
Aziz dan Zahra masih betah duduk dinata sajadah karena baru selesai sholat subuh tadi. mereka stelah sholat subuh tidak langsung membereskan peralatan sholat nya itu, tapi Aziz dan Zahra malah asik membahas tentang pernikahan mereka .
Aziz sedang menikmati pemandangan cantik di depannya , wajah cantik istrinya yang masih berbalut mukena dengan mata terpejam dan pipi kemerahan , aziz terlena dengan pemandangan indah di depannya saat ini.
Sehingga tiba - tiba Zahra membuka matanya dan menatap Aziz tajam,
Aziz kaget , pemandangan indah di depannya tiba - tiba berobah menjadi horor , Aziz mengerutkan keningnya hera , dan ketika akan bertanya pada Zahra , tapi sudah Kedulan Zahra yang bertanya pada dirinya.
" Oya, ngomong - ngomong tentang status dokter sebagai anak papi dan mami, kenapa dokter berbohong selama ini?" tanya Zahra horor, Zahra yang baru ingat dengan kehidupan aziz yang baru diketahuinya setelah menikah. langsung bertanya kepada aziz, Zahra ingat satu fakta lagi tentang suaminya yang baru ia ketahui.zahra ingin Aziz menjelaskan pada dirinya tanpa ada yang di sembunyikan sedikitpun, Zahra bertanya pada aziz karena Zahra menginginkan jawaban langsung dari Aziz bukan dari orang lain.
Aziz tersenyum lega, Aziz takut Zahra akan berubah pikiran , tapi ternyata Aziz salah, ternyata istri cantiknya mempertanyakan hubungannya dengan papi dan mami nya yang sebagai orang nomor satu di tempat Zahra bekerja saat ini yang tidak ada di ketahui oleh siapa pun.
" Aku akan jawab itu nanti, tapi sebelum itu ....." Aziz menatap Zahra yang juga sedang menatapnya menunggu kelanjutan ucapan Aziz dengan kening berkerut.
" apa ?" tanya Zahra akhirnya karena Aziz tidak kunjung melanjutkan ucapannya ,tapi malah senyum - senyum menatap dirinya.
" mulai sekarang jangan panggil aku dokter lagi " pinta Aziz akhirnya pada Zahra.
" Lalu aku panggil apa dok ?" tanya Zahra yang masih kurang paham dengan permintaan aziz.
" Terserah kamu mau panggil apa, asal jangan panggil dokter " jawab Aziz cuek.
" ya gak bisa gitu dong dok, aku kan sudah terbiasa panggilan dokter dengan sebutan dokter " tolak zahra sewot.
" kamu bisa ber aku kepada dirimu sendiri, kenapa sama aku masih panggil dokter ?" tanya Aziz lagi.
" itu karena aku berusaha tidak kaku aja kalau sedang bicara dengan dokter " jawab Zahra sambil memajukan bibirnya cemberut
Aziz terpesona melihat bibir Zahra yang di majukan lima centi itu, mengemaskan dan lucu menurut Aziz, di tambah Zahra yang bicara sudah mulai manja pada dirinya, aziz merasa yakin ia akan cepat dapat menaklukkan hati wanita nya ini, terbukti dengan cara bicara Zahra yang sudah mulai Santai dan manja pada dirinya.
Mungkin Zahra tidak menyadari sikapnya itu, tapi Aziz selaku memperhatikan dan menyadari perubahan sikap Zahra tersebut.
memang kalau udah bucin, hal terkecil pun tak kan luput dari perhatian Aziz.
" tapi aku bukan dokter kamu sayang...." Zahra tertunduk malu seketika ketika Aziz memanggilnya sayang, Aziz sengaja memanggil Zahra seperti itu, Karana Aziz suka melihat zahra yang gugup dan malu jika di perlakukan seperti itu, apa lagi dengan Zahra yang memerah ketika Aziz menggodanya .
" zahra panggil Kakak aja ya?" tanya Zahra akhirnya masih dengan menunduk
".aku bukan kakak kamu Zahra " tolak Aziz yang tidak mau di panggil kakak oleh Zahra.
__ADS_1
" Abang boleh ya ?" Zahra menampilkan wajah imutnya membujuk Aziz, aziz berusaha menahan hatinya untuk tidak memeluk dan mencium Zahra saat ini ketika Zahra memohon dengan wajah imut nya yang membuat Aziz semakin gemas dan menggila, hatinya berontak untuk segera memeluk mahkluk imut di depannya ini.
" gak, aku bukan Alif yang juga kamu panggil Abang " tolak Aziz lagi.
" lalu apa dong," ujar Zahra kesal pada tingkah Aziz yang menolak semua panggilan yang di ajukannya.
" Terserah apa aja, boleh sayang misalnya, atau suamiku atau Habibi juga boleh" jawab Aziz santai .
Mendengar contoh panggilan yang di sebutkan Aziz ,Zahra kaget dan Zahra tidak menyangka bahwa Aziz bisa lebay seperti ini.
" gak ada, Zahra tetap panggil Abang, klau dokter gak mau Yani udah, berarti Zahra tetap panggil dokter seperti saat ini"jawab Zahra tegas tanpa mau di bantah .
Aziz terpana sejenak saat Zahra menyampaikan pendapatnya tegas. Aziz tidak menyangka istrinya yang terkesan lemah lembut ternyata bisa berbicara dengan tegas. Aziz yang baru mengetahui sisi lain dari sifat Zahra memilih untuk mengalah akhirnya.
Aziz takut jika ia masih keras kepala entah sisi yang bagai mana lagi yang akan di munculkan nya nanti, jadi Aziz berpikir untuk mencari aman lebih baik ia mengalah saja.
" ya baik lah sayang, jika itu bikin kamu nyaman " jawab Aziz sambil mengelus kepala Zahra lembut.
Lagi - lagi Zahra menundukkan kepalanya menyembunyikan pipi nya yang sudah memerah lagi
" Jangan nunduk terus dong sayang, Abang pingin lihat pipi merah merona kamu " Rajuk Aziz sambil mengangkat dagu Zahra lagi.
Zahra memukul lengan Aziz kesal karena selalu di goda Aziz dari tadi.
Zahra yang sudah kesal merajuk dan memajukan bibirnya .
"Bibirnya jangan di majuin terus dong sayang, Abang jadi pingin cium kalau kamu seperti itu terus " kata Aziz tersenyum.
" isss apaan sih" ujar Zahra sewot.
" Abang belum jawab pertanyaan Zahra loh " karena tidak tahan di goda Azizi , Zahra kembali mengingatkan Aziz akan pertanyaan tadi.
" yang mana sayang .." tanya Aziz pura - pura lupa dengan apa yang di tanyakan Zahra tadi.
" Jangan bilang Abang lupa ya " ujar Zahra kesal.
" hahahaha ...Aziz tertawa senang melihat Zahra yang kesal pada dirinya.
" iya , sayang .Abang minta maaf ya " kata Aziz yang masih belum bisa menghentikan tawanya.
__ADS_1
Zahra hanya diam memandang Aziz kesal .
Aziz pun menahan senyumnya dan mencoba untuk serius kembali.
" Abang ya meminta mami dan papi untuk menyembunyikan status Abang sebagai anak mereka, bukan ada maksud apa - apa, Abang hanya ingin menjadi diri Abang sendiri dan ingin berhasil dengan usaha Abang sendiri tanpa ada embel - embel nama orang tua Abang di belakangan."jawab Aziz singkat.dan Zahra pun menganggukkan kepalanya mengerti.
" satu lagi bang, sewaktu Zahra mendapat berita kakek masuk rumah sakit dan Zahra minta izin untuk pulang , Zahra merasa aneh, Zahra bisa dengan mudah izin cuti dan perjalanan Zahra hingga sampai ke rumah sakit tempat kakek di rawat pun begitu mudah dan lancar , apakah rencana Abang juga ?" tanya Zahra lagi yang mulai paham dengan kejadian demi kejadian yang di alaminya ketika akan pulang kerumah.
Aziz tersenyum menganggukkan kepalanya.
" Lebih tepatnya Karena adanya campur tangan papi, papi lah yang memerintahkan pada HRD untuk membantu kamu pulang menjumpai kakek termasuk memberi kamu izin cuti " jawab Aziz lagi yang membuat Zahra termenung campur kaget.
Zahra masih tidak percaya dengan semua yang sudah di jelaskan Aziz padanya itu. Ada ketakutan di hati Zahra saat ini,zahra tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi teman - teman nya nanti bila mereka tahu tentang pernikahannya dan apa lagi ia menikah dengan anak pemilik rumah sakit ternama di kota itu.
" Apakah semua karyawan rumah sakit tahu tentang pernikahan kita ini bang ?" tanya Zahra ragu pada Aziz. Aziz menggelengkan kepalanya.
" Apakah kamu sudah siap jika mereka mengetahui semuanya ?" Aziz balik bertanya pada Zahra.
" maksud Abang ? " tanya Zahra tidak mengerti.
" Abang masih belum ingin mereka mengetahui status Abang sebagai anak pemilik rumah sakit, Sampai saat yang di tentukan itu tiba nantinya." jawab Aziz tanpa beban , " banyak hal yang perlu Abang pertimbangkan untuk hal itu, tapi Abang ingin mereka mengetahui siapa istri cantik Abang ini " kata.aziz lagi sambil mencubit pipi Zahra lembut.
Zahra menatap Aziz dan menghembuskan nafas berat. " Zahra boleh minta sesuatu sama Abang ?" tanya Zahra ragu .
Aziz menganggukkan kepalanya , sementara tangan aziz meraih pipi Zahra dan mengelusnya pelan.
" Mau tanya apa sayang "
" Zahra belum siap Jika mereka mengetahui tentang pernikahan kita ini bang, mau kah abang memberi Zahra waktu untuk mempersiapkan diri zahra terlebih dahulu?"
Aziz paham dengan permintaan Zahra saat ini, itu bukanlah suatu masalah yang terlalu besar buat aziz.bagi Aziz yang terpenting adalah kenyamanan Zahra saat ini, Aziz paham ini terlalu mengejutkan bagi Zahra, wajar saja jika Zahra belum siap untuk mengumumkan statusnya yang sudah menikah saat ini.
" Zahra jangan kuatir, asalkan Zahra nyaman Abang setuju" jawab Aziz meyakinkan Zahra.
" makasih ya bang "
" Apa cuma terima kasih aja nih " goda aziz.zahra mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.
" Pelukannya mana ..." lagi - lagi aziz mampu membuat pipi Zahra panas dan memerah, Zahra juga salah tingkah saat Aziz lagi - lagi menggodanya tiada henti..
__ADS_1
Aziz makin gemas , tanpa izin Zahra Aziz langsung mencubit pipi Zahra.
" Abang ..." Zahra memanggil nama Aziz Manja campur kesal , Aziz makin senang melihat Zahra sudah mulai manja pada dirinya.