
" Abang ..." Mirna yang saat itu sedang di tunggangi oleh seorang pria tanpa sehelai benang pun yang membalut tubuhnya , kaget ketika melihat sandi sudah ada di dalam kamar itu, dengan gerakkan cepat Mirna mendorong tubuh pria yang saat itu sedang berada di atasnya sekuat tenaga. Pria itu pun juga kaget dengan kedatangan sandi.
Mirna dan pria itu bergegas mengambil pakaian mereka masing - masing dan membelainya tergesa - gesa.
Sandi hanya diam menyaksikan semua itu, sandi geram tangannya mengepal saking kuatnya menahan marah sehingga buku - buku tangannya menonjol semua , ia merasa jijik melihat kedua pasangan itu, apalagi pada Mirna yang sudah membohonginya bertahun - tahun.
" Bang ini tidak seperti yang kamu lihat dan pikirkan " ujar Mirna sambil menggenggam tangan sandi gemetar.
Mirna takut akan kemarahan sandi, ia belum siap dengan semua ini.Tujuannya menikah dengan sandi belum tercapai.mirna tidak mau perjuangannya sia - sia selama ini.
Sandi menghempaskan tangan Mirna yang sedang menggenggam tangganya dengan kuat, sandi merasa jijik ketika di sentuh oleh Mirna.
" Masih bisa kamu bicara seperti itu setelah aku dengan nyata melihat semua yang kamu lakukan dengan bajingan itu HAH " teriak sandi menggema di ruangan itu sangat kencang.
Mirna terjangkit kaget mendengar bentakan sandi padanya , Mirna gemetaran mendengar bentakan sandi pada dirinya , selama menikah dengan sandi, Mirna belum pernah melihat sandi semarah ini.
Saking kagetnya, Mirna tanpa sadar mundur perlahan kebelakang dengan tubuh yang gemetar.
" bang, maaf aku bang, sungguh ini bukan seperti yang Abang pikirkan bang, dia yang memaksa aku bang " ujar Mirna lagi sambil menunjuk laki - laki yang bersama nya tadi.
Laki - laki yang bernama Anton selingkuhan Mirna itu merasa tidak terima di tuduh seperti itu oleh Mirna,.
" Mir, kok kamu bicara begitu, kita melakukannya atas dasar suka sama suka, aku gak pernah memaksa kamu. " kata Anton kaget ketika Mirna menuduhnya memaksa Mirna untuk tidur bersama di hotel .
" Dia bohong bang, dia yang telah memaksa aku bang , aku mohon maaf kan aku bang" Mirna bersimpuh di kaki sandi meminta maaf sambil menangis.
Sandi tidak peduli, sandi yang sedang berusaha menahan amarahnya itu mengepalkan tangannya dengan kuat, rahangnya mengeras sehingga mengeluarkan bunyi gemeretak dari giginya yang saling beradu. sandi menatap Anton tajam penuh kemarahan , tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya saat ini.
" untuk apa kamu memohon pada lelaki itu mir, kan sudah aku bilang, tinggalkan dia, dan hiduplah bersama ku .
".Diam kau Anton !! " teriak Mirna pada laki -laki itu . Anton menatap Mirna dengan seringai di bibirnya.
" Cukup, aku tidak ingin melihat drama kalian." bentak sandi menghentikan perdebatan Mirna dan Anton.
Sandi sudah muak melihat drama antara Mirna dan Anton. sandi lebih percaya apa yang ia lihat ketimbang pembelaan Mirna saat ini padanya.
__ADS_1
" Dan kamu, aku akan tunggu kamu di rumah, kita selesaikan semua ini di rumah Semarang juga " ujar sandi dingin sambil menatap Mirna penuh amarah.
sandi lalu berlalu dari kamar itu, ketika akan melewati orang suruhannya yang masih berada di luar sandi menghentikan langkahnya.
" Tolong kamu minta rekaman cctv yang ada di hotel ini dan kirimkan ke saya segera ." perintah sandi para orang suruhannya ,
" Dan tolong kamu pastikan dia keluar dari hotel ini sekarang juga " ujar sandi lagi dan di anggukkan kepala oleh orang suruhannya itu.
Sandi berlalu dari tempat tersebut, jika sandi mau,.sandi bisa saja mempermalukan Mirna di saat itu juga, tapi sandi memilih menghukum Mirna dengan cara lain, cara yang akan membuat Mirna sendiri Yang akan memilih pergi dari dirinya nanti.
Sampai di depan lobi hotel , sandi langsung masuk ke dalam mobilnya, sandi meminta supir untuk langsung mengantarnya pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, sandi menatap ke luar jendela, ia merenungi semua perbuatannya terhadap intan dan Zahra putrinya , andai ia tidak percaya begitu saja dengan Mirna Waku itu, mungkin ia sudah hidup bahagia bersama intan dan putri mereka Zahra hingga saat ini , sandi menyesali semua kesalahan dan tindakannya dulu sehingga karena kebodohannya ia telah menelantarkan putri nya sendiri tidak hanya itu ia bahkan telah menambah deritanya dengan luka hati yang entah bagai mana cara untuk mengobatinya.
Sandi meneteskan air matanya kala ia teringat akan anak dan istri yang sudah ia sia - sia kan.
Andai waktu bisa di ulang, sandi takkan mau percaya begitu saja pada Mirna waktu itu, sandi akan menebus semua kesalahan nya sehingga ia bisa hidup bahagia dengan istri dan anaknya, tapi apa lah daya, semua telah terjadi dan waktu tidak bisa di ulang.
Sandi begitu terluka saat ini, ia butuh seseorang untuk bicara.
" Halo " jawab seseorang di seberang sana setelah panggilan telpon sandi tersambung .
" Kamu di mana dam " tanya sandi lesu, Adam yang sudah di hubungi sandi mengerutkan kening nya heran, tumben sandi menelponnya di jam istirahat seperti ini, biasanya sandi akan menghubunginya hanya di jam kerja dan itu pun urusan pekerjaan.
" aku lagi di kantor dan siap - siap akan pergi makan siang, ada apa San ?" jawab Adam dan balik bertanya kenapa sandi menghubungi nya di jam makan siang begini.
" Aku tunggu kamu di restoran xxx sekarang "
ujar sandi dan langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
Adam menatap layar ponselnya yang sudah padam dengan heran yang yang berlipat - lipat setelah sandi mengakhiri panggilan telponnya.
" Ada apa dengan anak itu ?!" gumam Adam bingung.
walau begitu Adam tetap memenuhi permintaan sandi untuk menemuinya di restoran yang di sebutkan sandi tadi.
__ADS_1
Setah mengakhiri panggilan telponnya dengan Adam, sandi meminta sang supir untuk mengantar kan nya ke restoran yang tadi di bilangnya pada Adam.
*****
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Adam sampai di restoran yang sudah sandi sebutkan tadi, Adam menanyakan meja yang di reservasi oleh sandi pada waitress restoran tersebut.
waitress itu pun mengantarkan Adam ke salah satu ruangan privat yang ada di restoran tersebut dan ternyata sandi sudah duluan datang dan menunggu Adam di sana .
" Hai San, tumben minta ketemuan , ada masalah apa " sapa Adam pada sandi yang terlihat lesu dan kusut saat ini.
Sandi yang di tegur oleh Adam hanya menjawab salam Adam dengan lambaian tangannya dan meminta Adam untuk duduk
di kursi didepannya.
Adam hanya menuruti apa yang di perintahkan sandi padanya, melihat dari betapa kusutnya penampilan sandi saat ini, adam merasa ada sesuatu yang telah terjadi pada sahabatnya itu.
" Ada apa " tanya Adam lagi sambil menatap sandi dengan rasa prihatin. Adam sebenarnya malas memenuhi ajakan sandi untuk bertemu, kecuali jika itu masalah pekerjaaan, tapi melihat sandi seperti ini Adam jadi tidak tega terhadap sahabat sekaligus kakak ipar nya itu.
Adam masih sabar menunggu sandi bercerita, karena memang semenjak ia datang tadi sandi seakan enggan untuk bicara dan lebih memilih banyak diam.
" Mirna selingkuh " kata sandi pelan sambil menatap Adam putus asa.
Sandi berpikir Adam akan terkejut mendengar ucapannya ,tapi. ternyata Adam tetap tenang dan santai menatap dirinya sambil.
sandi mengerutkan keningnya heran melihat respon Adam yang biasa - biasa saja itu, sandi berpikir apakah memang Adam sudah tidak ada simpatinya lagi sama dirinya sebagai seorang sahabat. sehingga di saat sahabatnya mendapat masalah berat seperti ini Adam tetap santai tanpa ada rasa simpati sama sekali pada dirinya.
" Trus " tanya Adam santai.sambil meminum minuman pesanannya yang sudah datang dari tadi.
" cek, apa kamu udah tidak se peduli itu lagi sama aku dam " tanya sandi berdecak kesal.
" Bukan kah aku sudah pernah bilang kalau Mirna itu tidak sebaik yang kamu pikirkan " jawab Adam santai, sandi hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain jengah.
" Dan kamu lebih memilih Mirna ke timbang intan waktu itu bukan, dan karena kecemburuan buta yang tidak beralasan itu kamu mampu meninggalkan intan dan mengabaikan putri kalian." ujar Adam lagi sambil menatap Adam dengan tatapan mengejek.
Adam menundukkan kepalanya merasa apa yang di ucapkan sandi benar dan itu sangat menusuk jantungnya. Sakit, yah sakit itu lah yang di rasakan sandi saat ini.
__ADS_1