CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 94


__ADS_3

Cuaca terasa sangat panas siang ini, matahari sudah mulai menampakkan kekuasaannya dengan memberikan panas yang terik, Seperi panasnya hati Rio saat ini.


Walau cuaca panas tapi sedikit terhibur dengan adanya angin yang berhembus sepoi - sepoi.


Rio sedang duduk di tepi danau dekat taman, teriknya matahari tidak di di hiaraukannya, Rio merenungi apa yang sudah terjadi pada dirinya beberapa bulan terakhir.


Ya , Rio merasa hidupnya sangat kacau mulai sejak ia memutuskan meninggalkan Zahra dan memilih menikahi Naira.


Rio merasa hidupnya sangat hancur saat ini, orang yang dia cintai telah mencintai orang lain dan terlihat sangat bahagia dengan laki - laki itu, sementara dirinya, semenjak menikah dengan Naira hidupnya terasa seperti di neraka, Naira tidak sesabar Zahra sehingga mereka tiap hari ribut dan cekcok. Naira tidak sepertinya Zahra yang mengerti akan dirinya, sehingga kemana pun ia pergi Naira selalu mencurigai dirinya. dan banyak lagi sisi - sisi baik dari Zahra yang tidak di miliki oleh Naira .


Rio selalu membanding - bandingkan Zahra dengan Naira, dan Setiap kali ia membandingkan Zahra dengan Naira selalu Zahra yang mendapat nilai plusnya, ibarat kata ketika Rio bersama Zahra Rio merasa hidup serasa di surga, sedangkan bersama Naira serasa hidup di neraka.


Dalam keputus asaannya mengarungi biduk rumah tangga bersama naira Rio sempat bertekad akan menceraikan Naira dan kembali merebut cinta Zahra yang sudah di tinggalkannya.


Rio menarik nafas dalam dan membuangnya kasar.


Tapi melihat kebahagiaan Zahra bersama Aziz Rio merasa pesimis, Rio ragu bisa mendapatkan Zahra kembali.


Tidak hanya tadi siang Rio melihat langsung kebersamaan Aziz dan Zahra yang terlihat begitu sangat bahagia , selama ini secara diam - diam Rio sering mengikuti Zahra dan setiap kali itu juga ia merasakan hatinya kebakar melihat kebahagian dan kemesraan Zahra bersama Aziz.


Ada rasa tidak rela ketika Aziz memeluk dan mencium Zahra, tapi Rio tidak bisa berbuat apa - apa , Rio sadar Zahra bukanlah miliknya lagi dan Rio tidak punya hak atas kehidupan Zahra.

__ADS_1


Namun entah apa yang terjadi dengan dirinya hari ini, ia yang awalnya sudah mulai bertekad akan melupakan Zahra kembali tergoda ingin mendapatkan Zahra setelah melihat perhatian Aziz dan kebahagiaan Zahra di kantin rumah sakit tadi, Rio seperti merasa itu bukan dirinya.


Rio tidak mengerti Entah apa karena keributannya tadi pagi bersama Naira membuat pikiran kacau , sehingga ketika melihat Zahra yang bahagia ia menjadi tidak rela dan ingin merebut Zahra kembali.


Rio merasa bersalah ketika ia melihat ketakutan di mata Zahra ketika melihatnya tadi, ia tidak bermaksud menyakiti Zahra, melihat Zahra Seperti itu hatinya merasa sakit, oleh sebab itu lah ia memilih untuk menjauh dan pergi dari tempat itu tadi.


Namun Rio, Zahra dan Aziz tidak menyadari, pertengkaran mereka tadi tidak luput dari pantauan sepasang mata yang dari tadi berada di sana.


Naira yang tidak jadi berangkat kerja setelah keributan dengan Rio lagi tadi meminta izin pada atasannya untuk tidak masuk dengan alasan tidak enak badan.


Setelah merenung cukup lama seorang diri di rumah, Naira berniat untuk menghampiri Rio ke rumah sakit dan mengajak Rio makan siang sekaligus ingin meminta maaf atas kesalahannya pagi tadi pada Rio.


Naira mencari Rio ke kantin karyawan, ketika melihat keberadaan Rio, Naira ingin melangkahkan kakinya menuju kemeja di mana Rio berada jadi mengurungkan niatnya, karena saat itu Naira melihat Zahra juga berada di sana bersama suaminya. Naira melihat Rio terus memperhatikan Zahra tanpa Zahra menyadarinya, sampai kemudian Zahra pamit pada suaminya untuk keluar duluan dan Rio mengikutinya setelah itu.


awalnya Naira berpikir Zahra dan Rio sudah janjian untuk bertemu di luar kantin, tapi Naira salah, Zahra yang tidak menyadari keberadaan Rio terpaksa menghentikan jalannya ketika Rio Manarik tangan Zahra sehingga Zahra marah dan mereka ribut, keributan itu berhenti ketika suami Zahra yang tiba - tiba Sampai di sana, sempat terjadi keributan antar Rio dan Aziz dan semua itu terlihat jelas oleh Naira .


Naira semakin membenci Zahra, Naira berpikir gara - gara Zahra makanya Rio tidak bisa move on dari masa lalunya itu.


Tapi Naira melakukan kesalahan besar, Naira tidak mengikuti Samapi selesai pertikaian antara Rio, Aziz dan Zahra, sehingga Naira berpikir Zahra masih memiliki perasaan yang sama dengan suaminya itu.


" Aku tidak akan melepaskan kamu kak, kamu itu milik aku, ayah dari anak - anak ku " sahut Naira geram

__ADS_1


" Dan kamu Zahra, aku akan membuat perhitungan dengan dirimu, dasar anak haram anak pembawa sial " sahut Naira lagi penuh kebencian pada Zahra.


****


Seperi biasa, Zahra menunggu aziz di ruangan pribadinya. karena bosan menunggu Aziz yang sedang ada operasi, Zahra memilih menonton drama Korea di ponselnya.


Zahra melihat jam di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, namun Aziz belum juga selesai.


Zahra merasakan bosan dan mengantuk, Zahra tertidur ketika Aziz memasuki ruang pribadinya.


Aziz menatap Zahra yang tertidur di atas kasur di ruangan itu, ya semenjak menikah dengan Zahra, dan Zahra yang sering tertidur di ruangan pribadinya itu ketika menunggu dirinya pulang, Aziz meminta asistennya untuk merenovasi ruang pribadinya itu dan meminta di buatkan kamar tidur di dalam kamar pribadinya itu, tidak hanya itu, Aziz juga meminta Zahra untuk menyimpan beberapa pakaian didalam lemari pakaian yang ada di ruangan itu,jadi jika Zahra mau mandi atau mau ganti baju, tidak pusing lagi mencari baju ganti.


aziz juga meminta Zahra untuk tidak mengganti baju kerjanya di ruang ganti lagi, tapi langsung di kamar pribadinya itu saja, karena Aziz berpikir ruang ganti rumah sakit tidak nyaman untuk istrinya itu, tidak hanya itu, di sana juga terlalu ramai oleh karyawan lain yang ingin mengganti baju kerja dengan baju dari rumah, karena memang kebijakkan rumah sakit, karyawan tidak boleh memakai baju kerja dari rumah, untuk menghindari perpindahan infeksi yang tidak di ketahui.


Zahra tidak bisa menolak semua permintaan Aziz tersebut, Karena aziz tidak ingin di bantah jika sudah seperti itu.


Puas menatap wajah cantik istrinya yang sedang tidur, Aziz masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.


selesai mandi, Aziz memilih untuk tidur di samping Zahra tanpa berniat membangun Zahra yang tidur begitu nyenyak, lagi pula menjalani operasi selam dua jam membuatnya nya merasa sangat lelah dan ingin istirahat sebentar.


Aziz berpikir akan tidur dulu sebentar baru nanti pulang sekalian mengajak zahra untuk dinner romantis , selama mereka menikah Aziz belum pernah mengajak Zahra dinner romantis di restoran

__ADS_1


__ADS_2