Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Minta maaf


__ADS_3

Rahman hanya terdiam sambil menunduk malu iya. Kesal juga iya sama sang ibu yang tidak kira-kira, menikahkan dirinya tanpa modal.


Berapa saat kemudian Bu Irma dan suami pun berpamitan.


"Oke, sampai jumpa lagi!" Hadi mengelurkan tangannya kepada kedua besannya tersebut.


"Iya, terima kasih atas semuanya assalamualaikum!" ucapnya ayah Rahman.


Sementara sang istri melengos. duluan setelah bersalaman dengan ibunda Hadi. Melewati Alisa begitu saja yang tidak jauh dari sang ibu mertua.


Liana dan Rahman pun mengikuti Bu Irma sampai ke teras.


"Berarti kalian, besok mau ke rumah bukan, tinggal di sana!" kata Bu Irma menatap ke arah Rahman juga Liana.


"Sepertinya begitu Bu dan Ibu kenapa sih gak memberikan memberikan uang itu? aku malu sama Pak Hadi padahal aku sudah nyerahin uang itu sama ibu untuk biaya semuanya." Rahman menatap kecewa pada sang ibu yang tidak sedikitpun merasa berdosa.


"Ibu lupa, tenang saja besok Ibu berikan. Jangan khawatir uangnya ada kok nggak kemana-mana kata sang Bunda sembari membebaskan tangan di depan wajahnya.


Rahman tidak lagi bicara melainkan kembali terdiam.


Bu Irma mengalihkan pandangannya ke arah Liana yang menunduk merasa malu dengan orang tuanya.


"Sayang Ibu pulang ya cantik, dan besok kita ketemu lagi! karena kalian mau pindahkan ke rumah kita!" ucap Bu Irma pada Liana.


"Oh iya Bu, sampai jumpa besok!" balasnya Liana sembari mengangguk.


Bu Irma memeluk Liana sembari berkata. "Sayang, kan kau sudah janji mau ngasih ibu kalung yang kemarin itu!"


"Oh Iya," Liana singkat.


Lalu kemudian Bu Irma dan suaminya pun memasuki mobilnya dan meninggalkan kediaman Hadi dan Alisa.


Liana berjalan melintasi Rahman dan juga rumahnya yang masih berdiri di teras. Mencari keberadaan Hadi dan Alisa yang sudah tidak ada di tempat.


"Mana mereka apa sudah berada di kamarnya?" gumamnya Liana, lanjut membawa langkahnya itu menaiki anak tangga untuk menemui sang ayah dan Alisa yang mungkin ada di kamarnya.


Dan kebetulan sekali mereka berdua baru saja mau memasuki kamarnya, sehingga dengan cepat Liana menghampiri keduanya.


"Pah, Lisa tunggu?" Liana dengan cepat mendatangi mereka berdua.


Alisa dan Hadi menolehkan kepalanya ke arah Liana. "Ada apa Lian?" tegur Alisa.


"Em ... gue mau minta maaf karena sudah berburuk sangka sama kamu. Ternyata yang sebenarnya seperti itu, gue nggak tahu apa-apa." Liana memegang tangan Alisa sembari menatap lekat.

__ADS_1


"Sudahlah. Aku nggak apa-apa kok, kan aku juga minta maaf mungkin sudah membuatmu malu." Balasnya Alisa.


Lalu Liana mengalihkan tatapannya ke arah sang ayah, Liana menunduk dalam. "Pah, aku minta maaf atas segalanya aku minta maaf karena pernikahan ini harus secepatnya terjadi dan ternyata orang tua Rahman tidak seperti yang Papa harapkan!"


Hadi tidak menjawab hanya menepuk-menepuk pundak Liana, dia pun bingung harus berkata apa!


"Papa benar, aku ini merasa tidak ada harganya di mata mereka!" sambung Liana dengan nada sedih.


"Sudahlah, jangan diingat-ingat lagi. Mungkin sudah rezekimu!" ucapnya Hadi sembari memeluk putrinya dengan rasa haru. Namun bagaimanapun semuanya sudah terjadi.


"Ya sudah Pah, aku mau ke kamar dan besok aku akan kemas dan akan tinggal sama Rahman. Kalau memang itu yang Papa inginkan." Liana memudarkan rangkulan sang ayah.


"Sebenarnya Papa ingin kau tinggal di sini, rumah ini juga cukup luas untuk kita tinggali bersama! tapi Papa ingin kamu lebih dihargai oleh keluarga suami mu, karena sesungguhnya tanggung jawab Papa sudah berkurang dan beralih pada suamimu!" ucapnya Hadi dengan lirih menatap nanar pada Liana.


"Aku ngerti, tidak apa-apa. Aku akan sering ke sini kok!" Liana mengusap sudut matanya yang berkaca-kaca.


Sementara Lisa hanya terdiam bisu dia merasa kasihan juga pada Liana yang mungkin nantinya hanya akan diperalat oleh sang ibu mertua yang ketahuan matre itu. Alisa berusaha tersenyum dan menyembunyikan rasa sedihnya.


Setelah itu Liana mengayunkan langkahnya untuk mendatangi kamarnya, dan terlihat Rahman sudah berdiri di depan pintu kamar pribadinya itu.


"Sayang masuk?" Liana mendahului masuk ke dalam kamar. Dan Rahman mengikut dari belakang sembari membuka jasnya.


Liana duduk di depan cermin membuka semua aksesoris yang masih terpasang di rambut dan kebayanya. Karena dia merasa kesusahan untuk membukakan kancing kebayanya yang terpasang di belakang. Liana menoleh ke arah Rahman yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Dan dengan malasnya Rahman membukakan semua kancing kebaya Liana sehingga semuanya terbuka. Terekspos punggung Liana yang putih mulus tersebut yang pernah membuat dirinya tergoda. Namun saat sama sekali dia tidak tertarik untuk menyentuhnya.


Liana membuka semuanya di depan Rahman yang malah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sampai Liana berbaring di sampingnya pun, Rahman tampak dingin boro-boro mau menyentuh Liana sampai dia pun tertidur.


Liana memandangi ke arah Rahman yang tampak lelap sambil terlentang. Dia merasa dicuekin oleh Rahman bak seperti patung, Padahal ini di malam pertama setelah mereka menikah, apa memang capek atau stress? atau memang tidak tertarik.


Kepala Liana menggeleng kasar merasa pusing memikirkan sikap Rahman yang dinginkan dirinya.


Sementara di kamar Hadi dan Alisa. Hadi melepaskan kebaya Alisa, karena resletingnya di punggung sehingga Alisa susah untuk membukanya sendiri.


Namun Hadi malah menciumi punggung Alisa yang terbuka dan tampak mulus. Cuph beberapa kecupan mendarat di punggung Alisa.


"Sudah belum?" Alisa menarik kebaya nya yang masih belum terlepas juga.


Cuph. Lagi-lagi Hadi mengecup bahu Alisa yang membuat sang empu memejamkan kedua matanya.


Alisa membalikan badannya. Berhadapan dengan Hadi yang mulai tampak bergairah, apalagi Hadi tahu kalau dia sudah selesai masa pemulihan.


Sehingga dia pasti minta jatah malam ini juga. Bikin jantung Alisa berdegup sangat kencang, lalu saling menatap sangat lekat dan dalam.

__ADS_1


"Boleh kan aku memintanya malam ini?" Hadi dengan suara yang parau.


Alisa terdiam sambil membalas tatapan sang suami yang begitu tampak mendambakan dirinya malam ini.


Kemudian Hadi mendekatkan wajahnya untuk menjangkau bibir sang istri yang masih terdiam dengan warna merah merona, bikin gemas yang melihat.


Kemudian Hadi mengecup dan melu-mat benda tipis miliknya Alisa, tangan yang tidak bisa dikondisikan pun menjamah tempat-tempat yang dia suka.


Namun di saat sedang menyatu kan bibir dan menikmati suasana. Terdengar suara gedoran pintu yang tidak beraturan dari luar.


"Pah, Mommy? Papa. Mommy ..." suara Dirga mengagetkan Hadi dan Alisa yang baru saja memulai cumbuan.


Alisa buru-buru masuk kamar mandi dengan membawa pakaian piyamanya.


Dan Hadi sendiri mengusap wajah dan bibirnya yang lembab! kemudian berjalan mendekati daun pintu.


"Iya Dirga, ada apa? sebentar!" suara sang ayah sambil menarik handle pintu.


Tampak Dirga sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang ketakutan.


"Ada apa Dirga? ada apa bukannya tidur!" tanya sang ayah sambil celingukan.


Anak itu buru-buru masuk ke dalam kamar sang ayah dengan nafas yang ngos-ngosan. "Aku takut Pah. Tadi aku bermimpi buruk sekali!"


"Oh mimpi buruk itu kan cuman Bunga tidur saja tidak apa-apa, apalagi Dirga kan anak laki-laki harus berani dong!" hibur sang ayah sambil nutup pintunya.


"Tapi setelah aku bermimpi aku melihat sekelebatan orang memakai baju hitam di bawah," sambungnya Dirga.


Tentu membuat Hadi kebingungan sembari mengerutkan keningnya! dia bertanya. "Sebentar-sebentar! Papa nggak ngerti, katanya tadi mimpi buruk terus melihat orang sekelebatan memakai baju hitam di bawah. Apa maksudnya?"


"Begini Papa ... aku kan mimpi buruk ya? terus terbangun kan!"


"Iya!"


"Aku tidur lagi terus terbayang-bayang mimpi buruknya, lalu aku bangun lagi minum air putih terus berjalan mendekati jendela."


"Terus?"


"Aku melihat ke bawah dekat gerbang, yang di sana ada kelebatan orang yang pakai baju hitam dua orang kalau nggak salah!" ungkapnya Dirga.


Membuat Hadi terdiam dan mencerna ucapan dari sang anak bungsunya itu ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan kritik juga makasih.


__ADS_2