Harapan Baru Bersama Senja Yang Tak Lagi Sama

Harapan Baru Bersama Senja Yang Tak Lagi Sama
Honeymoon 4 (Jeritan Penyesalan)


__ADS_3

Azka masih tetap di tempatnya, menatap nanar pada layar ponsel yang kini bahkan hampir jatuh dari genggamannya setelah ia membuka isi pesan email dari seseorang yang tak diketahuinya.


Ternyata Faris sama Aisha nggak cuma pergi buat umroh yaa…


Gue yakin Lo nggak baik-baik aja setelah liat ini



Dan benar saja, nyeri yang selama ini mati-matian ia rawat bahkan dengan mencoba menghadirkan seseorang untuk menyembuhkan, hari ini luka itu seperti kembali dibuka jahitannya, membuatnya kembali menganga dengan perih yang cukup menyesakkan dada.


Apa-apaan ini? Bukankah ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tak lagi goyah? Tapi rasanya saat ini ia benar-benar ingin menyerah saja.


Andaikan dulu ia tak melakukan perjalanan bisnis hingga menciptakan kecelakaan yang membuatnya harus terperangkap dalam rumah tangga yang tak ia dambakan, bahkan ia harus rela kehilangan wanita pujaan karena luka yang ia ciptakan. Harusnya saat ini ialah yang akan berada di posisi Faris, menjadi pria paling bahagia karena berhasil mempersunting sang pujaan.


‘Tanggung jawab dan perasaan itu dua hal yang berbeda! Kamu boleh Mas memenuhi amanah ayahnya Diana dengan bertanggung jawab atas hidupnya, tapi itu bukan berarti kamu harus menikahi dia dan menghancurkan kesetiaan yang selama ini selalu aku jaga dengan rapi buat kamu! Bahkan ketika semua orang menganggapmu sudah tiada. Karena bagi aku, berjuang nggak sebecanda itu Mas'


Kalimat-kalimat kekecewaan dari Aisha kala itu kembali berputar-putar di kepalanya.


“Arghhh….”


Brukk, prang ….


Gelas cantik di tangan Azka kini bahkan sudah berserakan di lantai menjadi korban kekesalannya.


“Gue harus gimana? Semuanya udah terlambat! Aisha bahkan sekarang udah bahagia sama pilihannya.”


Berulang kali Azka bermonolog pada dirinya, menyesali apa yang sudah terjadi pada kisah cintanya. Bertanya-tanya mengapa semesta tak berlaku adil terhadap dirinya.


“Nggak bisa! Gue nggak bisa kayak gini terus!”


Seketika Azka teringat pada Karina dan juga putranya yang tengah menunggunya di tanah air. Hatinya kembali bertanya-tanya apakah sudah benar yang dilakukannya dengan mencoba menghadirkan Karina di hatinya? Apa ini tidak berkesan hanya sebuah pelampiasan?


Azka lantas segera meraih ponselnya, membuka salah satu aplikasi yang berjajar pada layar ponselnya.


Ia harus memastikan kebenaran dari pesan yang sudah membuat lukanya kembali meradang.


Ia lantas segera mengetikkan nama Faris pada kolom pencarian karena memang ia sengaja tak memfollow akun Faris maupun Aisha di ins**gram.


Ketemu. Dan ternyata apa yang dikirimkan sang pengirim adalah benar.


Sepertinya Faris dan Aisha juga pergi untuk honeymoon setelah menyelesaikan acara umroh mereka.


Azka tersenyum kecut memandangi postingan yang tertera di kolom unggahan pada akun beratasnamakan FarisZeinA_, pria yang kini berhasil menggantikan posisinya.


“Makin cantik aja bini orang.”

__ADS_1


***


Setelah puas berpetualang menyusuri keindahan kota dan menikmati beberapa kuliner yang ada, Faris dan Aisha segera kembali ke resort saat malam semakin beranjak.


“Ica cape Bang,” ujar Aisha sesaat setelah mendudukkan dirinya di kursi penumpang pada mobil yang Roger kendarai untuk kembali ke resort.


“Sini.”


Faris melepaskan tautan jemari mereka, memindahkan lengannya ke belakang punggung sang istri dan menarik lembut kepala Aisha untuk direbahkan ke dadanya.


“Ica bobo aja, lumayan jauh juga jarak ke resort.”


Aisha hanya mengangguk mengiyakan, tak selang beberapa lama, pelukannya pada tubuh Faris semakin mengendur, menandakan ia sudah berkelana ke alam bawah sadarnya.


Usapan Faris pada bahu Aisha pun semakin lambat saat mengetahui istrinya sudah terlelap. Tanpa menghiraukan Roger yang mengemudi, tanpa sungkan Faris bahkan beberapa kali menghujani kecupan di kening istrinya yang nampak sangat menikmati perjalanan mereka dalam lelapnya.


“Kita sudah sampai, Tuan,” ujar Roger setelah mematikan mesin mobil tepat di depan resort yang kini menampung mereka.


“Aisha kayaknya cape banget, tolong bukain pintu deh Ger,” ujar Faris lantas mencoba memindahkan tubuh sang istri ke pangkuannya.


Dengan sigap Roger segera berlari ke belakang dan membukakan pintu untuk sang Tuan dan Nyonya.


Dingin yang semakin menggigit seiring larutnya malam tak menyurutkan keinginan Faris untuk mengguyur tubuhnya di bawah shower, menghilangkan keringat karena seharian berpetualang. Semua rasa lelah seolah sirna bersamaan dengan air yang mengaliri permukaan kulitnya.


“Huaaa.” Aisha menggeliatkan badan kemudian mendudukannya.


“Kita udah lama Bang nyampenya?” tanya Aisha saat menyadari suasana di sekelilingnya.


“Lumayan sih, Abang juga nyampe selesai mandi.”


Faris berjalan ke arah meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.


“Ica mau mandi?” tanya Faris saat melihat pantulan sang istri pada cermin di depannya yang bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi.


“Heem.” Aisha yang masih setengah sadar hanya mengangguk sambil bergumam.


Sedangkan Faris hanya ber ‘oh' ria seraya melanjutkan aktivitasnya.


Faris baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika pintu kamar mandi sudah kembali terbuka dan menampakkan Aisha dengan balutan piyama hitam kotak-kotak yang tampak sangat indah di tubuhnya, sangat kontras dengan warna kulitnya yang cerah.


“Tumben bentar banget mandinya Yang?”


Tak ada jawaban, Aisha hanya berjalan gontai lantas segera merebahkan kembali tubuhnya di ranjang.


Faris yang menyadarinya segera menghampiri istrinya dan berjongkok di tepi ranjang tepat di depan Aisha yang tengah berbaring menyamping.

__ADS_1


“Ica kenapa hem?” tanyanya mengusap lembut puncak kepala istrinya yang tak tertutup hijab.


Aisha membuka netranya mendengar suara suaminya yang tampak sangat dekat. Seketika ia membeku ketika iris cantiknya bersitatap langsung dengan bola mata indah yang tepat di depannya dengan posisi mereka saat ini. Sejenak ia melupakan rasa sakitnya.


Faris menaikkan alisnya saat tak kunjung mendapati jawaban.


“Perut Ica sakit Bang,” lirih Aisha lantas membawa tangan Faris yang masih bertengger di puncak kepalanya menuju ke perutnya, tempat dimana ia merasakan nyeri.


“Di sini,” ujarnya saat tangan Faris sudah menempel sempurna.


“Kok nggak bilang dari tadi sih Yang? Sakit gimana? Mules atau gimana?”


Terdengar nada panik di setiap pertanyaan Faris, ia memang paling tidak bisa melihat sesuatu terjadi pada sang istri.


“Bukan, sakit aja gitu.”


“Bentar, Abang siapin dulu obat ya.”


Faris lantas beranjak untuk meracikan obat untuk sang istri.


“Ya udah bobo lagi aja yuk,” ujar Faris setelah membantu Aisha meminum obatnya. Sedangkan Aisha lagi-lagi hanya mengangguk lemah.


Faris yang masih dalam posisinya berjongkok di depan Aisha lantas meyibak piyama yang tengah Aisha kenakan, menampakkan perut rata dengan permukaan kulit yang sangat lembut, tanpa Aisha duga Faris langsung mendaratkan kecupan lembutnya di sana, tepat di atas pusarnya.


Aisha sontak tersenyum diperlakukan sedemikian romantisnya oleh sang suami.


“Udah mendingan?” tanya Faris lembut.


Aisha hanya mengangguk dengan senyuman yang belum memudar.


Faris lantas berpindah ke atas ranjang, merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya dari belakang sambil sesekali mengusap perut istrinya yang masih sedikit nyeri.


Sentuhan itu membuat Aisha begitu tenang, hingga semakin lama netranya semakin menutup dan siap untuk berkelana ke alam mimpinya seraya menikmati sentuhan lembut Faris di perutnya.


Malam ini tidak ada acara bercocok tanam seperti malam-malam sebelumnya, meskipun Faris selalu menginginkannya, namun ia tak ingin egois dan memaksakan kehendaknya, sedangkan ia tahu bahwa saat ini kondisi Aisha sedang tidak memungkinkan untuk melakukannya.


***


Hayo hayo Papa Azka ngamuk-ngamuk meratapi nasib nih🥺 ehh yg diributin mah lagi honeymoon manja sama Babang ganteng 🤭


Yang ikhlas ya Pa🥺 hidup itu memang perih😩


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote, like and coment sebanyak-banyaknya buat nyemangatin author ya readers tersayang...

__ADS_1


__ADS_2