
" Jadi ibu Mirna bukan ibu ku ...?!" zahra merasa sangat syok setalah mengetahui semua kebenaran masa lalunya.
Zahra tidak menyangka hidupnya begitu penuh drama dari masa lalu ayah dan ibunya yang berimbas pada dirinya yang terluka akibat sikap dan perlakuan sang ayah pada dirinya.
Zahra ingin membenci sandi yang sudah menyia - nyiakan dirinya sedari ia kecil, Zahra tidak habis pikir bagai mana bisa sandi memperlakukan buruk pada dirinya dan itu sudah sandi mulai ketika Zahra masih bayi bahkan saat itu Zahra kecil masih tidak tahu apa - apa tentang kejam nya hidup ini.
Sandi telah selesai menceritakan semua masa lalunya antara intan dan Miran pada zahra, tidak hanya itu sandi juga menceritakan bagaimana kondisi Mirna saat ini setelah semua kejahatan dan perselingkuhannya telah di ketahui oleh sandi saat ini.
sandi juga memberi tahu Zahra bahwa saat ini Mirna sedang menjalani hukuman dari dirinya, untuk itulah sandi tidak membawa Mirna hadir dalam acara resepsi pernikahan Zahra dan Aziz yang akan di laksanakan besok.
Sandi merasa sedikit lega Setelah menceritakan semua kebenaran itu tanpa ada jedah sedikit pun dari Zahra, karena Zahra yang memang mendengarkan sandi bercerita tanpa di potong oleh nya sedikit pun.
Sandi merasa beban berat di bahunya terasa ringan, saat ini sandi pasrah jika Zahra membencinya.
Semua keputusan saat ini ada pada Zahra, sandi sudah memasrahkannya. sandi sadar ia memang bersalah selama ini pada putrinya itu, dan ia juga merasa tidak pantas untuk mendapatkan maaf dari putrinya itu.
" Iya, Mirna bukan lah ibu mu, nama ibu mu intan, " jawab sandi. Sandi tidak sanggup menatap Zahra, ia hanya menundukkan kepalanya , setiap kali menatap Zahra sandi merasa sangat terluka dan kenangan tentang intan dan kesalahannya pada intan kembali bermain di pelupuk matanya, itu karena Zahra yang sangat mirip dengan intan. Zahra seperti copy an intan sewaktu muda dulu, tidak hanya kecantikannya, tapi juga sifatnya yang lemah lembut dan ketulusan hatinya.
Sandi sudah beberapa kali mencari bagian dirinya pada Zahra, tapi ia tidak menemukan itu, dan hal itu makin memperkuat kecurigaan sandi waktu itu tentang rumor perselingkuhan intan dengan pria lain.
__ADS_1
Sandi merasa dirinya sangat bodoh, mengapa sandi tidak mencoba melakukan tes DNA waktu itu tapi malah percaya pada ucapan mirna yang ternyata punya niat buruk pada nya .
" Dan ibu mu sudah tiada, intan wanita yang sangat ayah cintai, wanita cinta pertama ayah meninggal saat melahirkan putri yang sudah kami tunggu - tunggu di lima tahun pernikahan kami yaitu kamu zahra ." ujar sandi tangannya memegang dadanya menahan perih di hatinya mengingat luka itu.
" Saat melahirkan kan putrinya yaitu kamu, Intan berjuang sendiri dan tanpa kehadiran ayah di sisinya, bahkan di antara hidup dan matinya intan masih sempat - sempatnya memikirkan keselamatan putrinya tanpa memikirkan dirinya sendiri dan karena rasa kecewanya ibu mu pada ayah, ibu mu menitipkan kamu pada Adam kakaknya." setetes air mata kembali jatuh ke tangan sandi yang saat itu berada di atas meja.
" Tapi ayah bersyukur, di bawah asuhan, didikan dan kasih sayang mereka kamu tumbuh jadi gadis yang baik, gadis yang Sholehah seperti harapan ibu mu intan, kamu dan intan ibarat pinang di belah dua, kamu sangat mirip dengan ibu mu, tidak hanya kecantikannya, tapi juga kelembutan hatinya, semua ada pada dirimu Zahra, dan karena hal itu juga setiap kali melihat kamu ayah merasa sangat terluka dan kecewa pada ibu mu ."
Sandi masih tidak sanggup mengangkat kepalanya, dan Zahra lagi -lagi hanya membiarkan dan mendengar kan sandi bercerita, setiap kalimat yang keluar dari bibir sandi Zahra cerna dengan sangat baik.
Sakit, yah Zahra tidak bisa memungkiri ,hatinya sangat sakit mendengar kisah hidupnya yang keluar dari bibir ayah nya, Zahra merasa sangat miris dengan hidupnya, Zahra tidak menyangka ternyata hidupnya begitu menyedihkan.
Tapi melihat sandi yang lemah tak berdaya di hadapannya, hati Zahra jadi tersentuh, Zahra sadar ini tidak sepenuhnya kesalahan sandi, yang salah itu adalah Mirna, demi ke keserakahannya terhadap harta Mirna sampai tega memfitnah ibunya, dan kesalahan sandi waktu itu adalah memercayai semua ucapan Mirna terhadap intan tanpa ada niat untuk menyelidikinya terlebih dahulu, Zahra berfikir andai saja sandi tidak termakan fitnahan Mirna terhadap ibunya , mungkin semua ini tidak akan terjadi .
sandi mengangkat kepalanya menatap Zahra yang juga sedang menatap dirinya. sandi tidak dapat lagi membendung air matanya.penyesalan yang sandi rasakan begitu dalam pada putri nya itu.
Zahra meraih tangan sandi, dan menggenggam tangan renta itu erat." Semua tidak sepenuhnya kesalahan ayah, jangan menyesali dan menghukum diri ayah sendiri.
yang penting saat ini ayah sudah mengakui kesalahan ayah dan ayah ingin memperbaiki kesalahan ayah tersebut, bagi ku itu sudah cukup.Ayah tetap lah ayah ku,sampai kapan pun, ayah adalah ayah kandung ku " sandi menatap Zahra tidak percaya, ' begitu bersihnya hati putri mu intan, walau aku sudah berbuat salah pada dirinya selama ini, tapi Zahra putri kita masih tetap mau menerima aku dan bahkan tetap memanggilku ayah ' gumam sandi dalam hati.
__ADS_1
Sandi balas menggenggam tangan Zahra dengan kuat," terima kasih nak, terima kasih sudah memaafkan dan mau menerima si tua bodoh ini " ujar sandi terharu.kebaikan hati putrinya membuat sandi merasa kecil di hadapan putrinya itu.
Zahra hanya tersenyum menatap sandi, Zahra tidak.mau menanggapi ucapan sandi yang menurutnya tidak penting itu, yang terpenting saat ini adalah sandi sudah menyesali kesalahan dan kekhilafannya selama ini, Zahra bersyukur akhirnya doa - doanya sudah terkabulkan .
Selama ini Zahra selalu berdoa pada Tuhan untuk membuka kan hati sandi dan mau menerima Zahra sebagai putrinya.dan sekarang semua sudah terwujud. Zahra tidak henti - hentinya bersyukur pada yang maka kuasa.
" Apa Zahra boleh mengunjungi makam ibu nantinya yah?" tanya Zahra berharap sandi akan bersedia mengantarkan dirinya ke makam ibu yang telah melahirkannya.
" Tentu nak, nanti ayah sendiri yang akan mengantarkan kamu ke makam ibu mu" sahut sandi memenuhi permintaan putrinya itu
Aziz dan Adam yang dari tadi ada disana hanya memperhatikan ayah dan anak itu, tanpa ada niat untuk ikut campur, Adam dan Aziz sama - sama merasa lega, akhirnya ayah dan anak itu bisa bersatu setelah sekian lama seperti orang yang tidak saling mengenal karena jarak yang di buat oleh sandi sendiri.
".Apa kah ayah boleh memeluk mu?" Aziz ragu - ragu minta izin pada Zahra untuk memeluk putrinya itu untuk pertama kalinya semenjak putrinya itu lahir di dunia ini.
Zahra menganggukkan kepalanya tersenyum pada sandi, sekuat tenaga Zahra menahan air mata nya untuk tidak jatuh,
Sandi meraih tubuh Zahra dan memeluk tubuh Zahra erat, Zahra pun membalas pelukkan ayah nya, ini adalah pertama kalinya sandi memeluk diri nya, Zahra sangat senang dan bahagia akhirnya setelah sekian lama Zahra bisa merasakan pelukkan ayahnya.
Zahra dan sandi saling menangis, jika Zahra menangis bisa merasakan pelukkan ayahnya sementara sandi menangis karena merasa terharu karena Zahra sudah memaafkan dan mau menerima dirinya.
__ADS_1
Adam dan Aziz merasakan kebahagiaan Zahra dan sandi. adam bersyukur akhirnya sandi membuktikan janjinya pada Adam akan memperbaiki semua kesalahan yang sudah di perbuat nya.
Adam berharap ini adalah awal yang baik untuk ke harmonisan hubungan ayah dan anak itu.