
" Tapi maaf sebelum nya, bagai mana bisa dokter ada disini di saat kakek dalam keadaan kritis ?" Zahra yang sedari tadi bertanya - tanya tentang keberadaan Aziz akhirnya bertanya juga.
Aziz tersenyum mendengar jawaban Zahra, aziz sudah menduga Zahra akan mempertanyakan hal itu pada nya nanti.
Aziz pun teringat mengapa ia sampai di kota ini dan bisa menikah dengan Zahra .
Aziz menarik nafas sebelum memulai ceritanya, sebelum memulai ceritanya aziz terlebih dahulu menatap kedua orang tuanya .Kedua orang tua Aziz menganggukkan kepalanya.
" Mungkin kamu heran mengapa saya bisa ada di sana sewaktu kakek meminta kamu untuk menikah sebelum beliau pergi .
Sebenarnya waktu itu saya kebetulan ada di rumah sakit yang sama dengan kakek di rawat, kamu ingat waktu saya visite dua hari yang lalu saya dapat telpon dari teman sejawat saya yang disini dan meminta bantuan kepada saya untuk melakukan operasi pada seorang anak, dan saya bilang ke kamu bahwa saya akan melakukan visite lebih awal besok karena mau berangkat pagi - pagi sekali untuk datang ke sini membantu teman sejawat di sini " Aziz mengehentikan sejenak penjelasannya dan bertanya balik pada Zahra .
Zahra sejenak terlihat sedang berfikir dan mengingat - ingat kejadian dua hari yang lalu .
Kemudian Zahra menganggukkan kepalanya ketika mengingat kejadian dan pesan Aziz pada nya dua hari yang lalu.
" Dan karena itu lah saya ada disini pagi tadi karena operasinya yang di jadwalkan pagi. Setalah operasi dan melihat kondisi pasien yang masuk ke picu setelah operasi say tidak sengaja melewati kamar kakek mendengar nama kamu di sebut - sebut dan saya merasa kenal dengan salah satu suara yang berada di sana merasa heran. ketika saya mencoba untuk melihat ke dalam secara bersamaan orang tua saya yang memang sedang berada di rumah sakit yang Sama saat kebetulan lewat, dan saya meminta izin pada orang tua saya untuk dapat memenuhi permintaan kakek dan setelah saya katakan alasannya akhirnya kedua orang tua saya mengizinkan.
dan saya memberanikan diri untuk masuk ke dalam dan ternyata dugaan saya benar, ternyata kamu adalah adik dari sahabat baik saya alif.untul itu saya tidak merasa ragu lagi untuk menerima kamu jadi istri saya.
dan atas restu dari kakek dan keluarga semua,akhirnya pernikahan itu bisa terlaksana, walaupun tidak bisa menunggu kedatangan kamu kerana kondisi kakek yang semakin tidak baik - baik saja." Aziz pun menyelesaikan penjelasannya, semua orang yang ada di ruangan itu mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti . khusus nya Alif, karena masih ada yang mengganjal dipikiran Alif saat ini, Alif masih belum tahu dan ingin tahu apa alasan Aziz mau menikahi Zahra.
Alif mau bertanya, tapi di urungkannya karena Alif berpikir ia akan bertanyakan hal itu langsung nanti saat mereka berdua saja.
Tidak jauh beda dengan Alif , Zahra juga mempunyai pertanyaan yang sama dengan Alif, Zahra juga bertanya - tanya apa alasan Aziz mau menikah dengan nya.padahal ia bukan lah siapa - siapa dan hanyalah perempuan biasa.
" Dan jujur saya sangat senang kamu bisa menerima pernikahan ini, walaupun pernikahan ini di luar rencana kita semua. Tapi sesuai janjiku pada kakek , aku akan berusaha menjaga kamu dan mencintai kamu sebagai istri ku dan belajar untuk menjadi imam yang baik untuk kamu " ujar Aziz lagi sambil menatap Zahra lembut.
__ADS_1
Zahra yang dari tadi serius mendengar penjelasan Aziz dan terus menatap Aziz saat Aziz menjelaskan keberadaannya di sana, menjadi serba salah di tatap Aziz seperti itu, Zahra menundukkan kepalanya menghindari pandangan mata Aziz yang tidak lepas dari nya.
" Sesuai dengan yang Zahra bilang tadi ,Zahra menerima pernikahan ini, dan Zahra akan belajar untuk bisa menjadi istri yang baik untuk dokter, Zahra yakin pilihan kakek tidak akan pernah salah." jawab zahra masih dengan menundukkan kepalnya.
Semua orang yang berada di sana ikut senang dengan jawaban Zahra dan Aziz yang sama - sama mau menerima pernikahan dadakan mereka..
Zahra lalu menatap dua orang pasangan paruh baya yang berada di samping Aziz yang dari tadi hanya diam saja tanpa komentar mendengar Aziz dan Zahra berbicara.
Zahra masih bertanya - tanya kenapa dua pasangan berpengaruh penting di tempatnya bekerja bisa ada di rumahnya saat ini, tidak hanya itu Zahra sepertinya juga tidak sadar dua pasangan paruh baya itu sudah berada di tengah - tengah keluarganya semenjak kakek kritis hingga kakek di makamkan, karena terlalu berduka ,Zahra tidak menyadari ke hadiran kedua orang berpengaruh tersebut .
Melihat pandangan Zahra yang tertuju kepada kedua orang tuanya , Aziz paham dengan apa yang ada di pikirkan Zahra saat ini, Aziz pun berniat akan mengenalkan orang tuanya pada Zahra , tapi sebelum aziz memperkenalkan kedua orang tuanya, Zahra sudah terlebih dahulu berbicara .
" Oya sebelumnya Zahra mohon maaf pada bapak dan ibu, tadi Zahra tidak sadar kalau bapak dan ibu hadir di sini, " ,Zahra yang sadar dengan ke hadiran dua orang penting di tempatnya bekerja. Zahra pun menyapa kedu orang tersebut dengan sopan .
" terima kasih pada bapak Sama ibu sudah menyempatkan diri hadir di pemakaman kakek." ujar Zahra lagi , Zahra yang tidak tahu ada hubungan apa antara Aziz dengan kedua pasangan istri itu pun mengira jika kedua orang tersebut datang untuk melayat.
Pak Widodo dan bu Susan tersenyum menanggapinya ucapan Zahra , mereka paham apa yang saat ini ada di pikiran Zahra . Alif juga tersenyum melihat Zahra yang merasa sungkan degan kedua orang penting dalam hidupnya itu.
" Baiklah , berhubung kita sudah menikah dan sudah sah sebagai suami istri, izinkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu agar tidak ada yang merasa di bohongi di sini. " Aziz menjedah ucapannya ,Aziz menatap kedua orang tuanya sambil tersenyum , pak Widodo dan bu Susan menganggukkan kepala pada Aziz agar melanjutkan ceritanya..
" Beliau berdua merupakan orang yang sangat penting dalam hidup saya , beliau pak Widodo kusuma dan Bu Susan anggraini, mungkin bagi kamu bukan seseorang yang asing lagi beliau berdua adalah orang tua saya. " Aziz memperkenalkan pak Widodo dan bu Susan kepada Zahra dan keluarga besar Zahra.
" APA " Teriak Zahra dan Arumi berbarengan , semua Mata tertuju pada Zahra dan Arumi. Mereka ( kecuali aziz ,Alif ,pak Widodo dan bu Susan ) bingung mengapa Zahra dan Arumi kaget berbarengan ,apa yang aneh dari perkenalan yang di sampaikan Aziz tadi, mereka menilai normal - normal saja, tapi mengapa reaksi Zahra dan Arumi sangat berlebihan sekali pikir mereka.
Zahra kaget ketika Aziz memperkenalkan siapa orang tuanya. Arumi juga tidak kalah kagetnya dengan Zahra, Arumi yang pernah bekerja di rumah sakit yang sama dengan Zahra merasa tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Aziz
Sebagai pemilik sebuah rumah sakit yang cukup besar dan terkenal , siapa yang tidak kenal dengan pak Widodo dan bu susan. pemimpin yang baik ,ramah dan sangat-sangat loyal terhadap karyawannya .
__ADS_1
Mereka selama ini tidak mengetahui siapa anak dari sang pemilik rumah sakit tersebut.
yang mereka tahu ,sang pemilik rumah sakit mempunya dua orang anak, satu laki - laki dan satu lagi perempuan .yang perempuan hampir semua karyawan mengenalnya karena selalu hadir di bawa oleh pak Widodo dan bu Susan di setiap acara yang di adakan pihak rumah sakit. Tapi anak laki - laki mereka yang di gadang - gadang kan adalah penerus keluarga itu nantinya mereka tidak ada yang tahu seperti apa, yang mereka tahu, bahwa anak pemilik rumah sakit juga seorang dokter.tapi siapa dan seperti apa orangnya tidak ada yang tahu,
Mereka tidak menyangka ternyata alih waris penerus rumah sakit ada di sekitar mereka dan selalu bercanda dan tertawa bersama mereka setiap kali bertemu.
Alif senyum - senyum melihat tampang kaget Zahra dan istrinya.Untuk hal itu Alif Sudah mengetahuinya dan termasuk alasan Aziz yang tidak ingin diri nya di publikasikan.
Sementara pak Widodo dan bu Susan sangat maklum dengan keterkejutan menantu dan temannya , itu karena Aziz yang tidak mau keberadaannya dipublikasikan.
" Ya Ra, mereka adalah mami dan papi saya Ra , dan sekarang sudah menjadi mertua kamu." jawab Aziz lagi sambil tersenyum mantap Zahra yang masih terlihat syok, dan itu terlihat sangat lucu di mata Aziz.
Zahra menatap pak Widodo beserta istrinya dengan sungkan " maaf pak Bu Zahra tidak tahu kalau dokter Aziz adalah anak bapak dan ibu " jawab Zahra sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada.
" tidak apa - apa nak, kami paham kok, dan ini bukanlah kesalahan dirimu " jawab Bu Susan lembut.
" Dan mulai sekarang kamu harus panggil kami mami dan papi, karena kamu adalah anak papi dan mami sekarang " ujar Susan lagi sambil tersenyum pada Zahra
" Ba ..baik Bu eh mi" jawab Zahra kaku dengan panggilan barunya pada pak Susan .
" Saya rasa mungkin semuanya sudah jelas , dan berhubung sebenar lagi mau magrib, akan lebih baik kita saat ini bersiap - siap untuk sholat dan selanjutnya menyambut tamu yang akan datang karena sebentar lagi acara tahlilan kakek akan di mulai." Sandi meminta semua yang hadir untuk bersiap - siap melaksanakan sholat magrib dan meyambut tamu untuk acara tahlilan kakek
Semua yang berada di rumahan itu langsung berdiri untuk membersihkan diri sesuai permintaan sandi, cindi pun menunjukkan kamar tamu pada pada pak Widodo dan bu Susan untuk mereka. pakai istirahat selama tinggal di rumah tersebut .
" Zahra bawa suami kamu kekamar untuk bersih - bersih ya " ujar nenek pada Zahra, karena nenek melihat Aziz masih duduk di ruangan itu.
Zahra menganggukkan kepalanya pada nenek ,
__ADS_1
" ayo dok, kita ke atas ,dokter bisa bersih - bersih nanti di kamar saya nanti." ujar Zahra mengajak Aziz ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Dan Aziz Pun mengikuti langkah Zahra ke lantai dua menuju kamar Zahra