CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 50


__ADS_3

Zahra sedang berjuang menyelamatkan pasiennya yang mengalami henti jantung bersama team dokter dan perawat yang lain.


Zahra tidak memperdulikan ponselnya yang sedari tadi bergetar karena dalam mode silent, entah sudah berapa lama ponselnya bergetar dari tadi menandakan adanya panggilan masuk dari ponselnya tersebut.


Zahra tetap fokus dalam membantu pasiennya.


Setelah berjuang satu jam lebih, dokter pun menyatakan pasiennya tidak bisa tertolong lagi , Zahra seketika merasa terdiam , memang ini bukan lah kali pertama bagi Zahra menghadapi pasien kritis dan tidak tertolong, tapi entah mengapa kali ini Zahra merasa kan hatinya sangat terluka dan sedih di tinggal oleh pasien yang sudah ia rawat lebih kurang dua Minggu ini.


Zahra sadar, mereka team medis bukan lah tuhan yang bisa mengembalikan atau memutuskan kapan seseorang akan pergi meninggalkan dunia ini.


Setelah merapikan pasiennya yang sudah dinyatakan meninggal oleh dokter dan meninggalkan pasien tersebut bersama orang tuanya , Zahra kembali ke meja kerjanya. Zahra termenung menatap kearah keluarga pasiennya yang baru saja di tinggalkan oleh anak mereka yang sangat mereka sayangi itu.


" Ra..." Mia menegur Zahra dan memeluk pundak Zahra yang sedari tadi termenung.


Zahra menatap Mia kaget " ya kak " jawab Zahra singkat


" Kamu kenapa ?" tanya Mia pada Zahra .


" nggak tahu kak, aku kok merasa sedih kali ya kak, lihat pasien aku tidak bisa selamat kali ini" jawab Zahra lesu.


" Ingat Ra, kita bukan tuhan, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu pasien, tapi tiba berkehendak lain, kamu harus bisa ikhlas Ra " ujar Mia memberikan pengertian pada Zahra


" Zahra tahu kak, tapi entah mengapa beberapa hari ini hati Zahra tidak tenang kak, di tambah lagi hari ini Zahra tidak bisa menyelamatkan pasien Zahra kak" Zahra menyampaikan keluh kesah nya pada Mia.


Mia hanya diam saja mendengarkan Zahra menyampaikan uneg - unegnya.


Tiba - tiba ponsel Zahra kembali bergetar.zahra mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sudah menghubungi nya.


" Arumi " gumam Zahra mengerutkan keningnya bingung. ketika Zahra akan mengangkat panggilan Arumi, sambungan ponsel itu pun mati.


Zahra memeriksa ponselnya, Zahra kaget melihat begitu banyak panggilan dari Arumi.


Zahra menatap mia bingung " Arumi dari tadi menghubungi aku, kira - kira ada apa ya kak ?" tanya Zahra pada Mia.


" coba telpon balik aja Ra, siapa tahu penting " Mia menyarankan Zahra untuk menelpon balik Arumi supaya tidak menebak - nebak kenapa Arumi menelepon Zahra sebanyak itu.


dan Zahra pun menganggukkan kepalanya


Sebelum Zahra menghubungi balik Arumi, ponsel Zahra kembali bergetar dan di sana tertulis nama Arumi memanggil. Zahra pun langsung mengangkat ponselnya


" Halo, assalammualaikum kakak ipar ..." sapa Zahra menjawab panggilan Arumi.


" waalaikumsalam, Alhamdulillah akhirnya kamu angkat telpon aku juga Ra " jawab Arumi lega dari Sanah.

__ADS_1


" maaf rum, tadi aku lagi membantu pasien aku yang senang mengalami henti jantung." ujar Zahra menjelaskan alasan ia tidak bisa mengangkat ponselnya .


" ada apa rum, tumben telpon aku Samapi sebanyak itu " tanya Zahra sambil tersenyum


" Ra, kamu yang sabar ya Ra..." ujar Arumi sedih dari seberang sana .


" Ada apa rum?, apa maksud kamu meminta aku saba?" tanya Zahra bingung sambil menatap Mia,yang sedari tadi memperhatikan Zahra.


" kakek Ra.." ucap Arumi tak kuat menyampaikan berita yang akan di sampaikan nya pada Zahra, Arumi mencoba sekuat hati menahan air matanya supaya tidak keluar tapi ia tak sanggup ,akhirnya Arumi bicara pada Zahra dengan tersendat - sendat, membuat Zahra makin bingung


" Ada apa dengan kakek rum?" tanya Zahra gelisah tak sabar menunggu ucapan Arumi yang tidak jelas dari tadi.


" kakek...kakek ..kritis Ra" akhirnya Arumi mampu juga menyampaikan kabar yang sangat membuat Zahra bersedih tersebut


" APA...." tanya Zahra kaget, Mia yang melihat raut muka Zahra yang kaget mengerutkan keningnya penasaran, tapi Mia tidak mau bertanya dulu ,karena Zahra masih tersambung dengan Arumi diseberang sana


" kakek masuk rumah sakit Ra, kakek di temukan tidak sadarkan diri di rumah, dan sekarang kakek sedang menjalani perawatan di rumah sakit xxxx dan kritis." ujar Arumi menjelaskan kepada Zahra sambil menangis.


" Kamu bohong kan rum?" tanya Zahra tidak percaya. " candaan kamu nggak lucu rum " ujar Zahra lagi marah.


" nggak Ra ,aku nggak bohong." jawab Arumi meyakinkan Zahra." minta izin dan pulang lah Ra " pinta Arumi pada Zahra.


" baik lah, aku akan pulang , jika ini candaan kamu dan bang Alif aku tidak akan memaafkan kalian ,cam kan itu rum" ujar Zahra yang masih tidak percaya dengan berita yang di sampaikan Arumi.


" ada apa ra " tanya mia khawatir melihat Zahra yang menangis setelah bicara dengan Arumi di telpon tadi.


" kak, kakek kak..." ujar Zahra menangis


" iya, kenapa dengan kakek kamu Ra?" tanya Mia bingung.


" kakek kritis kak, sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit kak " jawab Zahra menangis sesenggukan sambil memeluk Mia erat.


Mia tertegun mendengar jawaban Zahra. Mia mengusap - usap punggung Zahra yang bergetar dalam tangis lembut untuk memberikan kekuatan dan kesabaran.


" Sabar Ra " hanya itu kata yang bisa Mia ucapkan saat ini pada Zahra.


Mia membiarkan Zahra menangis,.setalah beberapa menit kemudian suara tangisan Zahra yang semula keras terdengar pelan bahkan hanya isakan tangisan yang tersisa .


Mia melonggarkan pelukkan Zahra di tubuhnya, " sekarang apa rencana kamu Ra " tanya Mia pelan sambil menatap Zahra sedih, Mia tahu dan dapat merasakan apa yang saat ini di rasakan oleh Zahra.


" Zahra mau pulang kak, Zahra mau jumpa kakek " jawab Zahra yang kembali menangis.


Mia mengangguk - anggukkan kepalanya, keputusan zahra untuk pulang adalah keputusan yang tepat, Mia sedikit banyaknya mengerti apa arti kakek dalam hidup Zahra.

__ADS_1


" kakak akan bantu kamu untuk mendapat kan izinnya Ra " ujar Mia pada Zahra.


" makasih kak" jawab Zahra sambil memegang tangan Mia." makasih kakak sudah mau bantu Zahra " jawab Zahra senang dalam tangisnya , Zahra bersyukur disaat ia terpuruk dan tidak mampu berpikir jernih seperti ini,Mia datang membantunya


" kak Mia ada telpon " sinta memanggil Mia dan menyampaikan ada telpon untuk dirinya.


" bentar ya Ra " kata Mia pamit pada Zahra untuk menjawab panggilan telpon tersebut, Zahra pun menganggukkan kepalanya. sam menatap kepergian Mia menuju telpon ruangan dan menjawab panggilan telpon tersebut . Zahra melihat Mia hanya diam mendengarkan orang yang di seberang telpon berbicara Mia sesekali menatap Zahra yang juga sedang menatap dirinya.


" baik lah om ,Mia paham " jawab Mia lalu meletakkan telpon itu ke tempatnya semula.


Mia mendekati Zahra yang masih menatapnya.


" Kamu siap - siap sekarang ya, izin kamu sudah di ACC, kamu bisa pulang menjumpai kakek sekarang juga," ujar Mia setelah sampai ke dekat Zahra., Zahra tersenyum senang .


" Serius kak " jawab Zahra tidak percaya, Karan setahu Zahra pengurusan izin tidak masuk kerja itu sangat lah sulit ,apa lagi Jiak alasannya tidak tepat, tapi Mia dengan mudahnya bisa mendapatkan Zahra izin untuk tidak masuk kerja dalam beberapa hari kedepan .


Mia menganggukkan kepalanya meyakinkan Zahra, " sekarang kamu siap - siap ya, tugas kamu yang belum selesai biar kakak nanti yang bantu menyelesaikannya " jawab Mia lagi


" makasih kak " zahra sekali lagi mengucapkan terima kasih pada mia. dan segera berkemas seperti yang di perintahkan oleh mia.


Setelah di rasa semua sudah beres Zahra pamit izin pulang duluan pada mia,


" Oya Ra ,nanti di parkiran sudah ada driver rumah sakit yang menunggu kamu dan akan mengantar kamu pulang ke kos dan ke bandara." ujar Mia sebelum Zahra pergi , Zahra menatap Mia bingung,


" maksudnya gimana kak?" tanya Zahra .


" Kakak juga tidak tahu, kakak hanya menyampaikan pesan dari HRD bahwa izin kamu di ACC, dan kamu sudah di sediakan tiket pesawat untuk pulang menjumpai kakek, dan HRD juga menyampaikan nanti kamu akan di antar driver untuk pulang ke kos dan ke bandara " jawab Mia menjelaskan.


" Tapi kak ,kenapa ?" tanya Zahra lagi karena makin bingung .


* Udah deh, nggak usah banyak tanya lagi, sekarang kamu pulang siap - siap ,karena satu setang jam lagi pesawat kamu berangkat " ujar Mia sambil sambil mendorong Zahra keluar.


" Motor kamu nanti biar Kakak aja nanti yang bawa pulang, mana kontak motor nya " Mia menyodorkan tangannya ke arah Zahra meminta kontak motor Zahra.


Zahra mengambil kontak motor dari dalam tas dan menyerahkan nya pada Mia.


" ya sudah, berangkat sana, hati - hati ya semoga selamat sampai tujuan " ujar Mia pada Zahra


" makasih kak " tanpa banyak bicara lagi Zahra langsung pergi, dan berjalan cepat kearah parkiran .Dan sesampainya di parkiran ,apa yang di bilang Mia ternyata benar adanya , di parkiran sudah ada driver menunggu nya dan sudah siap mengantarkan Zahra pulang ke kos nya lalu mengantar kan Zahra ke bandara .


Zahra sampai di bandara pas saat panggilan pesawat yang akan di naikinya akan siap berangkat. Dan sekarang di sini lah Zahra berada duduk di tempat duduknya dengan gelisah Karena sudah tidak sabar berjumpa dengan sang kakek.


Salam hati Zahra tak henti - hentinya berdoa semoga kakek di beri kesembuhan.

__ADS_1


__ADS_2