
Tok...tok...tok...
Zahra mengetuk ruangan ayu sebelum masuk keruangan itu, setelah terdengar suara ayu yang mengizinkan mereka untuk masuk, Aziz dan Zahra pun membuka pintu ruangan ayu dan masuk menemui ayu yang sudah menanti mereka dari tadi.
" Aaaaa ponakan kesayangan Tante sudah datang ternyata , apa kabar sayang " ayu tersenyum dan berdiri dari kursi kebesarannya menyambut kedatangan Zahra dan Aziz, ayu mendekati Zahra dan memeluk Zahra serta mencium pipi Zahra kiri kanan, Zahra membalas pelukkan ayu dan juga melakukan hal yang sama seperti yang ayu lakukan padanya.
" Alhamdulillah, kami sehat Tante " jawab Zahra tak kalah senangnya bertemu ayu
" cucu nenek apa kabar nih " ayu mengelus perut rata Zahra menyapa calon cucunya yang berada di sana.
" Alhamdulillah aku baik - baik saja nenek." sahut Zahra menirukan suara anak kecil , dan di sambut ketawa senang dari ayu.
ayu mengajak Zahra duduk di kursi yang ada di depan meja nya tanpa menghiraukan kehadiran satu orang lagi di sana yang belum ia sapa dari awal masuk tadi.
Ketika mendapat kabar Zahra ingin di periksa oleh nya dari Aziz tadi pagi , ayu merasa tidak senang dan tidak sabar untuk merawat calon cucunya itu, ayu merasa senang sudah di percaya merawat istri keponakannya beserta calon cucunya yang belum lahir ke dunia itu, ayu senang bisa mengikuti perkembangan cucunya nanti, ia sudah tidak sabar lagi ingin memeriksa Zahra dan mengintip calon cucunya yang masih berada di dalam perut ibunya itu dan menyapa si calon bayi tersebut.
Saking senangnya ayu Sampai melupakan keberadaan ayah dari calon bayi itu, ayu hanya terfokus pada ibu bayinya saja.
ckckkc
Aziz berdecak kesal ketika di abaikan oleh tantenya itu.ayu Tante dari pihak ayah nya itu benar - benar sudah melupakannya.
Aziz menatap tajam pada dua perempuan yang beda generasi itu, satu pun dari kedua wanita itu tidak ada yang menyadari keberadaannya dan sudah mengabaikannya dari tadi di sana.
' Sebenarnya siapa sih ponakan kandungnya Tante ayu di sini, aku atau Zahra, kok aku seperti ponakan tiri ya ' gumam Aziz kesal dalam hati
' Ini lagi Zahra, Kok dia bisa - bisa nya melupakan suaminya, apa dia lupa sudah punya suami, padahal kesini nya tadi bareng aku, bisa - bisanya dia melupakan aku... ckckck ' gumam Aziz lagi menatap istrinya tajam yang juga bertepatan menatap ke arah nya.
Zahra yang tiba - tiba menyadari tidak ada suaminya duduk di sampingnya memalingkan wajah kebelakang mencari keberadaan Aziz.
Zahra tercekat ketika pandangannya bertemu dengan Aziz, mereka saling berpandangan.sesaat, jika Zahra menatap Aziz dengan rasa bersalahnya, maka Aziz menatap Zahra dengan pandangan kesal dan tajam, di raut wajah Aziz nampak wajah kesal karena sudah di abaikan oleh Zahra dari tadi.
Zahra menelan salivanya kasar, ia merasa bersalah karena sudah mengabaikan suaminya itu.
" A-a-abang " panggil Zahra gugup, Zahra berdiri dan mendekati Aziz yang masih berdiri di pintu masuk ruangan tersebut.
Ayu yang menyadari perubahan Zahra mengikuti pandangan mata Zahra, ayu menepuk dahinya, ayu merasa bersalah karena sudah mengabaikan keponakan kesayangan nya itu.
__ADS_1
Ayu tidak habis pikir dengan dirinya, bisa - bisanya ia melupakan keberadaan Aziz di sana dan mengabaikan Aziz begitu saja.
"Sudah lupa ya kalau sudah punya suami " sahut Aziz dingin ketika Zahra sudah berada di hadapannya.
Zahra meraih tangan Aziz dan membawa tangan itu ke bibirnya, Zahra mengecup tangan Aziz lembut dan lama.
" Maaf, Zahra gak bermaksud seperti itu." sahut Zahra merasa bersalah pada Aziz
Sebenarnya hati Aziz sudah mulai melunak pada saat Zahra mencium tangannya tadi dan meminta maaf padanya dengan wajah yang sangat imut menurut Aziz.
Aziz memang tidak bisa Marah terlalu lama pada istri nya itu, apa lagi dengan Zahra yang sudah mode imut begini. jika tidak mengingat ada ayu di antar mereka Aziz mungkin sudah mengungkung Zahra dan melahap bibir Zahra yang kemarahan itu tanpa ampun.
Tapi Aziz ingin memberi pelajaran pada istrinya itu agar tidak mengulangi melupakan keberadaanya lagi.
" Ingat aku ayah nya sayang, aku juga punya andil dalam proses pembuatannya sehingga ia bisa ada di sana " ujar Aziz kesal menaruh tangannya di perut rata Zahra
" jadi aku juga punya hak untuk mengetahui perkembangannya" jawab aziz masih dengan Mode pura - pura marah.
" ABANG !! ," Zahra melototkan matanya pada Aziz kesal, karena Aziz bicara tanpa di saring sedikitpun..Zahra merasa malu karena ada ayu di sana.
" Kenapa hmmm " Aziz bukannya takut di pelototi oleh Zahra , malah makin menggoda Zahra.
" Abang malu, kalau bicara itu di saring dong, kan gak enak di dengar Tante ayu " bisik Zahra pelan di telinga Aziz.
Melihat tingkah dua pasutri yang ada di ruangannya saat ini ayu hanya bisa geleng - geleng kepalanya.
Ayu merasa senang melihat kehidupan rumah tangga aziz dan Zahra yang baik - baik saja dan mereka sangat bahagia .
ayu juga tidaka menyangka, ternyata keponakannya yang terkenal tidak pernah pacaran itu bisa se bucin ini pada Zahra istrinya, tapi ayu tidak heran lagi dengan sifat bucin Aziz , karena sifat Aziz sebelas dua belas dengan ayahnya jika sudah menyangkut orang yang di cintainya.
" Mau Sampai kapan kalian berdiri di Sana ?" Aziz dan Zahra sama - sama memalingkan wajahnya menatap ayu yang sedang senyum - senyum kearah mereka.
Zahra yang sudah Salah tingkah ulah Aziz menjadi semakin salah tingkah ketika ayu menggodanya.
Aziz yang menyadari kegugupan Zahra meraih tangan Zahra yang masih menutupi mulutnya dan memeluk pinggang Zahra serta menarinya lebih dekat ke arahnya.
" Tante baru sadari aku ada disini setelah mengabaikan aku ?! " ujar Aziz dalam mode masih merajuk pada ayu.
__ADS_1
ckck
Ayu menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Aziz ,' untung keponakan kesayangan ku, kalau tidak sudah aku museum kan nih ' gumam ayu pelan, tapi sayang masih dapat di dengar oleh Aziz.
" Oooooo..... Jadi Tante akan menyimpan aku di museum juga ?!" tanya Aziz dingin menatap ayu tajam
ckckck
Ayu menarik nafas dalam dan membuangnya kasar, ayu selalu kalah jika sudah berdebat dengan keponakannya itu.ayu menghampiri Aziz yang sedang kesal padanya itu.
" Iya Tante salah sudah mengabaikan keponakan tante yang ganteng ini, Tante minta maaf ya, " ayu mengusap lengan Aziz lembut dan meminta maaf pada Aziz karena sudah mengabaikan Aziz tadinya.
" sekarang ayo kita lakukan pemeriksaan pada kehamilan istri mu, Sampai kapan kamu akan berdiri di sini terus , apa kamu tidak ingin menyapa calon anak mu ziz" bujuk ayu lagi agar Aziz mau mendampingi Zahra untuk periksa kehamilannya.
Aziz akhirnya melunak dan mau mendampingi Zahra untuk melihat calon bayi mereka .
Zahra di bantu Aziz naik ke atas tempat tidur pemeriksaan, asisten ayu mengoleskan jelly di atas perut Zahra yang di buka sedikit oleh asisten ayu tadi.
Ayu mulai meletakkan kursor USG nya pada perut Zahra yang sudah di oleskan jelly tadi, ayu memutar - muter pelan alat USG tersebut mencari keberadaan calon di bayi di atas perut ayu .
Sementara aziz memperhatikan monitor dari tadi, matanya tidak berkedip dari monitor USG, Aziz tidak sabar melihat calon bayinya itu.
" Nah ini dia !! " seru ayu senang ketika menemukan calon cucunya yang masih sekecil biji kacang itu berada di dalam rahim ibunya.
Aziz menatap layar monitor dengan mata berkaca - kaca, ia tidak percaya sekarang sudah menjadi ayah, walau masih sebesar biji kacang saat ini, tapi Aziz sudah tidak sabar menunggu calon anak nya itu lahir ke dunia.
Tidak jauh beda dengan Zahra, Zahra menitikkan air mata bahagia, Zahra merasa ini mimpi indah bagi nya, Zahra tidak percaya jika saat ini sudah ada mahluk hidup hasil cinta nya dan Aziz bersemayam di sana .
" Tapi tunggu " ayu menatap lebih intens lagi pada layar monitor itu, ayu mengerutkan keningnya sesaat,
Melihat ekspresi ayu yang serius menatap monitor membuat Aziz dan Zahra cemas,mereka takut terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan terjadi pada calon bayi mereka.
" Ada apa tan " tanya Aziz cemas
Ayu bukannya menjawab pertanyaan Aziz ,tapi malah tersenyum senang setelah beberapa saat menatap monitor itu serius,
" ziz kamu lihat sini deh " ayu meminta Aziz melihat monitor, Aziz mengikuti arah yang di tunjuk ayu, walau bukan bidangnya, tapi sedikit banyaknya Aziz paham dengan apa yang ada di monitor itu
__ADS_1
" Tan, ini serius kan ?" tanya Aziz menatap ayu.