
Zahra sedang bersiap - siap untuk pulang setelah overan dinas nya selesai di lakukan, ada pesan masuk di ponsel Zahra, Zahra mengambil ponselnya dan melihat ada kesan masuk dari my husband , Zahra bingung, perasaan ia tidak pernah menyimpan kontak telpon yang bernama my husband di ponselnya.
Zahra melihat profil pengirim pesan, Zahra tersenyum melihat profil itu yang tak lain adalah Aziz.
Zahra tidak pernah mengingat kapan ia menyimpan no Aziz di ponselnya, bahkan di namai my husband.apa kah mungkin Aziz yang sudah menyimpan no nya di ponsel Zahra dan menamainya my husband ?
Tidak mau berpikir terlalu lama, Zahra langsung membuka pesan tersebut .
( sayang, kalau udah pulang langsung ke ruangan Abang aja ya, tunggu Abang di sana aja, nanti kita langsung ke rumah mami dari rumah sakit saja, Abang masih ada operasi satu kali lagi, kamu bisa istirahat di sana sambil menunggu Abang pulang ya, I LOVE YOU sayang ) bunyi pesan yang di kirim Aziz.
Zahra berpikir sejenak, selama ini Zahra belum pernah masuk ke ruangan pribadi Aziz yang ada di rumah sakit itu, tapi sekarang ia di minta Aziz untuk menunggunya di sana.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Zahra memutuskan untuk pergi ke ruangan pribadi aziz seperti yang di perintahkan oleh Aziz tadi.
( baik bang, Zahra ke sana sekarang ya bang )
setelah membalas pesan Aziz, Zahra langsung menuju ke lantai tujuh di mana ruangan pribadi aziz berada.
Zahra merasa sedikit gugup ketika berpapasan dengan rekan kerjanya, baik itu perawat mau pun dokter. Zahra yang tidak pernah melangkahkan kakinya ke lantai itu merasa semua orang menatapnya heran.zahra memberikan senyumannya pada setiap rekan kerja yang berpapasan dengan nya.
Sesampainya di ruangan Aziz, Zahra ragu ketika akan membuka pintu ruangan itu,Zahra cukup lama berdiri di depan ruangan Aziz. tiba - tiba Zahra mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.
" Zahra " Zahra melihat kearah suara orang yang memanggilnya.di belakangnya berdiri perawat yang di tugaskan di ruangan praktek Aziz, perawat itu menghampiri Zahra sambil tersenyum
" mau menjumpai dokter aziz ya?" tanya perawat tersebut pada Zahra, Zahra hanya menganggukkan kepalanya ragu.
" Masuk aja, tadi dokter Aziz sudah berpesan, beliau sedang ada operasi, jika kamu sudah datang di minta untuk menunggu di dalam saja " jawab perawat itu sambil membuka kan pintu ruangan itu untuk Zahra.
" baik, terima kasih ya kak " jawab Zahra sopan, Karana perawat itu memang lebih tua dari dirinya .
" Tidak usah sungkan begitu " jawab perawat tersebut.
" Selamat ya atas pernikahannya, semoga samawa ya " perawat itu mengulurkan tangannya sambil mengucapkan selamat pada Zahra, Zahra mengerutkan keningnya bingung.
" jangan heran begitu, tadi sebelum berpesan kamu akan ke sini dokter Aziz sudah memberi tahu aku tentang pernikahan kalian, awal nya memang aku tidak percaya karena tidak ada beritanya sama sekali tiba - tiba dokter Aziz mengatakan ia sudah menikah dan istrinya itu kamu, aku turun senang dengan pernikahan kalian, semoga cepat mendapat momongan ya ,Seperti aku " ujar perawat itu menjelaskan sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.
Zahra tersenyum dan membalas jabatannya tangan perawat itu" terima kasih ya kak atas doa nya, dan selamat juga untuk kakak atas kehamilannya." jawab Zahra sambil mengucapkan selamat kembali pada perawat .
Setalah berbincang sebentar dengan perawat yang Zahra baru ketahui namanya Ica itu, akhirnya Zahra masuk keruangan aziz.zahra memindai isi ruangan pribadi aziz dengan matanya.
__ADS_1
ruangan itu begitu rapi dan bersih, di sana terdapat meja kerja Aziz yang berisi tumpukkan keras - kertas selain komputer entah apa isi nya Zahra tidak ingin tahu,
Zahra melihat ada sofa bed juga di sana dan kamar mandi fasilitas kamar yang cukup lengkap sebagai kamar pribadi untuk seorang dokter seperti Aziz,
Zahra yang merasa sangat lelah sofa bed sebagai tempat ia mengistirahatkan tubuhnya.zahra membaringkan tubuhnya dengan posisi setengah duduk sambil memainkan ponselnya.
Mungkin karena kelelahan atau Aziz yang terlalu lama di ruangan operasi,.akhirnya Zahra tertidur dengan ponselnya yang masih menyala di depan dada karena kebetulan Zahra sedang menonton drama Korea ponselnya itu dan posisi tubuh setengah duduk .
Setelah selesai melakukan operasi Aziz dengan terburu - buru melangkah menuju ruangan pribadinya.aziz tidak sabar ingin menjumpai Zahra yang sedang menunggu dirinya di sana , Aziz tidak menyangka operasinya akan berjalan lebih lama dari perkiraan nya semula, sehingga ia terlambat untuk menemui istrinya itu.
Aziz membuka pintu ruangannya pelan, ia takut akan mengagetkan Zahra yang sedang berada di dalam jika pintu ia buka kuat.
Ketika pintu terbuka, Aziz melihat Zahra sedang tertidur di sofa bed dengan ponsel yang masih menyala di dadanya.
aziz mendekati ke sofa di mana Zahra sedang tertidur di sana dengan posisi yang tidak nyaman menurut Aziz.
Aziz tersenyum melihat istrinya yang tertidur sambil setengah duduk seperti itu
" kamu pasti sudah lama menunggu aku ya sampai - sampai ketiduran seperti ini, ini pasti tidak membuat kamu nyaman sayang " Aziz membelai wajah Zahra lembut, kemudian dengan pelan aziz meluruskan badan Zahra yang tidur setengah duduk tersebut dengan pelan , aziz takut Zahra terbangun ketika ia memperbaiki posisi tidur istrinya itu.
Aziz melihat jam di pergelangan tangannya, waktu menunjukkan masih jam empat sore, Aziz membiarkan Zahra untuk tidur dahulu karena masih ada waktu menjelang pulang ke rumah orang tuanya.
setelah menyelesaikan pekerjaannya, Aziz meluruskan punggungnya yang terasa sakit dan letih, mata Aziz tidak sengaja tertuju pada Zahra yang masih tertidur lelap di sofa bed, Aziz tersenyum mantap wajah Zahra yang tenang dalam tidurnya itu
" Dalam keadaan tidur aja kamu sangat cantik sayang " gumam Aziz pelan dan senyum yang terukir di bibirnya.
Setalah luas menatap Zahra yang sedang tertidur, aziz berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar terlihat lebih segar.
Tak lama kemudian Aziz keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Aziz menghampiri Zahra dan membangunkan Zahra pelan agar tidak kaget saat bangun.
" sayang , bangun yuk, kita kerumah mami sekarang ya" Aziz membelai wajah Zahra dengan pelan dan lembut berharap istrinya akan terbangun.
merasa ada yang mengusik tidurnya, Zahra membuka matanya pelan dan mengerjab kan matanya sejenak demi menyesuaikan dengan cahaya terang dari lampu ruangan tersebut .
Zahra menatap Aziz yang duduk jongkok di sampingnya dengan rambut yang sedikit basah, suaminya terlihat menawan di mata Zahra, lama Zahra menatap suaminya kagum.
" kenapa hmm, apa aku terlihat ganteng sehingga kamu begitu terpesona dengan diri ku ini " ujar Aziz narsis.
Zahra yang tersadar dari lamunannya, langsung memukul lengan Aziz , Zahra merasa malu sudah tertangkap basah mengagumi wajah ganteng suaminya itu.
__ADS_1
Aziz tertawa senang setelah menggoda Zahra sehingga istrinya itu malu pada dirinya.
Udah sore, yuk bangun.kamu mau mandi disini atau rumah mama aja?" Aziz membangunkan Zahra dan menawarkan pada Zahra untuk mandi di sini atau di rumah aja nanti .
Zahra berpikir sejenak, " Mau mandi disini aja sih, tapi Zahra gak ada bawa baju bang " ujar Zahra manja.
Aziz tersenyum sambil mengelus kepala Zahra yang terbalut hijab, ia merasa senang ketika Zahra sudah mulai manja seperti itu pada dirinya.
" Ya udah, kamu mandi aja dulu sayang,untuk baju gantinya kamu gak usah pikirkan ." jawab Aziz sambil membantu Zahra berdiri .
Zahra sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan suaminya yang bisa menyediakan semua yang ia mau tanpa butuh waktu lama, jadi Zahra hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
setelah memastikan Zahra masuk ke kamar mandi, Aziz langsung menghubungi Aldo sang asisten dan meminta Aldo untuk mengantarkan semua keperluan Zahra keruangannya.
Setelah menghubungi Aldo, Aziz mengambil baju gantinya yang sudah tersedia di sana, dan memakainya .
Tak lama kemudian terdengar ketukan dari luar di pintu ruangan Aziz, Aziz berjalan ke pintu dan membuka pintu tesebut, ternyata dugaannya benar, yang sudah mengetuk pintu ruangannya adalah Aldo.sang asisten untuk mengantarkan pesanan Aziz.
Aziz menerima paper bag yang di berikan Aldo padanya, setelah mengucapkan terima kasih dan Aldo pergi, Aziz kembali menutup pintu itu dan menguncinya dari dalam.
Zahra keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe yang menutupi tubuhnya.
" udah selesai mandinya sayang " melihat Zahra sudah keluar dari kamar mandi Aziz menghampiri Zahra dan memberikan paper bag yang tadi di berikan Aldo pada Zahra.
" udah bang" jawab Zahra singkat sambil menerima paper bag pemberian Aziz, Zahra memeriksa isi paperbag tersebut yang ternyata baju ganti untuknya lengkap, dari bagian dalam hingga bagian luar.
Zahra menatap Aziz sambil menyipitkan kedua matanya.
" bagai mana Abang bisa tahu ukuran Zahra " tanya Zahra curiga .
" Apa yang tidak Abang ketahui tentang kamu sayang " jawab Aziz ambigu sambil tertawa.
Zahra memajukan bibirnya pada Aziz
" Tolong bibirnya jangan di gitukan sayang, kecuali jika mau Abang cium " ujar Aziz gemas melihat bibir Zahra yang di majukan.
" Dasar omes " ujar Zahra sambil masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu itu serta menguncinya dari dalam.
Aziz tertawa terpingkal - pingkal melihat tingkah Zahra yang sangat lucu.
__ADS_1