
Senjaku kian tak lagi sama
Tak lagi seindah saat sosokmu nyata
Dan kini kala senja menyapa, hanya sesal yang mampu bercerita
Tentang engkau, bayang-bayang tanpa rupa nyata
Bukan aku hendak mengeluh,
Hanya saja kenapa baru sekarang hatiku luluh?
Saat dirimu benar-benar menghilang dari duniaku
Maaf aku yang tak pernah sadar akan cintamu
Maaf karena selalu menjatuhkan air matamu
~Muhammad Azka El-Fatih~
“Coba buka matanya perlahan,” ujar dokter setelah membuka perban di mata Aisha.
Perlahan Aisha mengerjapkan matanya, ada cahaya yang kembali masuk menyapa netranya.
“Bu aku bisa liat lagi bu,” ucap Aisha langsung memeluk Maya.
“Alhamdulillah nak, kamu normal kembali.”
“Selamat ya Sha akhirnya kamu bisa melihat kembali, memang transplantasi kornea itu memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi,” ujar Faris turut bahagia akan kondisi Aisha.
“Ini semua berkat kebaikan Diana, beruntung mas Azka pernah memiliki wanita sebaik dia,” ujar Aisha berkaca-kaca.
“Lalu sekarang bagaimana kondisi anaknya Diana?” tanya Aisha yang teringat akan bayi kecil yang telah mati-matian Diana perjuangkan.
“Alhamdulillah bayinya sehat meski terlahir prematur, kemaren Azka sudah diperbolehkan untuk membawa bayinya pulang,” jawab Faris menanggapi pertanyaan Aisha.
“Nanti kita sama-sama ke rumah Azka buat ikut tahlil untuk Diana yah?” ajak Faris pada Maya yang langsung diangguki keduanya.
***
Faris, Aisha dan Maya sama-sama pergi bertahlil untuk mendiang Diana di kediaman Azka.
Terlihat wajah sendu Azka yang sedang membaca al-qur’an saat mereka tiba, Sedangkan bayi kecilnya tengah pulas dalam gendongan sang perawat.
Sesekali air mata terjatuh dari sudut mata Azka yang terlihat rapuh, tanpa Azka sadari ada sosok mata baru yang menatapnya dari kejauhan, dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
“Rupanya sudah sedalam itu sosok Diana bertakhta di hatimu Mas. Pantas saja kamu sudah benar-benar lupa pada kisah kita.”
“Kamu yang ikhlas ya nak Azka, ini semua sudah rencana Yang Kuasa,” ujar Maya menguatkan Azka.
“Mungkin ini karma buat Azka karena perbuatan Azka di masa lalu bu, ternyata mengikhlaskan kehilangan tak semudah membalikkan telapak tangan,” jawab Azka parau.
“Yang sudah berlalu jangan diungkit kembali Mas, kita hidup untuk masa depan, jangan biarkan masa lalu membelenggu,” ujar Aisha menyangkal pernyataan Azka.
“Aku belum bisa seikhlas kamu Sha, maaf aku telah menyakiti wanita sebaik kamu.”
“Sudahlah Mas, aku sudah mengikhlaskan semuanya.”
“Sekarang tugas lo adalah menjaga amanat Diana Ka, jaga anak kalian baik-baik,” kini Faris yang menguatkan Azka.
__ADS_1
“Terimakasih ya kalian udah menyempatkan datang untuk mendoakan Diana.”
“Diana adalah wanita yang baik Mas, kamu beruntung pernah memilikinya. Kalo gitu kita pamit yah, Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Sepulang dari rumah Azka, Aisha kembali ke kamar membuka surat pemberian Diana yang belum sempat ia baca.
Netranya nanar, degup jantungnya berdetak jauh lebih kuat dari biasanya.
Assalamualaikum wr.wb
Teruntuk Aisha, wanita cantik yang berhati mulia
Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah
Saat surat ini berpindah ke tanganmu, tentunya ragaku sudah tak lagi ada di duniamu
Aku menulis surat ini sebagai seorang wanita yang pernah merebutkebahagiaanmu
Mungkin kamu sudah mendengar kisahku dari Mas Azka, tapi kini biar aku yang bercerita dari sisi diriku sebagai seorang Diana.
Berita tentang kecelakaan yang Mas Azka kabarkan memang tak sepenuhnya bohong Sha, kita bertiga memang mengalami kecelakaan sepulang dari London. Qodarullah ayahku lebih dulu dipanggil Tuhan, sebelum menjemput ajalnya, ayahku berwasiat agar Mas Azka menjagaku dan menikahiku. Bodohnya aku yang tak tahu jika ada kamu tengah menunggu kepulangannya.
Mas Azka hanya berusaha memenuhi janjinya pada ayahku, tapi aku tak tahu jika Mas Azka malah justru mengingkari janjinya padamu.
Hingga suatu hari Mas Azka sakit keras, sepanjang malam hanya namamu yang ia lantunkan. Sejak saat itu aku sadar bahwa ternyata kehadiranku yang membuatmu harus menghilang dari kehidupan Mas Azka yang didambakan.
Aku mulai lelah menjalani kehidupan yang memang seharusnya mungkin bukan aku yang diperuntukkan.
Aku pernah hampir menyerah karena tak tahan, tapi lagi-lagi qodarullah di luar dugaan benih Mas Azka dalam rahimku tertanam.
Demi anakku, rumah tangga ini kupertahankan
Maaf aku yang egois memaksakan ketidakmungkinan
Maaf kehadiranku yang membuat duniamu terluluhlantakkan
Aku tahu selama ini kamu tidak mungkin baik-baik saja
Aku tahu sakit dan pedihnya pengorbanan kamu saat harus mengikhlaskan mas Azka bersamaku
Aku tahu betapa kejamnya aku yang meniti kehidupan di atas air mata yang kau tumpahkan
Tapi aku juga tahu bahwa kamu adalah wanita dengan hati yang memiliki ikhlas seluas lautan
Ribuan maaf mungkin tak akan pernah bisa untuk mengembalikan semuanya
Tapi setidaknya terimalah apa yang telah aku berikan untukmu
Biarkan mataku menjadi salah satu saksi kebahagiaanmu di kehidupan selanjutnya
Yang berlumur dosa
Diana Syafira
“Kamu gak pernah merebut apapun dari aku Diana. Kamu gak pernah punya salah apapun sama aku."
Aisha sudah bersimpuh di tepi ranjang, cengkeramannya pada sprei yang menjuntai semakin erat bersamaan dengan isakannya yang semakin kuat. Ia terisak dengan beragam penyesalan yang menyesakkan.
__ADS_1
"Maaf jika selama ini membiarkan kamu dalam prasangka seperti ini, sungguh aku tak pernah membencimu,” rintih Aisha dalam isakannya.
***
“Maaf maaf, saya tidak sengaja,” ujar Aisha seraya membantu seorang wanita membereskan dokumen yang berserakan karena ulahnya.
“Kamu Aisha kan?” tanya wanita yang ternyata adalah Karina.
“Apa kamu Karina?” jawab Aisha kembali bertanya.
“Sekarang kamu sudah bisa melihat?” tanya Karina terdengar seperti sebuah ejekan di telinga Aisha.
“Alhamdulillah, sekali lagi saya minta maaf,” jawab Aisha yang kemudian hendak berlalu.
“Tunggu dulu!” ucap Karina menghentikan langkah Aisha.
“Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Aisha tetap ramah.
“Santai aja, gak usah formal kayak gitu. Kalo boleh tahu kamu siapanya Faris ya?”
Aisha sudah menebak pertanyaan yang akan dilontarkan wanita itu.
“Aku sama Faris sahabatan.”
“Yakin cuma sahabatan?”
“Apa ada jawaban lain yang kamu harapkan? Maaf saya sedang buru-buru, permisi.”
Aisha segera berlalu meninggalkan Karina yang masih termangu dengan kesal karena merasa terabaikan.
***
“Sha apa rencana kamu setelah selesai internship?” tanya Faris ketika mereka tengah menikmati senja di North Quay.
Lagi-lagi memang tempat itu yang selalu bisa memanjakan hati dan pikiran Aisha.
“Belum tahu sih Ris, rasanya di tahun ini banyak banget kejadian tak terduga yang udah aku alami. Kayaknya aku perlu menenangkan dulu hati sama pikiran aku sebelum melangkah lagi,” jawab Aisha tetap tak memalingkan wajah dari indahnya senja.
“Maksud kamu menenangkan? Off dulu dari semua rutinitas?” tanya Faris yang tak mengerti pada rencana Aisha.
“Belum tahu juga,” jawab Aisha menggeleng.
“Yang pasti ….” Aisha menggantung kalimatnya, menatap Faris dengan tatapan yang Faris sendiri tak bisa mengartikan.
“Aku berterima kasih banget sama kamu, dari semua kejadian yang pernah aku alami, kamu selalu ada buat aku dalam keadaan apapun. Mungkin aku sendiri juga gak tahu gimana cara bales semua kebaikan yang udah kamu berikan buat aku.”
“Kamu gak perlu bales apa-apa Sha, dengan liat kamu baik-baik aja itu udah lebih dari cukup buat aku,” jawab Faris tulus.
Tanpa sadar bulir bening terjatuh dari sudut mata Aisha, ia mencoba mencari kebohongan pada tatapan Faris, tapi nihil, ia tak menemukannya.
Bukan Aisha tak sadar akan perasaan Faris yang ia utarakan dalam setiap perlakuannya selama ini pada Aisha, hanya saja ia terlalu takut jika harus kembali kecewa.
Luka yang Azka torehkan saja masih menganga, bagaimana bisa ia kembali membukanya untuk sebuah nama?.
Mungkin orang lain tak akan pernah sadar jika selama ini Aisha belum bisa baik-baik saja, karena memang ia cukup pandai untuk sekedar menyembunyikan perasaan.
Bukan Aisha berbohong jika selama ini yang ia katakan adalah baik-baik saja, ia hanya tengah menguatkan diri agar benar-benar baik-baik saja.
Bukan ia menyia-nyiakan apa yang telah selama ini Faris perjuangkan, tapi memang masalah hati tak pernah bisa dipaksakan.
__ADS_1
***
Jangan lupa vote, like and coment buat nyemangatin author ya readers tersayang ....