
Alisa kini sedang berada di dalam kamarnya, setelah beberapa saat berkutat dengan laptop nya, dia berbaring di tempat tidurnya Hadi.
Tarik selimut sambil bibir komat-kamit dan menatap langit-langit, kemudian tangannya meraih remote lampu dan menggantinya menjadi remang-remang.
"Aku harus cepat tidur biar bangun pun tidak kesiangan. Besok pagi Goo pergi ke Bandung, semangat!" gumamnya Alisa sambil mengangkat tangannya.
Beberapa kali dia menguap tanda kantuk pun sudah mulai menyerang. Sehingga dengan tidak membutuhkan waktu yang lama. Alisa pun tertidur dengan nyenyak.
Malam semakin larut, jarum jam terus berputar dengan cepat suara binatang malam pun terdengar menghiasi sepinya malam.
Seperti biasa, pagi-pagi Alisa sudah bangun. Dan kali bersiap untuk ke rumah ibunya terlebih dahulu sebelum ke bandara.
Walau masih pagi buta, Alisa berpamitan pada sang ibu mertua. "Ibu, Alisa pergi dulu ya! mohon doa nya?"
"Iya, pergilah. Ibu doakan semoga selamat dan lancar ya!" wanita sepuh itu memeluk Alisa sesaat.
"Baiklah, Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikumus salam ...."
Kemudian Alisa yang mengenakan pakaian formal berwarna hitam itu, menyoren tas kecil dan juga menjinjing tas yang agak sedang. Berjalan melintasi pintu utama untuk ke mobil yang sudah di panaskan oleh pak Mur.
"Pak, ke jalan xx dulu ya?" pinta Alisa pada pak Mur sambil mengecek isi tasnya.
"Baik, Non!" pak Mur mengangguk.
Setelah Alisa duduk dengan nyaman, pak Mur pun melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke jalan xx dimana kediaman ibunya berada.
"Masuk ke sebelah sana, Pak!" pinta Alisa sambil menunjuk dengan ibu jarinya.
Mobil pun mengikuti arahan Alisa. Lalu Alisa turun dan mendatangi rumah tersebut yang terlihat sepi karena memang yang tinggalnya pun sendiri yaitu ibunya doang.
"Assalamu'alaikum ... Ibu? ini Alisa!" suara Alisa sambil berdiri di depan pintu, sebab pintunya masih di kunci dari dalam.
Tidak lama menunggu terdengar suara ibunya yang membalas salam dan terdengar derap langkah yang mendekati dimana Alisa berdiri.
Blak ....
"Alisa!" sambut sang ibu sambil langsung memeluk.
__ADS_1
"Ibu, aku datang. Gimana kabar Ibu?" Alisa bertanya sambil membalas pelukan sang ibu.
"Baik, baik ... kau tambah cantik saja dan juga rapi," Bu Juli memudarkan pelukan dan di tatapnya dengan intens.
Mereka pun masuk lalu duduk di ruang tengah, netra mata Alisa mengitari ruang tersebut. Suasana yang tetap sama dari dulu tidak ada yang beda.
"Aku mau pergi ke Bandung. Untuk menggantikan om Hadi yang sedang membawa berobat ke luar Negeri." Kata Alisa sambil memegangi tangan ibunya.
"Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk semuanya. Semoga Diana juga cepat sembuh," ucap Bu Juli penuh harap.
"Aamiin, ini buat ibu belanja." Tangan Alisa memberikan sejumlah uang pada sang ibu.
"Tapi yang kemarin juga masih ada kok!" Bu Juli menatap uang tersebut.
"Tidak apa-apa ambil saja, Lilis dan Sinta sudah ku TF kok ke gurunya. Oya, Bu ... aku gak lama di sini! aku harus segera pergi ke Bandara, karena yang lain sudah menunggu di sana." Alisa memeluk kembali ibunya. Lalu berdiri bersiap untuk pergi.
"Padahal Ibu masih kangen. Tapi ya sudah Hati-hati dan jadilah orang yang jujur, amanah." Bu Juli mengantar sampai pintu.
Alisa mengayunkan langkahnya setelah mengucap salam. Dan melambaikan tangan setelah berada di mobil.
"Jalan, Pak?" Alisa menoleh pada pak Mur.
Alisa duduk bersandar sambil memandang ke luar jendela melihat jalanan yang masih terlihat lengah, belum terlihat yang hiruk-pikuk menghiasi kota.
Selang sekitar 40 menit, akhirnya mobil pun sampai di area bandara yang akan membawa Alisa ke kota Bandung bersama yang lain.
Sebelum turun, Alisa memberikan uang pada pak Mur. "Pak ini buat beli sarapan ya? dan makasih sudah mengantar ku ke sini."
"Itu sudah kewajiban Bapak, Non! makasih! padahal saya bisa sarapan di rumah. Makasih ya Non!" Balasnya pak Mur.
"Ya sudah, Pak aku berangkat dulu, mohon doa nya ya!" Alisa turun dari mobil tersebut.
Dan langsung di sambut oleh Mita, Zidan dan Burhan. Menyambut dengan senyuman yang ramah dan merekah.
"Selamat pagi di bandara ini Nona?" sapa Burhan dengan merentangkan kedua tangannya.
Bibir Alisa menunjukan senyumnya yang manis. "Pagi juga. Gimana kabar hari ini?"
"Tentunya baik, kalau tidak baik ... tidak mungkin kami di sini!" jawabnya Burhan.
__ADS_1
"Aku naik, gimana sebaliknya?" tanya balik dari Zidan.
"Aku ... baik, seperti yang kalian lihat. Mbak Mira tampak segar deh, cantik!" Alisa mengalihkan pandangannya pada Mita yang ikut tersenyum.
"Bisa aja," balasnya singkat.
Setelah melalui prosesnya, dan akhirnya bejalan juga ke arah pintu sekian untuk memasuki badan pesawat.
Sebenarnya ke Bandung bisa melalui jalan darat namun lebih lama dan akan terasa capeknya. sehingga mereka memilih jalan udara saja.
Kini mereka sudah berada di dalam pesawat. Alisa duduk dekat jendela biar bisa melihat pemandangan, si burung besi mulai mengadakan sayapnya. Dia mulai take-off. Melayang ke udara tinggi dan semakin tinggi hingga yang di bawah terlihat bagaikan semut.
"Ya Allah, selamatkan lah perjalanan ku! pergi maupun pulang. sungguh kami tiada daya dan upaya selain engkau yang maha segalanya." bibir Alisa komat-kamit sambil memejamkan manik matanya.
Selang beberapa waktu kemudian. Pesawat pun landing dan setelah di perbolehkan keluar, semua penumpang pun turun dengan barang bawaannya masing-masing.
Mereka berempat langsung naik mobil yang sudah tersedia dan menuju kantor cabang, HD grup. Hadi Diana grup. Yang berperan di bidang tekstil dll.
Alisa turun langsung ke lapangan dan mengecek kwalitas dan kuantitasnya. Sambil berbincang secara tatap muka dengan karyawan di sana.
Terdengar banyak yang berbisik. "Tumben, pak jadinya tidak datang. Dan tiba-tiba yang datang wanita muda dan cantik lagi."
Kalau pada Zidan mereka merasa tidak asing lagi, namun pada Burhan apalagi Alisa mereka benar-benar merasa asing.
Dan pada kesempatan meeting. Zidan pun memperkenalkan Alisa pada semua staf, kalau Alisa adalah asisten pribadi nya HD grup dan pada saat ini dia yang menjadi wakil dari hadirnya CEO HD Grup yang berhalangan datang.
"Dan saya ... mohon dengan sedalam-dalamnya pada staf maupun karyawan di sini! untuk mendoakan ibu Diana agar segera sembuh dan secepatnya pulang juga ke tanah air. Sekali lagi mohon doanya!" ucap Alisa dengan jelas
Semua yang ada mengangguk dan salah satunya memimpin doa sang akhirnya di Aamiin kan oleh semua.
Alisa pun terharu mendengarnya. "Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bacaan doa nya. Dan kita ... mulai saja meeting nya, buat bapak Zidan silakan di mulai? Alisa menoleh pada Zidan yang tersenyum padanya.
Lanjut mereka pun membicarakan tentang pekerjaan dan bisnis. Alisa menyimak dengan seksama sebagai belajar pula.
Semua mata sering berpusat pada Alisa, termasuk Burhan yang belum lama mengenal Alisa sehingga betah sekali melihatnya ....
...🌼----🌼...
Jangan lupa like komen dan lainnya ya? Oya mohon Doa nya juga dari reader ku semua. Saat ini aku sedang kurang fit.
__ADS_1