
" SAH" semua orang merasa lega dan berucap syukur setelah dengan lancar Aziz mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan satu kali tarikan nafas .
Aziz menarik nafas lega, setelah proses ijab kabul telah selesai di laksanakan yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Kreeek
Pintu kamar rawat kakek terbuka seiringan dengan pembacaan doa selesai di bacakan.
Semua orang menatap ke arah pintu melihat siapa yang sudah datang.
" kakek....." Zahra berlari ke arah sang kakek yang terbaring lemah di atas bed pasien.
Zahra memeluk sang kakek erat sambil menangis, kakek tersenyum melihat kedatangan Zahra ,kakek merasa senang dan lega di akhir waktunya masih sempat melihat cucu yang ia limpahi dengan kasih sayang dan selalu di manjanya itu dapat ia lihat dan ia peluk.
Dengan tangan yang gemetar dan lemah kakek berusaha mengangkat tangannya membalas pelukkan Zahra yang sedang menangis di dadanya itu, tangan renta itu mengelus kepala Zahra lembut
" jangan menangis, Zahra Amalia tidak boleh cengeng, Zahra Amalia cucu kakek kuat dan tegar." ucap kakek sambil mengelus kepala Zahra yang terbalut dengan hijab.
" Walau apa pun yang akan terjadi nanti, terus lah tersenyum dan bahagia nak, kakek sayang kamu " ujar kakek lagi.
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu tidak ada satupun yang berani berbicara, semua terharu dan ikut menangis melihat pemandangan di hadapan mereka , kecuali Mirna yang dari tadi menatap Zahra tidak suka .
" kenapa kakek tidak mengabari Zahra kalau kakek sakit " tanya Zahra Masih dengan menangis,
" Maaf kan kakek ya nak, tapi jodoh ,hidup dan mati nya seseorang tidak ada yang tahu." jawab kakek sambil menatap Zahra yang saat ini juga sedang menatap kakek.
__ADS_1
" Setelah kakek pergi nanti, kamu tetap harus tersenyum dan bahagia ya nak, jangan lagi ada air mata di mata cantik kamu ini " kata kakek lagi Ter bata - bata menahan sesak yang ia rasakan.
Kakek menatap Aziz dan meminta Aziz untuk mendekat kearahnya. Aziz yang berada di belakang Zahra mendekati kakek, tadi saat Zahra datang, aziz bergeser ke belakang untuk memberi ruang pada Zahra agar bisa memeluk kakeknya.
Zahra kaget melihat Aziz ada di ruangan itu bersama keluarganya yang lain.Memang di saat ia datang tadi, Zahra tidak melihat jelas siapa - siapa saja yang saat itu berada di ruangan kakeknya .
Zahra baru saja ingin bertanya tentang keberadaan Aziz di sana tapi tidak jadi karena kakek sudah terlebih dahulu meminta Aziz untuk mengulurkan tangannya, dengan patuh Aziz mengulurkan tangannya ke depan hadapan kakek, dan zahra memperhatikan itu semua dengan seribu pertanyaan yang saat ini berputar di kepalanya ,
Zahar masih diam ketika kakek mengambil tangan Aziz dan Zahra lalu menggenggam tangan keduanya dengan erat, kakek menatap Aziz dan Zahra bergantian sambil tersenyum, ada terpancar binar kebahagiaan dari raut wajah kakek.
" Kakek titip cucu kesayangan kakek pada kamu.nak Aziz, tolong jaga dan sayangi cucu kakek seperti janji kamu." Alif menganggukkan kepalanya " pasti kek, Aziz pasti akan menjaga dan menyayangi Zahra seperti apa yang sudah Aziz janjikan pada kakek sebelumnya " jawab Aziz tegas dan yakin. Kakek tersenyum mendengar jawaban Aziz, lalu kakek menatap Zahra
" Kakek titip kamu ke nak Aziz, patuhi lah ia selayaknya imam kamu yang harus kamu patuhi nak " kata kakek pada Zahra , kakek terdiam sesaat dan meringis ,
" Kakek ..." Zahra memanggil kakek Karena merasa cemas ketika kakek meringis tadi, Namun kakek cepat mengangkat tangannya melarang Zahra memanggil dokter,
Tut....Tut....Tut...................
Pendengaran Zahra mendengar suara aneh dari monitor kakek,.Zahra Mengalihkan pandangannya ke arah monitor tersebut , Zahra yang berprofesi sebagai perawat dan dengan besok sebagai perawat ICU ,Zahra sangat mengerti arti dari bunyi suara monitor itu .
" kek, kakek ....Zahra memanggil - manggil kakek dwnagn keras sambil mengguncang bahu kakek , Zahra berharap dengan memanggil dan menggoyangkan bahunya, kakek bangun lagi.
Dokter yang masih berada di ruangan kakek saat itu dengan segera menghampiri kakek, aziz merengkuh bahu Zahra dan membawa Zahra kedalam pelukannya , aziz membawa Zahra sedikit menjauh dari kakek berada saat ini agar dokter dan perawat bisa lebih leluasa dalam memeriksa kondisi kakek.
Setalah di lakukan pemeriksaan dokter menarik nafas dalam , dokter menatap keluarga pasien dengan sedih.
__ADS_1
" maaf dengan berat hati saya sebagai team medis yang sudah merawat Tn. susanto menyatakan pasien atas nama Tn. susanto umur delapan puluh sembilan tahun di nyatakan meninggal dunia pukul dua belas lewat lima puluh lima wib.
Semua keluarga menangis histeris , Zahra yang saat ini berada dalam pelukkan Aziz langsung berlari ke arah kakek dan menangis tersedu - sedu sambil terus memeluk tubuh kakek .
Zahra masih belum bisa terima di tinggal oleh sang kakek yang selama ini selalu ada untuk dirinya itu.
Zahra terus memanggil - manggil kakeknya sambil menangis , Hinga tiba - tiba suara tidak terdengar lagi bersamaan dengan tubuhnya yang merosot , Aziz yang saat itu berada Persis di belakang Zahra dengan cepat menangkap tubuh Zahra yang merosot sehingga Zahra tidak sampai jatuh ke lantai.
" Cepat bawa zahra ke IGD ziz " kata Alif yang melihat Zahra lemas dan tidak sadarkan diri dalam pelukkan Aziz.
Aziz pun menganggukkan kepalanya , dengan cepat aziz menggendong tubuh Zahra, dan membawanya ke ruangan IGD di ikuti oleh Alif dan Arumi .
Alif meminta perawat dan dokter yang menjaga IGD saat memeriksa Zahra , dengan cekatan dokter pun memeriksa Zahra yang masih belum sadarkan diri .
" Pasien mengalami syok dok sehingga pasien tidak dapat mengontrol emosinya dan itu menyebabkan pasien tidak sadarkan diri." kata dokter yang sudah memberikan pemeriksaan pada Zahra menjelaskan. kondisi Zahra saat ini. Aziz ,Alif dan Arumi menarik nafas lega.
" Zahra biar aku yang temani disini lif, kamu uruslah kepulangan jenazah kakek agar cepat dinmakam kan, kasihan jika pemakaman telat di lakukan.
Alif menatap Zahra sebenar , Alif masih khawatir dengan kondisi Zahra saat ini
" Keluarga yang lain sangat membutuhkan kamu dan Arumi saat ini lif ,udah nggak usah pikir terlalu lama, pergilah ." ujar Aziz lagi , Aziz meminta Alif dengan segera mengurus jenazah kakek agar cepat di makam kan .
" Nanti, jika Zahra sudah sadar dan kondisinya membaik , aku akan langsung membawa Zahra pulang agar bisa mengikuti pemakaman kakek untuk terakhir kalinya, tapi jangan di tunggu jika kami kelamaan lif "kata Aziz , Alif pun menganggukkan kepalanya.
" baik lah aku dan arumi pergi dulu untuk mengurus kepulangan jenazah kakek ya ziz, aku titip Zahra ya lif, kalau ada apa - apa nanti kabari aku cepat ya " ucap Alif pada Aziz
__ADS_1
" kamu jangan khawatir, Zahra sudah menjadi istriku berarti Zahra tanggung jawab ku lif" jawab aziz.
Alif dan Arumi pun berlalu dari IGD meninggalkan Aziz dan Zahra. Aziz menggenggam tangan Zahra lembut sambil mengusap - usap tangan Zahra berharap Zahra cepat sadar .