CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 69


__ADS_3

Aziz dan Zahra sudah mendapatkan tempat duduk yang sesuai dengan yang tertulis di tiket nya, Aziz.membantu Zahra duduk dan memasang seatbelt nya sesuai instruksi pramugari yang sedang memperagakan di depan. setelah memastikan Zahra duduk nyaman, Aziz baru mengurus dirinya sendiri. Zahra merasa tersanjung di perlakukan manis oleh Aziz mulai semenjak mereka menikah Sampai saat ini Aziz tidak pernah bisa. berbuat manis padanya .


' kalau kamu sering seperti ini bisa - bisa aku benar - benar jatuh cinta pada mu bang ' bisik suara hati Zahra dalam hati.


Zahra senyum - senyum sendiri kala mengingat semua perhatian manis Aziz pada nya mulai dari membantunya menguatkan diri, menyuapinya yang saat itu tidak mau makan dan entah apa lagi, baru menjadi istri satu Minggu, aziz yang sudah memperlakukan Zahra seperti tuan putri membuat Zahra makin meleleh.


Aziz menatap Zahra yang duduk di sampingnya keheranan, Zahra dari tadi senyum - senyum sendiri menatap dirinya.


" Ada apa sayang ?" tanya Aziz heran melihat Zahra yang tersenyum sendiri.tapi tidak ada jawaban dari Zahra .


Zahra masih asik dengan pikirannya sendiri sehingga ia tidak memperhatikan dan mendengar Aziz yang dari tadi memanggil - manggil namanya.


" Sayang...".Aziz.mendekatkan wajahnya dan membelai pipi Zahra lembut.


merasakan pipinya yang di sentuh Zahra tersentak dan kaget dari lamunannya.ke kagetan Zahra makin bertambah ketika ia mendapati Aziz yang berada di depannya ,wajah mereka begitu dekat, saking dekatnya Zahra dapat merasakan hembusan nafas Aziz di mukanya.


zahra dan Alif saling pandang beberapa detik, , Zahra menatap Aziz tanpa berkedip, setelah seminggu menjadi istri dari Aziz Zahra baru menyadari ternyata suami dadakannya itu terlihat sangat ganteng Zahra terpesona melihat wajah ganteng suaminya.


" Kenapa hemmm, kamu baru sadar kalau suami kamu ganteng " ujar Aziz sambil berbisik di kuping Zahra narsis, Aziz sengaja berbisik ditelinga Zahra agar tidak ada yang mendengar apa yang di sampaikan pada istrinya itu , bagai mana pun Aziz masih sadar sekarang mereka masih berada dalam pesawat ,kalau di rumah apa lagi di kamar , mungkin aziz sudah memakan istrinya itu.


Dari Zahra mulai senyum - senyum sendiri tadi Aziz sudah gemas dengan istrinya itu.


Zahra yang baru tersadar merasakan pipinya memanas, Zahra sudah bisa menebak seperti apa merah wajahnya saat ini karena merasa malu sudah tertangkap basah menatap kagum pada suaminya.

__ADS_1


Zahra menundukkan kepalanya malu, sementara itu Aziz yang sudah terlanjur Hemas dengan sifat malu - malu Zahra Tampa permisi langsung mencuri ciuman di bibir Zahra.


Zahra kaget dengan mata yang membola besar dan mulut yang sedikit terbuka menatap Aziz kaget, jantungnya sudah tidak bisa di kondisikan lagi, melihat itu lagi - lagi aziz mencuri ciuman singkat di bibir istrinya yang sedikit terbuka itu, ingin rasanya Aziz ******* bibir tipis yang sudah membuatnya candu itu, tapi Aziz Haris bersabar, karena kondisi yang tidak memungkinkan saat ini.


" Abang ...." Zahra memekik tertahan dan menatap aziz kesal , bibirnya di majukan membuat Aziz makin tergoda .


" kenapa sayang, dan tolong itu bibir jangan di begitu, Abang jadi pingin mencium Kamu lagi sayang , sabar ya nanti kalau sudah sampai rumah baru Abang kasih, jangan sekarang, malu di lihat sama penumpang yang lain " bisik Aziz santai dan tanpa bersalah sudah membuat istrinya salah tingkah dengan pipi yang makin memerah menahan malu.


" udah tahu banyak orang, masih juga nyosor " jawab Zahra kesal.


" jangan salah kan Abang dong sayang, kan kamu yang mancing Abang untuk cium kamu "kata aziz dengan suara yang masih pelan.


Zahra mengerutkan keningnya, Zahra masih belum menyadari sikapnya barusan telah memancing Jiwa mesum suaminya.


" siapa.aueuh senyum - senyum sendiri sambil menatap Abang seperti itu, Sampai -sampai Abang panggil berkali - kali gak di respon " kata Aziz lagi.


Aziz merasa lucu melihat Zahra yang berusaha mengelak dari apa yang di katakan nya tadi.dan Aziz pun mengelus kepala Zahra sambil tersenyum.


Aziz pun berhenti menggoda Zahra, Aziz takut jika ia lanjutkan akan membuat Zahra kesal dan merajuk, Aziz tidak mau melihat istrinya kesal dan merajuk.


pesawat pun lepas landas terbang menuju kota xx yang akan di tujunya.


" sayang, untuk sementara kita tinggal di apartemen dulu gak apa - apa kan?" tanya Aziz hati - hati takut Zahra menolak untuk tinggal di apartemen, Aziz bukannya tidak mempunyai rumah sendiri,.setalah sah menikah dengan Zahra Aziz langsung menghubungi asistennya dan meminta tolong pada asistennya untuk melakukan beberapa perombakan pada rumah yang dimilikinya.

__ADS_1


Aziz memang sudah memiliki rumah sebelumnya, tapi karena ia belum menikah, jadi Aziz memilih untuk tinggal di apartemen ketimbang di rumah nya sendiri.


aziz sengaja meminta bantuan pada asistennya untuk melakukan renovasi dari beberapa bagian rumah dan akan di sesuaikan dengan rumah idaman Zahra, jangan heran dari mana Aziz bisa tahu tentang rumah idaman istrinya itu,, hal seperti itu sangat kecil bagi Aziz.


Zahra menatap Aziz dan mengagumkan kepalanya .


" Tapi nanti Abang temani Zahra untuk ambil barang - barang Zahra yang masih ada di kos ya," pinta Zahra dan dijawab Aziz dengan senyuman .


" Semua barang - barang kamu sudah ada di apartemen sayang, kemaren abang minta tolong asisten Abang untuk memindahkannya." jawab Aziz sambil tersenyum.


" Serius bang " tanya Zahra kaget , tapi rasa kaget Zahra kali ini tidak terlalu lama, Zahra sadar si apa suaminya ini, apa pun pasti bisa di lakukan Aziz dengan mudah , mudah maksudnya disini bukan sulap, Aziz hanya tinggal menekan no telpon di ponselnya, maka semuanya selesai.


Tali Zahra masih belum mengenal Seperi apa dan sekaya apa suaminya itu. dan Zahra yang memang orangnya tidak kepo, ia tidak mau tahu, yang ia tahu sejauh ini suaminya sangat baik padanya. dan itu sudah cukup bagi Zahra.


Zahra tidak mau bertanya lagi, Zahra yakin Aziz pasti sudah mengurus semua untuk dirinya.


setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya Aziz dan Zahra Samapi di kota xxx yang ia tuju.


Lagi - lagi Aziz membantu Zahra untuk keluar dari pesawat , setelah mengambil barang - barangnya , Aziz menggandeng tangan Zahra keluar bandara.


Zahra hanya diam ketika tangannya di genggam oleh suaminya itu, Zahra mengikuti langkah Aziz keluar bandara, dan sesampainya di luar, sopir Aziz sudah menunggu mereka dan membawa mereka ke apartemen mewah milik Aziz.


Aziz kembali menggenggam tangan Zahra masuk ke apartemen nya. sementara sopir Aziz berjalan di belakang mereka sambil membawa koper - koper mereka .

__ADS_1


Sebenarnya Zahra merasa canggung dengan perlakuan Aziz kepadanya yang memperlakukan dirinya bak seorang Putri .


tapi sifat Aziz yang tidak menerima penolakan , terpaksa harus menurut dan mematuhinya .


__ADS_2