
Zahra menatap ponselnya sesaat, setelah berbicara banyak dengan Alif, Zahra bukannya merasa tenang ,hatinya tetap merasa gelisah , Zahra juga bingung dengan suasana hatinya saat ini, entah apa yang membuatnya merasa sangat khawatir begini.
Zahra menarik nafas berat, " semoga apa yang di bilang bang Alif benar adanya , semoga keluarga di sana baik - baik aja, khususnya kakek " gumam Zahra pelan , Zahra lalu meletakkan ponselnya di atas meja belajarnya .
Zahra merasa tubuh nya sangat lelah, Zahra merebahkan tubuhnya di atas kasur, karena efek kelelahan tak lama kemudian Zahra terlelap dalam tidurnya.
Sementara itu di sebuah rumah sakit di kota lain tepatnya di tempat kakek di rawat, semua orang hanya bisa terdiam setelah telpon dari Zahra berakhir ,semua orang sibuk dengan pikirannya masing - masing .
Tak berselang lama kemudian ,team dokter dan perawat berlarian masuk ke dalam ruangan ICU tempat kakek di rawat.
Alif yang melihat perawat dan dokter berlarian masuk ke dalam ruangan sang kakek, dengan sigap Alif juga ikut masuk kedalam ruangan tersebut.
" Apa yang terjadi dengan kakek saya dok ?!" tanya Alif pada dokter cemas.
" Kakek anda sempat mengalami henti jantung dokter, tapi Alhamdulillah Karana cepat ketahuannya maka cepat juga dapat pertolongannya, dan sekarang denyut jantungnya sudah kembali ,tapi beliau belum bisa melewati masa kritisnya dokter Alif " jawab dokter menjelaskan pada Alif .
" Apa ada kemungkinan sembuh dokter ?" tanya Alif lagi khawatir dan penuh harap ,walaupun Alif seorang dokter, tapi penyakit yang di derita kakek bukanlah bidang nya Alif, jadi sedikit banyaknya Alif tetap banyak bertanya pada dokter yang saat ini merawat sang kakek.
" Maaf saya tidak bisa menjanjikan apa pun dokter, hanya mukjizat Yang saat ini kita tunggu " jawab dokter tersebut sambil menepuk pundak Alif pelan.
" Perbanyak lah berdoa dokter " ujar dokter itu lagi sebelum berlalu.
Alif mendekati kakek, Alif menatap wajah Tia renta itu pilu." bertahanlah kek " ujar Alif sambil menggenggam tangan tua nan keriput termakan usia itu.
Setelah puas menatap wajah sang kakek yang terlelap dalam tidur sampai nya, Alif pun keluar menemui keluarganya .
__ADS_1
" Apa yang terjadi lif,tadi dokter mengatakan apa ?" tanya cindi pada Alif ,melihat Alif yang keluar dari kamar rawat kakek dengan lesu, cindi langsung mendekati Alif dan menanyakan kondisi kakek pada Alif, karena saat dokter tadi keluar, dokter tersebut tidak ada menyampaikan apa - apa kepada mereka, bukannya dokter tersebut tidak mau menjelaskan ,tapi atas permintaan Alif kepadanya agar tidak menyampaikan apapun pada keluarganya, nanti biar Alif sendiri yang akan menjelaskan pada keluarga nya tersebut.
" kakek masih kritis ma , belum tahu kapan bisa bangun, saat ini mari kita banyak - banyak berdoa untuk kesembuhan kakek ya." jawab Alif menatap keluarganya satu - satu. Alif melihat keluarganya sudah sangat letih dan itu terpancar pada raut wajah masing - masing. apa lagi sang nenek yang lebih banyak diam semenjak kakek tidak sadarkan diri di rumah tadi.
" Sebaiknya nenek,mama ,papa dan om Adam pulang saja dulu, istirahat lah di rumah, kakek biar Alif yang jaga di sini, nanti kalau ada apa - apa Alif kabari " Alif meminta keluarganya untuk pulang dan istirahat di rumah ,karena Alif melihat keluarganya sudah lelah semua.Kemudian Alif menatap istrinya yang sedari tadi selalu mendampingi nenek , Alif mendekati sang istri dan berjongkok di depan Arumi ," sayang kamu pulang dan istirahat di rumah ya bareng mama,Nene,papa dan om sandi , biar Abang di sini menunggu kakek" ujar alif lembut pada Arumi sambil menggenggam tangan Arumi.
Arumi menatap alif sejenak , " tapi bang...."
".kamu pasti capek sayang, lebih baik kamu pulang ya, Abang tidak mau kamu ikut - ikutan sakit sayang , dan lagi kalau kamu di rumah, kamu kan bisa jaga dan menghibur nenek, nenek dan mama butuh kamu di ruma sayang " ujar Alif membujuk Arumi sebelum Arumi menyelesai kan ucapannya sudah di potong oleh Alif .
Arumi menatap Alif dan berpikir sejenak ,betul kata suaminya ,saat ini nenek dan mama mertuanya sangat membutuhkan dirinya.
" yang lain pulang lah, biar aku dan Alif yang menunggui papa disini. " tiba - tiba sandi ikut menyampaikan sarannya.
Semua orang setuju, karena mereka juga merasa sangat lelah saat ini, dan aka lebih baik jika mereka pulang dan istirahat di rumah.
Setalah pesanan nya selesai Alif kembali ke ruang tunggu ICU , Alif melihat sandi duduk termenung menatap pintu kamar rawatan dimana papanya di rawat.
Alif mendekati sandi, dan memberikan makanan yang di bawanya kepada sandi. Sandi menatap Alif yang memberikan bingkisan berisi makan dan kopi ke hadapannya itu
" Alif tahu, om pasti belum makan, makan lah dulu om kalau. nggak nanti om pula yang jatuh sakit " ujar Alif pada sandi
" om tidak ada nafsu makan lif," ujar sandi sambil mengambil kantong berisi makanan dan kopi tersebut dan meletakkannya di samping tempat duduknya yang kosong .
" Menjaga orang sakit juga butuh tenaga om, jadi makan lah walau sedikit " bujuk Alif .Alif paham kenapa sandi tidak nafsu makan saat ini, tapi Alif juga tidak mau jika nanti sandi intan jatuh sakit ketika menjaga papa nya.
__ADS_1
Sandi Menatap Alif , kemudian meraih makanan yang di berikan Alif tanpa suara, dengan pelan sandi memakan makanannya ,walaupun tidak berselera ,sandi tetap memaksakan makanan itu masuk ke lambungnya.ia ingat kata - kata Alif, menjaga orang sakit juga butuh tenaga.
Setalah selesai makan , sandi memegang kopinya dan dan memainkan pinggiran gelas kopi tersebut ,pandangannya terlihat sendu dan tidak bersemangat .
" Om contoh seorang anak yang buruk ya lif" sandi memecah kesunyian dengan mengeluh pada Alif, Alif menatap sandi bingung.
"Maksud om apa ?' tanya Alif pada sandi
" yah om adalah anak yang tak berguna lif, demi membela wanita ular itu, om harus menjauhkan keluarga om termasuk putri yang sudah lama om tunggu kehadirannya bersama istri om sendiri." Alif mulai paham dengan kemana arah bicara sandi saat ini.
Alif lebih memilih diam tanpa mengomentari apa - apa, menurut Alif menjadi pendengar setia itu akan lebih baik untuk saat ini.
" Saking buruknya ,om sampai tidak mengetahui jika papa menderita penyakit yang sangat berat sejak dua tahun belakangan ini. dan om justru baru tahu saat penyakit papa sudah semakin berat saat ini." sandi kembali melanjutkan ucapannya setelah sekian lama diam.
" Pasti ada Hikam di balik semua masalah ini om, jadi bil lah hikmah nya itu " Alif mencoba menghibur hati sandi yang sedang galau saat ini.
" jadi om sudah tahu masalah yang sebenarnya " tanya Alif kemudian.
Sandi menganggukkan kepalanya ," awal nya om meragukan bukti yang sudah kamu berikan ,makanya om minta bantu pada orang kepercayaan om untuk menyelidiki nya lebih dalam lagi, dan ternyata hasilnya sama dengan yang kamu berikan " ujar sandi mejelaskan hasil penyelidikannya tentang fakta yang pernah Alif berikan pada nya dulu.
" Jadi apa keputusan om sekarang " Tanya Alif lagi
Sandi diam sesaat " om akan menjumpai Zahra dan meminta maaf pada nya serta akan menjelaskan semuanya kepada Zahra nanti .termasuk menjelaskan siapa ibu kandungnya yang sebenarnya " jawab sandi yakin
" tapi om takut Zahra tidak mau me maaf kan om nantinya lif " kata. sandi lagi khawatir.
__ADS_1
" tenang om, Alif yakin Zahra akan memaafkan om dan akan menerima om sebagai ayahnya " ujar sandi memberi kekuatan dan keyakinan pada sandi.
Sandi mengaminkan ucapan alif dan ia juga berharap demikian.