Harapan Baru Bersama Senja Yang Tak Lagi Sama

Harapan Baru Bersama Senja Yang Tak Lagi Sama
Kepada-Mu kami kembali


__ADS_3

Karena perubahan judul nggak disetujui oleh sistem, jadi kakak author cuma ganti cover aja deh gaess wkwk ...


Oh ya jangan lupa tengok akun instagram author buat mampir ke karya baru author ya ...


Happy reading readersku semua ... love you ...


***


“ … Perlu kami sampaikan bahwa sebelum lepas landas, kami persilahkan kepada anda untuk menegakkan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama … kapten … dan seluruh awak pesawat yang bertugas, mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama kami.” Pemberitahuan dari seorang pramugari menggema ke seluruh penjuru kabin.


“Subhanalladzi sakhara lanaa hadzaa wama kunnaa lahuu mukriniin ….” Faris mengakhiri doanya ketika pesawat yang membawanya benar-benar mengudara di atas permukaan tanah.


Tuk … tiba-tiba sebuah ponsel yang terjatuh menghentikan langkah seorang pramugara yang tengah berpatroli mengecek satu persatu penumpangnya di kelas bisnis.


Faris yang memang bangkit karena berniat hendak ke kamar mandi sontak membungkuk ketika merasa ponselnya terjatuh, namun gerakannya terhenti saat melihat wajah pramugara yang justru lebih dulu mengambil ponselnya yang terjatuh ke lantai pesawat.


Sama halnya dengan Faris, pramugara yang kini mengambil ponsel yang tergeletak di hadapannya pun tak kalah terkejut ketika ponsel itu tiba-tiba menyala karena bersentuhan dengan lantai pesawat. Layar kuncinya menampilkan gambar seorang wanita yang sangat dikenalnya bersama lelaki yang kini berada di hadapannya sebagai penumpang dalam penerbangannya kali ini.


Keduanya bersitatap cukup lama dengan pikiran masing-masing sebelum akhirnya pramugara dengan nametag ‘Reynald’ menyerahkan ponsel yang diambilnya kepada sang pemilik.


“Jaga istrimu dengan baik. Karena dia sempurna di mata lelaki lain,” ujar Rey dengan lirih setelah menyerahkan ponsel itu.


Rahang Faris sontak mengeras mendengar pernyataan pramugara yang sejak tadi dicarinya.


“Ada urusan apa kamu dengan istriku?” tanya Faris mencekal lengan Rey yang hendak berlalu dari hadapannya.


“Harap kembali ke tempat duduk anda.” Suara seorang pramugari tampaknya mengingatkan Faris yang kini sudah berdiri jauh dari posisi duduknya semula.


Faris pun melepaskan cekalannya lantas melangkah menuju kamar mandi seperti tujuannya, sedangkan Rey hanya tersenyum kecut sebelum akhirnya juga kembali melanjutkan langkahnya.


***


“Kapten kita mengintruksikan bahwa kita sedang mendekati area turbulensi. Untuk kenyamanan anda, mohon tetap duduk di tempat duduk anda dengan sabuk pengaman yang dikencangkan.” Pengumuman dari sang pramugari kembali menggema ketika pesawat dengan rute penerbangan Surabaya-Ankara hampir mencapai tujuannya.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian guncangan mulai terasa menggoyahkan duduk para penumpang seisi kabin.


Di tempat duduknya, Faris hanya bisa memejamkan netranya dengan lisan yang tiada henti mengucap asma Allah, berharap semuanya akan baik-baik saja hingga mereka mendarat di tujuan.

__ADS_1


Namun sepertinya semesta berkata lain, turbulensi semakin kuat terasa mengombang-ambing para penumpang.


“Apabila kabin mengalami hilang tekanan yang mendadak, mohon untuk tetap tenang dan dengarkan intruksi dari petugas kabin.”


“Masker oksigen akan turun dari atas tempat duduk anda saat hilang tekanan terjadi. Pasang maskernya di atas mulut dan hidung anda lalu tarik tali untuk mengencangkan.”


Suara riuh penumpang yang ketakutan seketika memenuhi kabin, mereka takut jika hidup mereka harus berakhir sampai di sini. Tak jarang sebagian dari mereka pun menitikkan air mata ketika guncangan semakin tak terkendalikan, bahkan para awak kabin pun semakin kewalahan untuk menenangkan.


“Mohon tetap duduk di tempat anda dan tetap bernapas.”


Rasa sesak karena tekanan yang tiba-tiba hilang sontak membuat para penumpang kesulitan bernapas tanpa masker oksigen yang disediakan.


“Pasang maskermu! Kau ingin mati konyol?” ujar Rey pada Faris saat ia melihat jika pria itu hanya menatap kosong ke depan tanpa bersuara, masker oksigen yang keluar dari atas tempat duduknya hanya menggantung tanpa sedikitpun disentuh. Rey sendiri berujar dengan terbata karena terhalang oleh masker oksigen yang dikenakannya.


“Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali.”


Faris mendongak, menatap Rey yang kini tepat berdiri di sampingnya.


“Jika aku tidak selamat … tolong sampaikan maafku pada Aisha. Katakan padanya jika cintaku tak pernah sedikitpun berubah untuknya.” Faris berujar dengan lirih karena hilangnya tekanan di kabin semakin membuat rongga dadanya terasa sesak.


Rey pun seketika melepas maskernya, “Apa yang kau katakan!? Kita semua pasti selamat, sampaikan sendiri maafmu pada Aisha. Dia menunggumu menjemputnya.”


***


Di Bandara Ankara pun suasana tak kalah riuh, pasalnya pesawat maskapai Tuskish Airlines dengan rute penerbangan Surabaya-Ankara tiba-tiba tak terdeteksi oleh radar, padahal mereka seharusnya sudah tiba di lintasan lima menit yang lalu.


“Lapor, radio kita tak bermasalah Pak, kita bahkan masih bisa berkomunikasi dengan pesawat lainnya,” ujar salah satu petugas di Bandara saat merasa ada kejanggalan yang terjadi.


“Beritahu Angkatan udara, coba hubungi melalui frekuensi darurat.”


Dari pihak Angkatan udara pun seketika terhubung dengan biro kontrol lalu lintas udara.


“Laksanakan prosedur tanggap darurat, matikan jalur terbang ….”


“Batalkan semua pesawat yang belum lepas landas, alihkan pesawat yang sudah mengudara.”


“Bersihkan wilayah udara sekitar 7655.”

__ADS_1


Di sudut lain di negara yang sama, Aisha pasalnya baru saja mengakhiri sujud panjangnya, seharian ini hatinya merasa sangat gelisah tanpa alasan.


Diraihnya ponsel yang sejak kemarin hanya teronggok di di dalam sling bagnya. Seketika notifikasi berita nasional langsung memenuhi beranda ponselnya.


‘Ada kondisi darurat 3U7655 penerbangan ke Ankara, kami kehilangan kontak’


‘Apa yang terjadi dengan 7655?’


‘Apa yang terjadi dengan penerbangan Ankara? Mohon konfirmasi’


Beberapa komentar para penggemar penerbangan memenuhi laman web.


‘7655 diduga mengalami turbulensi udara cerah atau clear air turbulence (CAT), terjadi saat langit dalam keadaan cerah tanpa indikasi visual semacam awan. CAT diduga disebabkan oleh pertemuan massa udara yang bergerak dalam kecepatan yang berbeda-beda. Hal tersebut yang menyebabkan 7655 tak terdeteksi oleh radar konvensional'


Entah kenapa jantung Aisha berpacu lebih kencang membaca berita-berita itu.


Dibukanya salah satu aplikasi yang sudah menampilkan notifikasi direct message di layar ponselnya, salah satu yang teratas adalah dari akun bernama ‘Reynald St_’.


“Ini Rey?” gumam Aisha setelah lebih dulu melihat profil dari akun yang mengiriminya pesan.


‘I have back to Indonesia, Aisha. Maaf karena semuanya mendadak jadi aku nggak sempet kabarin dan pamit langsung sama kamu’


Pria itu pun melampirkan foto yang berisi suasana di Bandara.


‘Aku harus kembali bekerja. See you soon dengan kondisi hatimu yang lebih baik’


Setelah mengamati lamat-lamat foto yang Rey kirimkan, “Ini kan Bandara Juanda … dan Rey, dia bertugas di maskapai Turkish Airlines,” gumamnya langsung membuka kembali laman web yang berisikan berita tentang salah satu pesawat dengan tujuan Ankara yang tiba-tiba hilang kontak tak terdeteksi oleh radar.


Deg, seketika jantung Aisha berpacu sangat kencang, tubuhnya bahkan tiba-tiba luruh ke lantai bersandar pada tepi ranjang.


“No Rey … jangan bilang kamu lagi bertugas di pesawat itu. Aku bahkan belum sempet bilang makasih sama kamu Rey,” rintih Aisha memeluk lututnya sendiri.


Entah kenapa tiba-tiba air matanya luruh, ia merasakan kecemasan yang memenuhi hati dan pikirannya. Mungkinkah jika saat ini ia mengkhawatirkan kondisi Rey?.


***


Bersambung ...

__ADS_1


Terima kasih untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan dari novel amatiran ini ... Love you.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote, like and coment buat nyemangatin author ya readers tersayang ...


__ADS_2