CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 176


__ADS_3

Zahra sudah selesai memberikan asi pada ketiga putranya secara bergantian, dan kini ketiga bayi itu kembali tidur di dalam incubator setelah kenyang menyusu ke bundanya.


Sedang kan Zahra sang ibu, terlihat sedang tidur setelah menyusui ketiga bayi nya dan setelah diperiksa dokter ayu terlebih dahulu.


Mungkin faktor masih kelelahan setelah proses lahiran semalam di tambah harus menyusui ketiga bayinya, tidak butuh waktu lama untuk Zahra memejamkan matanya, Aziz dan yang lain sengaja membiarkan Zahra untuk tidur agar tenaga nya cepat pulih dan mengingat waktu Zahra akan banyak terganggu nantinya karena harus memberikan asi pada si kembar.


Dokter ayu yang sengaja datang pagi - pagi untuk memeriksa kondisi Zahra, ikut merasa senang melihat ketiga bayi lucu itu sedang tidur nyenyak dalam incubator nya masing - masing.


Kedua perempuan yang baru mendoakan gelar sebagai nenek itu sedang asik bercanda menatap kembar tiga dengan senyum yang tak henti - hentinya terlukis dari bibir mereka ,berbagai pujian dan doa mereka ucapkan untuk si kembar dan Zahra.


" Mereka sangat lucu da menggemaskan yak dek , persis seperti Aziz waktu kecil "ujar dokter ayu dengan pandangan yang tdiak lepas dari ketiga bayi itu


" Iya kak, sama persis seperti Aziz sewaktu kecil, semua nya mereka ambil dari ayah nya, hanya sebagian kecil saja yang mereka ambil dari Zahra, itu coba kakak lihat, yang besar bibirnya menyerupai zahra, yang no dua matanya persis seperti Zahra sedangkan yang kecil bentuk hidung nya yang mirip dengan Zahra " jawab bu Susan mejelaskan


Dokter ayu memperhatikan ketiga bayi itu dengan seksama, ternyata apa yang di katakan Bu Susan benar, masing - masing dari bayi itu hanya mengambil sebagian kecil dari Zahra dan selebihnya mereka ambil dari Aziz ayah nya.


" Benar ya dek, karena wajah mereka sangat mirip dan susah membedakannya, jadi mereka menjadikan utu sebagai pembeda mereka dek " jawab dokter ayu membenarkan ucapan Bu Susan


" Iya kak, awalnya aku juga bingung membedakan mereka bertiga, tapi setelah di lihat secara seksama aku bisa membedakan mereka dari mata, bibir dan hidung mereka yang semuanya mirip dengan Zahra kak " jawab Bu Susan lagi dan dokter ayu pun menganggukkan - anggukkan kepalanya mengerti dan paham dengan apa yang di jelaskan Bu Susan.


Kemudian kedua nenek itu kembali asik melihat dan memperhatikan cucu - cucu mereka dari luar incubator tanpa tanpa menyentuh Mereka, bukannya ke dua nenek itu tidak mau menyentuh bayi kembar dan menggemaskan itu, tapi mereka lebih menjaga ke stabilan kondisi bayi - bayi itu agar tidak jatuh sakit karena terlalu sering di sentuh, apa lagi mereka lahir dalam keadaan tidak cukup bulan.


Sementara itu, pak Widodo sedang duduk bersama Aziz di meja makan, pak Widodo sedang membaca koran dengan secangkir kopi di depannya, sedang kan Aziz sedang sibuk dengan sarapannya.


" Mertua mu sudah di kabari kalau anak kalian sudah lahir ziz ?'pak Widodo menatap Aziz yang sedang menyantap sarapan nya yang bisa di katakan sudah terlambat untuk ukuran sarapan pagi.


Aziz baru bisa sarapan setelah Zahra selesai memberikan asi pada ketiga putranya, Aziz betul - betul membantu dan menemani Zahra selama Zahra memberikan asi pada ketiga putra nya itu.


" Astaghfirullah , Aziz lupa Pi " jawab Aziz kaget, saking senangnya melihat ketiga anak - anak nya lahir dengan selamat, Aziz sampai lupa mengabari keluarga Zahra jika putra mereka sudah lahir.


Pak Widodo menatap aziz dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dengan kepala yang di geleng - gelengkan, ia kesal dan tidak habis pikir, bisa - bisanya Aziz lupa mengabari keluarga zahra atas kabar kelahiran anak mereka yang juga cucu yang sedang di nanti - nanti oleh keluarga Zahra.


" Kok bisa - bisanya kamu lupa sih ziz ?! " tanya pak Widodo kesal


" Maaf Pi, Aziz betul - betul gak ingat Pi, semalam Aziz udah lelah setelah menemani Zahra lahiran, trus langsung istirahat setelah Zahra tidur Pi, biar aziz telpon sekarang ya Pi " jawab Aziz yang langsung meraih ponselnya dan menghubungi sandi mengabari Zahra sudah lahiran dengan selamat.

__ADS_1


" Cepat hubungi mertua mu, dan kabari bahwa anak - anak kalian sudah lahir, hubungi sekarang ziz !" sahut pak Widodo yang menyuruh Aziz untuk mengabari keluarga zahra segera


" Iya pi, ini Aziz mau hubungi ayah sandi Pi " jawab Aziz sambil mengotak Atik ponselnya mencari nomor sandi di ponselnya itu.


"Jadi kamu belum mengabari mertua kamu ziz.??" tanya Bu Susan mendekati Aziz, Bu Susan tadi tidak sengaja mendengar percakapan Anata suami dan putranya itu. Karena penasaran Bu Susan langsung bertanya pada Aziz.


" Belum mi,.Aziz lupa " jawab aziz sambil memanggil nomor sandi.


" Kok bisa lupa sih ziz ???" tanya Bu Susan menggeleng - gelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan putranya itu, bisa -bisanya Aziz melupakan keluarga istrinya di saat momen - momen bahagia yang sudah lama di tunggu - tunggu oleh keluarga besar kedua belah pihak.


" Maaf mi, Aziz betul - betul lupa."


Tak lama menunggu, di panggilan ke tiga akhirnya panggilan telpon aziz ada sandi di jawab sandi dari seberang sana


" Halo, assalammualaikum ziz " sopa sandi dari seberang sana.


" waalaikumsalam ayah, ayah apa kabar ?" tanya Aziz berbasa basi.


" Alhamdulillah , kabar ayah dan keluarga di sini baik dan sehat sehat saja ziz " jawab sandi.


" Alhamdulillah , Zahra baik - baik saja yah, dan kami semua di sini baik - baik semua "


" Syukurlah Alhamdulillah " jawab Aziz lega.


" Jadi ada apa kamu telpon ayah pagi - lagi ziz ?"


" Mmmm.. Ini yah, Aziz mau mengabari ayah, tapi sebelum nya Aziz mau minta maaf mungkin Aziz terlambat mengabari ayah "


" Soal apa ziz ?"


" Aziz mau mengabari Zahra sudah melahirkan tadi malam yah, ketiga putra kami dan cucu - cucu ayah lahir dengan selamat begitu juga dengan Zahra dalam kondisi yang baik - baik saja. " ujar Aziz memberitahu sandi atas kelahiran putra kembarnya dan sekaligus menyampaikan kondisi Zahra yang baik - baik saja setelah lahiran.


" Alhamdulillah , ini kabar yang sangat menggembirakan untuk kami nak, baik lah ayah akan menyampaikan kabar baik ini kepada yang lain, insyaallah kami akan berangkat secepatnya kesana menjenguk Zahra dan cucu - cucu ayah nak " sahut sandi di sebrang sana dengan suara yang sangat gembira.


" baik lah ayah, kami tunggu kedatangan ayah dan keluarga di sini, hati - hati lah di jalan nanti ya ayah " jawab aziz ikut senang mendengar keluarga Zahra akan datang melihat si kembar dan Zahra .

__ADS_1


" Iya nak, sampaikan salam ayah pada Zahra dan semua keluarga mu ya nak, nanti setelah Sampai di sana kami kabari ya nak "


" Baik lah ayah, kalau begitu aziz tutup telponnya dulu ya yah , assalammualaikum "


" Baik lah nak, waalaikumsalam "


panggilan telpon terputus setelah Aziz dan sandi saling mengucapkan salam.


" Keluarga Zahra kemungkinan besok akan datang ke sini Pi,mi , mereka titip salam untuk kita semua " ujar Aziz menyampaikan salam sandi pada pak Widodo dan bu Susan.


" Waalaikumsalam " jawab pak Widodo dan bu Susan bersamaan


" Kalau begitu mami akan mempersiapkan semuanya untuk menyambut mereka Pi " ujar Bu Susan pada suaminya.


" Iya mi, jangan sampai ada yang kurang, kita sambut mereka dengan senang hati di sini " jawab pak Widodo mendukung ucapan istrinya.


" Baik lah Pi, mami akan belanja dulu untuk membeli segala sesuatunya agar di saat mereka datang tidak akan ada kekurangan apa pun termasuk belanja bahan makanan Pi "


" Biar papi temani mi " jawab pak.widood yang ingin menemani istrinya belanja .


" ziz, mami dan papi pergi belanja dulu, nanti jam makan siang, mami dan papi akan ke sini lagi sekalian membawakan makan siang untuk kamu dan Zahra, tolong jaga Zahra dan cucu mami baik - baik ya, kalau ada apa - apa kamu segera hubungi mami atau papi " pesan Bu Susan pada Aziz sebelum pergi.


" Iya mi, nanti Aziz titip susu untuk ibu menyusui buat zahra ya mi "


" Baik lah, mami dan papi pamit dulu ya ziz "


" Iya mi,Pi " Aziz pun mencium punggung tangan papi dan mami nya sebelum kedua orang itu pergi meninggalkan ruangan Zahra untuk pergi belanja seperti yang sudah di katakan Bu Susan tadi.


" Tante juga pamit ya ziz, Tante mau visite pasien dulu " dokter ayu juga izin pamit pada Aziz karena harus melanjutkan tugasnya sebagai dokter di rumah sakit itu.


" iya Tan, makasih ya Tan " jawab Aziz menyalami dokter ayu dan mencium punggung tangan dokter ayu sopan.


Setelah mami,papi dan tantenya pergi, Aziz menutup pintu kamar rawatan Zahra, dan mengunci pintu itu dari dalam, lalu Aziz berjalan mendekati incubator anak - anak nya, Aziz menatap ketiga anak - anaknya dengan perasaan yang tidak bisa di lukis kan dengan kata - kata, yang pasti ia merasa sangat bahagia telah di percaya menjadi ayah dari tiga putra nya sekaligus.


Setelah memastikan ketiga bayinya tidur dengan nyenyak , Aziz lalu mendekati Zahra di bed pasiennya, Aziz naik keatas tempat tidur itu dengan perlahan karena ia takut akan membangunkan Zahra dengan pergerakan nya. Lalu aziz ikut merebahkan tubuhnya di samping Zahra, rasa lelah dan mengantuk yang dari tadi ia coba tahan sudah tidak sanggup lagi di tahan nya.

__ADS_1


Aziz berminat untuk tidur sejenak menyusul istri dan anak - anak nya berhubung ketiga anak - anak nya juga sendang tidur. setelah mengecup kening Zahra lembut, Aziz pun memejamkan matanya dengan berbaring menghadap Zahra dan tidak lupa sambil memeluk tubuh istrinya itu.


__ADS_2