
" bagai mana cindi, sandi sudah bisa di hubungi ?' Tanya Adam lagi pada cindi yang di jawab cindi dengan gelengan kepala
" Abang kabari mama dan papa dulu ya, kamu terus usahakan untuk telpon sandi " kata Adam lagi pada cindi ,lalu Adam menghubungi mertuanya dan mengabari bahwa intan di bawa ke rumah sakit.
Mendapat kabar intan di bawa kerumah sakit, mertua asam tersebut langsung menuju rumah sakit dengan rasa khawatir takut ada apa - apa dengan menantu nya itu, karena adam mengabari intan tidak sadarkan diri.
Sementara itu cindi di buat kesal oleh sandi , bisa - bisa nya di kondisi darurat seperti ini ponselnya tidak bisa di hubungi.
Di lain tempat, pastinya di rumah Mirna ,sandi sedang bermain dengan gadis kecilnya. setelah pertengkaran hebat dengan intan tadi sandi langsung pergi ke rumah Mirna dan mematikan ponselnya , sandi mau menghindari intan untuk sementara waktu , sandi tidak mau di ganggu oleh intan dulu, sandi ingin menenangkan hati dan pikirannya dan berharap berasa di rumah Mirna dan bermain dengan putri kecilnya bisa menghibur hatinya dari kemelut masalah nya dengan intan .
sedangkan di rumah sakit saat ini Adam, cindi dan orang tuanya bingung mau melakukan apa pada intan , sesampainya orang tua cindi di rumah sakit bertepatan dengan dokter yang baru saja keluar dari ruang tindakan di mana intan di rawat, dokter mengabari jika intan mengalami pendarahan hebat dan harus segera di lakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya . dokter juga menjelaskan bahwa kecil ke kemungkinan untuk bisa menyelamat sang ibu karena kondisi intan yang saat ini tidak baik - baik saja, ini pilihan yang sangat sulit bagi mereka,karena yang berhak memutuskan semua ini harus lah sandi sebagai suami intan bukan mereka yang hanya mertua dan ipar.
" bagai mana ini ma "? tanya cindi kepada ibunya, " sandi dari tadi belum bisa di hubungi ma " keluh cindi lagi pada mamanya
Mama dan papa cindi saling tatap, papa cindi menarik nafas dalam berat dan menghembuskan nya " tidak ada jalan lain ma, kita harus memutuskan sekarang " ujar papa cindi pada istrinya , mama cindi menganggukkan kepala , mama cindi paham ini adalah keputusan yang sangat berat bagi mereka " kita harus menyelamat ibu dan bayinya." ujar papa cindi lagi
" lakukan yang terbaik untuk menanti dan cucu saya dokter " ujar papa cindi pada dokter yang masih berdiri di sana menunggu keputusan keluarga dan papa cindi mengambil berkas yang di sodorkan dokter kepadanya untuk di tandatangani dan meyerahkan kembali ke dokter tersebut setelah di tanda tangani nya.
" baik lah pak, kami akan melakukan tindakan segera kepada pasien ,kami berharap keluarga bisa bantu dengan doa, dan bapak silahkan ke bagian administrasi untuk menyelesaikan administrasi nya " ujar dokter tersebut dan berlalu kembali ke ruangan tindakan tempat intan berada untuk mempersiapkan tindakan operasi
" biar Adam yang mengurus administrasi nya pa" ujar Adam pada mertuanya, " papa dan yang lainnya nanti langsung aja ke kamar operasi menunggu intan nanti Adam nyusul setelah urusan di administrasi selesai " ucap Adam lagi pada mertuanya dan berlalu ke bagian administrasi untuk menyelesaikan semua urusan di sana.
Tante cindi dan kedua orang tuanya langsung menuju ruang tunggu kamar operasi, mereka menunggu intan yang sedang menjalani operasi di sana.
" sudah di coba lagi menghubungi sandi cin?" tanya papa cindi tiba - tiba diantara kesunyian di antara mereka karena sibuk dengan pikiran masing - masing yang sedang mengkhawatirkan kondisi intan dan anaknya di dalam sana .
" masih belum bisa di hubungi pa " jawab cindi putus asa.
__ADS_1
" kok bisa - bisanya sandi tidak bisa di hubungi, padahal istri dan anaknya berjuang di sini." ujar mama cindi kesal .
Tidak ada satu pun yang menanggapi kekesalan mama cindi saat ini ,karena semuanya juga kesal pada sandi yang seolah - olah tidak peduli sama anak dan istrinya padahal mereka tahu semua bagai mana perjuangan sandi dan intan untuk bisa mendapatkan keturunan di lima tahun usia pernikahan mereka.
" apakah operasinya sudah selesai " adam yang sudah selesai dengan urusan administrasi intan, langsung menyusul keluarganya ke ruang tunggu khusus untuk pasien yang sedang di operasi
" belum bang " jawab cindi singkat , " nggak tahu lah kok operasinya lama kali ya, waktu aku operasi lahiran Alif nggak selama ini lah bang " ujar cindi lagi heran.
" jangan ber seuzon dulu dek, siapa tahu operasinya memang lama, kita bantu dengan doa ya semoga semuanya di lancarkan " ujar Adam mencoba menenangkan cindi dan yang lainnya.
Tiga puluh menit berlalu, pintu kamar operasi terbuka , seorang perawat keluar sambil mendorong inkubator bayi ," keluarga ibu cindi "
Spontan Adam ,cindi dan kedua orang tuanya mendekat " kami keluarga intan suster " ujar cindi pada suster tersebut
" bayi ibu cindi sudah lahir tadi jam tujuh belas lewat empat lima tadi dan berjenis kelamin perempuan dengan panjang empat puluh delapan centi meter dan berat dua kilogram pak, bu" ujar suster tesebut mengabari pihak keluarga." suami pasiennya yang mana ya pak Bu"? tanya perawat itu lagi
" suami pasien masih dalam perjalanan mau kesini suster " jawab Tante cindi
" baik suster nanti saya sampaikan " jawab cindi lagi," apa kah kamu boleh melihat si dedeknya dulu suster?" tanya cindi lagi pada sister tersebut.
" silahkan Bu, tapi tidak bisa lama ya,karena dedeknya harus segera di bawa ke ruang NICU untuk perawatan lanjutannya Bu" jawab suster itu lagi,
Adam ,cindi dan orang tuanya mengelilingi inkubator yang berisi bayi intan di dalamnya
di sana Napak bayi intan bergerak - gerak aktif
" cantiknya cucu ku..." ucap mama cindi takjub melihat bayi mungil yang cantik tersebut dan di iyakan oleh yang lainnya .
__ADS_1
"Udah dulu ya pak Bu,nanti kalau mau lihat Adel bisa langsung aja ke ruangan Nicu, tapi tidak bisa masuk hanya lewat kaca aja pak Bu " ujar suster itu lagi memberitahukan cindi dan keluarga nya ,
" baik lah suster, saya titip cucu saya ya sus " ajar papa cindi kemudian
" Oya sus, bagai mana keadaan intan putri kami sis " kali ini nenek yang bertanya ke suster itu lagi, mereka sejenak terlena melihat Putri intan dan melupakan kondisi intan yang masih di dalam ruang operasi dan belum keluar sampai sekarang .
" untuk kondisi ibu pasien ,nanti dokter yang akan menjelaskan ya Bu" jawab suster itu lagi. setelah itu berlalu dari sana membawa bayi intan menuju ruang NICU .
Tak lama perawat itu pergi , dokter yang merawat intan keluar dari kamar operasi , cindi dan yang lainnya langsung mendekat dan menanyakan kondisi intan.
" bagai mana kondisi putri kami dok" tanya papa cindi pada dokter tersebut ,dokter itu memperhatikan keluarga pasien saru - satu dengan wajah lesu dan bersalah ,
" suami pasien sudah datang pak"? bukannya menjawab pertanyaan papa cindi , dokter malah bertanya tentang keberadaan suami intan
" belum dok, ponsel nya masih belum bisa kami hubungi " jawab papa cindi jujur, ada rasa yang tak bisa di ungkapkan oleh papa cindi saat ini, yang pasti pap cindi merasa ada yang tidak baik - baik aja saat ini.
Dokter menghembuskan nafasnya ,dan menundukkan kepalanya sebentar .
" dok ,apa yang terjadi, kenapa intan masih belum keluar dari kamar operasi dok" giliran cindi yang bertanya karena dokter masih belum memberikan penjelasan apa pun pada mereka
" maaf bapak dan ibu, kami sudah berusaha sebaik - baik nya, seperti yang saya bilang di awal tadi kondis ibu sangat mengkhawatirkan sebelum operasi" dokter diam sejenak " maaf kami tidak bisa menyelamatkan ibu bayi, pasien meninggal setelah bayi nya di lahirkan, tepatnya jam delapan belas lewat sepuluh menit pak Bu , kami sangat menyesal atas kejadian ini " jawab dokter tersebut lemah.
" maksud dokter , putri kami sudah tiada atau meninggal dok" tanya mama cindi tidak percaya dengan apa yang di sampaikan dokter barusan.
" iya Bu ,maaf ...." ujar dokter itu lagi dan meraih tangan mama cindi ,mencoba memberikan dukungan
" tidak mungkin dokter ,putri kami tidak mungkin meninggal " mama cindi histeris tidak percaya, kemudian jatuh tidak sadarkan diri
__ADS_1
" Mama...." cindi dengan sigap menangkap tubuh mamanya yang hampir saja jatuh kerama tidak sadarkan diri. Adam dengan sigap menggendong mama cindi.
" langsung bawa ke IGD saja " instruksi dokter pada Adam, dan Adam pun membawa mama cindi ke IGD sesuai instruksi dokter yang merawat intan tersebut,cindi dan papanya nyusul di belakang.