sambil memasukkan telur mata sapi ke sukaan zahra ke dalam piring sarapan Zahra.
Aziz tersenyum senang melihat perhatian yang diberikan keluarga pada istrinya itu
Ketika Oma menambahkan telor mata sapi ke piring nya, Zahra tidak bisa lagi menahan mualnya, Zahra berdiri dan berlari ke arah kamar mandi yang berada di dekat dapur.
Zahra langsung masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi lambungnya di wastafel kamar mandi.
Melihat Zahra yang berlari kekamar mandi. Aziz dan yang lain juga ikut berlari ke arah yang di tuju Zahra, wajah penuh kecemasan tersirat di wajah masing - masing .
Aziz menerobos masuk ke kamar mandi, aziz bisa masuk ke kamar mandi karena pintu kamar mandi yang tidak terkunci, Aziz melihat Zahra sedang memuntahkan semua makanan yang di makan nya.
" Sayang kamu kenapa ?" tanya Aziz cemas sambil memijit - mijit tengkuk Zahra berharap mual dan pusing nya berkurang.
Setelah mual dan muntah nya reda, Zahra mencuci mulutnya dengan air yang mengalir dari kran air.
Zahra merasa lemas dan tidak berdaya, untuk berdiri di kedua kakinya saja Zahra sudah tidak sanggup.
" Abang ..hik...hik...hikkk " Zahra hanya mampu menangis dan memeluk Aziz yang saat ini sedang memeluknya, tidak ada kata yang terucap dari bibir Zahra , yang terdengar hanya suara tangisan.
Aziz merasa tidak tega melihat istrinya yang lemas setelah memuntahkan makanan yang di makannya. Aziz menghapus air mata istrinya yang terus mengalir, Aziz yang jarang melihat istrinya manja bahkan sampai menangis seperti ini merasa heran dengan perubahan istrinya itu.
Aziz menggendong tubuh Zahra yang lemas keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di sofa depan tivi. keluarga yang lain yang tadi menunggu cemas di luar kamar mandi ikut mengikuti Aziz dari belakang dengan cemas.
Terutama Oma minan,Oma merasa sangat cemas dan bersalah, karena tadi sudah memaksa Zahra untuk sarapan yang banyak, agar kuat di saat acara nanti malam .
" Zahra kenapa ziz ? " tanya Oma minan pada Aziz.
__ADS_1
Oma mendekati Zahra dan Aziz, Oma duduk di samping Zahra sambil menatap Zahra iba yang terlihat begitu lemas tak berdaya , wajah Zahra juga terlihat pucat
".Aziz belum tahu Oma, tadi di kamar mandi Zahra memuntahkan semua isi perutnya sampai tidak ada lagi yang di memuntahkannya Oma " jawab Aziz sambil memeriksa istrinya itu.
" Loh ada apa ini " Tiba - tiba suara seseorang terdengar dari ruang tamu,.orang tersebut sedang menuju ruang keluarga tempat zahra istirahat saat ini.
Semua orang di ruangan itu mengalihkan tatapannya pada surat yang baru masuk tadi. Profesor rayyan melangkahkan kakinya menuju ke arah di mana Zahra istirahat saat ini.
" Ada apa dengan istrimu ziz ? " tanya profesor rayyan pada Aziz.
" Zahra muntah - muntah ketika sedang sarapan tadi om " jawab Aziz menjelaskan .
" Apa om boleh periksa istri kamu ?" tanya dokter rayyan atau di panggil prof itu meminta izin pada Aziz, profesor rayyan sengaja minta izin Aziz dulu sebelum memeriksa Zahra, mengingat bagaiman cemburu dan posesifnya Aziz pada Zahra tidak peduli itu keluarga nya sendiri.
Aziz menatap profesor rayyan sejenak, kemudian memilih mundur memberi ruang pada profesor rayyan untuk memeriksa istrinya
".Silahkan om " jawab Aziz mempersilahkan profesor rayyan memeriksa zahra.
Dokter rayyan mendekati Zahra dan mulai memeriksa Zahra dengan teliti.
Semburat senyum tipis terpancar di wajahnya, kemudian profesor rayyan meminta chelsea untuk memanggil istrinya yang masih berada di luar.
". Chelsea, tolong kamu panggilan Tante ayu di luar ya, bilang om ada perlu " perintah profesor rayyan pada chelsea, dengan patuh chelsea memanggil ayu istri profesor rayyan yang masih berada di luar.
Semua orang menatap heran pada profesor rayyan yang meminta chelsea memanggil istrinya .pak widodo pun bertanya pada profesor rayyan.
" Kenapa memanggil kak ayu kak, bagaimana dengan kondisi Zahra ?" tanya pak Widodo bingung, profesor rayyan bukan nya menjelaskan kondisi Zahra tapi malah memanggilkan istrinya untuk masuk.
" Tenang saja, untuk kasus Zahra hanya ayu yang bisa jawab " sahut profesor rayyan sambil mendekati pak Widodo .
" Siap - siap, nanti malam sepertinya bukan hanya pesta pernikahan mereka dan pengumuman Aziz sebagai putra mu saja yang perlu kamu umumkan, tapi siap - siaplah untuk mengumumkan Anggota baru yang akan datang " bisik profesor rayan pelan di samping pak Widodo, saking pelannya suara profesor rayyan jadi tidak ada yang mendengar kecuali mereka berdua.
__ADS_1
Pak Widodo menatap kakak nya bingung, sementara profesor rayyan hanya senyum - senyum saja.