
Selesai berbincang - bincang sejenak dengan semua anggota keluarga di ruang keluarga setelah memakan siang, Zahra dan ketiga bayi kembarnya masuk ke kamar untuk istirahat atas perintah tetua yang ada di sana.
Awalnya Zahra tidak mau karena selain masih rindu dengan keluarganya lebih tepatnya nenek yang telah membesarkan nya selama ini, Zahra juga merasa segan dengan semua keluarga yang masih betah berkumpul di sana.
Tapi karena Aziz, nenek dan Bu Susan termasuk Oma yang telah memaksa nya untuk istirahat, akhirnya Zahra pun mau menuruti perintah para tetua tesebut,
Aziz mengantar kan Zahra ke kamar si kembar, karena Zahra minta ingin istirahat di sana saja, dan di temani oleh nenek atas permintaan Zahra juga. Sementara si kembar sudah lebih dulu di bawa babysister ke sana untuk di tidurkan, setelah meletakkan ketiga bayi kembar itu ketiga baby sitter itu pun pamit untuk keluar dari kamar tersebut karena zahra dan yang lainnya sudah berada di kamar itu untuk mengantar Zahra istirahat.
Sampai nya di kamar si kembar, Zahra di buat takjub dengan dekorasi kamar si kembar yang telah di siapkan oleh mertuanya, dekorasi yang mewah dan elegan khususnya yang di cat dominan berwarna biru ciri khas anak laki - laki.
Di dalam kamar itu semua sudah tersedia lengkap, ada lemari pakaian yang penuh dengan pakaian untuk si kembar, tiga box bayi yang tersusun rapi dimana ketiga bayi kembarnya tidur nyenyak saat ini, tempat tidur jika Zahra ingin istirahat di kamar bayi sambil menyusui si kembar, dan juga sofa yang di disain khusus untuk ibu menyusui agar Zahra nyaman ketika sedang menyusui bayinya.
Zahra tidak menyangka mertuanya akan menyiapkan ini semua untuk ketiga bayinya, padahal Zahra dan aziz juga sudah menyiapkan kamar bayi untuk ketiga putra mereka di rumah mereka sendiri walau tidak se mewah yang disiapkan oleh mertuanya sekarang.
" Waaaah, cantik sekali bang dekorasi kamar nya " seru Zahra takjub. Decak kagum tidak henti - hentinya keluarga dari bibir Zahra, begitu juga hal ini dengan aziz, ini pertama Ki nya Aziz masuk kekamar anak - anak nya, Aziz tidak tahu entah kapan papi dan maminya menyiapkan ini semua karena mami dan papi nya tidak pernah membahas ini kepadanya sebelum nya., Aziz tidak menyangka kedua orang tuanya sudah menyiapkan kamar seindah ini untuk ketiga anak nya.
" Iya sayang, kamar nya sangat indah dan elegan ya " jawab Aziz menyampaikan penilaiannya.
" Bagai mana kalian suka ?" tiba - tiba dari pintu terdengar suara Bu Susan yang menanyakan pendapat aziz dan Zahra tentang dekorasi kamar untuk si kembar
" Ini bukan bagus lagi mi, tapi sangat luar biasa ,.Zahra suka " jawab Zahra jujur. " makasih ya mi sudah menyiapkan ini semua untuk si kembar " ujar zahra memeluk Bu bu susan senang, bercampur segan karena sudah merepotkan mertuanya dengan membuatkan kamar khusus untuk si kembar.
" Sama - sama sayang, " jawab Bu Susan membalas pelukkan Zahra.
" Oya, karena posis kamar ini bersebelahan dengan kamar Aziz, jadi mami merenovasi sedikit kamar ini, di sebelah sana ada pintu yang langsung tembus ke kamar kalian, jadi jika nanti si kembar terbangun dan ingin asi, kalian tidak repot - repot lagi untuk masuk ke kamar ini, selain itu dari kamar kalian, kalian bisa melihat si kembar dari ke kamar ini lewat kaca di dinding ini, kaca ini hanya bisa tembus pandang dari kamar kalian, dari sini tidak bisa lihat ke kamar kalian. " ujar Bu Susan mejelaskan dan menunjukkan pintu penghubung kamar Aziz ke kamar si kembar serta menunjukkan diding kaca yang di katakan Bu Susan tadi.
Zahra tercengang kagum dengan desain kamar yang di buat oleh mertuanya untuk ketiga anak - anak nya, Karena penasaran Zahra pun membuktikan apa yang dikatakan mertuanya, Zahra pergi ke kamar Aziz yang sekarang juga sudah menjadi kamar nya, Zahra tidak menyangka dinding pembatas antara kamar nya dan kamar si kembar yang dikiranya hanya dinding biasa ternyata itu sebuah kaca besar dan dari kamar nya Zahra dapat melihat jelas kondisi kamar putranya. Dan ketika Zahra kembali ke kamar anak - anak nya, dinding itu terlihat hanya seperti dinding pembatas biasa - biasa saja.
__ADS_1
" Mi ini sungguh menakjubkan mi " puji Zahra pada mertuanya.
" Mami sengaja membuatnya seperti itu, karena baby sitter nanti tidak berada di sini, kamar mereka sudah mami siapkan di sebelah kamar ini, agar kalian lebih leluasa jika ingin bermain bersama si kembar nanti di kamar ini " ujar Bu Susan lagi menjelaskan.
Melihat persiapan yang di lakukan oleh mertuanya, Zahra sebenarnya merasa sungkan dengan mertuanya itu, padahal Zahra dan aziz berencana hanya sebenar tinggal di rumah itu, tapi mertuanya sudah menyiapkan semuanya se sempurna ini.
" Makasih ya mi untuk semuanya " ujar Zahra yang Kemabli memeluk Bu Susan erat.
" Tidak perlu seperti itu sayang, ini mami lakukan buat cucu mami juga kok, mami ingin ketiga cucu mami nyaman tidur di kamar ini " jawab Bu Susan menjelaskan maksudnya membuat kamar khusus untuk si kembar.
" Sudah, kamu sudah waktunya istirahat, mumpung ke tiga jagoan kita tidur nyenyak di sana, nanti kalau mereka bangun kamu akan di sibukkan oleh mereka nantinya."
" iya mi, Oya mi, Zahra boleh tanya gak mi? " tanya Zahra ragu - ragu takut menyingung mertuanya itu.
" Tanya apa sayang " jawab Bu Susan ingin tahu apa yang akan di tanyakan oleh menantunya itu.
Bu Susan menatap Zahra sambil tersenyum, Bu Susan sidah menduga Zahra akan mempertanyakan hal ini
" Mami sengaja menerima mereka bertiga, selain sudah berpengalaman dan cekatan, mami juga tidak ingin kamu kewalahan mengurus si kembar, bagai mana pun ini pengalaman pertama kalian. Dan Aziz juga setuju setelah mami minta pendapatnya kemaren sore " jawab Bu Susan menjelaskan.
" Iya sayang, Abang gak mau lihat istri Abang ke capean, lagian jika kamu lelah, itu akan mempengaruhi produksi asi kamu nantinya, sementara anak - anak kita membutuhkan Asi dari ibunya, " jawab Aziz membenarkan ucapan Bu Susan.
" Udah kamu tidak perlu cemas, lagi juga ketiga baby sitter itu bertugas membantu kamu mengurus si kembar, jadi kamu tetap bisa memantau mereka bertiga nantinya " kali ini nenek setuju dengan pendapat bu Susan dan aziz.
Zahra menghela nafas dalam dan membuangnya, Zahra tidka bisa lagi berkata apa - apa karena tiga suara sama dan hanya ia yang berbeda, mau tidak mau Zahra menerima keputusan mertua, suami dan nenek nya.
" Udah jangan terlalu kamu di pikirkan, untuk sekarang memang belum terasa repot nya nanti ketiga mereka sudah semakin besar dan lagi aktif - aktifnya kamu baru merasa kesalahan " sahut nenek lagi, dan di benarkan oleh Aziz dan Bu Susan.
__ADS_1
" Baik lah mi, nek, jika itu memang yang terbaik ya tidak apa - apa " jawab Zahra pasrah.
" Kamu istirahat ya, mami ke bawah dulu, kasihan semua keluarga masih berkumpul di bawah semua " Karena merasa sudah terlalu lama berada di atas, Bu Susan pun izin pamit untuk menemui keluarga yang masih berada di lantai satu.
" iya mi " jawab Zahra dan aziz bersamaan.
" Sayang, udah jangan mikir yang macam - macam lagi ya, sekarang istirahat ingat istirahat lah selagi anak - anak tidur, jika mereka sudah bangun maka kamu akan di sibukkan dengan mengurus dan menyusui mereka nantinya " dengan penuh perhatian aziz meminta Zahra untuk istirahat selagi si kembar tidur, dan itu di benarkan oleh nenek.
" Iya nak, benar apa yang di katakan suami mu, istirahat lah selagi anak - anak mu tidur, agar nanti di saat mereka butuh perhatian mu, kamu bisa segar kembali " ujar nenek.
" Baik lah bang, nek kalau begitu, Zahra istirahat dulu ya, tapi nenek temani Zahra ya " pinta Zahra pada nenek sambil merengek manja.
Nenek membelai kepala Zahra lembut, dan menatap Aziz dengan senyum merekah si bibirnya, nenek merasa melihat Zahra kecil jika Zahra dalam mode manja seperti ini.
" Iya, nenek akan di sini menemani kamu " jawab nenek tersenyum pada Zahra, Zahra langsung memeluk nenek yang sangat di sayangi dan di rindukannya itu, Semenjak menikah ini pertemuan Zahra ke dua dengan nenek nya, untuk itulah Zahra ingin bermanja - manja pada sang nenek selama nenek nya di sini.
Aziz ikut senang melihat Zahra senang dengan keberadaan sang nenek, dan Aziz akan memberi Zahra untuk berdua saja dengan nenek menghabiskan waktu mereka seharian ini.
Aziz sedikit lega, dengan ada nya nenek menemani Zahra,.maka Aziz akan lebih tenang meninggalkan Zahra sendiri di lantai dua, sementara keluarga yang lain sedang berkumpul di bawah.
Mami dan Oma minan pasti akan sibuk menemani keluarga besar mereka saat ini, karena mereka jarang - jarang acara kumpul seperti ini terjadi karena kesibukkan masing - masing.
" Sayang Abang tinggal dulu ya, Abang mau menjumpai ayah dan papi ada yang perlu di bahas mengenai pekerjaan " setelah membantu Zahra naik ke atas tempat tidur yang ada di kamar itu, Aziz pun pamit pada Zahra untuk menemui sandi dan pak Widodo karena ada yang akan mereka bahas. lagian Jiak Aziz meninggalkan Zahra Aziz tidak perlu cemas lagi karena ada nenek bersama Zahra.
" Iya bang, gak apa - apa, ada nenek yang temani Zahra " jawab Zahra mengizinkan Aziz pergi menemui ayah dan mertuanya.
Sebelum berlalu meninggalkan Zahra di kamar itu, Aziz terlebih dulu memberikan kecupan di puncak kepala Zahra yang masih tertutup hijab.
__ADS_1