
Sandi baru saja sampai di depan rumahnya,.sandi menatap rumah itu dari dalam mobil nya dengan perasaan yang bercampur aduk, di rumah itu, ia dan intan memulai kehidupan mereka, dan di rumah itu juga ia membiarkan intan kesakitan karena egonya.tidak hanya itu, di rumah itu juga ia menjalani hidupnya bersama Mirna dan Naira yang ia pikir putri kandungnya selama ini.
Terlalu banyak luka yang ia terima ketiak melihat rumah itu, " andai kamu tahu Tan, aku tidak pernah merasa bahagia hidup bersama Mirna, kebahagiaan ku hanya bersama kamu Tan " rintih sandi dalam hati.
Lama sandi terdiam di dalam mobilnya sambil menatap ke arah rumah tersebut.
Supir sandi tidak berani menyapa bos nya itu, karena ia melihat sandi sedang tidak baik - baik saja saat ini, itu terlihat dari wajah sendu dan tampilan kusut sandi saat ini yang beda dari biasanya.
Yah, setelah menemui Adam dan berbicara banyak dengan Adam di restoran tadi, sandi langsung minta di antar pulang kerumahnya oleh sandi pada sang supir.
Sandi berpikir Mirna mungkin sudah sampai.dan menunggunya di rumah sedari tadi, karena sandi dapat laporan dari orang kepercayaannya kalau Mirna langsung pergi tidak lama setelah sandi pergi tadi.
sandi kembali menarik nafas beratnya dan membuangnya kasar.sandinkuar dari mobil dan berjalan menuju kedalam rumahnya dengan langkah cepat, sandi tidak menghiraukan kehadiran pembantunya yang menyapa diri nya saat masuk tadi.sandi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan mirna yang tidak di jumpai ya di ruang tengah itu.
Sandi melangkah kan kakinya menuju kamar nya bersama mirna.dugaan sandi benar ternyata Mirna berada di kamar mereka duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu kedatangan sandi.
Mirna masih menggunakan pakaian yang sama seperti pakaian yang ia gunakan di hotel tadi, melihat itu sandi kembali teringat adegan panas Mirna di hotel dengan selingkuhannya itu, sandi semakin geram dan marah.
Sandi menatap Mirna garang ,.sementara itu Mirna yang tahu kedatangan sandi langsung bersujud di kaki sandi meminta maaf sambil menangis tersedu - sedu.
Sandi bukannya merasa kasihan yang ada ia semakin jijik melihat Mirna. Sandi menghempaskan tangan Mirna yang sedang menggenggam tangannya dengan kasar.
" Menjauh lah dari ku ******." ujar sandi dingin
".Bang, Mirna minta maaf bang, minta di paksa oleh Anton untuk melayani nya bang, ini salah Anton bang " ujar Mirna berusaha membela diri dan menyalahkan pasangan selingkuhannya itu.
__ADS_1
Sandi tersenyum mengejek," apa kamu bilang, di paksa , diancam " ujar sandi sinis, Mirna menganggukkan kepalanya.membenarkan ucapan sandi.
" Aku tidak bodoh mirna, kalau kamu di ancam dan dipaksa, kamu tidak mungkin akan menikmatinya Mirna , dan melakukannya berkali - kali bukan " Tanaya sandi senyum sinis.
" Tidak seperti itu bang , aku benar - benar di paksa dan di ancam bang " jawab Mirna masih bersikukuh dengan pembelaannya.
" aku jijik melihat kamu Mirna, mungkin perpisahan akan lebih baik buat kita " kata sandi masih tetap dengan nada dinginnya.
" tolong bang, jangan ceraikan kan aku, aku minta maaf bang " ujar Mirna memohon di kaki sandi.
Sandi diam sesaat " baik lah aku tidak akan menceraikan mu" jawab sandi tanpa memandang Mirna, mendengar sandi tidak jadi menceraikannya, Mirna tersenyum senang .
" makasih bang, Abang tidak menceraikan aku " katan Mirna senang sambil meraih tangan sandi dan mencium tangan itu.
sandi hanya membiarkan Mirna melakukan hal itu, sandi melihat senyum bahagia di terukir di bibir mirna, ber decih muak.
Mirna yang mendengar hal itu dan melihat ekspresi sandi saat mengatakan tiba - tiba merasa merinding dan takut.
" Ma..Maksud Abang apa ?" tanya Mirna terbata - bata.
" ya mulai sekarang , kamu yang akan membereskan rumah ini, mulai dari memasak sampai bersih - bersih,semua kamu yang akan lakukan sendiri tanpa bantuan bibi "
jawab sandi sambil berjalan mendekati sofa di kamar itu dan duduk di sofa itu sambil mengangkat kakinya ke atas meja.
" tidak bisa begitu dong bang , kan ada bibi yang melakukan itu semua " jawab Mirna tidak terima, yah semenjak menikah dengan sandi dan tinggal di rumah itu, Mirna tidak pernah lagi melakukan pekerjaan rumah tangga ,semuanya sudah beres di kerjakan oleh pembantu di rumah itu.
__ADS_1
dan sekarang sandi memintanya kembali melakukan hal yang tidak di sukainya itu lagi.mirna merasa syok dan tidak terima .
" kan aku sudah bilang, mulai sekarang semua tugas bibi kamu yang kerjakan, bibi akan aku berhentikan " ujar sandi lagi, Mirna kaget mendengar sandi akan memecat pembantunya itu.
" jika kamu tidak mau, kamu tinggal pilih kita bercerai atau kamu kerjakan seperti yang aku katakan tadi " sandi tidak memberi peluang pada Mirna untuk menolaknya .
Setelah berpikir sejenak, Mirna akhirnya menyetujui permintaan sandi dari pada ia di ceritakan oleh sandi, Mirna berpikir itu hanya untuk sementara ,setelah keadaan mulai membaik nanti ia akan membujuk sandi untuk mengembalikan bibi lagi untuk bekerja di rumah itu.
sandi tersenyum mengejek ketika Mirna menyetujui permintaannya.sandi sudah yakin Mirna akan memilih melakukan bersih - bersih ketimbang bercerai dengan dirinya.
" ini langkah awal menuju kehancuran kamu Mirna,aku akan membalaskan sakit hati intan dan putri ku pada mu " gumam sandi dalam hati.
" Dan mulai sekarang kamu silahkan pindahkan barang - barang kamu ke kamar pembantu , dan jangan sampai ada satu barang pun yang tersisa di sini." perintah sandi pada Mirna, Mirna kaget ketika sandi meminta nya untuk pindah ke kamar pembantu.
Mirna tidak bisa membayangkan bisa tidur dan istirahat di kamar yang kecil dan pengap itu.
" Yah jangan Seperi itu Dong bang, aku kan masih istri mu, jadi aku berhak atas kamar ini." kata Mirna yang menolak di suruh pindah ke kamar pembantu.
" aku tidak mau berbagi kamar dengan wanita menjijikkan seperti kamu" jawab sandi menatap Mirna tajam.
Mirna Hanaya bisa menelan Saliva nya kasar, tatapan sandi yang tajam membuat hati nya ciut seketika.
Dengan lemas Mirna akhirnya berdiri dan mulai mengumpulkan semua barang - barangnya untuk di bawa ke kamar pembantu.mirna sekali - kami melirik sandi yang duduk di sofa memperhatikan dirinya ber beres - beres. Mirna masih berharap sandi akan berubah pikiran dan memintanya untuk tetap tinggal di kamar itu.
" Bekerjalah dengan cepat, jangan lelet begitu, setelah kamu selesai membereskan dan memindahkan barang - barang kamu, tolong kamu sprei dan gorden kamar ini sekarang juga, aku tidak mau ada bagian dirimu yang tersisa di kamar ini." perintah sandi kemudian. Mirna merasa hatinya sakit saat sandi mengatakan itu, air matanya kembali menetes di pipinya
__ADS_1
Sandi tidak merasa iba sedikitpun pada Mirna, Yang ada saat ini, hatinya begitu benci dan jijik pada Mirna.