
Aziz terlihat sangat panik dan cemas, setelah sampai di IGD, aziz tidak segan segan nya membentak dan memarahi petugas medis yang bekerja di IGD yang menurut Aziz sangat lambat dalam menangani Zahra, semua petugas medis yang berjaga di IGD pagi itu berusaha bekerja keras untuk membantu menyelamatkan Zahra, selain itu mereka juga takut kena amukan kemarahan dari aziz yang notabenenya direktur sekaligus pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
Pak Widodo dan bu Susan yang baru saja sampai di IGD setelah mendapat kabar dari baby sister si kembar, langsung menemui aziz yang sedang marah - marah di ruangan IGD tersebut, masih untung keadaan IGD pagi ini sedang sepi jadi petugas medis yang berjaga fokus menyelamatkan Zahra.
Bu Susan langsung meraih Fauzan yang terus menangis tersedu - sedu dalam gendongan sang baby sitter, Bu Zahra merasa kasihan melihat cucunya yang menangis memanggil - manggil Zahra.
Sedangkan Pak widodo langsung berlalu masuk ke dalam IGD, pak Widodo tertegun melihat kondisi IGD begitu kacau, petugas medis terlihat mondar mandir dengan wajah tegang dan cemas. belum lagi suara aziz yang cukup keras membentak mereka yang sedang berusaha menyelamatkan Zahra.
Pak Widodo mendekati Aziz dan menenangkan Aziz, untuk kenyamanan petugas medis membantu Zahra pak widodo membawa Aziz untuk menunggu di luar saja.
" Ziz, tenangkan diri kamu, kalau kamu panik dan marah - marah seperti ini, itu akan membuat mereka tidak fokus dalam melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa Zahra." nasehat pak Widodo pada putranya itu
" Zahra Pi, Zahra banyak mengeluarkan darah, belum lagi, dari tadi Zahra belum bangun - bangun Pi " sahut Aziz sambil menunjuk - nunjuk pada Zahra yang tertidur lemah di atas tempat tidur pasien dengan mata yang tertutup dan wajah yang pucat, darah terus mengalir dari telinga dan bagian kepala Zahra yang terluka.
" Papi tahu, tapi kalau kamu seperti ini terus itu tidak bagus untuk konsentrasi petugas medis dalam memberikan penanganan pada Zahra nak, sebaiknya kita menunggu di luar, biarkan mereka bekerja menyelamat nyawa istrimu nak" bujuk pak widodo lagi, tapi aziz tetap menggelengkan kepalanya menolak ajakan pak widodo untuk menunggu di luar.
" Kamu lihat lah Fauzan nak, papi datang tadi Fauzan sedang menangis cukup keras, di butuh kamu untuk bisa menenangkan diri nya nak " mendengar nama Fauzan disebut, Aziz baru sadar, tadi ia datang ke rumah sakit bersama baby sister dan Fauzan. karena panik dengan kondisi Zahra yang kritis aziz sampai melupakan putranya Fauzan yang terus menangis dari tadi.
" Bagai mana kondisi Fauzan Pi, dimana Fauzan sekarang " tanya aziz pada pak widodo
__ADS_1
" Fauzan di luar, mami kamu berusaha mendiamkan nya dari tadi tapi belum berhasil, anak itu terus menangis memanggil - manggil bundanya " jawab pak Widodo menunjuk ke arah luar dimana Bu Susan dan Fauzan berada.
Aziz lalu berlari keluar menghampiri anak nya, dan ternyata apa yang di bilang pak widodo benar, Fauzan terus menangis dalam gendongan Bu susan sambil memanggil - manggil bundanya. Mata Fauzan sudah merah dan bengkak, suaranya sudah terdengar serak karena terus menangis dan berteriak.
Sementara petugas medis yang berada di IGD merasa lega setelah pak Widodo berhasil membawa aziz ke luar, sehingga mereka bisa fokus memberikan tindakan pada Zahra tanpa mereka mendengarkan bentakan dan makian Aziz pada mereka lagi.
Aziz menghampiri Bu Susan dan meraih Fauzan yang berada dalam gendongan Bu Susan, Aziz menggendong putranya itu dan mendekap putranya sambil berusaha mendiamkan Fauzan dengan cara membujuknya.
Cukup lama Fauzan menangis dalam gendongan Aziz, dan pada akhirnya anak kecil berusia tiga tahun itu terlelap dalam pelukan sang ayah akibat kelelahan karena menangis cukup lama.
" Bawa dia tidur di kamar pribadi kamu ziz, biar dia bisa tidur dengan nyaman tanpa di gendong " sahut Bu Susan ketika melihat Fauzan sudah tertidur dalam dekapan ayah nya.
" Kamu antar aja Fauzan kesana, nanti biar mami dan baby sitter yang akan menunggu dan menjagaFauzan di sana " kata Bu Susan lagi, Bu Susan mengerti dengan kondisi Aziz saat ini, tapi ia juga tidak mau melihat Fauzan yang tidur dalam dekapan ayahnya, pasti itu tidak nyaman untuk cucunya itu.
" Baik lah mi " setelah berpikir sejenak, akhirnya Aziz setuju, lagian apa yang di katakan sang mami ada benar nya juga, Fauzan pasti tidak nyaman tidur dengan posis di dekap seperti itu.
Setelah pamit dengan pak Widodo Aziz pun berlalu ke kamar pribadinya bersama Bu Susan dan baby sitter untuk menidurkan Fauzan di sana, setelah memastikan Fauzan tidur dengan nyaman, Aziz pun pamit pada Bu Susan untuk kembali ke IGD untuk melihat kondisi Zahra.
Sampai nya di IGD, ternyata pak Widodo sedang bicara serius dengan dokter yang membantu merawat Zahra di IGD, Aziz mempercepat langkahnya menghampiri pak widodo dan dokter tesebut.
__ADS_1
" Bagai mana kondisi istri saya dokter " tanya Aziz tanpa basa basi
" Eh dokter Aziz " dokter itu menyapa Aziz sopan.
".Apa yang terjadi dengan istri saya, bagai mana kondisi nya sekarang dokter ? "Aziz yang tidak sabar mendengar penjelasan dokter itu memberondong dokter itu dengan banyak pertanyaan.
" Maaf dokter aziz, sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja " kata dokter itu dan di katakan oleh aziz dan pak Widodo
Sampai di rumah dokter itu, Aziz dan pak Widodo duduk di sebelah meja sang dokter, Aziz yang tidak sabar kembali bertanya kondisi zahra pada dokter tesebut.
" Jadi gimana kondisi istri saya dokter ?" tanaya aziz, raut wajahnya nampak tegang dan cemas menunggu penjelasan dari dokter itu
" Kondisi ibu zahra masih kritis dok, tadi Bu zahra juga sempat henti jantung, dan ROSC satu kali setelah di lakukan pijat jantung, selain itu kondisi Bu Zahra juga banyak kehilangan darah sehingga kita harus melakukan transfusi segera dan Alhamdulillah kita punya stok darah yang cukup banyak untuk golongan darah yang sesuai dengan golongan Bu Zahra, apa lagi dengan riwayat Bu Zahra yang pernah menjalani operasi besar post kecelakaan beberapa tahun yang lalu, itu dapat memperberat kondisi Bu Zahra dokter, dan untuk sekarang Bu zahra masih belum sadar dan saya menyarankan agar Bu Zahra di rawat di ruangan ICU dokter " sahut dokter itu menjelaskan kondisi zahra pada Aziz dan pak Widodo.
Aziz meraup wajah nya kasar, aziz tidak menyangka kondisi istri nya separah itu, rasa takut kehilangan istrinya membuat Aziz frustasi dan gusar, dalam hatinya aziz mengutuk dirinya sendiri karena tidak becus menjaga istri dan anak - anak nya.
Pak Widodo menepuk pundak Aziz pelan memberikan kekuatan pada sang anak dan juga menghibur Aziz agar selalu tetap kuat, jujur, pak Widodo juga merasa terpukul setelah mendengar penjelasan dari dokter tadi, banyak pertanyaan yang memenuhi kepalanya saat ini termasuk pertanyaan bagai mana bisa kecelakaan itu kembali menimpa menantunya itu, ingin bertanya pada Aziz, namun waktu nya belum pas, Karena aziz terlihat sangat terpukul atas musibah yang menimpa sang istri.
" Lakukan yang terbaik dokter, tolong selamatkan putri saya dokter " jawab pak widodo yang meminta dokter itu melakukan yang terbaik untuk keselamatan Zahra.
__ADS_1