
Aziz Sampai di apartemen nya sudah menjelang tengah malam. Aziz merasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan kurang lebih enam belas jam.
Aziz masuk ke dalam apartemen nya dengan pelan, ia berusaha untuk tidak membuat keributan agar Zahra tidak terbangun dari tidurnya.
Aziz tahu kalau sudah jam segini Zahra pasti sudah tidur..aziz pun mendorong pintu kamar dengan pelan, ia tersenyum ketika melihat Zahra sedang tidur di atas kasur mereka dengan posisi miring sambil memeluk guling.
Aziz mendekat kearah tempat tidur dimana Zahra berada dan tidur . Aziz menatap wajah cantik istrinya dengan segudang rindu yang ia pendam selama satu Minggu ini. walau pun hampir tiap hari mereka saling bertukar kabar dan vidio call tetap rasa rindu itu belum terobati.
Karena rasa rindu yang sudah menggunung terhadap istrinya , ingin rasa nya Aziz memeluk Zahra saat ini juga, tapi ia sadar tubuhnya dalam keadaan yang tidak bersih sehabis melakukan perjalanan jauh, Aziz tidak mau Zahra menjadi sakit karena kuman yang di bawanya dari luar.
Dengan berat hati, Aziz terpaksa mengurungkan niatnya untuk memeluk Zahra, ia lebih memilih untuk membersihkan tubuhnya dahulu baru ikut bergabung dengan istrinya menjelajahi malam sambil memeluk istrinya yang hampir satu Minggu tidak bisa ia peluk .
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Aziz untuk mandi dan membersihkan tubuhnya, Aziz dengan pelan naik keatas tempat tidur dan mengambil bantal guling yang sedang di peluk Zahra dengan pelan lalu membuang bantal guling itu ke bawah.
" Kamu tidak memerlukan guling itu lagi sayang, sudah ada Abang di sini yang siap jadi guling untuk kamu peluk." bisik Aziz pelan di telinga istrinya.
Aziz membaringkan tubuhnya di samping Zahra, dan memposisikan dirinya agar Zahra bisa memeluk dirinya seperti Zahra memeluk bantal guling yang sudah di buangnya tadi. Dan aziz pun memeluk tubuh istrinya dengan erat sambil memandang wajah istrinya yang begitu terlihat tenang dan cantik dalam tidur nyenyak nya.
Zahra sedikitpun tidak merasa terusik dengan apa yang di lakukan suaminya, mungkin karena terlalu lelah setelah melakukan aktifitas yang begitu banyak hari ini, sehingga ia tidak menyadari kedatangan Aziz dan kesibukkan aziz yang tengah mengganggu tidurnya.
Setelah puas menatap wajah istrinya, akhirnya Aziz pun memutuskan memejamkan mata dan ikut menyusul istrinya tidur dalam posisi masih memeluk tubuh Zahra, dan mereka pun tidur dalam posisi saling memeluk
*****
Allahuakbar.... Allahuakbar....
Azan subuh terdengar sudah berkumandang dari Toa mesjid memanggil umat muslim untuk melaksanakan sholat subuh, Zahra mengerjabkan matanya terbangun dari tidurnya, Zahra merasakan ada yang aneh pada guling yang di peluknya, dan juga merasa ada yang melingkar dan berat di bagian perutnya .
Zahra mengalihkan perhatian nya pada objek yang berada di sampingnya, ia menemukan seseorang tengah berbaring di sampingnya sambil memeluk diri nya dengan erat.
Zahra merasa ketakutan, siapa yang sudah berani memasuki kamarnya tanpa izin dan lebih parahnya sudah berani memeluk dirinya seperti ini.
Zahra ingin melepaskan pelukkan itu serta ingin memaki orang yang sudah berani masuk kekamar dan memeluk dirinya itu.
Ketika Zahra berusaha melepaskan pelukkan orang itu serta ingin bangun dari tidurnya Zahra malah tertarik lagi dan spontan memeluk tubuh pria itu, zahra membuka mulutnya ingin memaki pria tersebut ,tapi belum ia mulai memaki , pria itu sudah duluan bersuara.
__ADS_1
" Mau kemana sayang, Abang masih ingin peluk kamu " sahut pria itu dengan mata masih terpejam sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Zahra.
Zahra merasa mengenal suara itu, karena penasaran Zahra pun menghidupkan lampu kamarnya yang tadi mati dan hanya memakai lampu tidur yang redup.
Zahra menatap pria itu terkejut, Zahra tidak percaya orang yang telah memeluknya tadi malam adalah suaminya.
" ABANG ....." teriak Zahra senang dan langsung memeluk tubuh Aziz.
" Isss .... kenapa sih sayang harus teriak - teriak pagi buta gini, Abang masih ngantuk tau " ujar Aziz menatap Zahra kesal ,.Aziz sebenarnya sangat bahagia bisa melihat istrinya lagi, tapi Aziz pura - pura kesal mendengar Zahra berteriak dan langsung memeluknya tadi.
".Abang kok gak ngabari Zahra kalau pulang hari ini " Zahra tidak peduli dengan wajah kesal Aziz dan juga bukannya minta maaf karena sudah membangunkan aziz, tapi malah mengomeli Aziz.
" Sengaja biar bisa ngasih kamu kejutan " jawab Aziz sambil menyunggingkan senyum nya,
" Kamu senang gak Abang pulang " tanya Aziz sambil menatap wajah Zahra yang sekarang sedang duduk di depannya dengan posisi menghadap ke arah Aziz,
" Ya pasti senang dong bang , istri mana sih yang gak senang setelah di tinggal suami salama satu Minggu dan saat buka mata tiba -tiba suaminya sudah ada aja di depan mata sambil memeluk istrinya penuh sayang " jawab Zahra sambil menunduk malu - malu .
" Kamu rindu gak sama Abang " tanya Aziz lagi pada Zahra yang di jawab Zahra dengan menganggukkan kepalanya .
" Kalau memang senang dan rindu kenapa kepalanya di tundukkan begitu sayang " sahut Aziz lagi pada Zahra yang belum mau mengangkat kepalanya.
" Kenapa harus malu sih sayang, kamu itu istri abang, kita sudah sah loh, malahan kita udah sering...." ucapan Aziz terpotong ketika Zahra melototkan mata menatap nya .
" Abang .... ngomongnya kok gak di filter gitu sih " sahut Zahra kesal dan malu, Zahra kesal karena Aziz sudah kembali ke pikiran mesum nya, setiap kali Aziz membicarakan olah raga mereka dan itu selalu membuat Zahra malu,.Zahra belum terbiasa dengan omongan - omongan fulgar seperti itu.
Aziz yang tahu hal itu semakin menjadi - jadi menggoda Zahra, terkadang Aziz merasa bingung dengan istrinya itu, padahal mereka sudah menikah hampir tiga bulan, tapi Zahra masih saja tetap merasa malu jika dekat dirinya .
" Suami pulang kok di pelototi sih sayang, bukannya di peluk, Abang kan ingin di peluk dan di sayang sama kamu " sahut Aziz manja
".Kan udah di peluk semalaman " jawab Zahra lagi
" Kurang Sayang, kamu peluk Abang sedangkan kamu aja masih tidur, Abang pingin peluk kamu dalam keadaan bangun sayang " rengek aziz seperti anak kecil yang meminta di belikan mainan.
" Peluk nya nanti - nanti aja ya bang, sekarang bangun dulu terus sholat subuh yuk " tolak zarah ketika Aziz minta di manja lagi karena waktu subuh terus berlalu sementara mereka belum sholat .
__ADS_1
" Janji ya sayang, setelah sholat subuh peluk lagi " tanya Aziz senang dan di jawab anggukkan kepala oleh Zahra.
Mereka pun bangun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi gantian untuk berwudhu dan sholat subuh bersama lagi setelah satu Minggu terpisah dan sholat sendir - sandi.zahra merasa sangat senang bisa di imam kan Aziz lagi setiap sholat setelah di tinggal aziz seminggu.
Setelah selesai sholat, seperti biasa Zahra akan mencium punggung tangan Aziz dan begitu pun dengan Aziz yang mencium balik kening istrinya.
Zahra dan Aziz saling berpelukkan dengan pakaian sholat yang masih terpasang. tidak ada aktifitas lain yang mereka lakukan selain Hanya berpelukkan dan mengobrol ringan sepasang suami istri
Mereka saling menumpahkan kerinduan yang sudah seminggu mereka tahan.
" Abang, nanti sibuk gak ?" tanya Zahra pada Aziz, Aziz terlihat berfikir sebentar, kemaren Aziz memang sudah meminta Aldo untuk mengosongkan jadwal nya Selama satu Minggu ini karena selain lelah Aziz juga ingin mengganti waktu kebersamaan nya yang tidak dapat ia lakukan bersama sang istri akibat pekerjaannya di negar Y yang tidak bisa di tunda, untuk itu selama satu Minggu ini Aziz ingin menghabiskan waktu dengan istrinya dulu, dan tidak hanya itu Aziz juga ingin mempersiapkan dirinya untuk acara resepsi nanti dan juga mempersiapkan mentalnya untuk di kenalkan ke publik sebagai anak laki - laki dan pewaris dari perusahaan ayah nya nanti.
Dan untuk jadwal nya di rumah sakit, Aziz juga sudah melimpahkannya pada dokter pengganti, jadi Aziz punya waktu lebih banyak untuk istrinya itu.
" Sepertinya tidak terlalu sibuk sayang, kenapa ?" tanya Aziz yang terus menciumi puncak kepala Zahra yang masih terbalut mukenanya, karena Zahra belum sempat melepas mukena nya tapi sudah keburu di peluk Aziz duluan.
" Berarti Abang bisa dong temani Zahra untuk ujian akhir nanti, " sahut Zahra senang sambil mengganti posisinya duduk di hadapan Aziz dan menatap Aziz yang kini berada di hadapannya.
" Kamu ujian akhir hari ini ?" tanya Aziz kaget, Zahra menganggukkan kepalanya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
" Kok gak kasih tahu Abang, kalau tugasnya udah selesai dan ujian hari ini " tanya Aziz sedikit kesal karena Zahra tidak mengabarinya, padahal Aziz sudah berencana ingin membuat kejutan spesial untuk istrinya hari ini.
" Zahra sudah ngabari Abang kemaren, siapa suruh ponselnya gak bisa di hubungi " jawab Zahra ikutan kesal dan cemberut.
Aziz baru ingat ,karena ingin memberi kejutan pada Zahra untuk kepulangannya yang lebih cepat dari perkiraan, jadi Aziz memilih untuk mengabaikan panggilan Zahra dan mematikan ponselnya. Aziz merasa bersalah pada istrinya itu.
Aziz kembali meraih tubuh Zahra yang masih cemberut dan membawanya ke dalam pelukannya lagi.
" Maaf Abang ya sayang, kemaren ponselnya Abang matikan biar kamu tidak bisa menghubungi Abang, Abang kan ingin memberi kamu kejutan " sahut Aziz merasa bersalah
" Sekarang jangan marah lagi ya, Abang akan menemani kamu ujian nanti, jam berapa ujian nya ?" tanya Aziz lagi
Zahra yang semula kesal karena di bilang tidak mengabari Aziz tentang jadwal ujiannya hari kembali tersenyum ketika Aziz mengatakan akan menemaninya .
" Jam sembilan pagi ini bang " jawab Zahra
__ADS_1
" Baik lah, biarkan Abang peluk kamu dulu , masih ada waktu satu jam untuk peluk kamu sebelum kamu bersiap - siap nanti " jawab Aziz yang semakin mengartikan pelukannya di tubuh sang istri.
Zahra hanya bisa pasrah tanpa bisa menolaknya.