CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 112


__ADS_3

" Masyaallah nak, kamu cantik sekali, mami jadi pangling " Bu Susan merasa sangat kagum dengan kecantikan menantunya dan tidak segan - segan memuji menantu nya itu.


" Iya Bu Susan, Zahra terlihat sangat cantik di tambah dengan gaun yang di pakai nya, terlihat sangat cantik dan elegan " sahut Tante cindi menatap takjub keponakan kesayangannya itu.


Zahra merasa sangat malu mendapat pujian dari mertua dan Tante yang sudah di anggapnya sebagai ibu kandung nya itu.


" Makasih mami ,Tante ,ini juga berkat MUA yang udah merias Zahra juga kok " jawab Zahra merendah .


" Gak sayang, kamu benar - benar cantik kok " sahut Bu Susan meyakin kan Zahra. dan cindi menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Bu Susan yang tak henti - hentinya memuji Zahra.


" Mami yakin, anak mami yang super super bucin dan posesif itu makin cinta deh sama kamu sayang, " Bu Susan mengerlingkan mata nya menatap ke arah Aziz yang berada di sampingnya .


Bu Susan mendekati Zahra dan berbisik pelan di kuping Zahra " pasti suami kamu tidak mengizinkan kamu keluar menghadiri acara itu kan ? " tanya Bu Susan pelan berbisik di telinga Zahra. Zahra menatap suaminya yang berdiri tidak jauh dari Bu Susan dan cindi lalu Menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Bu Susan.


" cek anak itu." gumam Bu Susan yang geram pada anak lelakinya itu, Bu Susan kesal karena Aziz yang posesif pada Zahra tidak pada tempatnya.


Aziz yang merasa di ghibah kan oleh ketiga perempuan yang beda generasi di depannya itu mengernyitkan dahinya ketika sang mami menatapnya sinis kearahnya.


" kalian mengghibahin aku ya " tembak Aziz pada ketiga wanita yang beda generasi itu.

__ADS_1


" Kalau iya kenapa , masalah " ujar Bu Susan kesal.


" Mama mengatakan apa sayang " tanya Aziz pada Zahra. Zahra yang di tanya pun bingung mau menjawab apa, karena Zahra tidak ingin suaminya marah pada Bu susan. Zahra menatap Bu Susan minta bantuan.bu Susan mengerti maksud tatapan Zahra, dan menjawab pertanyaan Aziz cuek.


" Mami gak bilang apa - apa kok, mami cuma bilang nanti Zahra gak boleh capek - capek, kasihan cucu mami " jawab Bu Susan bohong .


" Ya udah kita turun sekarang ya, karena sebentar lagi acara akan di mulai ".Bu Susan mengalihkan pembahasan agar tidak kembali ribut dengan Aziz.


Bu Zahra tahu Aziz tidak puas dengan jawabannya tadi. namun Bu Susan tidak ingin lagi berlama - lama ribut dengan anak laki - lakinya itu. jadi Bu Susan langsung mengajak kedua bintang acara malam ini untuk menuju ke ruangan di mana acara resepsi itu akan di laksanakan


Mau tak mau Aziz pun mengikuti langkah bu susan ,Tante cindi yang sudah duluan membawa Zahra tanpa izin pada dirinya , Aziz yang kesal pada maminya itu hanya bisa menurut saja tanpa ada niat membantah.


*****


Semua mata menatap takjub pada pasangan pengantin yang terlihat sangat serasi itu, yang pria nya ganteng dan rupawan tidak kalah dengan pengantin wanitanya yang cantik dan elegan dengan gaun pengantin yang di pakainya , Zahra merasa gugup ketika memasuki ruangan tersebut apa lagi ketika ia melihat begitu banyak pasang mata yang sedang menatap kearahnya, Zahra menggenggam tangan Aziz erat menutupi kegugupannya, Aziz yang merasa tangannya di genggam erat oleh Zahra, memalingkan wajahnya menatap istrinya itu.


" Jangan gugup, tetaplah tenang, Abang bersama kamu sayang " bisik Aziz pelan di telinga istrinya dan hanya mereka yang mendengar. Zahra balas menatap Aziz dan tersenyum, Zahra menganggukkan kepalanya pelan. Aziz membalas genggaman tangan Zahra di tangannya dan mereka pun berjalan dengan saling bergandengan tangan.


Pancaran kebahagiaan terpancar di kedua wajah pengantin itu, sepanjang jalan menuju pelaminan Aziz dan Zahra tidak henti - hentinya tersenyum dan sesekali melambaikan tangannya menyapa para undangan yang hadir malam itu.

__ADS_1


Para undangan yang terdiri dari relasi bisnis pak Widodo dan Aziz , dokter dan petugas rumah sakit tempat Aziz dan Zahra bekerja lebih tepatnya karyawan rumah sakit milik keluarga Widodo serta tidak lupa karyawan dan karyawati dari semua perusahaan yang di miliki keluarga Widodo dan Aziz sendiri menyambut senang dan bahagia pasangan pengantin itu.


Selain tatapan bahagia, juga ada tatapan kecewa dan merana dokter yang mereka idolakan sudah tidak sendiri lagi dan lebih menyedihkan bukan mereka yang terpilih jadi pengantin wanitanya.


Selain itu, juga ada tatapan penuh kebencian dari sepasang mata yang dari tadi menatap kearah pasangan itu, terutama ke pengantin wanita atau Zahra , sepasang mata itu adalah milik Naira, Naira semakin membenci Zahra, karena Zahra lah ibunya saat ini menderita, dan karena Zahra juga rumah tangganya serasa neraka yang di sebabkan Rio sang suami yang tidak bisa move on dari mantannya itu. dan sekarang kebencian nya pada Zahra makin bertambah ketika Naira melihat kehidupan Zahra yang lebih bahagia dan beruntung dari dirinya, Naira tidak rela jika Zahra mempunyai kehidupan dan kebahagiaan lebih baik dari dirinya. Naira ingin Zahra tetap menderita seperti dahulu. Sebuah rencana sudah Naira siap kan untuk Zahra, tapi rencana itu tidak sekarang ia laksanakan, Naira akan menunggu waktu yang tepat, baru semua rencananya untuk Zahra di jalan kannya. Apa rencana Naira, tidak ada yang tahu termasuk Mirna sendiri. Naira menyunggingkan senyum mengejek menatap ke arah zahra.


' Nikmatilah hari bahagia mu hari ini, karena besok kamu belum tentu bisa menikmatinya anak pembawa sial ' gumam Zahra pelan, saking pelannya sehingga Rio yang berada di sampingnya pun tidak bisa mendengarnya.


Sementara itu , Rio yang berada di samping Naira, tidak mengacuhkan istrinya itu. Rio sibuk dengan pikiran dan hatinya sendiri. Hatinya terasa sangat hancur berkeping - keping ketika melihat wanita yang di cintainya bahagia bersama bersama pasangannya.


Rio yang awalnya begitu berharap bisa kembali pada Zahra akhirnya menyadari, ternyata Zahra bukan lah miliknya. Zahra sudah hidup tenang dan bahagia bersama Aziz salah satu dokter di tempatnya bekerja.


Melihat sinar bahagia terpancar di mata Zahra, Rio semakin yakin untuk memilih mundur dan lepas Zahra untuk pria lain yang sekarang sudah menjadi suami Zahra. Rio bertekad akan belajar untuk move on dari Zahra dan akan membina keluarga yang lebih baik lagi bersama Naira.


Di saat Naira dan Rio sibuk dengan pikiran mereka masing - masing, begitu juga dengan sandi.


Sandi menatap haru pada Zahra. sandi tidak menyangka ,.anak yang Selma ini ia tunggu - tunggu kehadiran nya dan setelah hadir di hidupnya ia sia - sia kan begitu saja dan sekarang sudah tumbuh dewasa bahkan sudah menikah.


Sandi menatap rombongan pengantin itu lewat di depannya, di sana ada Adam dan cindi yang mendampingi Zahra.

__ADS_1


Kenapa bukan sandi yang berstatus ayah kandung dan lebih berhak dari Adam dan cindi yang mendampingi, itu karena sandi berpikir, ia tidak layak berada di atas sana , karena selama ini sandi tidak punya andil dalam merawat , mendidik dan membesarkan anak gadisnya itu,.yang lebih berhak.dinatas sana adalah adam dan cindi.


Untuk itulah semalam sandi meminta Adam dan cindi untuk mendampingi Zahra di atas sana ,.awal nya Adam dan cindi menolak, karena mereka tidak mau membuat Zahra kecewa, Zahra pasti mengharapkan sandi sebagai ayah kandungnya yang mendampingi bukan mereka yang hanya oom.dan tantenya saja. tapi setelah sandi menyampaikan alasannya, dan sandi mengatakan Zahra sudah mengetahui dan menyetujuinya akhirnya Adam dan cindi pun menyanggupi permintaan sandi.


__ADS_2