Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Angin segar


__ADS_3

"Sayang ... buka pintunya." Hadi terus menggedor pintu kamar mandi tersebut.


"Aku gak mau." Pekik Alisa sambil memejamkan mata dan tidak perduli dengan Hadi yang terus menggedor pintu.


"Sayang, kalau gak mau buka pintunya aku dobrak ya? atau aku minta kunci dari resepsionis." Teriak Hadi.


Alisa membuka manik matanya sambil menatap ke arah pintu. "Alisa ... jangan sampai kau. berdosa ya? sama suami." Batinnya.


"Gak mau, kau juga cuek pada lama berhari-hari. Kau tidak perduli padaku." Suara Alisa dari dalam kamar mandi.


"Sayang ... aku kan dah minta maaf dan aku dah belain menyusul mu ke sini kan? ayo keluar, kita bikin adik buat Dirga." Sambung Hadi.


Alisa bergidik mendengar Hadi bilang bikin adik. "Dasar mesum!" Lalu memejamkan matanya kembali.


"Ayo lah sayang ... apa harus aku dobrak ini pintu?" suara Hadi kembali.


Hening ....


Hadi bersandar di daun pintu, sambil mencari cara agar dia mau keluar dari tempat persembunyiannya.


"Ooh iya, kan ada kunci yang tadi. Siapa tahu bisa." Hadi merasa mendapatkan angin segar.


Segera dia mengambil kunci yang tadi dari jas nya. Kemudian di kembali memasukan nya menyesuaikannya dengan pintu kamar mandi.


Dan akhirnya terbuka juga, Blak ... pintu terbuka dan tampak Alisa tertidur. Bibir Hadi menyungging.


"Sudah tidur aja dia. Sayang?" Hadi mengelus pipi Alisa.


Kemudian dia mengangkat tubuh Alisa yang sudah lelap itu dibawanya ke tempat tidur.


Akhirnya Hadi bisa tidur sambil memeluk Alisa yang sudah duluan itu.


Paginya Alisa bangun dengan rasa heran karena dirinya sudah berada di atas tempat tidur dalam pelukannya Hadi.


"Kenapa aku berada di sini?" Alisa pun mengibaskan selimutnya memeriksa apakah dia masih berpakaian lengkap?


"Masih lengkap kok." Lalu dia melihat pada orang yang berada di sampingnya itu.


"Aku itu masih marah sama kamu, kenapa kau membawa ku ke sini?" gumamnya Alisa sambil mengusap rahangnya Hadi dengan telunjuknya.


Hadi bergerak. dan Alisa mundur pura-pura tidur sambil terlentang


"Kangen juga kan? ngaku saja, sok-sok'an merajuk segala." Hadi bergerak menjadi di atas Alisa.

__ADS_1


"Aku mau mandi, sudah subuh nih." Alisa mendorong dada Hadi dan melonjak bangun.


Namun sebelum melangkah tangan Alisa Hadi tangkap. Membuat Alisa kembali terduduk.


"Apa kau tidak memberikan kiss pagi pada suami mu yang sedang merindu ini!" Goda Hadi sembari tetap memegang tangan istri kecilnya itu.


"Ogah, aku mau mandi dulu." Alisa menarik tangannya.


Hadi menyeringai. Sambil melepaskan tangannya Alisa. Alisa memasuki kamar mandi.


Setelah keduanya sudah membersihkan diri, bersiap untuk ke kantor.


"Apa kau tidak membawa pakaian ganti?" tanya Alisa sambil memakaikan jas pada suaminya itu.


"Nggak, aku cuma bawa laptop dan lainnya saja." Jawabnya Hadi.


"Hem ... ya sudah nanti aku belanjakan," sambung Alisa.


"Kau sudah tidak marah pada ku?" tanya Hadi sambil merangkul pinggang sang istri.


"Aku masih marah, emangnya kenapa?" ketusnya Alisa yang berpura-pura itu.


"Ya sudah, kalau mau marah. Marahlah. Tapi jangan diam kan aku." Hadi semakin mengeratkan rangkulannya.


"Kok bingung? utara kan saja dan aku akan dengarkan ocehan mu itu, hem!" Hadi memainkan matanya.


"Aku gak suka kamu mendiamkan aku, seolah aku ini gak ada. Kalau kamu gak bisa perhatikan dan terus seperti itu, berarti benar kau itu sangat mencintai Tante dan aku siap mundur!" ungkap Alisa.


"Terus seperti itu gimana maksudnya?" Hadi pura-pura gak ngerti sambil menatap lekat pada Alisa, dia suka melihat istri kecilnya mengutarakan isi hatinya.


"Kalau kau tidak berubah juga dan terpuruk terus larut dalam kesedihan, pokonya aku minta cerai--" ucapan Alisa terpotong dengan menempelnya telunjuk Hadi di bibir nya.


"Jangan bilang gitu lagi! kita hapus perjanjian itu dan kita akan resmikan pernikahan kita." Suara Hadi dengan lembut. Kita lanjutkan rumah tangga kita."


Alisa terdiam dan hanya menggerakan manik matanya indah menatap ke arah Hadi.


"Aku tidak ingin kita berpisah, aku sayang sama kamu dan soal kemarin itu ... harap kau pahami aku!" tutur Hadi mengungkapkan perasaannya pada sang istri.


Alisa memeluk punggung Hadi dengan sangat erat. Menyembunyikan wajahnya di dada bidang Hadi, dia pun tidak ingin berpisah dari pria yang sedang dia peluk itu.


"Tapi, aku punya hak untuk meminta pisah dari mu, karena aku tahu kau sangat mencintai istri mu itu." Suara Alisa pelan.


"Iya, aku sangat mencintai istri telah tiada, tapi aku juga sayang sama istri kecil ku ini!" Hadi mengangkat wajah Alisa dengan cara menjepit dagunya.

__ADS_1


Lalu Hadi sedikit menunduk untuk menjangkau bibir Alisa. Di kecupnya sangat mesra, Hadi tersenyum melihat manik mata Alisa terpejam, kemudian Hadi melanjutkan aktifitasnya menyesap bibir yang selama ini dia biarkan. Sehingga singa milik on kembali.


"Em ... aku lapar! dan aku ingin makan durian!" ucap Alisa ketika bibir Hadi sudah berpindah ke area leher, membuat Hadi hentikan kesenangannya.


"Pagi-pagi gini mau makan durian, sarapan sayang. Jangan makan durian dulu. Nanti malam kita cari durian. Oya, kau boleh ambil cuti kapan pun maunya, hari juga gak pa-pa, biar aku yang ke kantor." Kata Hadi sambil menyingkirkan rambut Alisa dari bagian depan.


"Terus, aku di sini ngapain?" tanya Alisa sembari mantap wajah suaminya itu.


"Berdiam diri, istirahat. Intinya gini, selama di sini aku liburkan istri ku yang cantik dan pandai ini. Dan nanti bila sudah di Jakarta pun terserah. Mau masuk kapan pun boleh, tapi bila berhenti total sih jangan! aku butuh kamu untuk menemani ku di kantor." Tambah nya Hadi.


"Hem ... untuk hari ini, aku mau cari pakaian mu dulu, setelah itu baru aku ke kantor ya?" Alisa mengedipkan manik matanya bikin Hadi semakin gemas.


Cuph. Kecupan mesra mendarat di pipi Alisa kanan dan kiri. Kening pun tak ketinggalan.


Ketika mau mendarat di benda tipis dan menikmatinya lagi, terdengar samar-samar suara beberapa draf sepatu mendekati pintu kamar Alisa.


Kemudian suara Mita memanggil nama Alisa.


"Ck, mengganggu kesenangan ku saja nih ... gak tau apa yang di dalam kamar mau bikin baby, auw ..." Hadi di akhiri dengan memekik karena pinggangnya di cubit kecil oleh Alisa.


Alisa membawa langkahnya, berjalan mendekati pintu sembari merapikan rambutnya.


"Sebentar!" Alisa membuka pintu dan di luar berdiri Mita dan Zidan yang langsung melepas pandangan ke arah Hadi yang sedang merapikan jasnya.


"Bos, kapan datang?" sapa Zidan walau sedikit kaget. Namun dapat mengontrol perasaannya.


"Semalam. Oya, kalian belum sarapan bukan? kita cari sarapan dulu." Hadi meraih tas nya yang berada di atas meja dengan tas Alisa juga dia bawakan.


"Tas nya sayang." Menyerahkan tasnya pada Alisa.


"Setelah sarapan aku balik lagi ke sini ya? nanti siang baru ke kantor." Alisa melirik ke arah Hadi.


"Iya, libur juga tidak apa-apa kok." Hadi memberikan ke bebasan.


Kemudian mereka berempat berjalan di koridor hotel menuju lift.


"Wa ... h, kayanya semalam ada yang main basah-basahan nih!" Mita sambil jalan melihat-lihat rambut Alisa dan Hadi yang tampak lembab.


"Emang semalam ada hujan gitu?" Alisa malah bertanya, tidak mengerti dengan maksudnya Mita ....


...🌼---🌼...


Apa kabar reader ku semu, selamat bagi yang menunaikan puasa di hari pertama ini. Dan makasih.

__ADS_1


__ADS_2