CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 101


__ADS_3

" Ibu..."


Naira menatap tidak percaya dengan apanyang sudah di lihat nya saat ini. Ibu yang selama ini merawat dan menyayanginya, yang selalu tampil modis walau pun umurnya tidak muda lagi, tapi saat ini terlihat begitu kumal dan dekil.


Tidak ada tampilan nyonya besar seperti yang selama ini ia lihat dari ibunya, yang ada hanya lah tampilan art, mungkin art nya akan lebih rapi dan bersih dari pada penampilan sang ibu saat ini.


Mirna yang baru saja membuka pintu kaget mendapati Naira sudah berdiri di hadapannya dengan pandangan penuh selidik, Mirna bingung harus melakukan apa, ini sangat tiba - tiba , ia tidak menyangka Naira akan pulang hari ini, tidak biasanya Naira pulang tanpa mengabari dirinya.


" Na...naira, kamu pulang nak?" tanya Mirna gugup.


" kamu pulang sama siapa?, mana suami kamu " tanya Mirna lagi sambil mencari - cari menantu nya yang tidak ia lihat dari tadi.keberadaannya.


" Ada apa dengan ibu, kenapa ibu berpenampilan begini " bukannya menjawab pertanyaan ibunya, Naira malah balik bertanya kondisi ibunya saat ini.


" Ceritanya panjang nak, kamu masuklah dulu, kamu pasti capek kan " Mirna mengalihkan pertanyaan Naira dengan menyuruh Naira masuk.


" suami kamu mana?" Mirna menanyakan keberadaan Rio pada Naira, karena dari tadi ia tidak ada melihat Rio bersama Naira, biasanya setelah menikah jika Naira pulang selalu di antar oleh Rio, Naira tidak pernah pulang sendiri ke rumahnya.


" Kak Rio gak ikut Bu, kak Rio banyak kerjaan, aku pulang sendiri " jawab Naira sambil berlalu dan duduk di sofa depan tivi.


" Apa kalian berkelahi lagi " tanya Mirna curiga, ya setiap ribut dengan Rio Naira selalu menceritakan nya pada Mirna. Hampir semua Masalah dalam rumah tangganya Naira ceritakan pada ibunya, hal itu lah yang paling tidak di sukai Rio dari Naira, dan karena itu juga mereka selalu ribut karena Mirna yang selalu ikut campur urusan rumah tangga mereka. Mirna selalu memarahi Rio setiap kali Naira mengadu pada ibunya itu . Rio sudah berkali - kali meminta pada Naira untuk tidak menceritakan masalah rumah tangga mereka pada ibu mertuanya itu, tapi dasar Naira yang manja, Naira tetap mengadukan semua pada ibunya itu.


Naira hanya diam dan menundukkan kepalanya sedih. Mirna menarik nafas kasar, Mirna meninggalkan Naira sendiri di ruang tivi, Mirna masuk ke dapur dan mengambilkan minum untuk Naira.


Mirna memberikan minuman yang di buatnya pada Naira, Naira menatap heran ibunya , mengapa harus ibunya yang membuatkan minum untuk nya, mana art di rumah ini?, lagi pula semenjak ia datang, Naira tidak ada melihat art lalu lalang di rumah seperti biasanya, rumah terlihat sangat sepi hanya ada ia dan ibunya saja.


" Kok ibu yang ambilkan minum aku, di mana semua art di rumah ini Bu " tanya Naira sambil mengambil gelas di tangan Mirna yang berisi minuman itu, lalu meminum minuman tersebut dengan hanya sekali teguk saja, karena ia juga merasa sangat haus dan lelah.

__ADS_1


" Semua nya di pecat ayah mu " jawab Mirna sendu


" Apa di pecat, semuanya Bu ?" tanya Naira kaget, Mirna hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Naira.


Mirna bingung harus menjawab apa kalau Naira menanyakan apa yang sudah terjadi padanya selama ini.


" Kenapa Bu?! " tanya Naira bingung


" Terus ibu kok bisa seperti ini sih, ada apa sebenarnya " tanya Naira lagi.


Mirna duduk lemas di hadapan naira. Lalu dengan terbata - bata Mirna menceritakan semua yang sudah terjadi pada dirinya selama empat bulan terakhir , namun tidak semua cerita itu benar, kebanyakkan dari cerita itu lebih menyalahkan intan yang telah tiada dan Zahra . Mirna juga tidak menceritakan apa penyebab sandi sangat murka pada dirinya yaitu tentang perselingkuhannya yang sudah di ketahui oleh sandi dan tentang siapa ayah kandung Naira yang sebenarnya yang tak lain adalah Anton laki - laki yang sudah menjadi selingkuhan nya itu.


Mirna tidak mau citra buruk di mata Naira sehingga Naira akan membenci dirinya nanti.


" Jadi semua ini karena ulah ibu kandung anak ha**m itu " sahut Naira geram , ya di antara cerita Mirna, Mirna selalu menyalahkan Zahra dan ibunya yang sudah tiada, sehingga Naira berpikir ibu nya menderita ulah mantan istri pertama ayahnya itu.


Mirna selalu menanamkan kebencian di hati Naira untuk Zahra dan itu sudah Mirna lakukan semenjak Naira kecil , sehingga di hati Naira hanya ada kemarahan,.kebencian dan dendam untuk Zahra .


Tapi Naira tidak bisa melakukan tindakan lebih pada Zahra saat itu karena selalu ada Alif, sandi dan kakeknya yang selalu membela zahra.


Naira makin membenci Zahra karena keluarga kakeknya sangat menyayangi Zahra ketimbang dirinya, keluarga dari pihak ayahnya itu hanya menganggap Zahra cucu perempuan satu - satunya di keluarga itu, mereka tidak pernah menganggap Naira cucu perempuan mereka, Naira merasa sudah di kucilkan oleh keluarga ayahnya itu, Naira merasa cemburu dan sakit hati pada Zahra, makanya setiap ada kesempatan naira akan selalu menyakiti Zahra baik itu secara verbal atau fisik.


Naira merasa tidak senang jika Zahra bahagia dan lebih dari dirinya, padahal pada kenyataannya, Zahra memang lebih dari Naira dari berbagai hal.


Karena itu lah Zahra banyak di sukai oleh orang - orang yang berada di dekatnya.


Naira akan berusaha merebut semua apa yang di milik Zahra, apa pun caranya. termasuk merebut Rio dari Zahra.

__ADS_1


" Tidak anak tidak ibu sama aja mereka itu, selalu menyusahkan orang, udah tiada pun masih menyusahkan " sahut Naira geram.


Mirna hanya diam menatap Naira yang kesal dan marah pada Zahra dan ibunya itu.


" Aku akan buat perhitungan dengan anak har**m itu Bu, ibu tenang aja, akan ku balaskan sakit hati ibu pada nya " sahut Naira menggenggam tangan Mirna.


" Aku akan bicara dengan ayah, aku akan minta ayah untuk kembali memangil semua art yang sudah di pecat ayah untuk bekerja lagi di sini " ujar Naira lagi, Mirna membalas genggaman tangan Naira terharu.


" Dan aku akan meminta ayah untuk mengembalikan hak ibu seperti dulu lagi " sahut Naira lagi pada ibunya itu.


Mirna menundukkan kepalanya pura - pura sedih , Mirna tersenyum licik, ternyata ada gunanya Naira pulang pikir minta senang


" Aku capek Bu, aku istirahat dulu ya, nanti kalau ayah sudah pulang aku janji akan bicara dengan ayah " ujar Naira sambil berdiri dan berlalu kekamarnya meninggalkan Mirna yang masih duduk di sofa tersebut.


Setelah memastikan Naira sudah masuk kekamarnya, Mirna mengambil ponsel yang tersimpan di dalam kantong dasternya.


Mirna menghubungi seseorang dari ponselnya tersebut.


Tak lama kemudian panggilan telpon pun tersambung.


".Hallo " sapa orang di seberang sana .


" ya halo, Anton Naira pulang, Naira akan membantu aku untuk terlepas dari hukuman sandi , aku senang Anton " sahut Mirna senang ketika sambungan telponnya tersambung.


Anton, ya pria yang sedang di hubungi oleh Mirna adalah selingkuhannya Anton, Mirna yang sudah sempat menyerah atas hukuman yang di berikan sandi padanya, akhirnya memutuskan untuk bertahan setelah Anton menghubungi dirinya .


Anton dan Mirna mempunyai suatu rencana , dan Anton meminta Mirna untuk lebih bersabar sampai rencana mereka berhasil di laksanakan.

__ADS_1


__ADS_2